cara upload editorial di shutterstock

14 Caption yang Tidak Sesuai saat Menggunakan Konten Editorial Salah satu cara agar foto diterima adalah menggunakan konten editorial. Di Shutterstock, foto yang dikirim harus bersih dari logo, ikon, tulisan, merek, dsb., jika akan digunakan sebagai foto komersial. Lalu, bagaimana jika foto yang kita ambil tidak memungkinkan akan hal ini? Nomor2 = Direktori / tempat penyimpanan kita di shutterstock. ketika file sudah terupload, maka file tersebut akan terlihat di bagian 1. Nomor 3 = Disini merupakan tempat kita melihat progress file yang sedang terupload. Cara Uploadnya sangat mudah, cukup cari file yang d inginkan. Klik kanan - Upload. atau tinggal drag Video dari Kolom A ke CaraUpload Foto Shutterstock Yang Benar. Silahkan akses dashboard shutterstock, lewat email dan password yang telah kita registrasikan tadi. Klik tombol Upload berwarna merah, Nantinya kita akan di bawa drag dan drop. Pilih file dari desktop atau HP. Lalu Upload (Jika file lebih dari 50 mb, file tersebut harus kita upload via FTP) CaraUpload Melalui Aplikasi Shutterstock di Android. Pastikan anda sudah mendownload aplikasinya, cari di playstore dan pastikan yang anda download adalah aplikasi Shutterstock Contributor, karena ini khusus untuk para kontributor. Pilih file gambar atau video yang ingin anda jual di shutterstock, tunggu proses upload. Setelah upload CaraUpload di Shutterstock - Jika kemarin Saya telah membahas tentang Cara Mendaftar di Shutterstock Maka kali ini Saya akan mebuat langkah-langkah Cara Upload di Shutterstock, baik itu foto maupun vektor. Jika Anda adalah contributor baru Shutterstock seperti Saya ini, sebaiknya Anda menguplod banyak foto atau vektor terlebih dahulu. mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Selamat pagi siang sore atau malam freelancer mania, kembali lagi nih di blog fiverr addict. Semoga temen-teman semua masih setia baca artikel di blog fiverr addict ini, dan juga nonton video youtube di channel fiverr untuk pembahasan kali ini, masih seputar dunia microstock, yaitu shutterstock, karena mimin sendiri lagi fokus di dunia microstock khususnya shutterstock ini. Nah pembahasannya mengenai cara upload foto jenis editorial, tapi sebelumnya teman-teman harus tahu dulu nih, apa itu foto editorial, jadi foto editorial itu adalah foto yang fungsinya hanya bisa dan hanya boleh untuk kepentingan berita, media cetak maupun media online, termasuk juga buat kebutuhan penulisan di blog, karena biasanya artikel di blog atau website mengandung unsur berita atau jurnalistik. Dan foto editorial ini pastinya tidak boleh untuk kebutuhan komersial, contohnya iklan baliho, pamflet, brosur, banner iklan, kebutuhan iklan di TV dan lain kualifikasi foto yang pantas untuk masuk ketegori editorial antara lain, karena di foto terdapat logo, karya seni, orang, bangunan bersejarah, dan harus real bukan editan atau gabungan beberapa foto dijadikan satu. Sebenarnya kualifikasi foto yang mengandung gambar orang, karya seni, logo, atau bangunan bersejarah juga bisa dimasukkan kualifikasi foto komersial bukan editorial, tapi harus mengikutsertakan dokumen model rilis atau properti rilis, semacam perjanjian atau peryataan yang menyataka foto tersebut diperbolehkan untuk dijual secara komersial. Tapi jika tidak memungkinkan ya kita masukkan saja di kualifikasi foto editorial, ya mungkin karena sulit mendapatkan model rilis atau properti rilisnya, contohnya kita tidak kenal orang yang ada di foto karena kita shot foto di tempat wisata yang banyak orang dan tidak mungkin meminta model rilis satu per foto editorial ini mengandung