cerita motivasi mencari ilmu
Home/ Cerita Inspirasi dan Motivasi / Mencari Jejak Keajaiban dari Mimpi. Yaitu institut teknologi bandung, dengan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu di kampus tersebut. Ia mulai membuat jejak-jejak mimpinya. nilai-nilai ujiannya selalu sempurna dan ia selalu mendapatkan IP 4, Lalu Ia dengan tegas menjawab "Tidak!".
Hadiahmampu jadi motivasi mencari ilmu yg kuat, di mana peserta didik tertarik kepada bagian tertentu yg dapat diberikan hadiah. Tak begitu seandainya hadiah diberikan utk satu buah tugas yg tak menarik menurut peserta didik. 3. Kontes Persaingan, baik yg individu atau grup, akan jadi fasilitas buat meningkatkan motivasi menuntut ilmu.
Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk" "Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil (bodoh) karena ia tidak tahu akan landasan ilmu." "Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu."
DalilAl-Qur'an dan Hadit, Mamfaat, Adab dan Doanya Tentang Menuntut Ilmu - Salah satu dari sekian banyak tanda datangnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dari dunia.Maksudnya adalah bahwa suatu saat nanti ketika hari kiamat makin dekatakan datang suatu zaman yang kelompok masyarakatnyatidak peduli lagi pentingnya ilmu, terlebih ilmu agama, mereka seakan hidup bebas tanpa menghiraukan
Asurat motivasi beasiswa membantu menentukan apakah aplikasi Anda akan diterima atau Ditolak. Ini adalah sebuah Kesempatan untuk siswa untuk menunjukkan pengetahuan mereka sebelum wawancara langsung bahkan tanpa melalui Curriculum Vitae mereka.. Sebuah motivasi surat itu seperti surat lamaran, mereka tidak diperlukan untuk setiap aplikasi.Tapi bila perlu mereka kritis.
mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Cerita Islam – Jika kita sering membaca sejarah Islam, kita pasti tidak asing dengan Ibnu Abbas. Ia adalah keponakan Rasulullah yang dikenal menjadi guru agama. Namun, sebelum menjadi guru agama yang sukses, beliau memiliki kisah yang bisa membuat hati bergetar dalam semangatnya mencari ilmu. Ia mau belajar dari siapa saja tentang ilmu agama Islam agar bisa memahami Islam dengan menyeluruh serta bisa mengajarkannya kepada orang lain. Tentu saja ini bisa menjadi motivasi Islam yang sangat bagus. Mengajak Sahabat Anshor untuk Menuntut Ilmu Awalnya, Ibnu Abbas menemui sahabat Anshar untuk menemui sahabat Rasulullah yang masih hidup untuk belajar segala hal tentang agama. Motivasi belajar Islam ini sangat besar karena Rasulullah sudah lama meninggal dan takut Islam tidak bisa berkembang jika tidak ada yang mau belajar agama. Namun, niat mulia dari Ibnu Abbas ini ternyata tidak disambut dengan baik dan berpikir bahwa orang-orang tidak akan berguru pada mereka karena masih ada sahabat-sahabat Rasulullah yang masih hidup dan orang lain pasti lebih memilih menemui mereka langsung. Motivasi Islam yang dimiliki Ibnu Abbas tidak begitu saja pudar dan tetap belajar Islam kepada sahabat-sahabat Rasulullah. Kerendahan Hati dalam Menuntut Ilmu Sobat Cahayaislam, banyak orang yang sering merasa sudah pintar meskipun ilmunya baru sedikit. Berbeda dengan Ibnu Abbas ini, meskipun sebagai keponakan Rasulullah, ia sama sekali tidak merasa sombong dan selalu rendah hati dalam menuntut ilmu. Hal ini sangat bagus untuk menjadi motivasi Islam dalam menuntut ilmu agama. Sebagai contoh, pernah suatu ketika Ibnu Abbas datang ke seorang sahabat Rasulullah dan kebetulan sahabat tersebut masih tidur. Ibnu Abbas tak mau mengganggunya dan lebih memilih menunggu hingga sahabat tersebut bangun. Ia juga rela mendatangi rumah sahabat tersebut karena ia yang butuh berguru kepadanya. Motivasi belajar agama Islam juga ditunjukkan oleh Ibnu Abbas bersama Zaid bin Tsabit. Ia belajar banyak hal dari Zaid, juru tulis wahyu