cara perbaiki multimeter digital rusak

Pergunakanmultimeter dan silahkan anda putar knop instrument ke arah pengukuran DC ke bagian 20V, letakkan lead/ colokkan merah multimeter ke "V" dan lead/ colokan hitam ke label "COM" Men-supply catu daya baik tegangan AC atau DC ke papan rangkaian akan lebih mudah mempercepat menemukan jalur yang terputus secara tepat. Silahkankunjungi postingan Cara Memperbaiki Adaptor Printer yang Rusak Dengan 5 langkah Mudah untuk membaca artikel selengkapnya.--> Jika di LCD pada multimeter digital muncul angka yang kemudian kembali jadi angka 1 (atau jarum penunjuk akan ke menuju ke posisi nol pada multimeter analog), maka itu artinya komponen masih hidup Jikaada salah satu komponen yang mengalami kerusakan karena tidak ada sambungan dengan ditandai tidak adanya kalibrasi pada jarum penunjuk angka AVOmeter silahkan buka dan perbaiki. Mari bahas satu persatu kerusakan pada komponen setrika. Untuk elemen pemanas pada setrika listrik jarang rusak, karena bilapun rusak maka harus diganti baru Langkahterakhir adalah mencobanya. Jika adaptor masih rusak, hubungi tukang servis. 5. Perbaiki Adaptor. Jika keempat cara di atas sudah dilakukan, namun adaptor printer Anda masih belum menunjukkan jawaban yang memuasakan, maka Anda mau tidak mau harus memperbaiki adaptor tersebut. PanduanPerbaiki Alat Elektronik Amplifier. Bagaimana Cara Kerja Amplifier? Panduan Perbaiki Alat Elektronik Amplifier - Amplifier adalah perangkat elektronik yang memperbesar dan mengontrol sumber sinyal audio dari penerima AM-FM built-in serta pemutar CD eksternal, pemutar kaset, atau perangkat hiburan rumah audio lainnya. Sinyal output mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Jakarta Fungsi multimeter digital ini penting untuk diketahui. Multimeter digital merupakan jenis dari multimeter, yang dimana multimeter digital merupakan salah satu jenisnya. Ada dua jenis multimeter, tentunya setiap multimeter memiliki fungsi yang berbeda salah satunya adalah fungsi multimeter digital. Cara Menghitung Resistor, Bisa Melalui Komponen Axial dan Chip Fungsi Resistor dan Kapasitor Serta Komponen Penting Elektronika 7 Cara Agar Tagihan Listrik Murah, Sangat Mudah Dilakukan Multimeter merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam bidang elektronika. Multimeter ini merupakan alat yang sangat populer di kalangan elektronika. Multimeter ini juga didukung dengan akurasi daya yang tinggi. Salah satu jenis multimeter adalah multimeter digital, yang dimana fungsi multimeter digital ini perlu untuk kamu ketahui. Multimeter merupakan sebuah alat pengukur yang digunakan untuuk mengetahui ukuran tegangan listrik, resistansi, dan arus listrik. Dalam perkembangannya, dapat digunakan untuk mengukur temperatur, frekuensi, dan lainnya. Setiap jenis multimeter perlu untuk kamu ketahui fungsinya agar tidak salah, salah satunya dalah fungsi multimeter digital ini Berikut merangkum dari berbagai sumber tentang fungsi multimeter digital hingga pengertiannya yang perlu dipahami, Jumat 13/11/2020.Ilustrasi Multimeter. Sumber PixabaySebelum menelaah tentang fungsi multimeter dan fungsi multimeter digital, terlebih dahulu penting untuk memahami pengertian dari multimeter tersebut. Secara singkatnya, multimeter dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur permasalahan kelistrikan. Alat yang populer di kalangan elektronika ini dapat mengukur tegangan, resistansi dan arus listrik disebuah rangkaian elektronik. Multimeter atau sering juga disebut dengan istilah multitester merupakan salah satu toolkit penting bagi para praktisi elektronika. Multimeter adalah gabungan dari beberapa alat ukur elektronik yang dikemas dalam satu kemasan. Dengan multimeter maka kita bisa mengetahui apakah aliran listrik yang kita ukur bermasalah atau tidak. Tentunya jika bermasalah akan dapat membuat kita segera untuk memperbaikinya untuk mencegah korsleting listrik bahkan Multimetersatunya. Alat ukur ini terdiri dari dua jenis yakni multimeter analog dan multimeter digital. Secara umum fungsi dari multimeter ini adalah untuk mengetahui ukuran tegangan listrik, resistansi, dan arus listrik. Namun secara khususnya, fungsi multimeter digital dan analog tentunya ada perbedaan walau tidak secara signifikan. 