cerita ngentot di mobil

Akupunsegera bergegas ke toilet dan langsung kembali ke bus hanya selang sekitar 5 menit aku meninggalkan mereka aku menjadi sagat penasaran apa yang sedang mereka lakukan mengingat di mobil mreka hanya berdua aku sudah memberikan kebebasan kepada mereka berdua.Setelah selesai dari toilet aku kembali ke Bus , aku mengendap ngendap agar tidak terlihat oleh mereka akupun langsung menempelkan kupingku dari arah pintuku yang sengaja aku tidak tutup rapat karena untuk bisa mendegar percakapan Mau kemana kalian!" Kedua tangannya yang besar dengan cepat merengut kerah dua dari empat anak nakal itu. Mereka sampai tercekit tertarik ke belakang, seperti ayunan. Ibarat daging di pasar yang digantung di pengait, mereka terangkat sampai jinjit-jinjit. "Kamu tak apa-apa Surti?" Aku menggeleng sambil menangis. Syukur Pak Imam akhirnya datang. NontonBokep Si Montok Pengen Ngentot Ngewe yang Kenceng Dorong Lagi Belum Masuk Semua di Mobil Bucat Dalam Meki. memek ngewe ngentot bispak mobil meki toge jablay montok pepek bucat toket-gede tempek tempik tembak-dalam crot-dalam tanpa-kondom jembut-halus bucat-dalam doyan-seks. Line. KisahPerjalanan. 👉 NOVELBASAH 💦 Satu koper kecil muatan terakhir akhirnya dengan susah payah masuk juga ke mobil minibus itu. Namun persoalan lain muncul, hanya 3 kursi yang tersisa dari 4 orang yang akan mengikuti perjalanan hari itu. Erna, putranya Johan, dan 2 rekan kuliahnya bersiap mengawali perjalanan panjang menuju kost-kostan di kota tempat mereka akan mengawali kuliah. Akuyang yakin jalan Tol akan macet berjam-jam maka aku timbulah fikiran untuk ngesex didalam mobil, yah itung-itung buat pengalaman sex yang baru. kontol-ku yang sudah tegang maksimal rasanya sakit sekali jika tertahan didalam celanaku.Tanpa banyak bicara aku pun segera gunakan handrem dan aku netralkan transmisi mobilku," Sayang Kita ngentot yuk, aku horny banget nih, habisnya kamu pagi-pagi udah bikin kontol aku berdiri, " ucapku dengan wajah yang udah sangek (horny). mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Cerita sebelumnya “gara sms anak buah ibu.. aku bisa ngentot ibu” setelah impianku tercapai untuk bisa ngentot dengan ibu gara-gara sms nyasar dari anak buahnya, kehidupanku berubah 180 derajat. Aku yang selama ini hanya bisa onani sambil membayangkan menyetubuhi ibu sekarang jika ada kesempatan tinggal bilang dan ibu tanpa ragu melayaniku dan tak jarang pula beliau kadang yang dulu memulai, tentunya jika Kak Siska dan Mas Aldi suami kak siska sedang tidak BIRAHIKU DENGAN IBUSaat aku sedang mengikuti perkuliahan tiba-tiba BB ku memanggil dengan alunan old song dari Guns n Roses welcome to the jungle.. we’ve got fun and games.. Aku lihat ternyata panggilan dari ibu, hampir saja aku dimarahi oleh dosen karena tidak merubah BB ke menjadi Silent Ring Tones, Aku reject dan aku langsung sms ibuAku kenapa bu.. riki lagi kuliahIbu maaf syg.. ibu kira kamu udh mau pulangAku hayoo.. ibu kenapa nelf riki.. kangen yaa??? heheIbu Anak ibu ini bisa aja.. udah tau nanya.. iya ni ibu bentar lagi pulang kerja.. bisa nanti jemput?Aku Bisa donk bu.. riki bentar lagi selesai ni.. ntar riki langsung ke samperin ke kantor ibuIbu Oke sayang.. kecup sayang ni untuk kontol anak ibu yang bikin ibu ketagihan.. heheAku Awas ya.. nanti riki hajar memek ibu habis-habisan.. heheAku melanjutkan perkuliahan dengan konsentrasi yang sudah terbagi, antara materi yang tersaji di depan dengan materi yang akan tersaji nanti di rumah.. aku keluar dari kelas, dan langsung aku menstater mobil karena jam