cerita dewasa ibu kandung

TANTESRI - Cerita Dewasa : Birahi Liar si Ibu Alim. sebenarnya aku ingin segera pulang untuk onani karena aku ingin segera menyalurkan hasratku dan tidak ada lawan untuk menyalurkan hasrat tersebut Inilah kisah seks yang hot dan merupakan skandal sedarah Inilah kisah seks yang hot dan merupakan skandal sedarah. Tanpa banyak omong, Bu Ningsih CeritaDewasa - Nafsu Birahi Ibu Dan Anaknya. Cerita Dewasa - Nafsu Birahi Ibu Dan Anaknya - Ibu Ambar berusia 47 tahun, pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan asuransi di kota Jakarta. Penampilannya sangat menarik. Wajah ayu karena ia adalah seorang peranakan Arab-Sunda-Jawa. Postur tubuhnya tinggi, montok dan berisi. CeritaDewasa Sex Sedarah Ibu dan Anak Kandung. Cerita Dewasa Sex Sedarah Ibu dan Anak Kandung - Sudah Seminggu sandi menjadi suamiku, dan jujur saja aku sangat menikmati kehidupan malamku selama seminggu ini. Sandi benar-benar pemuda yang sangat perkasa, selama seminggu ini liang vaginaku selalu disiramnya dengan sperma segar. KisahMaemunah Ibu Kandungku Chapter 1. šŸ‘‰ NOVELBASAH šŸ’¦ Saya Rizwan usia 18 tahun kelas 3 SMA 1 CIPEJU, anak pertama dari satu bersaudara yaitu adikku Puput 7 tahun masih sekolah SD. Yahya ayahku berusia 49 dan Maemunah dikampung saya biasa disebut Bu Mae usia masih lumayan muda 38 tahun. Dalam kisah ini saya ingin khusus menceritakan CeritaSex, Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot. Memompa ibu kandung. Sebelumnya maaf kalo critanya gk enak, maklum yah gan gua bru blajar ne. Namaku ijal aku seorang murid smp kls 1 dan usiaku skrng 13 thn. Aku anak satu2 nya di kluarga ku, aku tinggal di kota pkanbaru riau, mƬnh đã khĆ“ng yĆŖu xin đừng tƬm nhau. Kisah Maemunah Ibu Kandungku Chapter 1 ? NOVELBASAH ? Saya Rizwan usia 18 tahun kelas 3 SMA 1 CIPEJU, anak pertama dari satu bersaudara yaitu adikku Puput 7 tahun masih sekolah SD. Yahya ayahku berusia 49 dan Maemunah dikampung saya biasa disebut Bu Mae usia masih lumayan muda 38 tahun. Dalam kisah ini saya ingin khusus menceritakan hubunganku dengan ibuku, Maemunah adalah seorang guru SD dikampung cipeju yang paling bahenol disekolah itu. Tubuhnya yang berisi juga payudaranya yang lumayan besar, belum lagi pantatnya yang lebar dan besar selalu menjadi fantasiku kalau lagi coli. Pertama kali ibuku menjadi fantasiku ketika waktu itu aku masih SMP, aku mendengar rintihan ibuku ngentot dengan ayahku dan karena penasaran aku pun mengintip celah lobang pintu. Aku sampai terbelalak melihat ibu mengangkang dikasur dengan posisi ayahku menindih ibu sambil menggenjotnya berkali-kali sehingga ayahku terus-menerus mengerang, kulihat ibuku memeluk ayahku dan meremas pantat ayah. Lalu tiba-tiba ayah mengejang dan menghentakkan pantatnya kebawah merapatkan tubuhnya dengan ibuku ā€œAahhh Bu enak sekali memek ibu ayah puas sekali…Aaahh….ā€ ā€œBaru Lima menitan pak kok udah selesai.. ibu belum keluar pakā€¦ā€ ā€œAbis mau gimana lagi bapak udah muncrat duluan, kontol bapak juga udah lemes Bu.. ya sudah bapak capek mau tidurā€¦ā€ Ayah turun dari tubuh ibu lalu tidur membelakanginya, ibuku melamun meremasi bantalnya sambil melihat ke arahku, ibuku tidak tahu bahwa anaknya telah melihat tubuh mulusnya yang menjadi awal fantasi coli ku. Sejak saat itu aku sering coli sambil menyebut-nyebut ibu, ā€œOhh Maemunah memekmu pasti enak sekali.. Aahhhh!!ā€ Sampai aku muncrat dan kontolku masih saja tegak dengan angkuhnya, aku belum mendapatkan kepuasan walaupun sudah kukeluarkan spermaku, yang dipikiranku selalu ada ibu dan suatu saat nanti aku ingin sekali ngentot dengan ibuku, aku akan berjuang meluluhkan hati ibuku. Tiga tahun sudah berlalu bayangan ibu selalu memenuhi pikiranku dan sekarang aku sudah berusia 18 tahun nafsu seks-ku semakin menjadi-jadi ingin menikmati tubuh bahenol ibuku. Tapi tetap disekolah aku berusaha belajar serius, sampai di semester akhir ini aku aku pernah ranking pertama walaupun sekarang menurun diperingkat dua dan tiga. Meskipun ibu menjadi bahan fantasi coliku, aku berusaha untuk tak terlalu membebani ibu. Disekolah selalu belajar serius, dirumah aku membantu pekerjaan rumah ibu dan bahkan membantu ibuku menyelesaikan tugas murid-muridnya yang dibawa kerumah untuk diperiksa. ā€œNak, ibu bangga mempunyai anak seperti kamu. Selain pintar, kamu juga sangat memperhatikan keadaan ibu.ā€ ā€œItu karena Rizwan sayang ibu, gak tega rasanya ku biarkan ibu merasakan lelahnya disekolah mengajar, lalu ditambah dirumah juga membawa tugas-tugas sekolah. Jika ada apa-apa Rizwan siap membantu ibu..ā€ ā€œSini sayang ibu ingin meluk kamu nakā€ ku hampiri ibuku lalu dipeluknya aku sambil berkata ā€œkamu sudah besar ternyata nak, malah tinggian kamu sekarang, makasih yaa sayang.. ibu benar-benar merasa terbantu dengan adanya kamu..ā€ ā€œAku senang bisa meringankan beban ibu, Rizwan sayang ibu..ā€ ā€œIyaa sayang ibu juga sayang kamu, ya sudah ibu mau ngerjain tugas anak-anak dulu yaa sayang tinggal sedikit lagi..ā€ ā€œBaik Bu, kalau ada apa-apa bilang Rizwan ya Bu?ā€ ā€œIyaa iyaa ihh putra ibu selaluuu aja bikin senang ibu..hihihiā€ Sebenarnya ibu memelukku jika tak ada ayah aja, dia merasa canggung memeluk anaknya didepan suaminya. Meskipun sebenarnya ayah biasa-biasa saja tak merasa risih atau aneh, malah pernah ibu memelukku didepan ayah dan ayah malah bilang ā€œwah-wah! Anak dan ibu akur banget ayah senang lihatnya. Beda dengan anak tetangga setiap hari ribut-ribut terus.ā€ ā€œIyaa pak, putra kita yang satu ini selain pintar sayang sama orang tua, selalu nurut kepada ibu dan membantu pekerjaan ibu.ā€ ā€œOwh.. siapa lagi dong bapaknya iya kan nak?ā€ Kata ayah kepadaku. ā€œIyaa yah kan Rizwan putra ayah..ā€ ā€œYeee Rizwan juga putra ibu, siapa yang mengandung? Siapa yang menyusui? Siapa coba yang melahirkan? Ibu lho pak.. bapak kan cuman modal flashdisk doang Weeee..?ā€ kata ibu sambil menjulurkan lidah kepada ayah, tapi tangannya masih memelukku. ā€œHahahaha! iyaa iyaa terserah ibu lah! Ayah mengalah saja daripada piring melayang..