1. Multimeter Analog Multimeter analog merupakan jenis multimeter yang menggunakan display ukur meter dengan tipe jarum penunjuk. Sehingga untuk membaca hasil ukur harus dilakukan dengan cara melihat posisi jarum penunjuk pada meter dan melihat posisi saklar selektor pada posisi batas ukur kemudian melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan hasil ukurnya. Kondisi atau proses pembacaan hasil ukur yang masih manual inilah yang menyebabkan multimeter atau multitester jenis ini dinamakan sebagai multimeter analog. 2. Multimeter Digital Multimeter digital atau sering juga disebut sebagai digital multitester sama merupakan jenis multimeter yang talah menggunakan display digital sebagai penampil hasil ukurnya. Hasil ukur yang ditampilkan pada multitester digital merupakan hasil yang telah sesuai, sehingga tidak perlu dilakukan lagi perhitungan antara hasil ukur dan batas ukur. Multimeter Digital lebih sering digunakan karena jauh lebih mudah dan akurat. Hasil pengukurannya dapat dengan mudah dibaca pada layar digital yang tertera. Nama lain dari multitester jenis ini adalah DVOM Digital Volt Ohm Meter atau DMM Digital Multi Meter. Selain dapat mengukur tegangan, hambatan, serta arus listrik, alat ukur ini juga dapat digunakan untuk pengukuran pada Hfe transistor yang ada pada tipe-tipe tertentu Multimeter Digital dan AnalogIlustrasi Listrik sumber PixabaySecara umum, fungsi multimeter analog dan fungsi multimeter digital adalah sama. Hal yang membedakan antara multimeter analog dan multimeter digital terletak pada display pada kedua jenis multimeter tersebut yakni multimeter analog dan multimeter digital. Saat melakukan pengukuran menggunakan multimeter analog, perhitungannya harus dilakukan secara manual. Sementara multimeter digital tidak perlu melaukan perhitungan lagi karena hasil perhitungan sudah muncul secara otomatis di display multimeter digital tersebut. 1. Mengukur Arus Listrik Fungsi multimeter digital dan analog yang pertama yakni adalah berfungsi untuk mengukur arus listrik. Alat ukur ini memiliki dua jenis ampere yakni arus arus DC Direct Current dan arus AC Alternating Current. Pada fungsi ampere meter ini saklar selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum, oleh karena itu arus yang akan diukur harus diprediksikan dibawah batas ukur multimeter yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada multimeter. 2. Mengukur Tegangan Listrik Fungsi multimeter digital dan analog selanjutnya yakni dapat mengukur tegangan listrik. Umumnya, setiap multimeter memiliki saklar selector berfungsi sebagai penentu batas maksimum pengukuran. Sehingga, dapat diperkirakan dahulu tinggi tegangan dari suatu rangkaian listrik. 3. Mengukur Hambatan Listrik Fungsi multimeter digital dan analog berikutnya yakni adalah dapat mengukur hambatan listrik. Pada fungsi tersebut, untuk multimeter analog saklar selektor berfungsi sebagai multiplier sedangkan pada fungsi multimeter digital saklar selektor berfungsi sebagai bats ukur maksimum suatu resistansi yang dapat dihitung oleh multimeter tersebut. 4. Fungsi Hfe Hfe Meter tidak selalu terdapat pada setiap multimeter, fungsi Hfe meter ini digunakan untuk mengetahui nilai faktor penguatan transistor. Pada fungsi ini pada umumnya multimeter yang memiliki fungsi Hfe meter dapat diguanakan untuk mengukur faktor penguatan transistor tipe NPN dan PNP. 5. Mengukur Nilai Kapasitansi Fungsi multimeter digital dan analog yang berikutnya yakni adalah berfungsi untuk mengukur nilai kapasitansi. Multimeter mampu mengukur nilai kapasitansi pada kapasitor. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan tipe digital maupun analog. Pada multimeter analog yang telah memiliki fungsi kapasitansi meter saklar selektor berfungsi sebagai multiplier atau faktor pengali dari nilai yang ditunjukan oleh jarum meter. Sedangkan pada multimeter digital dengan fungsi kapasitansi meter maka saklar selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum. 6. Mengukur Frekuensi Sinyal Fungsi multimeter digital dan analog berikutnya yakni adalah berfungsi untuk memgukur frekuensi sinyal. Frekuensi meter hanya terdapat pada tipe multimeter digital tertentu. Fungsi frekuensi meter ini digunakan untuk mengetahui frekuensi suatu sinyal atau isyarat pada suatu rangkaian elektronika. Bagian-bagian MultimeterSetelah menelaah tentang fungsi multimeter digital dan analog, selanjutnya memahami tentang bagian-bagian dari multimeter tersebut. Bagian-bagian multimeter ini perlu untuk dipahami agar lebih mudah memahami saat melakukan pengukuran. 1. Sekrup Sekrup ini berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum jam atau lebih dikenal dengan istilah Zero Adjust Screw. 2. Tombol Pengatur Jarum Penunjuk Tombol ini berfungsi untuk mengatur jarum ukur agar berada pada posisi nol atau zero, khusus untuk satuan ohm. 3. Saklar Selector Saklar ini berfungsi untuk memilih posisi pengukuran serta batas pengukurannya. Umumnya alat ukur ini memiliki 4 posisi pilihan yaitu pengukuran resistansi ohm, arus DC ampere, tegangan DC volt, serta tegangan AC volt. 4. Lubang Kutub Positif + dan Negatif - Lubang kutub tersebut berfungsi sebagai tempat masuknya test lead positif + dengan warna merah dan negatif – dengan warna hitam. 5. Saklar Selector Polaritas Saklar ini berfungsi untuk memilih polaritas arus AC atau DC. 6. Jarum Penunjuk Jarum ini digunakan untuk menunjukkan hasil pengukuran. Jarum petunjuk ini khusus untuk multimeter analog 7. Skala Skala ini yang berfungsi untuk membaca hasil akhir dari komponen listrik yang diukur dalam multimeter analog Cara Menggunakan MultimeterFungsi multimeter digital dan analog tidak banyak perbedaan. Cara menggunakan dua jenis multimeter ini juga tidak terlalu berbeda 1. Perhatikan jarum penunjuk yang memperlihatkan skala pengukuran. Sebelum melakukan pengukuran, pastikan jarum berada pada posisi nol atau zero. 2. Perhatikan juga pengaturan knob atau saklar yang digunakan untuk mengatur pengukuran Ampere, Voltage, ataupun Ohm. Kemudian lakukan setting juga pada skala x1, x10 atau yang lainnya. Pastikan knob berada pada posisi Off saat sudah tidak digunakan lagi. 3. Tentukan lubang yang digunakan untuk memasukkan kabel jack sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Ada dua lubang yaitu + dan – yang akan menunjukkan polaritas dari tegangan atau probe. 4. Periksa kembali apakah baterai telah terpasang dengan baik. Pastikan kondisi baterai tersebut masih bagus. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Halo teman teman jumpa lagi di blog ini pada kesempatan kali kita akan memperbaiki multimeter digital yang rusak sebelumm itu kita perlu tau dulu bagian manna yang menyebabkan multimeter itu rusak. Kabel multimeter nya yang bermasalah Jika tidak ada respon apa apa biasanya bermasalah pada kabel multimeter nya, pastikan kabel multimeter nya berfungsi seperti pada mestinya. Cara cek nya kamu bisa menguji salah satu ujung kabel hubungkan ke batrai positif dan ujung kabel satunya lagi di hubungkan ke beban seperti LED atau motor DC lalu negatif beban hubungan ke batrai negatif, jika hasilnya LED atau motor tidak berputar berarti bermasalah pada label nya kamu tinggal ganti kabel nya aja. Pembatasan tegangan atau fuse bermasalah Tapi jika LED atau motor DC nya berputar berarti yang bermasalah ada pada multimeter nya, sampai di sini kita sudah tau kalau kabel multimeter nya tidak bermasalah, cara mengetahui fuse bermasalah kamu bisa lakukan sama seperti tutorial di atas tapi bebannya hanya pakai LED saja ya, karena