ibu juga sudah pulang dari di depan kantor ibu, ibu langsung melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil. Setelah basa basi pamit dengan karyawan Bank lainnya yang juga akan pulang. Di dalam mobil ibu bilang Rik.. kamu tau gak,, sejak ibu kamu entotin tempo hari,, ibu udah g ada lagi ngentot sama anak buah ibu itu..Aku menanggapi wah. kalo gitu ibu kurang donk jatahnya.. g bisa ngentot dikantor lagi kaya dulu.. hehehe, candaku. Ibu mencubit pinggangku sambil bilang kamu ini ya.. dasar anak nakal.. dengan kontol ini aja sambil meremas senjataku dari luar celana ibu udah ketagihan. Aku hanya tertawa mendengar komentar kontolku sudah terlanjur tegang gara-gara diremas ibu, bu.. liat ni.. tu kan jadi bangun gara-gara ibu remas tadi komentar ku. loh memangnya kenapa,, kl bangun ya gampang toh,, tinggal dikeluarin aja,, anak ibu mau di kocokin apa di emut,,?? sahut ibu. Aku bilang kalo bisa dua-duanya aja deh ibu sigap ibu membuka resleting celana ku dan langsung keluar kontolku yang dari tadi sudah kepengen. ahh sayang.. perkasanya kontol anak ibu ini.. ini ni yang buat ibu ketagihan.. mmmmm.. sluurrpp.. slurrp, racau ibu sambil mengulum dan mengocok batang kontolku dengan tangannya yang lentik. Aku hanya bisa mendesis menahan nikmat dan berkatasshh..ssshohhh bu… nikkmat bu… ahhh… terus bukocokinkontol adi milik ibu. 10 menit berselang aku tidak tahan lagi ingin memuntahkan spermaku. Aku tanya Ibu.. Riki mau keluar.. mau dikeluarkan di mana bu? ibu menunjuk mulutnya dengan tangan kirinya tanpa berkata apa-apa seperti tidak mau melepaskan kulumannya pada mengerti, akhinya aku mendesah dan ahhh.. ahhhh. aku menekan kepala ibu yang masih terbalut jilbab krem agar menahan sebentar selagi aku menikmati orgasme yang luar biasa. Setelah itu aku melepaskan tanganku dari kepala ibu dan ibu mengangkat kepalanya sambil membuka mulutnya memperlihatkan sperma ku yang sekarang sudah menyatu dengan air liur tersenyum dan langsung menelan habis spermaku, sambil memasangkan kembali resleting celanaku, Ibu bilang dulu ibu sama mendiang ayah juga sering meeminum spermanya,, dan sekarang ibu udah bisa lagi menikmati sperma yang penuh protein ini dari kamu.. hehe. Ternyata ibu memang sudah suka sperma dari aja sejak Ayah meninggal ibu gak tahan untuk tidak lama-lama menganggur dalam hal seks. Kl saja dulu tidak ketahuan sms dari anak buahnya, mungkin entah siapa lagi yang menikmati memek dan tubuh indah ibuku, untung saja sekarang ibu bisa meraih semua birahinya dengan aku, anak kandungnya dirumah.. Kak siska telf ibu dan bilang kalau dia agak telat pulang karena harus naik Taksi karena Mas aldi harus keluar kota untuk menjadi dosen terbang selama 2 hari. kakak pulang telat Rik kata ibu, aku mengangguk, dan kami masuk kedalam rumah sambil bercanda seperti orang yang sedang dimabuk masuk ke dalam kamar dan ibu juga masuk ke dalam kamarnya untuk ganti baju. Saat aku aku akan mau mandi, aku mendengar bunyi shower dari kamar ibu, kontolku berdiri lagi dan juga pikiran mesumku berkata kl bisa mandi bareng sama ibu,, kenapa harus mandi sendiri.. mumpung kakak telat pulang. Aku pun langsung keluar kamar sambil telanjang dan kontol yang sudah berdiri tegak masuk ke kamar jarang menutup pintu kamar mandi, aku melihat ibu sedang asik menyabuni badannya yang putih bersih dengan payudara yang besar menggoda meskipun sudah agak turun dikarenakan usia beliau namun tidak mengurangi birahiku dan juga badan beliau yang masih mulus dengan paha putih bersih serta kaki jenjang dan jari jari kaki ibu yang sangat