unsur jurnalistik atau pemberitaan, jadi tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi, yang penting fotonya jelas dan tidak membingungkan orang, jadi kemungkinan di approve oleh shutterstock semakin berikut ini langkah-langkahnya untuk upload foto di shutterstock1. Untuk langkah pertama, kalian bisa edit sedikit warna atau kontras fotonya agar tidak terlalu gelap atau terlalu terang bisa pakai aplikasi apa saja, bisa di laptop bisa juga di Kemudian langkah kedua kalian buka dasbor shutterstock dan drag foto kalian3. Kemudian kita klik dulu nih pilihan "editorial"4. Step selanjutnya kita isikan deskripsi, nah di step ini perlu diperhatikan ya, khusus foto editorial deskripsi harus mengandung unsur 5W1H What, who, why, when, where, dan HowWhat Apa?Who Siapa?Why Mengapa?When Kapan?Where Dimana?How Bagaimana?Tapi pada prakteknya, kadang tidak terlalu lengkap tidak apa-apa, misalnya tidak ada unsur "How" atau "Why", juga bisa contoh penulisannya bisa seperti ini,"Yogyakarta Indonesia, 31 may 2021 a woman wearing a long-sleeved shirt is taking a photo of the reliefs of the Prambanan temple"5. Lalu selanjutnya jangan lupa pilih kategori dan terakhir isikan keyword dan kemudian klik submitOke, selesai sudah langkah-langkah upload foto editorial di shutterstock, tinggal nunggu pihak shutterstock mereview fotonya. Saya sendiri biasanya jarang ditolak kalau upload foto editorial, kalau pun ditolak biasanya karena keyword atau deskripsinya kurang relate dengan foto. Jadi buat freelancer mania sekalian silahkan kalau mau mencoba tips ini, semoga bisa bermanfaat ya. Kita ketemu lagi di pembahasan selanjutnya, terima kasih fiverraddict Share Cara Terbaru Upload Foto Di Shutterstock – Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Daftar Jadi Contributor Shutterstock. Mungkin bagi Anda yang baru bergabung masih kebingungan bagaimana cara upload foto di Shutterstock beserta cara membuat deskripsi dan keyword. Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui persyaratan tipe file apa saja yang bisa diterima oleh Shutterstock untuk disubmit. Bagi yang belum mempunyai akun Shutterstock, silahkan daftar dengan mengikuti caranya disini. Syarat File Yang Bisa Diterima Shutterstock Syarat upload foto atau file di Shutterstock disamping dilihat dari resolusi juga dari kualitas dari foto. 1. Resolusi dan Jenis File Persyaratan Shutterstock yang paling utama adalah file yang disubmit harus dalam format .jpg untuk foto atau format .eps untuk vector dengan resolusi minimal 4 Megapixel. Ingat ya Megapixel MP bukan Megabyte MB. Apa sih bedanya? Megapixel menyangkut dimensi dari sebuah file sedangkan Megabyte merupakan besar size dari file tersebut. Megapixel didapatkan dengan mengalikan ukuran panjang x lebar dari sebuah foto. Anda bisa mengeceknya pada menu details di HP atau camera Anda seperti contoh berikut. Pertama-tama pilihlah foto yang akan dicek resolusinya. Jika lewat HP pilih menu details, kemudian akan terlihat detail dari foto yang berisi informasi tanggal pengambilan, size foto dalam MB dan ukuran panjang x lebar dari foto. Pada contoh di atas dimensi dari foto adalah 4160×6240. Jika kita kalikan maka hasilnya adalah 25,958,400 atau sekitar 25MP. Karena resolusi dari foto tersebut > 4MP maka memenuhi syarat untuk disubmit ke Shutterstock. 