sifat fuse ini untuk pembatas tegangan takutnya kalau kita cek pakai motor DC langsung putus fuse nya, jadi temen-temen ngukurnya pakai LED aja jika LED nya nyala temen temen bisa ganti dengan fuse yang baru, tapi kalau ga ada fuse temen-temen bisa menggunakan resistor yang resistansi minimal 50Ohm nya rendah sebagai alternatif nya. Salah satu komponen pada multimeter ada yang terbakar atau gosong Jika kabel dan fuse nya normal kita kita bisa cari komponen komponen yang mencurigakan pada multimeter nya, contoh komponen yang mencurigakan adalah Komponen terlihat hitam atau gosong, temen-temen bisa langsung ganti aja komponen yang gosong tersebut dengan komponen yang baru dan nilai komponen nya sama. Jika tidak ada salah satu komponen yang mencurigakan kita bisa cek pada kapasitor yang ada pada multimeter tersebut, biasanya kapasitor yang ada di milimeter digitan mengunakan kapasitor SMD, kapasitor ini sering manjadi biangkerok pada kerusakan peralatan elektronika karena komponen ini, cara memastikan rusak atau tidaknya temen-temen bisa ukur komponen tersebut dengan multimeter yang lain cara ukurnya temen temen bisa ganti ke mode diode jika nilai resistansi nya mendekati 0 maka dipastikan kapasitor tersebut sudah semua kapasitor yang ada pada multimeter digital tidak ada yang rusak atau normal semuanya, kita patut mencurigai trimpot yang ada pada multimeter tersebut, untuk yang ga tau trimpot, trimpot adalah potensiometer yang ukurannya kecil itu namanya trimpot. Cara ini bisa dilakukan jika kerusakan multimeter nya error atau angka tidak menunjukkan angka yang tidak sesuaia ,cara memastikan trimpot tersebut rusak atau tidaknya temen-temen bisa mencopotnya dari PCB terlebih dahulu lalu ukuran dengan multimeter lain, pastikan nilainya sama seperti yang tertera pada bada trimpot, jika nilainya ada nilainya tapi nilainya tidak sesuai temen-temen bisa pasang kembali lalu tinggal di putar putar saja sampai multimeter menunjukan angka yang sesuai Oke itu dia tutorial cara memperbaiki multimeter digital yang rusak, kita jumpa kembali pada tutorial selanjutnya 🖐️ Tutorial terkait Multimeter analog adalah perangkat listrik yang digunakan untuk memeriksa sirkuit dan menguji baterai. Unit Anda mungkin perlu diperbaiki untuk mendapatkan penggunaan yang andal dan lama darinya. Perbaiki multimeter analog dengan membersihkan kotak dan terminal unit Anda, membuka casing dan mengganti baterai dan mengganti sekring yang sudah usang dengan yang kompatibel dengan multimeter Anda. Isi ArtikelLangkah 1Langkah 2Langkah 3Hal yang Anda ButuhkanLangkah 1Bersihkan casing unit Anda secara berkala menggunakan kain lembab. Bersihkan terminal input dengan mematikan meteran dan melepas lead tes. Goncangkan kotoran di terminal, rendam kain bersih dalam alkohol dan lap lap di sekitar setiap 2Ganti baterai jika tidak memungkinkan untuk menggunakan kontrol "ADJ" Ohm untuk membuat meteran menjadi "0". Lepaskan sekrup yang terletak di bagian belakang casing untuk mengakses baterai. Keluarkan baterai lama dan gantilah dengan baterai baru dengan tipe yang sama. Ganti baterai 9 Volt jika perlu 3Ganti sekring dengan melepas sekrup di belakang casing untuk mengakses sekring. Ganti sekring yang sudah aus dengan yang memiliki resistansi internal dan nilai arus yang sama. Tutup bagian belakang casing dan pasang kembali yang Anda ButuhkanKain basahMengepelAlkoholBateraiSekeringFAQ - 💬❓ Bagaimana cara mengecek multimeter?👉 1. Cara Mengukur Tegangan DC DC VoltageAtur Posisi Saklar Selektor ke skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. ... Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. ... Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.❓ Bagaimana cara menggunakan multimeter analog?👉 Penggunaan Multimeter Analog Untuk Mengukur Tegangan DCSkala selektor yang digunakan Batas Ukur diposisikan pada VDC yang letaknya di kiri atas. ... Pada pengukuran tegangan, probe merah Positif dan Probe Hitam negatif tidak boleh terbalik, karena dalam tegangan DC ada polaritas positif dan polaritas negatif.