ā€ Aku merasa senang keluarga ini terlihat selalu tersenyum bahagia, tapi terkadang aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan ibu dan aku sendiri sedang mencari tahu apa sebenarnya yang disembunyikan ibu kepadaku..? Ketika ayah sedang ada dirumah, aku sering mendengar ayah mengerang tatkala suasana rumah sunyi. Kira-kira jam 10 malam aku tidak begitu memperdulikan suara itu karena saking seringnya aku mengintip, paling hanya sepuluh menitan suara erangan itu lenyap dan kebiasaan ayahku pastinya langsung tidur lelap karena kecapean setelah ejakulasi. Didapur aku menyeduh teh manis untuk menenangkan pikiran kotorku, biasanya aku membawanya kekamarku supaya lebih santai. Ketika sedang asik menyeduh teh manis ibuku kedapur dan agak kaget ternyata ada aku didapur, sedangkan ibu hanya memakai kain sarung yang menutupi tubuhnya. Untuk mengalihkan perhatian ibu yang melihatnya dalam keadaan acak-acakan, aku pura-pura tak menyadari dan menyapa ibuku. ā€œIbu? mau kemana Bu?ā€ ā€œKe kamar mandi sayang bersih-bersih dulu, kirain gak ada kamu didapur ibu kaget tadi..ā€ ā€œAbis ibu dari kamar mandi kita minum teh dulu Bu ya?ā€ ā€œHmmm… Boleh, lagian ibu juga belum ngantuk betul..ā€ Ibuku pergi ke kamar mandi dan aku mendengar jelas suara air kencingnya yang begitu merdu, mungkin ibu sedang membersihkan memeknya dan mencuci mukanya. Datanglah ibu keluar dari kamar mandi lalu duduk di sampingku, ku sediakan secangkir teh manis hangat untuk ibuku dan duduk disamping ibu. ā€œMakasih sayang, kamu itu pandai banget ngambil hati ibu… Aaahh… Teh manis buatan kamu memang pasā€ ā€œGak kemanisan kan Bu? Kalau kurang manis liat aku aja Bu hehee..ā€ ā€œDasar ya kamu malam-malam udah gombalin ibu.. kamu belum ngantuk sayang?ā€ ā€œBelum Bu, tadi abis baca buku.. Rizwan merasa haus makanya kedapur bikin teh manis.. maaf Bu, sebelumnya Rizwan minta maaf ada yang ingin Rizwan tanyakan sama ibu..ā€ ā€œNanya apa sayang?ā€ ā€œEmmm.. sudah lama sebenarnya Rizwan memperhatikan ibu seperti masih ada beban yang ibu pendam selama ini.. ibu jangan malu untuk ceritakan uneg-uneg ibu, Rizwan pasti mendengarkan keluh kesah ibu..ā€ ā€œItulah nak seperti yang barusan kamu katakan, ibu malu mengatakannya.. entah ibu harus bagaimana? Dan dari mana mengatakannya.ā€ Ku genggam telapak tangan ibu dengan kedua tanganku, aku berusaha menguatkan mentalnya agar ibu mau mengatakannya. ā€œBu, percayalah.. Rizwan akan menjaga rahasia ibu asalkan ibu percaya sama Rizwan, aku ingin ibu membagi perasaan ibu kepadaku Bu, karena Rizwan menyayangi ibu..ā€ Mata ibu mulai berkaca-kaca lalu menangis dipelukanku, suara tangisan ibu agak ditahannya agar tidak terdengar ayah. Sekitar tiga menit ibu menumpahkan tangisannya dipelukanku, lalu ibu menenangkan diri dan mulai ingin berbagi rasa denganku. ā€œNak, ibu punya rahasia yang ibu pendam.. bahkan ayahmu sendiri tidak mengetahuinya. Bertahun-tahun sejak ibu melahirkan kamu, ibu belum pernah merasakan kenikmatan hubungan badan dengan ayahmu. Batin ibu terasa sangat tersiksa menahan beban batin yang ibu pendam bertahun-tahun. Tapi.. ibu berusaha menampakkan ekspresi bahagia karena ibu tak ingin membuat ayahmu kecewa. Akhirnya ibu lega sekarang sayang, perasaan ibu yang memendam beban batin itu sekarang sedikit terobati dengan bercerita sama kamu sayang. Makasih yaa sayang… Ibu merasa beruntung melahirkan kamu, ibu juga sayang kamu..ā€ ā€œIyaa Bu Rizwan juga sangat menyayangi ibu, Rizwan senang ibu mempercayai Rizwan Bu.. nanti kapan-kapan kita curhat lagi ya Bu? Makasih bu sudah mengeluarkan uneg-unegnya, Rizwan akan berusaha membahagiakan ibu..ā€ ā€œYa sudah makasih sudah mau mendengarkan curhatan ibu ya sayang, ibu mau kekamar dulu nanti ayah kamu nyari ibu walaupun tak mungkin minta lagi..ā€ Ibu bangkit berdiri dari kursi, aku pun berdiri dan kupeluk ibuku dari depan, ibuku sedikit terkejut dengan pelukanku yang tiba-tiba itu, tapi tak melarangku atau memprotesnya malah ibuku memelukku juga sehingga kami saling berpelukan. Ibu merasakan ketenangan sedangkan aku merasakan kehangatan tubuhnya ibu. Aahh.. sungguh aku merasakan nyaman sekali memeluk tubuh ibuku ini. Saat ini aku sedang bersikap dewasa, ibuku ku elus kepala belakangnya sambil berpelukan. Ibu merasakan kedamaian, perlindungan dan merasa diperhatikan. Batinnya yang bertahun-tahun terasa gersang, kini seakan ada hujan yang menyirami jiwanya. Kami saling berpandangan dan entah siapa yang memulai aku dan ibu saling berciuman, aku merasa birahi didalam dadaku mengalir deras merambat keseluruh tubuhku, kontolku sampai menegang hebat didalam celanakuadek. Aku terus menciumi bibir ibuku dan ku rasakan desahan nafas ibu terasa panas berhembus menerpa hidungku. Ibu tak berusaha menghentikannya sedangkan aku berusaha menyerangnya. Aku ingin sekali ngentot ibuku malam ini, tapi aku tak yakin ibuku mau dientot anak kandungnya sendiri. Meskipun tubuhku merapat dengan tubuh ibuku, bahkan kontolku sampai menyundul memek ibu walaupun masih terhalang celanaku dan kain sarung ibu. Entah ibu sadar atau tidak dengan perbuatan yang sangat menantang ini, bagaimana jika ayah bangun? Bisa kiamat rumah tangga ibu. Aku hentikan ciumanku kemulut ibu, kami saling bertatapan. ā€œBu, kekamar Rizwan yuk?ā€ ā€œTapi sayang bagaimana jika ayahmu bangun nak?ā€ ā€œPercaya Bu ayah pasti tak akan bangun, biasanya lelap sekali tidurnya..