cerita ngentot dengan kontol besar

Kontolku Milik Tetangga. Kami baru 1 tahun menikah, tinggal di satu komplek real estate yang di pinggir Jakarta, Kompleksnya tidak terlalu besar, Rumah ku juga tidak terlalu besar yah ukuran 140 dan bangunan 100, karena sudah dikembangkan. Kami memang belum menginginkan anak karena diusia kami yang baru 24 dan istri 22 masih ingin menikmati IstriYang Rela Selingkuh Karea Nafsuan. 10K 100%. HD. Threesome Bareng Tante Nina Sampai Crot. 22K 99%. HD. Abg Girang Ngentot Memek Kontol Hitam. 13K 98%. Susuperas- Gw mau berbagi cerita sedikit tentang pengalaman sex gw sama tetangga (Real Story).bisa dibilang perselingkuhan nih,tp don't worry asal sama-sama diam ga akan terjadi apa-apa hehe.. Nama gw Boni,umur gw baru 22thn dan gw mahasiswa PTS di jakarta. gw punya tetangga namanya ibu Anis , ibu 3 anak dan seorang suami,kira-kira umurnya 38-an lah tapi body masih kenceng karna doi ikut Diamengocok kontolnya yang lumayan besar dan panjang dan mengatakan "Iyah tau dong, Dari tingkah mbak kelihatan banget butuh kepuasan", katanya tertawa "Hehe kamu pintar juga sayang, Yasudah kamu sekarang puasin mbak yah. Mbak belakangan ini cuman bisa pake dildo",kataku merenget Nonton/ streaming bokep Kontol Gede Ngentot Memek. Kalau anda suka video bokep Kontol Gede Ngentot Memek mungkin tertarik untuk menelusuri bokep sejenis lainnya yang berada dalam kegori Bokep Indo.Atau lihat video bokep skandal terbaru yang lagi rame di indonesia di Bokep Viral nonton berbagai Video bokep indo lainya. Viraldong adalah situs streaming online video bokep indo terbaru, jepang mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Jenis Cerita Kisahnya Narasumber AN Kejadian November 2001 – 2006 Jam Kejadian 1200 Siang Lokasi Sentul, Bogor Saya adalah seorang yang iseng suka pamerkan kontol saya kelubang agak besar kepada tiap wanita. ceritanya begini Ada lubang antara lapangan sepak bola luas nan sepi bertanah merah sebelah kanan dan jalanan sepi bersemak tapi sudah disemen sebelah kiri. kedia area itu dibatasi tembok tebal juga juga tinggi. kadang dijam tertentu anak sekolah suka lewat jalan itu, mereka tahu dibalik tembok adalah lapangan sepakbola. Saya lagi BAK Buang air kecil waktu itu motor dan mesin saya matikan. setelah selesai, dekat tadi saya BAK kok ada lubang ternyata pas banget untuk masukin kontol. bagusnya ada lubang juga untuk mata saya memantau area lain dari lapangan ini, lubang kecil juga ada untuk mulut saya teriak memanggil. Saya sumpah tidak mengira lubang itu akan bawa penyakit bagi para wanita yang lewat. awalnya saya jadi menunjukan kontol setelah saya BAK tadi. saat itu saya mendengar suara berisik biasa anak Sekolah kalau pulang bersama teman temannya. Saya intipi dari lubang itu ternyata mereka berhenti tidak jauh dari lubang itu. ada 3 orang siswi Smp lagi ngobrol dan mata saya mengintip, tetapi salah satu siswi itu melihat mata saya. yang paling bikin kesel bilang ketemen lainnya “Apaan tuh” kata salah satu nya Akhirnya ketiganya mendekati lubang itu dan saya buru2 bersembunyi. Sepertinya mereka sempat intip kearah lapangan yang ternyata kosong. Hari berlalu saya lupakan kejadian itu tapi saya pria yang sempat menikah lalu cerai tentu saya lelaki yang jujur butuh sex. sempat terbesit lubang itu dimanfaatkan untuk aktifitas sex….lalu akhirnya terwujud. Jam 12 siang berapa hari kemudia saya kembali kelapangan itu…lagi2 sepi. saya intip lubang juga sama tak ada siapapun. Saya intip2 lagi dari lubang itu akhirnya tak ada siapapun. setelah 5 menit saya melihat ada wanita jilbab warna hitam dan anak perempuan nya lewat hampir mendekati lubang ini. Pas dekat saya panggil “Bu” dari jauh Ibu2 jilbab yang bodinya masih enak tapi tua biar begitu enak. Ibu itu menjawab “Siapa itu?” Saya jawab “Sebentar bu saya mau minta tolong” “Tolong….tolong apa?” katanya “Ibu kesini deh, deket lubang” dan akhirnya perlahan mendekati Si ibu itu berdiri dekat lubang bersama anaknya saya melihat jelas dari lubang kecil untuk mata tanpa kehadiran saya diketahui “Saya mau ibu melihat ke lubang ini, coba deh lihat” kata saya pancing Yang ternyata ibu itu gampang dikibulin dan terpancing. “Memang ada apa?” katanya “Coba ibu lihat dek” kata aku Ibu itu kemudian menunduk dan kepalanya melihat lurus lubang itu bahkan kepalanya sempat masuk dikit tapi dia tidak melihat apapun. “Ga Ada apa2!!” katanya “Pak, pak, pak lah kemana” katanya penasaran mencari sosok saya Saya yang bersembunyi samping dekat pohon besar dekat lubang itu menjawab “Saya disini” kata saya “Saya mohon bantuan ibu” “Bantuan apa sih?” kata ibu itu yang masih berada dekat lubang itu “Ibu tolong meremkan mata dekat lubang itu dan jangan buka mata nanti saya kasih hadiah” “Merem apaan nih?” kata ibu itu lagi “Ya ibu merem saja tutup mata diam disana” “Lah kok saya di suruh merem, memang ada apa? kata ibu itu Saya jawab” Ga ada apa2 kok….saya mau kasih hadiah buat ibu dan anak ibu kalau ibu mau merem sebentar” “Hadia apa sih?” kata ibu itu yang terus mendebat ucapan saya terus. Ibu itu awalnya tidak mau, malah sempat mau pergi. tapi saya bujuk rayu dengan susah payah akhirnya mau, walau cuma sebentar. Kini wajah ibu itu sudah 2 meter dari lubang itu benar benar merem. saya mendekati wajah ibu itu yang sudah saya kibuli. saya sedari tadi buka resleting celana hingga kontol saya keluar dan terus kocok kontol saya hingga cairan sperma di kontol hampir di keluar. ibu itu diam disana hampir 1 menit lebih. “Ibu tutup mata ya, jangan dibuka” kata saya bersuara pelan menghapiri wajah ibu itu. Saya kocok pelan sekali tanpa ketahuan dan langsung saja aku semprot sperma ke wajab ibu tadi yang sedang meram “Crot….crot….croot” Saya tak bersuara desah meski menahan nikmat yang luar biasa. Setelah keluar saya buru kabur meski resleting celana belum tertutup. tak butuh waktu lama si ibu itu sadar mukanya penuh peju. ketika saya agak jauh, saya mendengar suara ibu itu teriak marah “Anj**g….kurang ajar!!!! bisa2nya” teriaknya Saya nyalakan motor diparkir rahasia lalu hilang ditelan bumi. Saya akhirnya hilangkan jejak selama 2 minggu lebih tidak ketempat itu lagi. Sewaktu kembali untungnya tidak dicurigai. Berikutnya saya malah menjadi-jadi. saya sekarang punya cara tersendiri manfaatkan lubang ini. Saya