❓ Skala apa saja yang ada pada multimeter analog?👉 Carilah skala yang tepat pada multimeter digunakan untuk membaca hambatan listrik. Skala ini umumnya adalah skala terbesar, terletak di atas. ... Skala "DC" untuk mengukur voltase "AC" untuk mengukur voltase "dB" paling jarang digunakan.❓ Apa bedanya multimeter analog dengan multimeter digital?👉 Perbedaan utama keduanya adalah pada tampilan layarnya. Multimeter Analog menggunakan Jarum untuk menunjukan nilai atau hasil pengukurannya sedangkan Multimeter Digital akan menunjukan nilai atau hasilnya sebagai angka pada layarnya.❓ Apa pentingnya kalibrasi pada multimeter?👉 Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan sudah akurat.❓ Bagaimana cara kalibrasi alat ukur multimeter?👉 6 Cara Mengkalibrasi MultimeterMemeriksa Jarum Penunjuk. ... 2. Atur Kedudukan Jarum Penunjuk. ... Memasang Probe. ... Mengatur Selektor Switch. ... Membuat Short Circuit. ... 6. Menempatkan Jarum Penunjuk di Posisi 0 Nol ... Menjaga kondisi multimeter. ... Menentukan penyimpangan atau deviasi.❓ Apa fungsi ohm pada multimeter?👉 Ohmmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik di rangkaian tertutup atau daya untuk menahan mengalirnya arus listrik di sebuah konduktor. Ohmmeter juga dapat diartikan sebagai alat untuk mengukur resistansi.❓ Bagaimana cara menyimpan multimeter yang baik dan benar?👉 Simpanlah multimeter di tempat yang aman, tidak lembab kering tidak panas dan bebas debu. Suhu tidak lebih dari 55 Celcius dan kelembaban maksimum 80 %. Jangan terlalu lama digunakan dalam ruangan yang lembab dan bersuhu tinggi.❓ Jelaskan langkah langkah kalibrasi multitester?👉 Hubung singkatkan kedua ujung probe Hitam dan Merah. Lihat Pada Layar pembacaan meter, jarum akan bergerak ke kanan. Tepatkan jarum pada angka nol, skala paling atas skala Ohm meter menggunakan knop Zero Adjustment. Multitester Analog yang difungsikan sebagai ohm meter telah selesai dikalibrasi dan siap digunakan.❓ Bagaimana cara melakukan kalibrasi ohm meter?👉 JawabanJarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada angka 0;Jika belum putar sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan dengan menggunakan obeng pipih - kecil;Pasang Probe pada konektor + dan –;Putar range selektor switch ke skala Ohmmeter;❓ Resiko apa saja yang terjadi jika tidak melakukan kalibrasi?👉 Peralatan yang tidak dikalibrasi dengan benar dapat menyebabkan makanan yang disimpan pada suhu yang tidak pantas berpotensi menimbulkan pertumbuhan bakteri atau suhu memasak tidak memadai untuk makanan berisiko tinggi berpotensi menimbulkan keracunan makanan.❓ Apakah multimeter analog bisa menguji arus bolak-balik?👉 Karena arus diukur dalam satuan ampere, maka disingkat dengan A. Pilihlah arus searah atau bolak-balik, sesuai rangkaian yang akan Anda uji. Multimeter analog umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menguji arus bolak-balik.❓ Apa itu multimeter?👉 Multimeter memberikan arus untuk mengukur hambatan listrik, dan jika ada arus tambahan yang sedang mengalir, maka akan mengganggu hasilnya. Ukur arus dalam rangkaian seri. Untuk mengukur arus, Anda harus membentuk rangkaian yang melibatkan multimeter secara seri dengan komponen lainnya.❓ Berapa hambatan listrik pada multimeter?👉 Sebagai contoh, jika multimeter diatur pada R x 100 dan jarum menunjuk pada 50 ohm, maka hambatan listrik sebenarnya adalah 100 x 50, yaitu 5000. Ketahui lebih banyak tentang skala dB.❓ Apa yang terjadi jika multimeter gagal memilih jangkauan yang lebih tinggi dari keluaran rangkaian atau baterai?