cerita anak sekolah minggu tentang sahabat

GerejaSahabat Tuntunan Ibadah Anak 13 Oktober 2019. Tuntunan Ibadah Anak • 30 September 2019 • Dewan Pembinaan Anak dan Remaja GKJW. Tahun Gerajawi : Bulan Ekumene. Tema : Ekumene : Antar Denominasi. Bacaan Alkitab : Yohanes 17:1-26. Ayat Hafalan : "Sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus KomikAlkitab :DAUD SAHABAT YONATANSumber :Kitab 1 Samuel pasal 18 sampai 19Pada waktu itu, kerajaan Israel dipimpin olehseorang raja pertama, yaitu raja Sau Padasuatu sore, aku membeli permen karet. Permennya ada 10 buah. Sampai di rumah aku makan satu. Adikku, zaky melihat aku mengantongi permen karet itu. "Mbak, aku minta permennya" pinta adikku. "Eh, udah udah habis" kataku berbohong. "Itu apa"kata adikku sambil menunjuk kantong celanaku. Ternyata permen karet itu menonjol keluar CeritaSedih Tentang Sahabat Sejati Cerita Sedih Tentang Sahabat Sejati Pohon dan Anak Laki-laki. Ini adalah cerita tentang pertemanan dan cinta yang tulus dari alam. Ada sebuah hutan di pinggiran sebuah kota, terdapat sebuah pohon yang begitu tinggi dan pohon itu berakar panjang juga tebal, tidak terhitung banyaknya daun indah yang tertiup oleh angin, burung-burung rela berdatangan dari jauh CeritaAnak Sekolah Minggu Setelah Paskah - Hello friends baba-syam, In the article that you read this time with the title Cerita Anak Sekolah Minggu Setelah Paskah, we have prepared this article well for you to read and retrieve information in it. hopefully fill in the post Artikel Cerita Sahabat Nabi, what we write can you understand.OK, happy reading. mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Web server is down Error code 521 2023-06-14 014833 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6ee963bca70b4c • Your IP • Performance & security by Cloudflare Oleh Rio Susanto Hey sobat! Shalom… Inget nggak ada lagu Sekolah Minggu yang kata-katanya gini “Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama, seperti mentega dengan roti… Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama, seperti celana dengan baju…” Persis seperti lagu di atas nih, hari ini kita mau bahas sedikit tentang yang namanya persahabatan. Sobat sekalian pastinya punya sahabat donk ya, saya rasa meskipun ada orang yang tertutup dan malu, pasti ada orang yang tetep deket dengan dia. Nah, persahabatan itu mungkin buat sobat-sobat sekalian hal yang sangat penting sekali, bahkan PENTING BANGET, sampai-sampai banyak yang pada buat pengertian tentang persahabatan. Kalo menurut om Aristoteles, sahabat itu adalah “dua tubuh dalam satu jiwa”. Keren banget kan pengertiannya! Dalam satu jiwa, dua individu dilebur dalam karakter, kebiasaan, dan sebagainya. Meskipun definisi ini indah, namun kadang sulit ya sob buat dijalani. Kadang kita masih saja konflik dengan sahabat kita, entah karena beda pendapat, beda kesukaan, sampai mungkin yang paling parah karena dia ingkar janji, wihh.. Ributnya bisa besar bangett. Seperti yang pernah saya alami sendiri. Ceritanya, saya itu punya seorang sahabat yang saya anggap sangat baik. Kita sering banget pergi bareng, nonton bareng, curhat bareng, pokoknya udah klop banget deh. Padahal sebenarnya kita baru mulai sahabatan waktu saya kelas 2 SMA. Kami punya kepribadian yang bedaaa banget. Saya orangnya keras dan gak mau ngalah. Bersyukur ketemu orang seperti sahabat saya yang rajin mengalah