2. Jenis dan Kualitas Foto Jenis foto bebas tidak dibatasi. Foto apa saja bisa Anda submit ke Shutterstock asalkan memiliki kualitas yang bagus. Kualitas yang dimaksud adalah foto tersebut mempunyai ketajaman yang bagus, fokus tidak blur/buram, tidak ada noise bintik-bintik, tidak terlalu terang atau terlalu gelap, editingnya tidak berlebihan dan lain sebagainya. Pastikan pula foto yang akan Anda submit komposisinya oke dan tidak ada watermark. Untuk awal-awal belajar, siapkan foto yang tidak ada orang, tidak terdapat tulisan atau merk dan bukan foto bangunan terkenal karena Anda akan diminta Model Release atapun Property Release. Cara membuatnya akan saya bahas di artikel yang lain. Cara Submit Foto di Shutterstock Untuk Usage Commercial Setelah Anda menyiapkan foto-foto yang akan di-upload, maka Anda harus melalui 3 tahapan berikut ini. 1. Upload Foto Ada beberapa cara untuk upload foto di Shutterstock. Anda bisa upload melalui browser, melalui aplikasi Shutterstock Contributor yang sudah Anda install di HP atau bila file dalam jumlah sangat banyak Anda bisa menggunakan FTP seperti Filezilla. Bila upload melalui browser, klik tombol Upload Images yang berwarna merah di sebelah kiri atas. Kemudian pada halaman selanjutnya tarik dan drop foto di halaman tersebut atau klik “Select multiple files” dan pilih foto yang akan diupload di file Anda. Jika semua foto sudah selesai diupload klik tombol next dan Anda akan dibawa ke halaman “To submit”. 1. Klik tombol Upload Images 2. Drag and drop foto ke kotak yang tersedia 3. Klik “Next” jika sudah 100% terupload 4. Foto siap diisi metadata sebelum disubmit. Jika melalui HP, terlebih dahulu install aplikasi Shutterstock Contributor kemudian cari menu upload di bagian paling bawah dengan symbol tanda panah ke atas. Selanjutnya klik tanda plus di bagian pojok kanan atas dan pilih foto yang akan diupload. 1. Install aplikasi Shutterstock Contributor di HP. 2. Klik simbol tanda panah ke atas untuk upload foto. 3. Klik tanda “+” di bagian atas untuk mencari foto yang akan diupload. 4. Pilih foto yang akan diupload. 5. Tunggu proses upload sampai 100%. Bila muncul failed tidak masalah karena biasanya foto sudah terupload. 2. Metadata Yang dimaksud metadata disini adalah deskripsi, kategori dan keyword yang berguna untuk membantu orang menemukan foto Anda di Shutterstock. Untuk proses metadata ini Anda bisa melakukannya melalui browser dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Pilih foto sejenis bisa lebih dari 1 foto dengan cara mencentang pada foto yang akan dilengkapi metadata. Disini saya memilih 12 foto Tempe Orek. 2. Sebelum mengisi metadata, pilih “Photo” untuk image type dan “Commercial” untuk usage. Khusus untuk usage “Editorial” akan saya bahas di artikel yang lain. 3. Untuk mengisi deskripsi atau judul harus dalam bahasa Inggris. Buatlah judul sedetail mungkin, minimal terdiri dari 5 kata dan maksimal terdiri dari 200 karakter/huruf. Anda bisa memanfaatkan google translate atau mencontek dari deskripsi foto yang mirip kemudian dimodifikasi sesuai isi foto. Misalnya, untuk foto Tempe Orek yang saya upload, saya beri deskripsi sesusai apa yang ada di foto yaitu “Tempe Orek or Tempeh Sweet Soy Sauce is an Indonesian traditional food made from tempeh with sweet soy, spices and green chili. Served in white plate on wooden table. Selective focus“. 4. Selanjutnya pilih jenis kategori. Terdapat 2 pilihan kategori, anda bisa memilih salah satu atau dua-duanya. Misal, untuk foto Tempe Orek untuk category 1 pilih “Food and Drink” dan category 2 bisa dikosongkan atau pilih yang sesuai misal “Object”. Paling bawah terdapat menu Release, bisa Model Release atau Property Release. Jika foto yang Anda submit ada orangnya maka wajib menyertakan file Model Release. Sedangkan jika foto tersebut terdapat sebuah bangunan, karya seni atau desain lainnya maka Anda wajib menyertakan file Property Release. Tunggu pembahasan