ā€ Akhirnya ibu pun mau kuajak kekamarku, seharusnya ibu bisa saja menolakku dan pergi meninggalkanku. Batin ibu seperti Padang gurun yang gersang bertahun-tahun yang merindukan hujan, akhirnya ibu sudah berada di kamarku dan aku kunci pintunya. Nafas ibu masih terasa berat dan ngos-ngosan, tubuhnya mulai berkeringat dan terlihat bergetar disebabkan nafsu yang tertunda. Kupeluk lagi ibuku kami pun berciuman kembali, segala resiko sudah tidak kami perdulikan bilamana ayah terbangun dari tidurnya. Sembari menikmati bibir ibu kulepaskan kain sarung yang menutupi tubuhnya ibu sampai terjatuh kain itu kebawah kakinya, kini ibu sudah telanjang bulat. Tanpa malu sedikitpun ibu membalas ciumanku, aku mulai melepaskan celana boxerku beserta celana dalamnya. Ujung kontolku kini sudah bersentuhan langsung dengan memek ibu, aku merasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya dengan hanya menempelkan saja kontolku dengan memek ibu sudah terasa nikmatnya. Tidak hanya aku sendiri, ibu pun merasakan sensasi seks yang berbeda dari biasanya, ada perasaan gairah yang menggebu-gebu didalam dirinya, ibuku tahu bahwa ini sudah tidak benar! Tapi didalam jiwanya yang terdalam sangat menginginkan aku menyirami jiwanya yang kering. Sudah kepalang tanggung, aku buka saja bajuku sehingga kami sama-sama sudah tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh kami berdua. Ku rebahkan tubuh bahenol ibu dikasur dan kulebarkan kedua kakinya selebar mungkin sampai terlihat memek ibuku yang gundul tanpa bulu yang menghiasi memeknya. Masih terlihat lelehan mungkin sperma ayah bercampur lendir ibu, tapi aku yang nafsuku sudah berada di ubun-ubun kujilati memeknya bertubi-tubi membiarkan lidahku menari-nari dan mengorek lobang vaginanya beserta clitorisnya. Ibu sebenarnya ingin berteriak merasakan kenikmatan yang luar biasa ini, tapi ibu takut terdengar suaminya yang tertidur pulas. Aku tak menyangka malam ini aku menjilati memek ibuku sendiri dengan begitu ganasnya, tangan ibu tak bisa diam meremas kasur, terpaksa kupegang kedua paha ibu dan kuhisap memeknya sambil kumasukkan ujung lidahku mengorek-ngorek lobang memeknya. Tiba-tiba ibuku mengejang dan sesuatu yang putih kental mengalir keluar dari dalam memek ibu disertai erangan yang ditahannya sekuat tenaga, beberapa saat kemudian ibu kembali lemas tak berdaya lalu melihatku begitu lahapnya menelan cairan kenikmatannya. Ibuku tersenyum, ia tak menyangka anak kandungnya menelan semua lendirnya yang tak pernah dilakukan suaminya. Sampai didalam lubuk hati ibu merasa bangga dan merasa dihargai dirinya oleh putra kesayangannya. Ibu pasrah terserah mau diapakan tubuhnya ini, dia melihat ketulusan dari diriku yang selalu membuatnya bahagia dan merasakan kenikmatan yang diharapkannya. Tanpa menunggu lama ku ludahi kepala kontolku dan ku lumuri batangnya, ku posisikan tubuhku tepat diantara kedua selangkangannya yang mengangkang lebar. Lalu ku dekatkan kepala kontolku dicelah memeknya Ooohhh… Hangat dan licinnya memek ibuku ini, aku sungguh sudah tidak kuat lagi ingin segera menyatukan tubuhku dengan tubuh ibu dengan memasukan kontolku kedalam memek ibu. Panjang kontolku yang 16 cm dengan diameter inchi siap menerobos pertahanan lipatan-lipatan otot memem ibu. Kutatap ibuku meminta ijinnya dan dengan pelan ibu menganggukkan kepalanya pertanda aku boleh memasukkannya. Kepala kontolku sudah masuk dan terasa denyutan mulut memeknya meremas agar lebih dalam. Dengan penuh keyakinan bahwa ibu meridhoinya kutekan pelan tapi pasti batang kontolku menyeruak mulut memeknya dan terus menerobos JLEB! Aaaahhh!! Aku dan ibu mendesah berbarengan. Kulihat batang kontolku masuk semuanya tak kusisakan sedikitpun kecuali biji pelerku merapat dengan pantat ibu. Aku merasakan denyutan dan remasan yang kuat mencengkeram batang kontolku, rona muka ibu terlihat memerah oleh birahi yang telah menguasainya. Dulu aku dilahirkan dari sini dan sekarang aku malah sedang mengentot ibuku, batinku mengatakan ini sebuah kesalahan yang besar tapi denyutan memek ibu membuyarkanku untuk terus melanjutkannya. Akhirnya aku tarik pelan-pelan sampai terlihat monyong lobang memek ibu mengikuti tarikan kontolku kusisakan kepala kontolku saja didalam memeknya, ku lihat lendir bening sudah menyelimuti seluruh batang kontolku yang berasal dari dalam memek ibu, ku hentakkan kembali kedalam pelan-pelan sampai mulut memek ibu pun ikut masuk kedalam. Setelah aku merasa memek ibu sudah beradaptasi dengan kontolku, mulai ku genjot ibuku menghujamkan seluruh batang kontolku agar lebih masuk kedalam jurang yang penuh dengan kenikmatan itu sambil kutindih ibuku. Kuciumi bibir ibu, leher juga kedua payudaranya. Sambil berbisik di telingaku ibuku berkata, ā€œsayang… Aaahhh… Ibu bahhhagia.. sekali… Ssaayyaanngg..ā€ aku tidak begitu memperdulikan kata-kata ibu, aku sudah tak sanggup membalasnya karena pikiranku merasakan setiap gesekan dan hantapan selangkangan saling beradu merdu. Sudah 20 menit aku ngentot ibuku, dan ibu bilang ā€œsayang ibu… Mmaauu.. kellluaarrr..Aahhhā€¦ā€ ā€œAku.. juga Bu mau kelluarr… Kelluarin dimana Bu?ā€ ā€œDidalam… Ajjaahhh..ā€ setelah mendapat ijin ibuku, aku semakin bersemangat dan semakin ganas menghujamkan dan terus menghajar memek ibu secara brutal!. Ibu sangat menyukainya seakan seperti sedang diperkosa anaknya, ā€œAahhhh…Aaaahhh….Aaaahhh… Ssaayyaanngg..kelllluuuaaarrrhhhhā€¦ā€ Aku merasakan denyutan yang berkali-kali memijiti dan terasa menyedot kontolku semakin dalam, sampai akhirnya ku hujamkan kontolku sedalam-dalamnya mengisi setiap lorong memek ibu sambil ku muncratkan seluruh spermaku memenuhi rongga memeknya CROOTTT… CRRROOOTTT….CCRROOOTTT… ā€œAAaaahhh.. memek ibu enak banget Aahhhā€¦ā€ ā€œPenis kamu juga enak banget sayang.. ibu suka… Akhirnya keinginan ibu harapan ibu terkabul juga sayangā€¦ā€ ā€œBu jangan bilang penis, bilang kontol Bu biar panas sensasinya… Cobalah Bu..ā€ ā€œIyaa kontol kamu enak sayang ibu suka banget…Ohhh .. iyaa sayang ibu merasa nyaman seperti hilang beban ibu nyebut kontolā€¦ā€ Ku hentak-hentakkan mengeluarkan sisa-sisa sperma yang masih ada dibatang kontolku. Sebenarnya aku masih kuat kontolku masih tegang keras, tapi melihat situasi yang kurang bersahabat terpaksa kucabut kontolku dari memek ibu. Ibu tahu anaknya masih ingin ngentot dengannya dan menyadari kontol anaknya masih tegak berdiri tapi ia kagum meskipun sedang diburu nafsu, anaknya lebih mementingkan keselamatan rumah tangganya. ā€œBu, aku tak bisa lama-lama ngentotin ibu.. jika ibu berkenan boleh kan Rizwan ngentotin ibu lagi?