dan tidak pernah marah. Memang kadang kita saling selisih paham, tapi tentunya gak sampai memutuskan persahabatan kita. Suatu kali timbul masalah. Saya sama dia suatu hari sudah janjian kalo kita mau pergi nonton bareng. Kita udah tentuin hari dan jamnya. Di hari H, saya udah seneng donk karena hari yang ditunggu akhirnya tiba. Eh, tiba-tiba di hari H temen komunitasnya ngajakin olahraga. Saya ngerti dia sebenarnya dilematis mau pergi karena sudah janji untuk nonton. Alhasil terjadi perdebatan di antara kami. Saya nggak mau ngalah sementara dia juga berat dengan kecintaannya pada olahraga. Kita adu argumen. Dia bilang sebenarnya dia pingin banget pergi bareng saya karena saya hanya tinggal hitungan bulan lagi bersamanya dan akan berangkat melanjutkan studi, tetapi di satu sisi ini olahraga favoritnya. Singkat cerita, meski kesal, saya tegaskan bahwa saya nggak ingin pergi karena terpaksa. Kalo emang nggak bisa pergi ya udah! Sebenarnya cukup sakit juga karena janji yang udah ditunggu dibatalkan oleh sesuatu yang menurut saya bisa ditunda. Tapi saya pikir, ya mau bagaimana lagi, next time masih bisa cari waktu. Toh kalo memang dia sahabat saya kenapa saya harus paksa dia? Kalo memang saya menganggap dia sahabat kenapa harus membatasi? Tiba-tiba Amsal 1717 terlintas di pikiran ”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Saya diingatkan bahwa saya bukan sahabat yang baik kalau saya tahu sahabat saya sedang kebingungan tapi saya hanya marah-marah dan nggak kasih solusi yang baik. Selama beberapa hari berikutnya saya masih kesal, tapi kekesalan saya berangsur hilang karena terus diingatkan Firman Tuhan bahwa saya harus menjadi sahabat yang baik. Kalo kita emang mengasihi sahabat kita, pasti kita mau bayar harga untuk kelangsungan hubungan persahabatan itu. Enggak cuma dalam hal materi, tapi bisa juga dalam hal emosi dan perasaan, keinginan dan pikiran. Dari cerita itu saya mulai bertanya-tanya ada gak sih persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yohanes 1513 memberitahu saya bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang mengorbankan nyawanya untuk sahabatnya. Wiiih.. boro-boro nyawa, korban waktu aja mungkin udah sulit buat kita, belum lagi korban materi atau korban perasaan. Tapiiii…. ternyata ada loh pribadi yang mengorbankan nyawanya untuk mereka yang disebut-Nya sebagai sahabat. Siapa gerangan pribadi itu? TUHAN YESUS! Ya, YESUS! Dia yang dipaku di atas salib hina, yang mati untuk dosa manusia. Dia memberikan nyawa-Nya untuk dunia yang kotor dan berdosa, untuk makhluk yang disebut manusia. Tidak pernah ada kasih sebesar ini. Tidak ada persahabatan yang lebih sempurna daripada yang ditawarkan Yesus. Guys, pengalaman persahabatan bisa mengajarkan banyak hal. Misalnya, ada harga yang harus dibayar dalam sebuah persahabatan. “Menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran”, mudah untuk diucapkan, tapi dalam prakteknya bisa jadi kita harus “mengorbankan” waktu, perasaan, keinginan, karena kita peduli dengan kepentingan orang yang kita sebut sebagai sahabat. Lebih sulit lagi jika yang kita sebut sahabat itu sepertinya tidak peduli dengan kepentingan kita. Tuhan Yesus memberi teladan yang sempurna. Dia menyebut kita sahabat, sekalipun kita sebenarnya nggak pantas jadi sahabat-Nya. Tuhan Yesus begitu mengasihi kita. Dia begitu peduli dengan hidup kita dalam kekekalan, sehingga