tentang Release pada artikel yang lain. 5. Langkah terakhir yaitu mengisi “Keyword” atau kata kunci. Shutterstock telah menyediakan beberapa “Keyword suggestion” di paling bawah. Lebih bagusnya pakailah fitur “Keyword Tool” yang ada di menu paling atas agar keyword yang didapat bisa lebih banyak dan sesuai. Caranya klik tool tersebut dan Anda akan dibawa ke halaman pencarian keyword. Nanti akan muncul otomatis foto yang mirip, atau Anda bisa memasukkan kata kunci yang cocok dengan foto yang Anda submit. Misal masukkan kata kunci “Tempe Orek” lalu klik lambang kaca pembesar di sebelah kanan, maka muncul foto-foto yang mirip dengan foto yang Anda submit. Anda tinggal memilih 3 foto atau lebih dari hasil pencarian tersebut, sehingga muncul keyword-keyword yang sesuai di sebelah kanan. Pilih maksimal 50 keyword yang tepat untuk foto Anda. Jika keluar kotak merah pada keyword yang Anda masukkan, itu artinya spellingnya salah atau keyword tersebut bukan bahasa Inggris. Misalkan Anda ingin mempertahankan keyword tersebut karena tidak bisa tergantikan, maka Anda tinggal klik “Mark all keywords as correct”. Jika sudah selesai klik tombol “Attach to selected” di bagian paling bawah dan klik save untuk menyimpan. 3. Submit Foto Langkah terakhir adalah submit foto untuk dikurasi atau di review oleh Shutterstock. Pilih foto yang akan di-submit, bisa saja Anda memilih beberapa foto yang setema kemudian klik tombol “Submit” di bagian paling bawah. Foto akan di-review maksimal dalam waktu 5 hari kerja. Tapi biasanya lebih cepat, bahkan bisa hanya dalam hitungan menit. Hasil review dari kurator bisa disetujui approved atau ditolak reject. Shutterstock akan memberitahukan alasan kenapa foto kita ditolak sehingga kita bisa memperbaikinya dan coba untuk submit ulang. Foto yang disetujui akan muncul di halaman portofolio Anda dan siap dijual. Saran saya jangan baperan jika foto direject, tetap semangat perbaiki apa yang kurang dan jika masih direject juga maka tinggalkan dan upload foto lainnya. Untuk foto-foto yang sudah diisi metadata bisa Anda simpan sementara dan disubmit dengan cara dicicil untuk menghindari similar content dianggap mirip sehingga direject. Tapi ingat, dalam jangka waktu 21 hari bila tidak disubmit, maka foto tersebut akan dihapus oleh Shutterstock. Saran saya jangan baperan jika foto direject, tetap semangat perbaiki apa yang kurang dan jika masih direject juga maka tinggalkan dan upload foto lainnya. Rahasia Agar Foto Sering Terjual dan Dapat Harga Tinggi di Shutterstock Agar foto sering terjual di Shutterstock yang paling utama adalah foto Anda harus mudah ditemukan oleh pembeli. Adapun beberapa tips dari apa yang saya lakukan selama ini yaitu sebagai berikut Isi deskripsi dan keyword selengkap mungkin karena itu akan berpengaruh di halaman pencarian Shutterstock. Bila foto Anda bisa tampil di halaman 1 pencarian, maka kemungkinan dibeli oleh customer akan semakin besar. Rajin-rajinlah submit foto secara continue setiap hari agar kita dianggap aktif. Bila perlu bagikan foto-foto portfolio kita ke social media seperti pinterest, instagram, facebook dsb. Upload foto sebanyak-banyaknya, kejarlah kuantitas terlebih dahulu sehingga peluang untuk terjual lebih besar. Imbangi dengan dengan kualitas foto yang berbobot dan dibutuhkan pembeli. Upload berbagai jenis foto supaya kemungkinan terjualnya besar. Gunakan fasilitas “Shot List” yang disediakan oleh Shutterstock untuk mengetahui foto-foto apakah yang laku bulan depannya. Temukan foto yang jadi andalan Anda, dimana foto tersebut banyak dicari dan dihargai tinggi. Bukan hal yang mustahil jika Anda