Rasulullah. Suatu hari, Zaid menunggangi keledai dan Ibnu Abbas memegangi serta menuntun keledainya. Zaid pun menyuruh Ibnu Abbas untuk jangan menuntunnya karena merasa tidak enak kepada keponakan Rasulullah tersebut. Di sini Ibnu Abbas sekali lagi menunjukkan kerendahan hatinya kepada siapapun terutama yang mengajari kita agama. Hal ini dilakukan karena motivasi Islam dari Ibnu Abbas sangat luar biasa untuk menuntut ilmu. Dari Pencari Ilmu Menjadi Pengajar Ilmu Setelah sekian lama menimba ilmu agama, Ibnu Abbas akhirnya menjadikan rumahnya sebagai tempat belajar agama Islam. Di rumahnya, Ibnu Abbas mengajar murid-muridnya sendiri, tanpa dibantu oleh orang lain. Ini menunjukkan betapa besar motivasi Islam yang telah melekat pada diri Ibnu Abbas. Beliau menjadi guru yang mana banyak orang ingin belajar agama kepadanya. Setiap pertanyaan yang terlontar dari orang lain selalu dijawab dengan memuaskan seolah ingin membuktikan kepada sahabat Anshor bahwa belajar agama itu tidak sia-sia. Hikmah yang Harus Kita Petik? Dari kisah Ibnu Abbas di atas, kita bisa mengambil banyak hikmah, terutama dalam menuntut ilmu. Sobat Cahayaislam, seberapa besar gairah kalian dalam menuntut ilmu? Di zaman yang sudah serba mudah ini, harusnya kita lebih mudah untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama Islam. Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi motivasi Islam bagi kita semua agar terus belajar dan belajar. Dalam sebuah hadits juga dikatakan طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِم ٍ” Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim” [ Ibnu Majah ]
Kita sebagai umat Islam pasti sudah mengetahui akan ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun, yaitu surat al-Alaq ayat 1-5. Dalam ayat tersebut, terdapat banyak petunjuk dan maksud yang tidak terbatas. Diawali dengan kata Iqra bacalah ini merupakan fi’il amr kata perintah. Maksudnya perintah yang pasti dan tegas untuk membaca, juga motivasi untuk belajar dan mengajar membaca. Perintah kepada nabi Muhammad agar meminta tambahan ilmu Dalam ayat al-Qur’an yang lain terdapat perintah guna penegasan masalah dan motivasi agar senantiasa meminta tambahan ilmu. Sebagaimana Allah berfirman فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. Thaha 20 114 Ibnu Qayyim di dalam kitabnya Miftah Dar as-Sa’dah ia berkata ” ayat ini cukup menjadi bukti kemuliaan ilmu. Yaitu, Allah memerintahkan nabi-Nya agar meminta tambahan ilmu pengetahuan.” Imam Zamakhsyari’ di dalam kitabnya al-Kasysyaf, ia berkata ayat ini mengandung ketawadhu’an dan rasa syukur kepada Allah, ketika seseorang mengetahui urutan belaajar. Seakan-akan mengatakan, “Wahai Rabbku, engkau telah mengajariku kelembutan dan adab baik yang tidak ada padaku di dalam mencari ilmu. Oleh karena itu, tambahkanlah ilmuku, karena sesungguhnya engkau mempunyai ilmu dan hikmah dalam segala sesuatu”. Seorang penuntut ilmu itu tidak boleh merasa cukup, karena ilmu itu luas sehingga Allah memerintahkan untuk selalu meminta tambahan ilmu. Kisah Nabi Musa meminta tambahan ilmu Seorang penuntut ilmu jika semakin bertambah ilmunya maka bertambah juga wawasannya tentang keutamaan dan kedudukan ilmu. Namun juga, ketawadu’annya juga meningkat, karena ilmu bagaikan padi, semakin berisi semakin merunduk. Maknanya, penuntut ilmu tidak layak sombong dan angkuh karena ilmunya. Sebagaimana kisah nabi Musa as. yang diabadikan di dalam Al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 60-82 dan diceritakan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada para sahabatnya, sebagaimana di dalam hadis Bukhari no. 73 nabi Saw. bersabda ” Ketika Musa as. sedang berada di kerumunan Bani Israil, tiba-tiba seseorang mendatanginya, lalu bertanya “Adakah orang yang lebih berilmu darimu?”, nabi Musa menjawab “tidak”. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepadanya, ” tentu saja ada, yaitu hamba-Ku yang bernama Khidhr”. Kemudian nabi Musa meminta agar bertemu dengannya”. Dalam perjalanan jauh menuju ke arah Barat, nabi Musa bertemu dengan orang yang mendapat karunia ilmu yang melimpah. Lalu, nabi Musa bertanya kepada orang itu yang tidak lain adalah nabi Khidhr untuk menjadi muridnya. Nabi Khidhr menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku dan bagaimana engkau akan bersabar atas sesuatu, sedangkan engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu? Kisah nabi Khidhr dan nabi Musa dimulai. Akan tetapi, nabi Khidhr meminta agar nabi Musa tidak menanyakan sesuatu apa pun sampai ia sendiri menjelaskannya. Keduanya pun melakukan perjalanan dengan menaiki sebuah perahu. Namun, di tengah perjalanan nabi Khidhr melubangi perahu itu. melihat hal itu, nabi Musa bertanya alasan ia melubangi perahu. Karena hal itu, bisa membuat penumpang di atasnya tenggelam. Nabi Khidhr mengingatkannya bahwa nabi Musa tidak akan tahan bersamanya. Lalu cerita selanjutnya, aat ia bertemu dengan seorang anak muda dan membunuhnya. Nabi Musa pun heran dan bertanya-tanya kenapa nabi Khidhr melakukan itu? Lalu nabi Khidhr pun mengingatkannya lagi bahwa nabi Musa tidak akan mampu bersabar akhirnya nabi Musa diam dan melanjutkan perjalanan dengan nabi Khidhr. Sesampainya di sebuah kota, mereka berdua meminta untuk dijamu oleh penduduk. Tetapi, para penduduk tdak mau menjamu mereka. Nabi Khidhr melihat dinding rumah yang hampir roboh dan ia membenarkannya. Melihat hal itu, nabi Musa pun mengatakan bahwa nabi Khidhr bisa saja meminta imbalan sebagai gantinya. Mendengar hal itu, nabi Khidhr memutuskan untuk berpisah dengan nabi Musa. Nabi Khidhr pun menjelaskan berbagai pelajaran yang terjadi selama perjalanan dengan nabi Musa. Ia mengatakan bahwa perahu yang ia lubangi merupakan milik orang miskin. Sedangkan di depannya terdapat raja yang merampas setiap perahu, maka ia melakukan hal itu untuk menyelamatkan perahu tersebut. Kemudian, anak muda yang dibunuh itu seorang kafir. Sementara orantuanya mukmin, sehingga ia khawatir anak itu membawa orang tuanya dalam kekafiran. Terakhir, ia menjelaskan perihal dinding rumah yang beliau perbaiki. Menurutnya, rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua. Pelajaran Kisah Musa as. Menuntut Imu Di dalam kitab al-Mufhim Abu Abbas al-Qurthubi menyampaikan bahwa dalam kisah Musa terdapat beberapa pelajaran; yaitu perjalanan seorang ulama untuk mencari tambahan ilmu, serta dianjurkannya memanfaatkan pertemuan dengan orang-orang baik dan para ulama meskipun jaraknya jauh. Dengan sebab itu, mereka memperoleh bagian yang banyak dan mencapai usaha yang sukses. Ilmu mereka semakin mendalam dan mereka pun pantas dikenang dan mendapat pahala. Dalam kitab Fathul Bari Ibnu Hajar al-Atsqalani meyampaikan bahwa “kedudukan nabi Musa yang tinggi dan terhormat tidak menghalanginya untuk mencari ilmu dan mengarungi lautan demi ilmu, bahkan meminta tambahan ilmu”. Al-Mawardi di dalam kitabnya Umdah al-Qari menyebutkan dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Jika seseorang merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya, maka nabi Musa juga akan merasa cukup dengan ilmunya. Padahal dalam surat al-Kahfi ayat 66 dia berkata, “bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajariku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” Kesimpulan Sebagai seorang penuntut ilmu itu tidak boleh merasa cukup, karena ilmu itu luas sehingga Allah memerintahkan untuk selalu meminta tambahan ilmu. Sehingga dengan itu, kita akan selalu haus akan ilmu dan terdorong untuk belajar dan membaca. Semoga bermanfaat 😊
cerita motivasi mencari ilmu