Dia memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita. Kita yang sudah diselamatkan dipanggil untuk mengikuti teladan-Nya. Belajar mengasihi sahabat kita seperti kasih Yesus. Menerima kekurangan mereka, memikirkan kepentingan mereka, menunjukkan kepedulian kita dalam susah maupun senang. Pengalaman persahabatan juga bisa membawa kita bisa makin bersyukur dan menghargai anugerah persahabatan yang diberikan Tuhan. Sungguh terhormat bisa disebut sebagai sahabat Tuhan. Itu jelas bukan karena kebaikan kita, tetapi karena kasih Tuhan sendiri. Kalau untuk sahabat di dunia yang kadang mengecewakan dan bisa ingkar janji, kita bisa begitu sayang dan mendahulukan kepentingannya dibanding keinginan kita, bagaimana selama ini kita telah mengasihi Dia yang rela menanggung hukuman atas kesalahan kita, Dia yang tidak pernah ingkar janji? Apakah kita senang melewatkan waktu bersama-Nya? Apakah kita senang mendengarkan Dia berbicara? Seberapa banyak kita memikirkan keinginan-keinginan-Nya? Seberapa besar sesungguhnya kasih kita kepada-Nya? Tuhan berkati. Doa “Tuhan Yesus, terima kasih atas kesempatan berharga untuk disebut sebagai sahabat-Mu. Engkau bahkan telah menunjukkan kasih terbesar bagiku dengan memberikan nyawa-Mu di Golgota. Betapa kecil kasihku dibanding dengan kasih-Mu. Tolonglah aku untuk dapat mengasihi-Mu lebih lagi. Tolong aku untuk dengan sukacita mengikuti perintah-perintah-Mu karena aku tahu bahwa Engkau memberikan semua itu untuk kebaikanku, untuk membentuk aku makin serupa dengan Kristus.. Tuhan, terima kasih untuk sahabat-sahabat yang Tuhan izinkan hadir di hidupku. Pimpinlah mereka untuk dapat mengenal-Mu. Tolonglah aku juga untuk mengasihi mereka sebagaimana Engkau telah mengasihi aku, sehingga mereka dapat merasakan kasih-Mu melalui kehidupanku. Amin” Foto Ilustrasi Edi Wahyono/ Cerpen Singkat Tentang Persahabatan Sejati di Sekolah, Ini Contohnya Jakarta - Membaca cerita pendek atau cerpen memiliki kepuasan tersendiri bagi para pecintanya. Bahkan, tema tentang persahabatan menjadi salah satu yang favorit. Nah, apa saja contoh cerpen singkat tentang persahabatan?Dikutip dari buku 'Menggagas Sebuah Cerpen' karya E. Heri, cerpen adalah tulisan yang menggambarkan tentang kehidupan manusia di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Adapun, cerita maksimal berisi karakter bila lebih panjang tidak bisa disebut sebagai contoh cerpen singkat tentang persahabatan sejati dikutip dari buku 'Persahabatan' terbitan Logika GalileoBerteman dengan siapa saja boleh, mau dia kaya, miskin, jelek tampan, lelaki, wanita, tua, atau muda. Semua boleh saja karena tidak ada aturan yang menghalangi seseorang untuk berteman dengan siapapun, baik Presiden sekali pun. Dalam berteman, kita harus mempunyai tata krama, sopan santun, dan etika. Jika tidak, mungkin berawal dari teman kita bisa menjadi musuh atau bahkan menjadi seorang lah gunanya tata krama, sopan santun, dan etika dalam berteman agar pertemanan berjalan dengan baik dan dapat saling membantu. Hal-hal itu harus diperhatikan dalam memilih teman baik atau sahabat karena teman baik dapat menentukan arah tujuan hidup kita juga. Misalnya, jika kita berteman baik dengan para pengedar narkoba, secara tidak langsung kita dapat menjadi pecandu narkoba ataupun pengedar baik dengan orang yang lebih pintar, secara tidak langsung kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat darinya. Hati-hati lah memilih teman baik dalam hidupmu. Harus bisa memilih dan menyaring, mana yang baik dan mana yang Romi yang terlena dengan kata-kata Doni dan Lio. Romi menjadikan mereka teman baik. Doni dan Lio adalah anak yang nakal, suka merokok, dan tawuran. Mereka menghasut Romi untuk ikut merokok dan hasilnya Romi berada di rumah sakit dengan perban di kepala dan memar di baik bukan teman biasa, melainkan teman yang selalu berada di samping kita ketika"Temanmu adalah yang berkata benar bukan yang membenarkan kamu!"Kata-kata itu terus membayangi pikiranku, menyesali atas apa yang telah terjadi itu adalah ucapan ayahku. Ayah selalu mengingatkannya kepadaku agar selalu memilih teman baik yang jujur. Hal ini karena teman yang menentukan arah hidup kita. Misalnya, temanmu adalah pemain gitar, dia akan mengajak kamu untuk bermain musik dan membentuk sebuah aku harus membayangi kata-kata itu agar selalu mengingatnya. Saat aku makan, berangkat ke sekolah, bermain, dan ketika akan tidur aku selalu mengingatnya, mengingatnya, dan aku bodoh, aku tidak memegang teguh amanat ayahku itu. Hasilnya, aku mengalami suatu musibah karena salah dalam itu berawal ketika aku tidak sengaja membuang sampah sembarangan di dalam kelas."Siapa yang membuang sampah di sini?" tanya Pak Kusni, guru pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Sebelum memulai pelajaran, Pak Kusni selalu memeriksa kebersihan menyadari bahwa itu adalah bekas bungkusan makananku. Aku tidak mau mengaku, aku takut dimarahi, walaupun jika jujur tidak akan dihukum, tapi aku tetap tidak mau sebangkuku, Wahyu, menyenggol tubuhku."Tidak ada yang mengaku?" tanya Pak Kusni dengan nada lantang. "Lebih baik jujur dan mengaku saja, daripada nanti ketahuan, akan Bapak hukum," lanjut Pak Kusni sambil memegang kumisnya yang terus menyenggol tubuhku, mengisyaratkan agar aku mengaku."Siapa?" suaranya kencang menyenggolku lagi dan berbisik, "Sudah Rom, mengaku saja, kalau jujur tidak akan dihukum," Wahyu Kusni, memukul meja."Kalau tidak ada yang berbicara, semua akan Bapak jemur di lapangan!""Rom, ngaku saja, masa kamu tega teman-teman kamu dihukum gara-gara ulah kamu," Wahyu berbisik kepadaku."Sudah diam saja, Way" aku menggubris usulannya."Tapi Rom."Belum sempat Wahyu Berbicara, aku memotongnya, "Berisik kamu!" aku mulai geram dengannya."Wahyu, siapa yang buang sampah di depan kelas?" tanya Pak Kusni kepada Wahyu dengan suara lantang."R, r, r," Wahyu gagap dan tubuhnya langsung menginjak sepatunya."Romi, Pak" Wahyu membeberkan lebih keras lagi menginjakkan kakiku."Romi, benar kamu pelakunya?" tanya Pak Kusni kepadaku."Bu... bukan Pak," jawabku dengan dingin mulai mengucur dari setiap pori-pori kulitku, wajahku pucat pasi dan ketakutan."Jangan bohong kamu," ucap Pak Kusni lebih keras."I.... iya Pak, bukan aku," aku berbohong."Bukan Romi Pak pelakunya, tadi ada anak kelas sebelah yang bermain di dalam kelas dan dia buang sampah sembarangan," ucap Doni."benar Pak, bukan Romi pelakunya. Tadi ada anak kelas lain yang bermain di dalam kelas kamu Pak," Lio adalah teman sekelasku, tubuhnya tinggi sedang, kulitnya hitam, dan sedikit gemuk. Sebelumnya aku tidak begitu dekat dengan Dni karena perilakunya yang nakal. Doni tidak naik kelas sewaktu dia kelas juga temen sekelasku, dia teman akrabnya Doni. Lio sangat jahil, sering berbuat ulah di