sudah memiliki foto andalan, maka tiap bulan bisa payout walaupun hanya laku beberapa foto karena dapat harga tinggi dari foto andalan tersebut. Cara menemukan fasilitas “Shot List” dari Shutterstock Perlu diingat, cara jual foto di Shutterstock di atas tidak menjamin Anda akan mendapatkan hasil yang seketika ataupun secara instant. Dibutuhkan proses yang panjang, kerja keras dan konsistensi. Jika kita terus berusaha, niscaya hasilnya tidak akan mengkhianati. KALI ini saya akan berbagi tentang bagaimana mengirim foto komersial dan editorial di Shutterstock. Shutterstock sendiri merupakan sebuah platform untuk menjual foto, video atau vector kalian kepada seluruh pelanggan shutterstock di seluruh dunia. Banyak yang masih bingung, bagaimana sebenarnya membedakan sebuah foto itu dalam bentuk komersial atau editorial? Sehingga, karena tidak mengetahui hal itu, banyak foto yang ditolak oleh Shutterstock. 1. Kategori Komersial Secara simpel, foto yang tergolong komersial adalah foto yang bisa digunakan untuk semua keperluan. Baik itu iklan, promosi, billboard dan lainnya. Foto tersebut dalam bentuk, orang, alam, binatang, landscape, objek dan lainnya. Nah yang perlu kalian ketahui adalah, foto komersial tidak boleh memperlihatkan logo suatu produk. Sebab foto komersial sifatnya bebas dan tidak mengandung unsur promosi produk di dalamnya. Hal lain yang perlu diketahui dalam foto komersial adalah, adalah model release atau persetujuan model orang yang terlihat jelas di dalam foto. Jadi, kalian yang memotret seseorang dan ingin menjadikannya foto komersial harus menyertakan model release saat mengirim di Shutterstock. Untuk mengirim model release kalian tidak perlu khawatir karena Shutterstock sendiri sudah menyiapkan model release yang bisa kalian download. Model release terbagi tiga, yakni Adult Model Release atau untuk dewasa yang berumur di atas 18 tahun, Minor Model Release atau untuk anak-anak dibawah 18 tahun serta Property Release atau persetujuan pemilik properti apabila ada property khusus yang masuk dalam objek foto kalian. Model release sendiri berisi tentang data model yang dipotret berupa nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon dan lainnya. Demikian pula halnya dengan property release akan memuat identitas lengkap pemilik dari property. Nah, jika kalian sudah membuat model release, kalian bisa mengirim foto kalian dengan memilih kategori komersial. Harus diingat, jumlah model release yang dikirim, sesuai dengan berapa jumlah orang yang terlihat jelas di dalam foto tersebut. Selanjutnya perhatikan dengan baik, apakah ada logo atau tidak di dalam foto tersebut. Sebisa mungkin, hilangkan logo tersebut dengan menggunakan blur yang halus atau semacamnya di photoshop. 2. Kategori Editorial Untuk foto dengan kategori editorial sangatlah simpel. Kalian tidak perlu menyertakan model release dan tidak perlu untuk menghilangkan logo di dalam foto. Foto editorial sendiri dapat digunakan untuk keperluan berita dan ilustrasi oleh media. Namun, yang membedakan hanyalah keterangan gambarnya saja. Jadi semua foto bisa dimasukkan ke dalam editorial jika kalian tidak sempat atau tidak bisa mendapatkan model release. Pada keterangan gambar untuk foto editorial, kalian harus mencantumkan nama kota, nama negara, tanggal hari, bulan dan tahun kalian mengabadikan foto tersebut. Selanjutnya, kalian tinggal memasukkan keterangan gambar sesuai pedoman jurnalistik, yakni 5 W + 1 H. Apa itu 5 W + 1 H? Kalian yang paham jurnalistik pasti tahu tentang ini. Yakni What, Where, Who, Why, When dan How. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jika ada yang kurang silakan isi kolom komentar yah…!! * Apakah kamu punya hobi fotografi dan pede dengan skill fotografimu? Yuk coba upload hasil fotomu ke Shutterstock dan hasilkan dollar!Belum daftar Shutterstock? Yuk baca artikel berikut iniCara Daftar Jadi Kontributor Shutterstock 2020Cara Daftar Jadi Kontributor Shutterstock 2019Siapkan foto yang berualitasFoto yang disubmit ke Shutterstock akan di review oleh tim Shutterstock. Memang foto dari kamera HP pun dapat lolos dari proses review dan dijual, tapi tetap perhatikan faktor-faktor seperti pencahayaan, fokus foto, dan noise yang dihasilkan. Biasanya reviewer akan memperhatikan faktor-faktor File dan UkuranShutterstock menerima file dengan format .JPEG dan .TIFF tanpa layer dengan ukuran minimal 4 megapixel atau lebih. Baca artikel berikut jika belum mengerti Upload Ke Shutterstock Minimal Ukuran File 4 Megapixels. Apa Artinya?Upload melalui dashboard ShutterstockDi dashboard Shutterstock sebelah kiri atas ada tombol Upload Images berwarna merah, tekan tombol tersebut untuk mulai upload. Kemudian anda akan dibawa ke halaman selanjutnya, drag dan drop filemu ke window upload atau pilih beberapa file dari file yang kamu miliki lebih besar dari 50 megabyte, file tersebut harus diupload via FTP. Baca lebih lanjut tentang upload via FTP di artikel ini Cara upload konten via FTP on progress.Masukkan Tag dan MetadataSetelah fotomu selesai diupload, kamu harus memasukkan judul title/ deskripsi, keyword tag, dan pilih Image Type -Illustration untuk ilustrasimu. Informasi ini disebut sebagai metadata, dan ini gunanya untuk membantu orang-orang menemukan gambarmu di mengisi title/ judul kamu harus membuat judul dalam bahasa Inggris yang baik dan benar serta se-deskriptif mungkin. Jika bingung cara membuat judul, simak artikel berikut ini Cara Mengisi Judul dan Keyword di Shutterstock on progress. Metadata juga dapat ditambahkan ke banyak gambar sekaligus dengan mengklik tombol tag/ keyword masukan keyword yang banyak, kalau bisa sampai 50 keyword. Jika bingung harus memasukan keyword apa, Shutterstock menyediakan keyword yang di-generate otomatis dengan sumber dari gambar yang mirip dengan yang kamu submit. Jika kamu masih kesulitan menemukan keyword, simak artikel berikut ini Cara Mudah Mengisi Keyword di Shutterstock On Progress.Untuk foto yang di dalamnya terdapat landmark bangunan seperti Monas, Istana Negara sebaiknya masukan ke dalam kategori Editorial. Dan jika di dalam foto ada model, sertakan form Model KontenmuSetelah semuanya siap, klik Submit untuk di-review oleh tim Shutterstock. Karya tersebut akan muncul di Pending Approval di Contributor Dashboard. Setelah karyamu direview, kamu akan menerima email otomatis dari Shutterstock yang memberitahumu gambar mana saja yang sudah diapprove masuk ke portofoliomu. Konten yang sudah diapprove akan muncul di portofoliomu dalam waktu maksimal 72 jam dan sudah bisa dibeli oleh customer terjadi error saat mengklik Submit, biasanya ini karena ada informasi yang lupa diisi/ dilengkapi di kontenmu. Error yang paling sering adalah kesalahan ketik keyword yang ditandai dengan tulisan kamu belum siap men-submit, kamu dapat mengklik Save di sebelah kanan atas window Content Editor dan simpan kontenmu untuk di-submit nanti. Kamu punya 21 hari untuk men-submit konten yang sudah diupload untuk direview. Kalau konten itu tidak di-submit dalam kurun waktu tersebut, konten itu akan dihapus otomatis dari mengupload karya vektormu! Semoga membantu!Belum daftar kontributor Shutterstock? Yuk simak artikel Cara Daftar Kontributor Shutterstock

cara upload editorial di shutterstock