ā€ ā€œGimana nanti aja sayang, ibu pikir-pikir dulu.. jujur ibu puas banget sayang.. ibu lupa berapa kali orgasme sampai kasur kamu terlihat becek penuh lendir.. ibu kekamar dulu ya, untung ayah kamu gak bangun… Nekat juga kamu..ā€ ā€œIbu gak nyesel kan Bu? Gak marah kan?ā€ ā€œNggak sayang… Tapi kita sudah melakukan hubungan terlarang sayang, anak ngentotin ibu kandung sendiri itu tabu nak… Tapi sudah terlanjur kita ternyata sama-sama menikmatinya… Ibu pergi dulu yaa..ā€ ā€œIyaa Bu hati-hati..ā€ ā€œIyaa sayang..ā€ Ibu pergi ke kamarnya menemani ayah tidur, sementara aku hanya bisa terbaring dikasur masih dalam keadaan telanjang bulat menatap langit-langit kamar juga kasurku yang menjadi saksi bisu hubungan incest antara ibu dan anak. Ku raba kontolku masih terasa lendirnya belum kering, aku heran kenapa ibu tadi pas pergi tak membersihkan memeknya yang berlumuran spermaku? Ibu oh ibu bagaimana kalo ayah bangun minta lagi? Sedangkan memekmu lagi basah kuyup oleh muntahan kontolku. Bersambung Maemunah Ibu Kandungku Chapter 2 Tetek dan pantat bahenol mamaku.. mamaku mulai melenguh tak karuan. kemudian aku pegang kont*lku dan mulai aku gesek-gesekan di pantat mama, mama melenguh tak karuan. kemudian dengan kedua kakiku aku berusaha melebarkan kaki mamaku, dengan penuh nafsu aku mulai mengarahkan penĀ”sku ke vagĀ”na mama dari belakang. ternyata vagina mam sudah basah banget. akupun mulai memasukaan penĀ”s sidikit-demi sedikit ke lubang yang dulu tempat aku lahir,aahhhh ennaaaaak terussss…….. masukaan lagi yang dalam pinta... Cerita Seks Dewasa – mia nama ibuku, umurnya sekarang sudah 47 tahun, tp dia kelihatan cantik, seksi dan bahenol di pandanganku. jika kalian sudah pernah melihat artis sinetron Lidia Kandau, seperti itulah postur ibuku, cantik dan montok. aku seorang pengangguran yg punya hasrat sex yg tinggi tp cuma dgn ibuku. aku sudah lama memendam rasa inggin bercinta dgn ibuku 1 tahun lalu,ibuku janda ayahku sudah 3 tahun yg lalu meninggal karena penyakitnya. aku dan ibu hanya tinggal berdua saja di rumah,kita jauh dari kerabat dan jauh dari nenek. kita ber asal dari kota reog,dan sekarang tinggal di kalimantan,sebelumnya cuma ayah dan ibuku yg di kalimantan,karena mereka bekerja di sana. ayahku dulu seorang polisi hutan dan ibuku seorang Bidan di sebuah desa kecil yg jau dari keramaian,kerna ibu masih bertugas di sana dan sudah mempunyai rumah sendiri jadi ibu tdk pulang kampung, dan aku seorang anak satu satunya akirnya ikut ke kalimantan menemani ibuku. aku seorang pengangguran yg punya hasrat sex yg tinggi tp cuma dgn ibuku. aku sudah lama memendam rasa inggin bercinta dgn ibuku 1 tahun lalu,ibuku janda ayahku sudah 3 tahun yg lalu meninggal karena penyakitnya. Cerita Sex Ngentot Memek Ibu Kandung Cantik aku dan ibu hanya tinggal berdua saja di rumah,kita jauh dari kerabat dan jauh dari nenek. kita ber asal dari kota reog,dan sekarang tinggal di kalimantan,sebelumnya cuma ayah dan ibuku yg di kalimantan,karena mereka bekerja di sana. ayahku dulu seorang polisi hutan dan ibuku seorang Bidan di sebuah desa kecil yg jau dari keramaian,kerna ibu masih bertugas di sana dan sudah mempunyai rumah sendiri jadi ibu tdk pulang kampung, dan aku seorang anak satu satunya akirnya ikut ke kalimantan menemani ibuku. sejak itulah aku timbul hasrat inggin bercinta dgn ibuku sendiri. tiap hari aku selalu mendapat pemandangan yg hot. waktu ibu tidur aku sering melihat dasternya yg paling ku suka melihat leher ibuku yg putih mulus itu, inggin rasanya aku menjilat jilat lehernya dan mencupangnya….oooohhhhh ibuuuu,,,,,,aku menginginkanmuuuu……alam hatiku. waktu malam hari aku juga pernah mendengar ibuku mendesah desah nikmat,,aku coba intip ibuku ternyata ibu sedang masturbasi. waktu itu aku terus intip ibu dan aku juga sambil onani, sampai aku ngecrot di depan pintu kamar ibuku, dan waktu itu ibuku juga kalimaxs…Baca selengkapnya disini Sebut saja namanya Deni, dia adalah sahabat terdekatku dari SMP. Sudah 7 bulan aku tidak bertemu dengannya, Terakhir bertemu ketika kami lulusan di sekolah, setelah itu tidak berjumpa lagi karena aku dan Deni tidak bersekolah di sekolah yang sama terasa, kini aku sudah berada di kelas 1 SMA semester 2. Dulu ketika SMP sistemnya caturwulan tapi kini sudah berganti ke kurikulum 2004 maka, sistemnya pun berubah menjadi semester. Memang agak beda, dulu ketika SMP dengan sistem caturwulan rasanya lama tapi kini setelah berganti jadi sistem semester waktu menjadi tidak CHANEL TELEGRAM threesome ketika aku dan Deni ngentot Bu Suti setelah itu belum pernah lagi. Agak sedikit kecewa, karena dulu Deni pernah menjanjikan akan mengajakku ngentot ibunya atau pembantunya. Tapi kekecewaan itu takkan menjadi masalah sebab, aku memang tidak terlalu berharap untuk hal ngentot, aku masih tetap melakukannya. Memang, ngentot Bu Suti sudah sangat jarang sekali karena terbentur kondisi dan juga keadaan. Tapi ngentot Tante Cici adik kandung ibuku sendiri masih tetap berlangsung. Oleh sebab itu, untuk urusan ngentot tidak terlalu membuatku pusing sebab masih dapat tersalurkan dengan baik walaupun hanya 2 atau 3 kali dalam seminggu itupun bergantung pada mood tanteku dan kondisi di ngentot dengan wanita yang lebih tua cukup berpengaruh pada kehidupanku. Walaupun tampangku gak jelek-jelek amat tapi aku belum punya pacar. Memang ada beberapa wanita di sekolahku yang sering menggoda dan cari-cari perhatian tapi aku biarkan saja karena memang terbentur persoalan ada diantara teman cewek di sekolah yang menjadi seleraku malah aku lebih tertarik sama guru sosiologiku. Emh, ketika di rumah aku sering sekali membayangkan susu montok dan pantatnya yang bahenol. Ingin rasanya aku menyentuh dan itu hari minggu, tiba-tiba Deni datang menggunakan sepeda motor ke rumahku. Kangen juga aku sama dia. Walaupun setiap bertemu dengan dia pasti saja aku dicekoki minuman. Tapi dibalik itu semua, dia satu-satunya teman yang paling baik, paling peduli, dan paling mau aku susahkan.ā€œReno! apa kabarnya?ā€ tanya Deni.