melihat aku masuk dan sedikit berteriak heyy sayang.. mana bajunya,, mana kontolnya udah tegang lagi.. lalu aku bilang sambil tertawa hehe,, iya bu.. udah gak tahan ni.. kasian liat ibu.. td belum keluar,, harus adil donk, sambil mencibir ibu bilang alah kamu,, gayanya,, bilang aja pengen nyodok ini kan sambil jari telunjuk dan jari manis tangan kanan ibu membentuk huruf V terbalik dan membuka?agina alias memek ibu. Tanpa babibu lagu aku langsung menyergap ibu dan mencium bibir ibu dengan nafsu yang sudah diubun-ubun. Tak kalah denganku, ibu sambil mencium dan memainkan lidahnya di mulutku, juga tangan kanannya sibuk mengelus dan mengocok pelan kontolku sementara tangan kirinya mengusap-usap pun mulai memasukkan jari ku ke dalam memek ibu untuk memberikan rangsangan agar cairan ibu keluar sehingga nanti bisa memudahkan kontolku masuk dan tanganku yang satunya lagi sibuk memilin puting susu ibu bergantian. Ibuku mendesah ahhh.. sayang.. hmm.. hmmm. Kocokan ibu semakin kencang. Daripada nanti aku udah keluar duluan, aku bilang sama ibu bu..udah pengen masuk sarangnya.. ibu tersenyum dan langsung membalikkan badannya sambil berpegangan pada wastafel, ibu membuka kedua kakinya dan sedikit menungging ayo sayang.. entot ibu dari belakang saying sahut ibu sambil mengedipkan matanya. Aku langsung mengarahkan kontolku ke memek ibu yang sudah basah..ahh.. aaahh.. bu… enak bu.. pengen kaya gini terus sama ibu kata ku. Dalam desahnya ibu bilang ibu juga sayang.. mm.. mm.. kontol anak ibu ini bikin memek ibu pengen disodok terus,, aww,, aww sayangkencang sayang,, yang dalammmmm racau ibu. Akhirnya setelah beberapa menit aku mau keluar,, buu,, riki mau keluuarrr dalam aja sayang. ayooo kita keluar bareng sahut ibu. Dan,, ahhhhhh.. uhhhh… Akhinya spermaku membasahi memek ibu untuk kesekian kalinya. Setelah mencapai orgasme. Kamipun membersihkan diri dan mandi sambil saling menyabuni. Aku memakai handuk ibu untuk mengeringkan badan. Sebelum aku keluar dari kamar mandi aku sempatkan mencium bibir dan menggigit puting susu aku mau akan masuk kamar tiba-tiba kak siska membuka pintu rumah, dan melihatku dalam keadaan telanjang. Kak siska terkejut sambil menutup mulut pakai tangannya. Aku yang juga terkejut langsung menutup kontolku dengan tangan dan tangan yang satunya lagu mengacungkan telunjuk kemulutku untuk mengisyaratkan agar kak siska jangan teriak dan menunjuk kamar siska mengerti dan mengangguk. Akupun sedikit lega. Kak sika menutup pintu depan dan mendekatiku yang masih dalam keadaan telanjang. Kakak berbisik dan nanya dan dahi yang mengerinyit dek,, kamu kok telanjang..? aku pun berbisik kak,, riki habis numpang mandi dikamar ibu. loh tapi kan ibu ada dikamar dek..Tanya kakak heran. Aku pun tak bisa mengelak lagi. Aku mencoba untuk santai.. aku bisik ke kakak.. kak.. jangan marah dulu ya.. kakak tunggu disini bentar. kamu mau kemana Tanya kakak. udah kak,, tunggu bentar. Jawabku. Aku membuka pintu kamar ibu sedikit, aku melihat ibu ternyata habis mandi udah tertidur, mungkin karena kelelahan akibat kerja dan persetubuhan kami balik ke kamar ku dimana kak siska duduk di kasurku dan nanya lagi kamu dari mana sih. Karena aku merasakan kakak g kagok lagi dengan kondisiku yang masih telanjang. Aku bilang ke kakak pelan-pelan. kak.. karena kakak udah liat riki telanjang gini,, dan dari kamar ibu.. udah deh,, riki ngaku ke kakak,, karena percuma bohong..g ada gunanya juga.. gini kak.. riki udah tidur sama ibu aku mencoba menghaluskan kata-kataku. apa dekkamu.. kamu tidur sama ibu? tanya kakak setengah