bahkan sudah bisa mengetahui siapa orang bakal lewat jalan itu, karena saya sudah mengintip dari ujung masuk gang melalui celah2 tembok yang bolong. bila ada wanita lewat saya siap tunjukan kontol, bila yang lewat laki2 saya tidak jadi. Kegagalan demi kegagalan saya alami sewaktu tunjukan kontol. contohnya ada wanita pekerja berseragam lewat jalan sana, sewaktu lihat kontol saya dia teriak. begitu pula anak ABG dan paling sial ada laki2 yang tak sengaja lihat kontol saya lalu marah. Akan tetapi yang paling berhasil dan enak juga nikmat salah satunya keluarin peju dimuka anak SD pulang sekolah. waktu itu ada 2 anak kecil cewek SD sekitar jam 1 lewat sepertinya mereka berdua pulang sekolah. Saya terus nekat langsung aja panggil tuh anak sd. mereka pun akhir nya mau ke dekat lubang setelah saya pancing uang Dengan bujuk rayu saya minta agar salah satu anak sd itu mau memasukan kepalanya kelubang ini. Anak sd yang paling besar dibanding satu nya setuju dan akhirnya kepalanya masuk kelubang itu, lucunya badan dia bisa merobos sedikit lubang itu. Dia lalu melihat kehadiran saya yang berdiri melihat dia. Lagi2 bujuk rayu saya berhasil membuat anak sd itu berhenti sejenak disana. tanpa buang waktu saya kocok saja kontol saya depan anak sd itu. Cewek sd itu melihat saya jelas kontol bahkan ketika saya lepas celana dan Sempak Celana Dalam, Kolor saya “Kamu diam dek” kata saya menghampirinya “Ahhhh…..ahhhhh…..ahhhhh……ahhhhh…..” saya mendesah kocok kontol depan cewek sd itu yang kini setengah badan menembus tembok. Saya pegang rambutnya dengan tangan kiri tangan kanan mengocok kontol “Dek saya kasih uang temen kamu juga asal kamu disini dulu” kata aku Sewaktu cewek sd itu menunduk rambut panjangnya menyentuh tanah lapangan sepak bola ini yang berwarna merah. Saya memengangi kepala cewek sd itu dan kontol saya mengasak2 wajah cewek sd itu “Geli om” katanya Saya menyuruh temannya satu lagi melakukan hal sama seperti temannya ini, akhirnya mau karena badan nya lebih kecil kedua tangan nya bahkan memasuki tembok menahan saat menyentuh tanah lapangan. “Kamu diam….Ahhh…..ahhhh…..ahhhh….enak” Saya bersumpah saat itu nikmat sekali, sudah gitu bebas pegang2 karena 2 anak sd sepertinya tidak ngeti yang beginian. Tangan saya sempat memegang pantat anak sd itu Toket Payudara meski masih dibalut seragam sd. Sewaktu mau keluar saya suruh buka mulut mengangah lebar agar peju sperma saya mengenai bagian dalam mulutnya. Bagai keran air deras menyemprot mulutnya “Ahhhhh….ahhhh…..ahhhhhhh……ahhhhh…..ohhhh…..ohhhh dikit lagi….. ohhhhhhh dikit lagi….. ahhhh……ahhhhhh…..keluar!!!!!” Setelah seluruh peju keluar dimulut anak sd itu saya langsung buru2 pergi. saya kasih uang kepada anak sd itu dan saya berlalu. 3 Minggu kemudian karena kegitan diluar dugaan saya sempat menunda kembali kesini. Yang nyatanya pahit atau manis saya terua mencari kenikmatan dilubang ini. Hingga akhirnya daerah sekitaran ini kena gusur sebuah proyek pembangunan perumahan. hingga akhirnya daerah sini menjadi komplek perumahan. kenangan atas lubang itu masih terus saya kenang. Kadang saya lewat komplek sini bila potong jalan dan saya tahu bekas area lubang itu sekarang menjadi rumah ditempati orang. bila saya melihat rumah tersebut dalam hati suka senyum sendiri, masih teringat dulu ada lubang untuk kenikmatan saya. Wassalam…..sekian cerita ini, terima kasih. Cerita Sex – Cerita Dewasa Kenikmatan Kontol Mahasiswa Perkasa – Sebut saja namaku Atika, seorang wanita yang telah berusia 40 tahun dan telah bersuami. Menurut banyak teman, aku adalah wanita yang cukup cantik dan berkulit putih bersih. Yang luar biasa adalah postur tubuhku yang masih terawat dan indah. Tinggi badanku 167 cm. Pantatku cukup bulat dan berisi dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 34 juga tampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku. Kata orang tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya tetap indah diusia yang telah berkepala 4. Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku. Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang akan kisah indah aku dan Indra pertama kali terjadi. Sebagai seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami. Tante dan Mahasiswa Perkasa – Aku berprinsip, tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan pantangan buatku. Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan. Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI Praktek Industri ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya. Pada awalnya hubungan kami biasa- biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Indra selalu bersikap baik padaku. Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Indra membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Indra sangat pandai memancing. Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Indra datang menghampiriku. ” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Indra sopan. ” Ya ada apa Ndra? ” Jawabku. ” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Indra bertanya lagi. ” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa. Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya. ” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba. ” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau. ” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi. ” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata. ” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Indra lagi. Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Indra tengah menciumku. Maka aku langsung membuka mata, wajah Indra sangat dekat dengan wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar. Untuk beberapa lama, Indra masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Indra. Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Indra hingga ia terjengkang kebelakang. ” Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku. ” Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika ” Ujarnya lirih sambil meninggalkanku. Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Indra konsultasi denganku, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu dilakukannya jiak tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Indra itu. Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Indra, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Indra. Hingga pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan- jalan. Awalnya aku menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Indra terus mendesakku. Akhirnya aku aku memintanya hari minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya. Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Indra akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Indra bersama pacarnya. Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Indra. Berempat kami jalan- jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan terutama suamiku. Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Indra dan kawannya mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Indra tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja. Indra menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri akan tetapi indra melarangku. ” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed- nya ada dua ” Ujarnya. Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati. Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Indra dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi, kawan Indra dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg- degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Indra diam terpaku. Tiba-tiba Indra menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Indra menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Indra melumat mulutku. Lidah Indra menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada indra supaya ia melepaskan pelukannya padak diriku. ” Ndra, jangan Ndra, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” kataku terbata-bata. Indra memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yangm kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku denagn erat. Akujuga masih terduduk dipangkuannya. ” Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Indra yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Indra kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Indra sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar- benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini. Indra sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Indra yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Indra. Secara refleks aku masih coba berontak. ” Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut..” Kataku sambil meronta dari pelukannya. ” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Indra Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Indra dengan napas memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH- ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Indra yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat. Kini, dipelukan Indra, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Indra memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu Indra mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Indra melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geliu dan nikmat ketika bibir dan lidah Indra menjilat dan melumat puting susuku. ” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Indra terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak. Kemudian Indra juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Indra melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Indra, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Indra. Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku. Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Indra berhasil memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. ” Ndra, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! ” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup. ” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Indra masih dengan terbata- bata dan wajah yang memelas. Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika Indra kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku, semenatar tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah. Tiba-tiba Indra beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh. Aku melihat tubuh Indra yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja. Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Indra. Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Indra memiliki penis sebesar dan sepanjang ini. Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Kini tubuh telanjang Indra mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Indra menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Indra nekat memasukkan jari tangannya kecelah memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih berusaha menolaknya. ” Ndra, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! ” Pintaku. Tetapi lagi-lagi Indra tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Indra yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku telah benar- benar tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar- benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Indra melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok- ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. ” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang aktif..! ” Kata Indra denagn manja. ” Ibu nggak bisa Ndra, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu. ” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku. Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Indra. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku. ” Besaran mana sama milik suami Ibu..? ” Goda Indra. Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Indra jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda. ” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Indra. ” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Indra dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Indra. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Indra yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Indra cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Indra yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Indra kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Indra dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu Indra beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Indra yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku. Indra kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Indra. Indra terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi. Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Indra. Dalam posisi itu tiba- tiba kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Indra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Indra nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak. ” Ndra.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku. ” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Indra juga dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Indra kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Indra memang berukuran super besar, Indra sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Indra berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu mulai menerobos masuk. Walau pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Indra itu luar biasa nikmatnya. Indra terus menerus mamaju- mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan. ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra tersengal-sengal. ” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana awal mulanya, tiba- tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Indra yang sangat- sangat besar itu. “ Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku. ” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan. Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Indra, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Indra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku. Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Indra. Semakin lama, genjotan Indra semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak- sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus memompa selangkanganku. ” Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini. Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Indra. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Indra dan kupeluk erat- erat. ” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Indra semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat itu tubuhku semakin meronta- ronta dibawah dekapan Indra yang kuat. Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. ” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ” Desah indra. ” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Indra dapat menancap sedalam- dalamnya. Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Indra juga menghentikan genjotannya. ” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku. Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan. Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Indra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Indra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Indra. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira. Indra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali. Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Indra. Maka aku balik membalas ciuman Indra, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Indra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. ” Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Indra. ” Eehh..” Hanya itu jawabku. Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Indra dibawah. ” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Indra. Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju- mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Indra. Indra yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan. ” Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , ” Kata si Indra sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku. Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Indra, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam- hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Indra. Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra. ” Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku terengah-engah. Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Indra langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Indra kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu. ” Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah indra. Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras. ” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar- gelepar dalam tindihan tubuh Indra. Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Indra mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat- erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat. ” Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Indra terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Indra memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra. Gila, sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Indra belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun. Untuk beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Indra. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku. ” Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini ” Ujar Indra denagn lirih. Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. ” Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! ” Teriak kawan Indra disertai ketoak pada pintu. Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata- kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka. ” Hayo Ndra, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Indra. ” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra cuma tersenyum. Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa rindu pada Indra. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Indra. Aku selalu terbayang keperkasaan Indra diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Maka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Indra. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Indra yang selalu melayaniku. Dan ditiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya. TAMAT lihat juga sebelumnya ada kisah seks bergambar menarik yang tak kalah serunya untuk dibaca Cerita Selingkuh Dengan Wanita Hypersex Quem já leu outros contos meus já sabe que tenho uma rotina um pouco fora do normal. Tenho dois empregos, adoro o que faço, e coloco grande parte da minha energia neles. Tenho alguns dias que a rotina é mais leve, outros mais puxados, mas o que define isso não é a carga horária, e sim o que de fato semana estava tranquila, até demais para o meu gosto e tudo que tinha para fazer naquela tarde era ir numa reunião. Eu, como sou uma pessoal racional, prática e objetiva, gosto de reuniões onde a pauta é bem definida, se abordam as questões estruturantes e se sai de lá com uma definição ou ao menos um encaminhamento. Mas infelizmente no meu trabalho nem todo mundo é assim. Lá existe uma prática que me tira do sério, que é convocar uma reunião para dizer que precisamos nos reunir para tratar de tal coisa. Ou seja, se mobiliza um monte de gente pra dizer o que deveria ser um email de convocatória. E sabem o que é o pior disso? Eu sou a única que acho isso absurdo. Pois bem, até o momento isso era a coisa mais imbecil que já tinha visto nesse sentido, mas nada é tão ruim que não possa piorar. Fui convocada para uma reunião interministerial, vários representantes de vários órgãos. Esta já era a quarta, na primeira não fomos convocados, então na segunda se repetiu tudo que havia sido dito na anterior e se pediu para que cada órgão enviasse um determinado material. O objetivo do terceiro encontro era discutir o resultado da compilação do que todos haviam enviado, mas só eu encaminhei o que havia solicitado e para piorar, nem isso eles haviam inserido no documento. Assim, nessa reunião se disse tudo que havia sido dito na primeira e na segunda e eu ditei, palavra por palavra, o texto que havia encaminhado duas semanas se isso não fosse suficiente para me deixar extremamente inquieta, impaciente e revoltada, o grande encaminhamento era nos reunirmos dois dias depois para ler aquilo que seria o texto final. Ou seja, eu que fui a única que enviei o material, além de ditá-lo numa reunião, teria que perder uma outra tarde lendo a mesma coisa de novo. Essa desorganização, falta de compromisso e de objetividade acabaram com meus nervos. Saí­ de lá exausta, com a cabeça explodindo, e com o corpo como se tivesse sido atropelada. Quando cheguei no trabalho dei de cara com um amigo e ao ver minha cara perguntou o que tinha acontecido. Eu não consegui falar nada e simplesmente o abracei. Estava exausta, sem forças e sem condições de raciocinar. Ele me puxou, passamos na minha sala, pegamos minhas coisas e fomos chamando algumas pessoas que além de serem nossos colegas de trabalho, são amigos e parceiros de farra e fomos para um bar. Fui no caminho resmungando sobre o que tinha me deixado naquele ní­vel de estresse e depois deixamos assuntos relacionados ao trabalho de lado e começamos a falar as baboseiras de sempre. Ainda no caminho recebo uma mensagem no celular. Era uma dessas besteiras do whatsapp, caracterizando a reação das pessoas ao verem uma barata, relacionando com os signos. Eu, que tenho verdadeiro pavor daquele monstro asqueroso, perguntei se o que dizia do signo dele estava correto, e ele disse que sim, só sossegava quando Com isso você até ganha uns pontos comigo, mas continua no E como faço para ficar com média dez ainda hoje?- Estou indo para um bar com os amigos do Que bar?- Onde nos conhecemos. Ainda lembra?A partir disso ele não me respondeu mais, coisa que me irrita profundamente e ele sabe!. Mas chegamos no bar e começamos a beber e conversar. Larguei o celular de lado e me aproveitei o momento. Quando menos espero escuto uma moto barulhenta pode ser uma moto linda, que todos babam e isso e aquilo, mas odeio coisas barulhentas! estacionando próximo a nós. Um dos meus amigos me olha e começou a rir, pois reconheceu a figura. Virei para trás e o vi com uma cara safada, todo descabelado, vindo em nossa uma mistura de raiva com felicidade, estava muito puta com umas mancadas que ele havia dado comigo nada sério, pra falar a verdade, mas meu ego adorou saber que ele havia cruzado a cidade atrás de mim. Chegou já me dando um beijo e se juntou a nós. Como ele é uma pessoa muito eloquente, se entrosou com a galera e nos divertimos horrores. Saí­mos todos de lá quando o bar fechou. Com a cara mais descarada do mundo me deu o capacete, sem nem me perguntar nada. Também nada disse. Quando vi, estávamos na entrada do meu prédio. Ao fechar a porta do apartamento nos beijamos e as peças de roupa começaram a cobrir o chão. O alertei que a sala estava sem cortina, pois a havia deixado na Você liga?- Eu não!- Então se algum vizinho seu for sortudo, vai assistir a uma bela cena!Me ajoelhei no meio da sala e comecei a chupa-lo. Tinha esquecido como aquela rola era grossa! Ao segura-la, não conseguia fechar a mão, confesso que é até difí­cil de engolir. Mas chupei e com gosto! Já fazia um certo tempo que não transava, então estava louca de tesão. Ele me levantou e nos agarramos pela sala toda, ficando cada vez mais ansiosa para sentir aquilo tudo dentro de mim. Me empinei no sofá e me deliciei ao sentir cada centí­metro entrando. Tinha esquecido como era me sentir preenchida quando aquele pau todo entrava quase me rasgando. Mesmo com a buceta completamente molhada, aquela grossura não era nada que estivesse acostumada. Gemia e rebolava, louca de prazer! Ele ia socando cada vez mais forte e mais fundo e eu pedia mais. Ele me deu um tapa na bunda, um pouco leve, acho que estava me testando, mas foi só eu pedir mais forte que ele veio com tudo. Sentia sua mão grande bater com firmeza na minha bunda, na mesma medida em que puxava meu quadril contra o seu, me fazendo gozar loucamente. Ainda assim ele não parou, continuou metendo, mas dessa vez passou a enfiar um dedo no meu cu. Se eu já estava louca de tanto tesão, ao sentir meu cu cedendo para ele, foi demais. Gozei tão intensamente que tinha leves espasmos pelo corpo. Mas ainda assim, ele não tinha acabado, agora era a vez do meu cu dar conta daquela rola já fazia muito tempo que não fazia sexo anal, ele estava apertadinho, o que deixou as coisas ainda mais difí­ceis. Ele lubrificou os dedos e foi abrindo-o devagar, depois foi empurrando a cabeça lentamente e senti ele cedendo uns poucos. Era um misto de dor e prazer, que me fazia gemer cada vez mais alto e cravar as unhas no lençol. Quando finalmente meu cu engoliu aquilo tudo ele começou a meter, devagar no iní­cio, deixando-o acostumar, mas ficando cada vez mais forte e rápido. Senti sua pica ficar ainda mais dura, seu gozo estava para vir, e com