kelas dan terkadang suka tidur di kelas. Aku berteman dengannya tapi tidak begitu mengapa mereka tiba-tiba membelaku?Ah biarkan saja kecurigaanku ini yang penting aku selamat dari hukuman Pak aku juga tahu alasan Wahyu berbicara jujur kepada Pak Kusni. Ayahku selalu meminta Wahyu untuk berkata jujur atas semua hal yang berkaitan denganku dan aku pun dituntut agar selalu berkata dia berkata jujur kepada Pak Kusni, dia sebenarnya ingin membelaku, ingin mengawasiku, dan ingin menjalankan amanat dari ayahku."Tapi biar lah, aku sudah kesal dengan Wahyu. Ternyata Wahyu yang kukenal sejak SD dengan mudah mencelakakan aku," ucapku dalam hati."Oke kalau begitu, pelajaran dilanjutkan, asalkan tidak ada lagi sampah yang berserakan di bawah meja kalian," ucap Pak Kusni sebelum memulai pelajaran sekelas melihat sekeliling. Jika ada sampah, kami langsung membuangnya ke tempat sampah. Setelah pelajaran Pak Kusni selesai, aku menghampiri Doni dan Lio. Aku ingin mengucapkan terima kasih pada mereka."Lio, Doni, terima kasih ya, kalian sudah menyelamatkan aku," ucapku kepada Lio dan DOni yang duduk di bangku paling belakang."Santai aje Rom," ucap Lio dengan nada santai."Bilangin tuh, si Wahyu, jangan bawel" ucap Doni."Tau tuh anak, songong banget, mau nyelakain temen sendiri. Padahal aku sama Wahyu sudah berteman lama dan duduk satu bangku, masih saja mau nyelakain temen sendiri," aku merasa kesal dengan Wahyu."Mangkanya jangan berteman sama dia, berteman saja sama kita. Kita orangnya asik, santai, dan solidaritasnya kuat," Doni membusungkan dada."Iya-iya," aku mengangguk. "Biarin saja, aku nggak akan negor Wahyu lagi," kejadian itu, aku mulai berteman dengan Lio dan Doni yang terkenal sebagai preman di sekolah. Aku sudah jarang dan bahkan tidak pernah pulang bersama Wahyu karena kecewa ini aku pulang sekolah bareng Doni dan Lio. Kami tidak langsung pulang ke rumah. Kami memilih untuk duduk-duduk atau nongkrong terlebih dahulu di pinggir seperti biasanya, sepulang sekolah aku pulang bersama Wahyu dan langsung pulang ke rumah. Sudah beberapa hari aku seperti itu, nongkrong di pinggir jalan. Suatu saat Doni membeli sebuah rokok di warung dan dia menghisap rokok itu bersama Lio dan teman-teman ditawari juga, "Rom, mau nggak kamu?" Doni menyodorkan rokoknya."Nggak Don, makasih," tolakku dengan halus"Yaelah Rom, santai saja! Kita ini bukan di sekolah lagi, tapi di luar sekolah, nggak akan ada yang ngomelin kita," ucap Lio sambil memegang pundakku."Udah nih," Doni memaksaku. "Rasanya enak Rom," Doni merayuku."Nggak Don," aku menggelengkan kepala."Ah, nggak metal lu, nggak gaul," nampaknya Lio mulai marah kepadaku."Au lu! Mana solidaritas lu?" ucap Doni dengan nada tinggi."Emang harus ngerokok dulu ya, baru namanya solidaritas?" tanyaku."Iya, kalau nggak mau lu nggak usah main sama kita-kita lagi. Gue nggak nyangka ternyata lu itu orangnya nggak asik, nggak gaul, dan cemen!" ucap Doni dengan nada tinggi tepat di depan wajahku."Boleh deh, kayaknya sih emang enak," aku mulai tergiur."Nah, itu baru anak gaul," ucap Lio."Nih!" Doni memberikan rokok menghisap racun itu, tapi sekali hisap aku langsung batuk-batuk."Pertamanya emang begitu. Coba lagi, nanti juga enak," ucap menghisap dan batuk-batuk lagi, dadaku sesak. "Sekali lagi," Doni hisap dengan napas panjang dan batuk-batuk lagi. Saat aku batuk-batuk, Lio dan Doni berlari, "Rom, lari ada Pak