ā€œbaik, Den. Ke mana aja gak pernah keliatan?ā€ jawabku balik ajak ia masuk ke rumahku langsung menuju kamarku. Tubuh kawanku ini sekarang semakin tinggi dan atletis. Mungkin tingginya sekitar 170cm dengan kulit yang agak hitam duduk di kursi kamarku. Aku menawarinya minum tapi ia menolak sambil mengeluarkan vodka yang biasa kita minum. Melihat kebiasaannya itu aku hanya bisa tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala.ā€œmau gak?ā€ katanya sambil menunjukan botol vodka.ā€œbolehlah.ā€jawabku tanpa minum dan merokok di kamarku, Deni bercerita banyak mengenai sekolahnya dan tidak ketinggalan cerita-cerita ngentotnya bersama ibu, pembantu, dan pacarnya di sekolah. Rupanya kawanku ini sudah punya pacar, pantas aja selama 7 bulan sulit sekali pikir ia telah lupa dengan janjinya ternyata sama sekali ia tidak lupa. Bahkan kedatangannya ke rumahku untuk mengabarkan berita baik itu. Ibunya sudah berhasil ia bujuk tinggal meminta kepastian kapan aku siap ikut ngentot waktu dan harinya sudah kita sepakati, ia mulai bercerita awal mula ia bisa ngentot ibunya yang seorang janda itu ia perkosa dengan cara memborgol kedua tangannya ketika ibunya sedang tidur. Ibunya ketika itu marah dan geram padanya sampai hendak melaporkan perbuatannya pada polisi. Mendapat ancaman demikian, Deni cuek aja bahkan esoknya ia melakukan hal yang sama. Ia perkosa lagi ibunya dengan cara yang sama bahkan ia merekam semua adegan tersebut. Kemudian ia mengancam balik akan menyebarluaskan rekamannya dan tidak akan melepas borgol dikedua tangan ibunya serta akan mengurung ibunya di dalam ibunya keras kepala sehingga Deni benar-benar tidak melepas borgol yang terpasang dikedua tangan dibelakang pinggang ibunya seharian penuh. Sampai akhirnya, ibunya menyerah. Walaupun ibunya sudah pasrah tetapi ibunya masih tidak rela ketika tubuhnya berkali-kali dilahap oleh anaknya sendiri. Seiring ketidakrelaan ibunya, Deni terus saja melakukan perbuatan serupa kepada ku sampai kering mendengar pengakuan temanku. Sungguh aku tidak menyangka dibalik tampangnya yang baik dan santai ternyata ia begitu nekat dan dinding kamarku menunjukkan pukul 4 sore. Sebelum Deni pamit ia memaksa ingin memphoto kontolku.ā€œgoblok! enggak ah, ngapain photo-photo kontol segala!ā€ ucapku sambil bergurau memukul perutnya.ā€œuntuk bukti, ji! Biar mamah percaya bahwa kontol kamu tu gede!ā€ jawabnya sambil cengengesan.ā€œgak mau! kayak homo aja minta photo kontol! Tar aja, mamahmu liat langsung aja!ā€ kataku sambil membukakan pintu kamar untuk tertawa-tawa, aku antarkan Deni sampai ke depan rumah. Ia berjanji, akan menjemputku besok seusai pulang sekolah. Setelah aku mengiyakan, ia pun pergi dari rumahku yang sedang sepi karena keluargaku sedang pergi ke rumah yang ada di rumah sedari pagi tidak kelihatan, makanya setelah mengantar Deni ke depan rumah aku bergegas menuju kamar Tante Cici yang berada di sebelah dalam kamarnya, Tante Cici tampak sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Tak berani mengganggu aku tutup lagi pintu kamarnya dan segera menuju kamar mandi karena sedari pagi belum sepulang bubaran sekolah, Deni sudah berada di depan sekolahku menunggu disebuah kios rokok. Aku segera menghampirinya dan langsung pergi menuju rumahnya menggunakan sepeda kaget, ternyata Deni anak orang kaya. Rumahnya besar dan mewah. Agak ragu-ragu aku ikuti langkah Deni masuk ke dalam rumahnya. Terlihat segala perabotan mewah menghiasi rumahnya. Aku hanya mampu berdecak mengajak menuju kamar tidurnya di lantai 2. Terlihat dan terasa, kamarnya luas dan nyaman sekali. Aku diam tak banyak bicara. Sampai akhirnya Deni mengajakku ke meja makan di lantai bawah untuk makan hidangan telah siap di meja makan disiapkan oleh pembantunya yang sudah cukup tua. Aku taksir umurnya antara 45/46 tahun. Bodynya masih yahut. Dadanya besar, tubuhnya agak gemuk dan agak pendek.ā€œnah ini pembantu yang sering aku entot, Ji!ā€ kata Deni ketika pembantunya menuangkan air ke dalam gelas untuk tercekat kaget dengan ucapan Deni. Aku tak tahu apa maksudnya sampai selantang itu ia berkata demikian. Pembantunya pun terlihat begitu malu dengan wajah memerah dan terlihat ia menjadi salah makan, Deni tampak sibuk dengan hpnya. Pada tahun 2004, hp masih jarang dimiliki anak sekolah walaupun ayah dan mamahku sudah memiliki benda canggih tersebut dan pernah menyarankan agar aku juga memliki hp supaya bisa setiap saat menanyakan keberadaanku yang sering pulang terlambat. Tapi aku belum tertarik dengan benda tersebut dan akan tidak nyaman jika benar fungsinya untuk memantauku. Maklum masa remaja bagiku adalah masa-masa mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dan ingin hidup 5 sore ibunya pulang. Deni segera mengenalkanku pada ibunya.ā€œsaya Reno, tante. Teman SMPnya Deni.ā€ kataku memperkenalkan diri sambil mencium punggung tangan ibunya dengan penuh rasa hormat.ā€œsaya, Meta. Ibunya Deni.ā€ jawabnya sambil tersenyum manis dengan gaya khas orang kaya yang perkenalan denganku, ibunya langsung menuju kamarnya karena hendak ganti baju dan mandi. Sungguh beruntung Deni memiliki ibu yang cantik, badannya montok, dadanya besar, pantatnya semok, kulitnya putih, dan rambutnya yang hitam berkilau di potong pendek sebahu. Seksi sekali.ā€œgimana, ji? cakep gak tuh?ā€ tanya Deni seolah paham aku yang sedang terpana.ā€œcantik banget, den!ā€ jawabku dengan jujur.ā€œkita mulai bermain sekarang, ji!ā€ ajak Deni sambil menarikku menuju kamar tidur dalam kamar, tampak Tante Meta sedang membersihkan wajahnya di depan meja rias. Ia hanya mengenakan kutang ungu dan rok hitam selutut. Ia sedikit kaget ketika aku dan Deni tiba-tiba masuk kamarnya.ā€œmah, temanku ini gak bisa lama-lama di sini. Soalnya besok ia harus sekolah pagi-pagi.ā€ kata Deni menginformasikan pada ibunya.ā€œoh begitu.ā€ jawab Tante Meta singkat sambil terus membersihkan make upnya dengan kapas.ā€œgimana, mah, dengan rencana yang pernah aku obrolin? bisa dimulai sekarang?