isso gozei mais uma vez, e logo me seguiu enchendo-o de porra. Exaustos, fomos para o banho juntos. Por mais que precisássemos recuperar o fôlego, nossos corpos nus tão próximos um do outro só nos induzia a nos tocar com malí­cia. Ele começou a mexer no meu grelo, me fazendo gozar de pé. Em seguida, reclinei meu corpo todo para frente, encostando as mãos no chão e ele veio metendo por trás. Conseguia sentir seu pau todo dentro de mim, me arregaçando toda e eu estava adorando. Dessa vez nosso gozo veio rápido, e ali acabou o restinho de energia que nos restava. Fomos para cama e apagamos. Acordei na manhã seguinte com sua barba roçando em minhas costas, o que me faz arrepiar na hora. Em pouco tempo já estava montada nele, tendo a primeira transa daquela manhã. Não vou descrever pelo menos não agora tudo que rolou, mas basta dizer que tomei leitinho no café da manhã e fui trabalhar com um ótimo humor, nem lembrando mais do que tanto havia me irritando no dia anterior, e claro, ele recuperou os pontos comigo! ***Publicado por babyblue no site em 15/07/18. Protegido pela LEI Nº DE 19 DE FEVEREIRO DE 1998. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar ceritadewasa CeritaMesum ceritangeseks ceritaseks abgmesum abgbugil abgbugil abgsange Abghot bokepjilbab bokepasia bokepHD bokepviral ngentotmemek ngentotmahasiswi cewekboking ngentotenak memektembem memekjanda ngentotpembantu ngentotmertua Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Sebut saja namaku Sartika, seorang wanita yang telah berusia 40 tahun dan telah bersuami. Menurut banyak teman, aku adalah wanita yang cukup cantik dan berkulit putih bersih. Yang luar biasa adalah postur tubuhku yang masih terawat dan indah. Tinggi badanku 167 cm. Pantatku cukup bulat dan berisi dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 34 juga tampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku. Kata orang tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya tetap indah diusia yang telah berkepala 4. Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku. Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang akan kisah indah aku dan Albert pertama kali terjadi. Sebagai seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami. Aku berprinsip, tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan pantangan buatku. Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan. Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI Praktek Industri ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya. Pada awalnya hubungan kami biasa- biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Albert selalu bersikap baik padaku. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Albert membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Albert sangat pandai memancing. Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Albert datang menghampiriku. ” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Albert sopan. ” Ya ada apa Bert? ” Jawabku. ” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Albert bertanya lagi. ” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa. Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya. ” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu Sartika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba. ” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau. ” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Sartika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi. ” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata. ” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Albert lagi. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Albert tengah menciumku. Maka aku langsung membuka mata, wajah Albert sangat dekat dengan wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar. Untuk beberapa lama, Albert masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Albert. Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Albert hingga ia terjengkang kebelakang. ” Bert seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahan rasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku. ” Maaf Bu Sartika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Sartika ” Ujarnya lirih sambil meninggalkanku. Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Albert konsultasi denganku, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu dilakukannya jika tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Albert itu. Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Albert, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Albert. Hingga pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan- jalan. Awalnya aku menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Albert terus mendesakku. Akhirnya aku aku memintanya hari minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Albert akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Albert bersama pacarnya. Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Albert. Berempat kami jalan- jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan terutama suamiku. Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Albert dan kawannya mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Albert tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja. Albert menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri akan tetapi Albert melarangku. ” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed- nya ada dua ” Ujarnya. Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Albert. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati. Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Albert dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi, kawan Albert dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg- degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Albert diam terpaku. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Tiba-tiba Albert menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Albert menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Albert melumat mulutku. Lidah Albert menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada Albert supaya ia melepaskan pelukannya padak diriku. ”Albert, jangan Bert, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” kataku terbata-bata. Albert memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yang kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampingku dengan erat. Akujuga masih terduduk dipangkuannya. ”Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Albert yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Albert kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Albert sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar- benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini. Albert sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Albert yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Albert. Secara refleks aku masih coba berontak. ” Cukup Bert! Jangan sampai kesitu Ibu takut..” Kataku sambil meronta dari pelukannya. ” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Albert Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Albert dengan napas memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Albert yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH- ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Sebab tubuh Albert yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat. Kini, dipelukan Albert, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Albert memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu Albert mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Albert melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah Albert menjilat dan melumat puting susuku. ” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Albert terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak. Kemudian Albert juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Albert melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Albert, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Albert. Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Albert berhasil memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. ” Albert, untuk yang satu ini jangan Bert. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! ” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup. ” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Albert masih dengan terbata- bata dan wajah yang memelas. Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika Albert kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku, sementara tangan yang satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah. Tiba-tiba Albert beranjak dan dengan cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar dengan laki-laki yang bukan suamiku, ohh. Aku melihat tubuh Albert yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja. Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Albert. Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Albert memiliki penis sebesar dan sepanjang ini. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Kini tubuh telanjang Albert mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Albert menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Albert nekat memasukkan jari tangannya kecelah memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih berusaha menolaknya. ” Bert, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! ” Pintaku. Tetapi lagi-lagi Indra tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenikmatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Albert yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku telah benar- benar tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar- benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Albert melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok- ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. ” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Sartika dong yang aktif..! ” Kata Albert dengan manja. ” Ibu nggak bisa Bert, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu. ” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Albert. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jika penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku. ” Besaran mana sama milik suami Ibu..? ” Goda Albert. Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Albert jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Albert jauh lebih muda. ” Diapakan nih Bert..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Albert. ” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Albert dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Albert. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Albert yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Albert cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Albert yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Albert kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Albert dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu Albert beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Albert yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku. Albert kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Albert. Albert terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Albert. Dalam posisi itu tiba- tiba kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Albert. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Albert nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak. ” Bert.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku. ” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Albert juga dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Albert kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Albert memang berukuran super besar, Albert sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Albert berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besar itu mulai menerobos masuk. Walau pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Albert, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Albert itu luar biasa nikmatnya. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Albert terus menerus mamaju- mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan. ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Albert tersengal-sengal. ” Oohh.. teeruuss.. Berttt.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana awal mulanya, tiba- tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti batang kemaluan yang besar itu melesak kedalam lubang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Albert yang sangat- sangat besar itu. “ Lohh..? Berttt..