Kusni," ucap masih batuk-batuk. Kami pun berlari entah ke mana menghindari dari kejaran Pak Kusni. Semua yang nongkrong di pinggir jalan lari semua/ Kira-kira ada empat orang yang bersama berlari masuk dan keluar gang mencari tempat persembunyian. Setelah aman, kami keluar. Sial, aku masih terbatuk-batuk, dadaku nyesak sekali, ditambah dengan lari, lengkap sudah mempunyai riwayat penyakit asma dan sebenarnya tidak boleh merokok apalagi berlari secara tiba-tiba, takut asmaku kambuh. Aku ngos-ngosan dan terbatuk- batuk, mencoba bernafas panjang, tapi dadaku terasa nyesak. Aku merasa pun meneruskan perjalanan untuk kembali ke rumah masing-masing. Malang bagi kami. Saat kami keluar dari persembunyian dan berjalan pulang ternayat kami salah jalan. Tepat di depan kami ada anak SMP lain yang sedang terkejut ketika mereka tiba-tiba berlari mengejar kami. Niat kami ingin berjalan pulang, malah diserbu oleh SMP lain. Kami berlari menghindari karena jumlah mereka puluhan orang. AKu sudah tidak bisa berkata apa-apa, napasku sesak, dan aku masih harus berlari, aku tidak sanggup!Aku pun berusaha berlari, aku berlari sambil batuk dan terjatuh. Saat aku terjatuh, temanku Agung membangunkan tubuhku."Bangun, Rom," kata berlari dan terjatuh lagi. Kulihat Doni dan Lio sudah kabur menjauh berada di garis paling depan. Aku tersungkur, tidak ada yang menolongku lagi. Tubuhku tidak sanggup untuk berdiri, bernapas saja sulit apalagi berlari. Aku mereka semakin mendekat. Aku hanya berdoa saja, berharap aku tidak mati di tempat. "Tolong!" aku semakin dekat, tidak ada orang di sekelilingku yang dapat menolongku. Tiba-tiba ada sesuatu menimpa kepalaku, rasanya sakit sekali. Setelah kulihat itu adalah batu yang mengenai kepalaku. Sekit sekali, beberapa detik kemudian, ada lagi batu yang mengenaiku, dan terus sudah ada di depanku dan langsung mengeroyokku. AKu tidak bisa berbuat apa-apa karena pingsan. Aku tidak sadarkan diri selama dua jam. Kubuka mataku dan samar-samar aku melihat bayangan tubuh mataku lagi untuk melihat lebih jelas, setelah kutegaskan itu ternyata Pak Kusni. "Jangan banyak bergerak," Pak Kusni memegang menyadari ada perban di kepalaku dan luka memar di seluruh tubuhku. Rasanya sakit dan ngilu. Pakaian putih biruku sudah tidak berbentuk, robek-robek, dan ada bercak kepalaku bocor dan luka memar akibat pukulan dari anak-anak itu. Beruntung Pak Kusni datang tepat waktu, kalau tidak aku sudah berada di tempat pemakaman lama, kedua orang tuaku datang dan langsung memelukku. Mereka memelukku erat, ibuku memelukku sambil menangis. Aku tidak bisa bergerak dan hanya tersenyum contoh cerpen tentang persahabat yang sedih di atas bisa mengajarkan kepada kita agar tidak bergaul dengan orang yang salah. pay/pal Fri - Dec 17, 2021 / 2586 / Daily Devotional Guru sekolah minggu bisa memakai panduan guru ini sebagai sarana untuk mengajar anak saat mereka mengikuti sekolah minggu online Superbook di Youtube Channel Superbook Indonesia. Pelajaran tanggal 19 Desember 2021 nanti, anak bisa belajar mengenal pribadi Kristus sebagai sahabat sejati kita. Yuk lihat sekolah minggu online Superbooknya disini Tapi sebelumnya, bagi anak-anak yang belum menyaksikan Superbook Club, mereka bisa menyaksikannya di bawah ini. Kakak bisa download materinya disini Download PDF Contasia Christie Content Writer Wed - Jun 13, 2018 / 4242 / Parenting Semakin anak