ā€ tanya Deni pada ibunya. Sedangkan aku hanya diam saja sambil memperhatikan tubuh Tante Meta dari belakang.ā€œyaudah, tunggu dulu. Mamah cuci muka dulu ya!ā€ jawab Tante Meta sambil beranjak dari meja riasnya menuju kamar mandi yang berada di dalam dan Deni duduk di sofa merah empuk dan lembut yang berada di dalam kamar tidur ibunya.ā€œgimana, ji? kamu siap?ā€ tanyanya kepadaku.ā€œaku malu, den. Gak tau juga gimana memulainya. Lagian aku baru pertama kali bertemu ibumu. Belum akrab, dan yang pasti bakalan canggung.ā€ jawabku apa adanya.ā€œgampang, nanti kita garap aja bareng-bareng! Mamahku juga pasti canggung, makanya sebisa mungkin kamu jangan canggung-canggung.ā€ sarannya pernyataan dari Deni tak membuatku menjadi tenang. Jantungku tetap berdebar kencang. Aku gelisah sekali antara malu, takut, canggung, khawatir, pokoknya segala macam perasaan dan pikiran campur aduk sampai membuat badanku menjadi panas pikiran dan perasaanku sedang tidak menentu, Deni tiba-tiba beranjak dari sofa menuju kamar mandi ibunya sambil mengeluh.ā€œhaduh, lama banget nih mamah di kamar mandi!ā€ ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi lama, Deni ke luar dari kamar mandi ibunya disertai Tante Meta yang hanya mengenakan handuk berwarna putih. Aku terpana melihat kemolekan tubuh Tante Meta yang berbalut handuk menutupi sebagian dada dan pahanya. Sungguh menggairahkan sekali. Susunya yang besar terlihat menggelembung di balik handuknya. Sungguh tubuh yang luar biasa dengan kulit putih dan pemandangan yang hot tersebut, kontolku langsung tegang dan mengeras. Aku agak meringis sebab, kontolku yang mengeras posisinya mengarah ke bawah jadi ketika tegang seperti ini lumayan agak sakit dan langsung membuka permainan. Ia berciuman dengan ibunya sambil tangannya menggerayangi kedua susu ibunya yang montok dan masih berbalut masih canggung sehingga aku tak bisa berbuat apa-apa selain menonton adegan panas tersebut. Dengan perlahan aku benahi posisi kontolku, aku posisikan kontolku mengarah ke atas supaya agak bebas dan tidak terlalu menyiksa sambil tetap tak beranjak dari tempat agak kasar, Deni melepas handuk yang melilit tubuh ibunya. Aku kembali tercengang, mataku tidak berkedip melihat susu besar ibunya bergelantungan tanpa tertutup sehelai benangpun. Susu Tante Meta mungkin sekitar 38C karena ukurannya benar-benar super persis pepaya dengan lingkaran merah agak besar disekitar putingnya yang besar. Tak kalah mencengangkan adalah memeknya yang tidak berbulu itu begitu tebal dan tembem. Persis kue pandangi tubuh Tante Meta dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Benar-benar putih dan mulus tanpa ada sedikitpun bekas luka atau apapun. Sungguh wanita yang sempurna. Perutnya tak seperti perut ibu-ibu pada umumnya. Perutnya rata walaupun tubuh Tante Meta terbilang Tante Meta telanjang tanpa sehelai benangpun di tubuhnya membuatku berkali-kali mesti menelan ludah. Aku belum pernah melihat tubuh seindah dan seseksi ini secara nyata ada dihadapanku sebelumnya. Sungguh tubuh yang tidak ada kemudian memintaku untuk mendekat. Dengan ragu-ragu, aku melangkahkan kaki mendekati mereka yang sedang asik berciuman dan saling kemudian dibimbing Deni dan diletakan pada susu ibunya yang besar. Terasa kulit susunya begitu lembut seperti kulit bayi dan tak kalah mencengangkan adalah susu itu terasa begitu kenyal. Dengan ragu aku usap sambil remas dengan lembut dan menghentikan ciuman pada bibir ibunya. Ia kemudian menyusuri leher menuju susu besar ibunya dengan mulut dan lidahnya. Dengan rakus Deni menjilati dan mengenyot-ngenyot susu ibunya. Agak ragu-ragu akhirnya aku pun mengikuti Deni bermain dengan susu ibunya dengan mulut dan lidahku. Namun, aku tidak seperti Deni yang begitu rakus dan lahap menjilat dan mengenyot-ngenyot susu julurkan lidahku, menjilati mengikuti lingkaran merah susu ibunya dengan perlahan dan penuh kelembutan. Mendapat sensasi berbeda pada kedua susunya, ibunya menjadi menggelinjang-gelinjang sambil mulutnya mendesis dan terkadang mendesah dengan suara yang begitu seksi.ā€œssssshhhhh, ooouuuuuuhhhh, eeeemmhhhh, aaaaauuuuuhhh.ā€ Desah Tante Meta sambil tangannya mengusap-usap kepalaku dan kepala mulai mengkombinasikan mulut serta lidahku untuk menjilati lingkaran merah susu Tante Meta, menghisap, dan mengenyot-ngenyot puting susunya yang besar dengan lembut dan perlahan-lahan. Sedangkan Deni masih asik menjilati dan mengenyot-ngenyot susu serta puting ibunya dengan rakus sampai air liurnya menetes dari mulutnya membasahi susu, perut, dan lantai kamar tidur Tante lahan aku arahkan tangan kiriku menuju memek Tante Meta yang tanpa bulu serta tembem. Terasa memeknya hangat dan basah. Perlahan aku usap-usap lembut bibir vaginanya.ā€œoooouuuuuhhh, ssssshhhhh, aaaaaaooouuuuhhhh.ā€ desahnya sambil tubuhnya sedikit terguncang karena merasakan sensasi nikmat pada kedua susu dan kemudian menghentikan aksinya pada susu ibunya. Ia kemudian memintaku telanjang sambil ia pun membuka satu persatu pakaian yang melekat di agak canggung, aku menuruti perintah Deni dan mulai menelanjangi diriku. Satu persatu baju dan celanaku bertumpuk di aku, Dendi, dan Tante Meta sudah bugil tanpa sehelai benangpun. Wajah Tante Meta semakin memerah ketika matanya lekat memandang kontolku yang sudah tegang dan mengeras sejak awal melihatnya. Kemudian Deni merebahkan tubuh ibunya dan langsung mengintruksikan supaya aku segera menjilati memek tembem mengapa, walau aku sudah sangat bernafsu, rasa canggung dan malu masih saja ada. Dengan bercampur ragu, perlahan-lahan aku menuruti intruksi Deni kemudian mulai menjilati liang memek, bibir vagina tembem, dan itil Tante Meta dengan lembut dan perlahan. Tercium aroma wangi memeknya. Aku menjadi memiliki spekulasi bahwa memek orang kaya memang harum dan Tante Meta terlihat mulai resah, pinggangnya sesekali terangkat naik sambil pahanya ia gunakan untuk menjepit kepalaku yang terbenam menikmati kelezatan memeknya.ā€œooooouuuuuhhhh, oooouuuuuhhh, aaaaaaaahhhh, ehhhhmmmmmm, aaaaahhh.