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku. ” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan. Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Albert, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Albert semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku. Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Albert dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Indra. Semakin lama, genjotan Albert semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak- sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Albert yang terus memompa selangkanganku. ” Teerruss Berttt..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Albert benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini. Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah gencetan tubuh Albert. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Albert dan kupeluk erat- erat. ” Albertttt.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Albert semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat itu tubuhku semakin meronta- ronta dibawah dekapan Albert yang kuat. Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar ” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ” Desah Albert. ” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Bertttt..! ” Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Albert, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Albert dapat menancap sedalam- dalamnya. Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Albert juga menghentikan genjotannya. ” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku. Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Albert yang jauh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka terpaut jauh dan Albert jauh lebih muda. Selain itu batang kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan. Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Albert memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Albert terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Albert. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Albert. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira. Albert semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali. Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Albert. Maka aku balik membalas ciuman Albert, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Albert yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. ” Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Albert. ” Eehh..” Hanya itu jawabku. Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Albert bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Albert dibawah. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar ” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Albert. Dengan posisi tubuh diatas Albert, pantatku kuputar-putar, maju- mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Albert yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Albert. Albert yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan. ” Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , ” Kata si Albert sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku. Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Albert, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam- hunjamkan vaginaku kebatang penis Albert. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Albert. Aku juga semakin liar membalas ciuman Albert. ” Albertttt.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku terengah-engah. Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Albert langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Albert yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Albert kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu. ” Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah Albert. Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras. ” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Bertttt..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar- gelepar dalam tindihan tubuh Albert. Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Albert mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat- erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar ” Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Albert yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Albert terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Albert memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Albert. Gila, sperma Albert luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Albert belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun. Untuk beberapa saat Albert masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Albert. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku. ” Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini ” Ujar Albert dengan lirih. Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alam pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. ” Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! ” Teriak kawan Albert disertai ketokan pada pintu. Dengan masih tetap diam, aku dan Albert segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata- kata pula Albert mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka. ” Hayo Ndra, kamu apain Bu Sartika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Albert. ” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Albert cuma tersenyum. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa rindu pada Albert. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Albert. Aku selalu terbayang keperkasaan Albert diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Maka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Albert. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Albert yang selalu melayaniku. Dan dtiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya. Cerita Dewasa Aku Ketagihan Kontol Besar Teatrinho com o encanador [REMAKE]Por SuperarcContém 5634 palavrasPublicado em 06/12/2021 Sinceramente, sou uma tremenda gostosa. Tenho 1,68, não muito baixinha, cabelos pretos lisos bem longos, uma cintura fina, quadris largos, uma bundona enorme e redonda de tirar o fôlego, coxas grossas, mas o que mais gosto no meu corpo são os me...

cerita ngentot dengan kontol besar