👉 [17] Jika Anda gagal memilih jangkauan yang lebih tinggi dari keluaran rangkaian atau baterai, maka pembacaan dapat merusak multimeter. Multimeter analog cenderung jauh lebih mudah rusak dibanding multimeter digital, sementara multimeter digital dengan jangkauan otomatis paling tahan dibanding yang lain. Suplemen Video Cara Ampuh & Sederhana Perbaiki Avometer Analog YX-360TRn Mati. A colocação incorreta das ponteiras em multímetro digital Recentemente um professor de física, meu amigo, me procurou aborrecido porque durante uma aula prática de eletricidade, por distração, havia queimado um multímetro digital Minipa modelo ET-1002 novinho. Uma pequena distração e … multímetro com as ponteiras no borne errado Com um monte de alunos fazendo perguntas ao mesmo tempo é bem comum fatos como estes acontecerem, principalmente quando temos diferentes multímetros em uso na sala de aula. A posição dos terminais não é padronizada o que pode nos levar, na hora da confusão, espetarmos uma ponteira no “buraco” errado. Foi que aconteceu. A intenção era demonstrar medida de tensão alternada e ele colocou a ponteira no borne utilizado para medida de corrente confundindo-se com outro modelo em que esta posição ficava à esquerda e não à direita como no caso deste modelo da Minipa. Alguns podem argumentar “não vale a pena perder tempo tentando reparar um multímetro tão barato”. Em primeiro lugar, o multímetro em questão não é tão barato assim, pois hoje ele custa em média cinquenta reais. Porém, mais do que o preço precisamos nos preocupar com a questão ecológica. Cada coisinha que deixamos de tentar reparar porque “não vale a pena” vai para no fundo do rio poluindo o ambiente e provocando os desastres ambientais que assistimos todos os dias e depois chamamos de tragédias. Acho que a palavra certa deveria ser omissão. Tentando salvar o planeta Meu amigo já havia aberto o “bichinho” à cata de um fusível queimado, mas geralmente este é o último a morrer. Constatado que o fusível estava bom a “competência” dele para resolver o problema acabou e sobrou para mim. Afinal, amigo é para pedirmos ajuda “nestes momentos difíceis”. Observei que o display acendia o que já era um consolo. Havia vida naquele pobre ser. região afetada pelo curto circuito Retirada a tampa traseira, dava para ver onde tinha ocorrido o sinistro. Uma trilha partida que ia diretamente ao borne GND, mais outra partida que se podia perceber por dentro da PCI transparente de fibra de vidro e um semicondutor com cara de transistor parcialmente destruído. Com uma lupa pude ver o final da nomenclatura do mesmo 13. Talvez isto fosse um bom prenúncio para quem não é supersticioso. Como nós temos outros multímetros iguais seria fácil descobrir o código do semicondutor destruído. Ao abrir outro multímetro percebi que embora eles fossem iguais por fora, eram diferentes por dentro. Quem já não viu este filme? Entretanto, para minha alegria havia um semicondutor na mesma região do sinistro cujo código era S9013. A chance de ser o mesmo era praticamente de 100%, já que o final também era 13. Tudo indicava que eu estava com sorte. Mas quem era este “bichinho de três perninhas” com cara de transistor? Apelando para o São Google, nem foi preciso acender muitas velas. O “milagre” veio rápido e logo de cara descobri que era um NPN e que pelas suas características qualquer BC547 iria “mandar bem”. Mas, sempre tem um “mas” os terminais não tinham a mesma ordem. Nada demais, apenas uma inversão na posição de emissor e coletor e tudo se resolveria. Datasheet do transistor S9013 Trocado o transistor e reparadas as duas trilhas com jumps de fios o multímetro voltou a funcionar. Meu amigo ficou feliz e o planeta também. multímetro após o reparo Uma pequena reflexão O principal objetivo destes post foi chamar a atenção de que precisamos quebrar esta “regra” da descartabilidade imposta pelas indústrias com o apoio maciço e hipócrita da mídia que faz um programa de TV sobre ecologia patrocinado por um fabricante que quer lhe vender o modelo novo do seu produto que “agora é muito melhor”. Pense nisso e divulgue esta ideia enquanto o planeta Terra existe. Até sempre.

cara perbaiki multimeter digital rusak