ā€ desahnya sambil mulutnya mengocok dan menjilat kontol peduli kepalaku dijepit pahanya, aku terus menjilat-jilat liang memek sampai itilnya. Perlahan-lahan, aku hisap dan kenyot-kenyot liang memek, bibir memeknya yang tembem, dan itilnya berkali-kali dengan merasakan kontolnya dihisap dan dijilat-jilat ibunya, Deni dengan penuh nafsu meremas-remas dan memilin puting susu ibunya. Sehingga Tante Meta semakin terbakar api sampai 10 menit, Tante Meta akhirnya mencapai orgasmenya. Terasa cairan kental, hangat, dan lengket ke luar dari dalam liang memeknya mengenai lidah serta daguku. Mendapat orgasmenya, paha Tante Meta semakin kencang menghimpit kepalaku dan menekan-nekan memeknya pada mulutku.ā€œooooouuuuuuhhhh, aaaaaaaeeehhhh.ā€ lenguh Tante Meta mendapat sensasi orgasme sambil menjepit erat kepalaku dengan pahanya yang surut gelombang orgasme Tante Meta, perlahan aku bangkit sambil melap cairan orgasme Tante Meta pada daguku. Aku usapkan cairan itu pada kontolku yang masih tegang dan Meta bangkit dan melepaskan kontol Deni dari mulutnya. Deni kemudian mempersilakanku untuk mengentot ibunya terlebih dahulu.ā€œkamu berbaring aja, ji.ā€ pinta Tante Meta ketika aku dengan ragu-ragu mengangkangkan pahanya hendak melakukan penetrasi ke liang pun segera menelentangkan tubuhku di atas kasurnya yang empuk dan lembut dengan perasaan malu. Ternyata Tante Meta suka WOT. Tante Meta mulai menaiki tubuhku dan menduduki kontolku. Ia kemudian bergerak maju mundur sehingga kontolku yang panjangnya sampai ke udel itu bergesekan dengan memeknya yang memek gundulnya Tante Meta mengkilat karena cairan birahi yang membasahi. Perlahan Tante Meta mulai mengarahkan kontolku yang panjang dan besar ke dalam liang memeknya. Ditekan tubuhnya turun secara perlahan. Tampak ia sedikit meringis. Namun, dengan perlahan-lahan ia menggoyang-goyang pinggulnya sambil menurunkan pantatnya supaya kontolku bisa terbenam lebih dalam di liang nikmat sekali. Otot lubang memeknya begitu kuat mencengkram mulut Tante Meta tak berhenti mendesah, ia terus menggoyang-goyang pinggulnya dan menekannya supaya kontolku terbenam lebih dalam secara perlahan. Sampai akhirnya, kontolku amblas di dalam lubang memeknya yang lembab dan hangat.ā€œoooouuuuhhhhh sssshhhhh, ooooouuuuhhhh sssshhhhh.ā€ desah Tante Meta sambil menggoyang-goyang pinggulnya ia mulai menaik turunkan pinggulnya mengocok kontolku yang terbenam di lubang memeknya. Deni mulai mendekat dan mengarahkan kontolnya ke mulut Meta mulai mengulum kontol anaknya sambil tubuhnya naik turun mengocok kontolku di lubang memeknya. Sesekali ia kembali menggoyang memutar pinggulnya membuatku merasakan nikmatnya cengkraman otot memeknya.ā€œoooouuuuhhhh ssssshhhh, oooooouuuuuhhhh sssssshhhhh.ā€ desahnya di sela-sela kesibukannya mengulum kontol akhirnya Tante Meta berhenti mengulum kontol anaknya dan hanya mengocok-ngocok kontol anaknya dengan tangan kirinya. Tante Meta terus menduduki kontolku, bergoyang-goyang memutar, dan menaik turunkan tubuhnya mengocok kontolku yang terbenam di lubang segera bangkit menuju belakang punggung ibunya. Sehingga Tante Meta menghentikan sejenak aksinya mengocok kontolku. Perlahan-lahan Deni mulai menusukan kontolnya yang sudah dibasahi oleh ludahnya ke liang dubur Meta meringis merasakan duburnya ditusuk kontol anaknya sambil mendekap erat tubuhku yang ditindih tubuh montoknya. Perlahan-lahan Deni menekan kontolnya supaya bisa masuk lebih dalam di liang dubur ibunya.ā€œooooouuuuuu sssssss, oooooouuuuhhhhh ssssssshhhhh, aaaaaaaauuuuuuu.ā€ erangnya sambil meringis ketika perlahan kontol anaknya masuk dan terbenam di lubang Deni mulai memaju mundurkan tubuhnya mengocokan kontolnya yang berada di lubang dubur ibunya. Tante Meta yang berhenti mengocok kontolku yang terbenam di dalam lubang memeknya hanya diam sambil mendesah dan mengerang-erang. Terasa oleh kontolku yang terbenam di memeknya dan kontol Deni yang terbenam di lubang duburnya membuat kontolku merasakan sensasi sesak yang nikmat. Perlahan aku mulai menaik turunkan pinggulku mengikuti gerakan maju mundur Deni.ā€œaaaaaooooouuuuu ssssshhhhh, aaaaaaaahhhhhh ssssssshhhh, oooooouuuuhhhh ssssshhhh, eeeehhhmmmm.ā€ desah Tante Meta menikmati tusukan di lubang memek dan terus menaik turunkan kontolku yang terbenam di lubang memeknya, aku arahkan tanganku untuk meremas-remas susu besarTante Meta. Terasa begitu kenyal dengan puting besar yang sudah sangat mengeras. Aku mainkan jari-jemariku memilin-milin puting susunya. Sehingga tubuh Tante Meta kembali ambruk menindih tubuhku sambil mencium dan menjilati terasa hangat menyentuh kulit wajahku. Dengan desah yang semakin seksi dan sarat akan suasana birahi.ā€œoooooouuuuuuhhhhh sssshhhhhhh, aaaaaaaaahhhhh ssssshhhhhhh, mamah keluaaaarr!ā€ lenguh Tante Meta sambil badannya memeknya berkedut-kedut dan mencengkram erat kontolku. Sehingga aku hentikan gerakan menaik turunkan kontolku demi merasakan kedutan dan cengkraman yang terasa nikmat pada pun berhenti memaju mundurkan kontolnya ke dalam lubang dubur ibunya memberikan memberikan kesempatan pada Tante Meta menikmati gelombang orgasme Tante Meta mereda, Deni mulai kembali mengocokan kontolnya di dalam lubang dubur ibunya. Aku pun mulai mengikuti gerakan Deni dengan menaik turunkan kontolku di dalam lubang memek Tante dari 15 menit, hingga akhirnya Deni mempercepat gerakannya memompa ke dalam lubang dubur ibunya. Deni mulai memburu orgasmenya.ā€œoooooouuuuhhhhh sssssshhhhh.ā€ erang Deni dengan tubuh licin berkeringat.ā€œaaaaaaaahhhhh sssssshhhhh, oooooouuuhhhhh sssssshhhh.