dewasa, semakin pula ia lebih dekat dengan teman-temannya dibandingkan keluarganya sendiri. Apalagi saat mereka remaja. Entah kenapa apa yang dianjurkan oleh orang tua seakan malah jadi pengekang mereka. Padahal orang tua hanya ingin agar anaknya tidak salah langkah dalam pergaulan ataupun memilih teman. Kalau orang tua saja peduli dengan pergaulan anak, begitu juga dengan Tuhan. Begitu pentingnya mempunyai pertemanan yang baik menurut Tuhan. Alkitab pun pernah menuliskan hal ini. Contohnya pertemanan antara Yonatan dan Daud. Yonatan memperingatkan Daud kalau hidupnya dalam bahaya dibawah bayang-bayang ayah Yonatha sendiri, Saul. Peringatan ini membuat Daud mengambil keputusan untuk menghindari bahaya, dan akhirnya persahabatan ini berbuah Daud bisa mengambil tahta. Ini semua karena rencana Tuhan. Baca juga DARIPADA ANAK REWEL KARENA BOSAN DI JALAN, MAINKAN 5 PERMAINAN INI YUK SAAT MUDIK Apa Itu Sahabat Sejati? Alkitab sendiri menggambarkan persahabatan sejati itu adalah ketika seseorang jujur walaupun itu menyakitkan Amsal 27 6. Ini berarti sahabat sejati akan memberitahukanmu semua hal yang perlu kita ketahui, walaupun menyakitkan dibanding menyanjungmu setiap waktu. Ketika kita ingin membuat keputusan yang baik, padahal tidak, sahabat kita yang justru mengingatkan. Sumber SheKnows Teman yang baik pasti memberikan pengaruh positif pada kita. Pengkhotbah 4 9-12 mengatakan bahwa “berdua lebih baik daripada seorang diri”, ini menjelaskan kepada kita bahwa lebih baik kita mempunyai teman. Bersama mereka, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam banyak hal, kita saling bergantung satu dengan lainnya, saling belajar, dan membuat keputusan terbaik karena contoh dari teman-teman kita. Apakah Kita Harus Pilih-pilih Teman? Tapi sebaliknya, teman yang buruk akan memberikan dampak negatif pada kita. Pada 1 Korintus 15 33 dikatakan “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.” Tidak sedikit orang yang menyalahartikan ayat ini. Para orang tua menjadikannya pedoman untuk memberikan peringatan kepada anak agar hati-hati dalam berteman memilih-milih teman. Baca juga 3 KESALAHAN FATAL YANG BIASA DILAKUKAN OLEH ORANG TUA PADA ANAK PERTAMANYA Hal ini juga digambarkan dengan kehidupan pelayanan Tuhan Yesus. Ia tidak mewartakan Injil sendiri, melainkan bersama dengan para murid-murid-Nya. Mereka hidup, makan, merayakan, berduka bersama. Uniknya Tuhan Yesus tidak memilih orang yang berpengaruh, berpendidikan tinggi, atau bahkan memiliki uang berlimpah untuk mengikut Dia. Sebaliknya Ia memilih orang-orang biasa, nelayan dan bahkan pemungut pajak! Yesus memberikan contoh kepada kita tentang betapa pentingnya memilih persahabatan dengan bijak. Tentunya contoh terbaik dari persahabatan-Nya adalah mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Sumber A Conscious Rethink Ia juga telah memberikan pedoman untuk kita semua di Yohanes 15 12 – 14, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Sekarang bersyukurlah atas teman dan sahabat yang anak sudah miliki sampai saat ini. Ingatkan juga kepada mereka bahwa walaupun kadang perkataan teman-temannya menyakiti hati, ampunilah dan belajarlah dari kritikan mereka. Berdoalah terus agar anak SuperParents bisa mempunyai teman yang memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. CC Contasia Christie Penulis Konten

cerita anak sekolah minggu tentang sahabat