ā€ desah Tante Menta mendapat kocokan cepat di lubang akhirnya Deni mencabut kontolnya dari lubang dubur ibunya. Menyemburlah sperma Deni di atas punggung ibunya. Aku melanjutkan menaik turunkan kontolku ke dalam lubang memek Tante Meta kini lebih leluasa mulai mengimbangi gerakanku dengan menggoyang-goyang memutar. Matanya terlihat terpejam sambil mulut sedikit menganga mengeluarkan desah-desah yang membakar gerakan pinggul Tante Meta mulai mengendur sehingga aku minta ia untuk berbari telentang. Tanpa banyak bicara, Tante Meta mulai melepas kontolku dari dalam lubang memeknya kemudian telentang di atas kasur. Aku tarik tubuhnya ke tepian kasur. kemudian aku angkat kedua kakinya ke atas. Tangan Tante Meta kemudian menggenggam kontolku yang licin penuh cairan memeknya untuk diarahkan ke dalam lubang memeknya. Sambil memegang kaki Tante Meta, aku mulai tekan kontolku memasuki lubang memeknya yang tembem semakin memerah. Tak hanya memeknya yang semakin memerah, susu, dada atas, leher, dan wajahnya pun semakin mulai memaju mundurkan kontolku ke dalam lubang memeknya dengan cepat. Tubuh Tante Meta ikut terhentak-hentak akibat gerakan maju mundurku yang cepat mengocok kontol ke dalam lubang memeknya. Sehingga mulut Tante Meta terus menganga mengeluarkan desahan dan erangan kenikmatan.ā€œssssssshhhhh aaaaaaahhhh, ooooooouuuhhhh eeeeehmmmmm, ooouuuuuuhhhh sssshhhh aaaaaahhhh.ā€ desahnya dengan mulut menganga dan mata terus bawah 5 menit aku kocok dengan cepat memeknya, kembali Tante Meta mendapat orgasmenya. Tangannya mencengkram kuat tanganku yang sedang memegangi kakinya.ā€œooooouuuuuuhhhh sssssshhhhhh, oooouuuuuuuuhhhhh ssssssshhhhh, oooooouuuuuhhhhhh.ā€ lenguh Tante Meta sambil tubuhnya dan cengkraman memeknya kembali terasa. Aku hentikan gerakanku menikmati kembali sensasi nikmat pada kontolku akibat orgasme Tante Tante Meta masih terengah-engah. Sesudah Tante Meta sudah menguasai dirinya kembali, aku balikan tubuhnya yang telentang untuk tengkurap. Aku tarik kembali tubuhnya ke tepian kasur. Dengan posisi berdiri, aku mulai menusukan kontolku dengan perlahan ke lubang duburnya. Agak sulit karena posisinya terlalu rendah. Sehingga dengan kaki di bawah kasur, Tante Meta menaikan sedikit pinggulnya ke atas sehingga antara kontolku dan lubang duburnya aku tusuk kembali lubang duburnya setelah aku beri ludah dengan kontolku yang sudah basah oleh lendir memeknya. Walaupun Deni sudah mengentot dubur ibunya, aku masih merasa kesulitan memasukkan kontolku ke dalam lubang duburnya yang agak kuat aku dorong kontolku perlahan-lahan. Tante Meta mengerang sambil tangannya mencengkram kuat sprei tempat tidurnya.ā€œaaaaaaaauuuuuhhhhhh ssssssshhhhh, oooooooouuuuuuwwww ssssssshhhhh.ā€erang Tante Meta sungguh seksi sekali terdengar di kontolku terbenam seluruhnya di dalam dubur Tante Meta, aku mulai memaju mundurkan kontolku mengocok duburnya secara perlahan. Tante Meta terus mengerang dan mendesah sambil tangannya tetap mencengkram kuat sprei kasurnya yang empuk dan lembut.ā€œooooouuuuuhhhh ssssshhhhh, ooooouuuuuuhhhhh sssssshhhhhh.ā€ desah Tante Meta semakin sering dan cukup yang sudah orgasme hanya duduk di sofa merah sambil melihatku ngentot ibunya. Tersungging senyum mengembang di wajahnya ketika matanya beradu pandang Tante Meta sudah terasa licin sehingga aku leluasa mempercepat gerakan memaju mundurkan kontolku. Sambil terus bergerak memaju mundurkan kontol dengan cepat, aku remas-remas pantat montoknya yang cepat aku memaju mundurkan kontolku ke dalam dubur Tante Meta, aku semakin merasakan kenikmatan pada kontolku. Sehingga kontolku mulai terasa gatel dan geli nikmat. Sampai akhirnya, aku tak kuat lagi menahan gelombang yang membuat syaraf menegang. Aku hentak-hentakan tubuhku menghantam pantat montok Tante Meta sambil menyemprotkan spermaku ke dalam lubang usai spermaku terkuras habis, tubuh Tante Meta mengejang-ngejang. Pantatnya ia tekan-tekankan sambil kepalanya mendongak ke atas. Sehingga kontolku kembali terbenam lebih dalam di dalam duburnya. Meluncurlah lenguhan panjang dari mulutnya.ā€œooooouuuuuuhhhh ssssssshhhhhh, aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh!ā€ lenguh Tante Meta mendapatkan orgasmenya nafas ngos-ngosan, aku tahan tubuhku supaya tidak ambruk menindih tubuh Tante Meta. Setelah usai gelombang orgasmeku dan orgasme Tante Meta, perlahan aku cabut kontolku dari liang membasahi sekujur tubuhku. Aku duduk di tepi kasur. Melihat permainan telah usai Deni bangkit dari tempat duduknya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur Meta duduk di sampingku sambil bertanya mengenai sekolahku, di mana aku tinggal, sampai bertanya tentang menunggu Deni ke luar dari kamar mandi, aku ngobrol dengan Tante Meta. Sambil mengakrabkan makan malam di rumah Deni, Tante Meta memberiku hp tanpa sepengetahuan Deni. Dengan malu-malu aku terima hp tersebut.ā€œnih, buat Reno. Ini kartu nama tante. Nanti kalau udah di pasang kartu, kamu segera hubungi tante, ya!ā€ kata Tante Meta sambil menyodorkan hp dan kartu namanya.ā€œiya, tante. Terima kasih banyak.ā€ jawabku dengan malu-maluSekitar pukul setengah 9 malam, Deni mengantarkanku pulang dengan sepeda motornya. Aku pun pamit ke Tante Meta dan bergegas meninggalkan rumah Deni yang besar dan - Seorang ibu di Sukabumi nekat berhubungan intim dengan dua anak kandungnya sendiri. Adegan terlarang antara SR 39 dan anak kandung itu dilakukan bukan hanya sekali, namun sudah beberapa kali. Wanita asal Sukabumi itu berhubungan intim dengan kedua puteranya ketika sang suami sedang tidak ada di rumah. SR berhubungan intim dengan dua puteranya yakni RG 16 dan R 14 di rumahnya yang berlokasi di Kampung Bojongloa, Desa Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Suami SR diketahui kerja serabutan, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Tanpa malu, SR menceritakan bagaimana ia dan putra-putranya berhubungan badan. • Terungkap Alasan Ibu Berhubungan Intim dengan 2 Anak Kandungnya Suami Udah Gak Sanggup Lagi! Perilaku menyimpang keluarga ini dilakukan karena kerap menontom video mesum. Hal ini membuat anak-anak remaja itu justru melakukan hubungan intim dengan ibu kandung. "Sering menonton video porno dari telepon genggamnya. Keduanya berhalunisasi lalu melampiaskan dengan ibu kandung," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi seperti yang dimuat Sang ibu ternyata tak melarang . . . . . Halaman selanjutnya ======>>>>>>

cerita dewasa ibu kandung