berteriak. Dengan sigap tanganku langsung menutup mulut kakak agar tidak kedengaran sama mama. Kakak menggeser tanganku dan bilang kakak gak teriak lagi,, Cuma kakak terkejut kamu udah berbuat kaya gitu sama ibu kita sendiri..kaya gak ada perempuan lain aja. Karena aku merasa kakak udah tenang akhirnya aku ceritakan bahwa pada awalnya aku g sengaja menemukan sms ibu dan akhirnya terjadilah semuanya, aku mencoba menegaskan bahwa daripada nama baik ibu tercemar jika nanti ketahuan menjalin hubungan terlarang sama karyawannya lebih baik ibu melakukannya denganku karena tidak ada paksaan dan suka sama suka meskipun melanggar norma hanya ingin membuat ibu bahagia dan puas dalam hal pekerjaan dan kehidupan seksnya setelah Ayah meninggal. Kakak menarik nafas dalam-dalam mencoba mencari sebuah pembenaran di dalam kepalanya yang mulai berkecamuk mendengar kenyataan yang ada. Siska juga tidak ingin menghancurkan perasaan siska berkata sama Riki dekkakak tau ini salah.. dan kamu tau kan ini adalah incest atau hubungan sedarah.. tapi karena kamu g maksa ibu.. apa boleh buat.. kakak pesan kalo ibu jangan sampai hamil.. malu kalau sampai tetangga tau ya. Aku tersenyum riang dan berkata kak.. riki g nyangka kakak bisa terima ini karena kakak sayang kalian berdua sahut kakak. ya sudah.. sekarang kamu pasang celana duu gih sana,, itu burungnya udah kedinginan dari tadi perintah kakak. kontol kak ini namanya bukan burung,, kl burung itu sarangnya dari kayu.. kl kontol ni sarangnya memek ibu kata ku nyengir. iya deh… kata kakak berfikir kalo kakak udah mengizinkan aku untuk ngentotin ibu.. apakah aku juga bisa ngentotin kak Siska yang memiliki tubuh tidak kalah dari ibu,, alias ibu versi mudanya, apalagi keseharian kakak juga memakai jilbab kalau kemana-mana, sehingga kulit kakak terjaga. Aku pun tertidur karena juga kelelahan./next stories “menikmati kak siska”Mohon saran, kritik, masukan dan nasehat dari suhu suhu semua.. kalau kalau masih ada kekurangan dalam penyajian ceritanya baik dalam tulisan maupun alur cerita.. mohon maaf yaa.. peace.. Páginas [1]23 ... 6 Surpresa no ônibus, deu BOQUETE Por Gordinho gostosoContém 487 palavrasPublicado em 10/05/2023 Mais uma das aventuras deste gordinho gostoso. Quem ja teve o prazer de ler meus contos, sabe que eu não sou o tipo atlético, corpo sarado, pênis grande e sim, um baixinho , gordinho e coroa; mas sei tratar muito bem uma mulher, sou carinhoso e... o motoqueiro virou meu pós treino...Por JulianaContém 1756 palavrasPublicado em 04/04/2023 Aqui é a Juliana Batista do instagram e sempre compartilho aqui os contos que me mandam lá no meu direct, dessa vez o relato real de hoje é de um moça que pediu para que eu mudasse os nomes para evitar transtornos a eles. Ela como todos os outros,... Viagem de ônibus movimentada eles apalpam mãe e filha.Por RedxContém 2602 palavrasPublicado em 02/10/2022 Eu sou Renata, uma garota de 19 anos, meu corpo se formou rapidamente, me dando uma bunda e peitos bastante generosos, devo isso à genética da minha mãe, que tem um corpo excitante, ela mal tem 42 anos desde que ela tinha uma idade muito pequena d... Onibus rumo a capitalPor HerosContém 1142 palavrasPublicado em 04/07/2022 Esse é o meu primeiro conto, espero que seja o início para muitos outros, tudo que vou relatar é real, vim de uma pequena cidade no extremo oeste do paraná para morar em Curitiba com 19 anos, e durante muito tempo viaja de volta para o interior, a... Minha preta gozou no onibusPor Casal InterracialContém 1163 palavrasPublicado em 26/11/2021 Vou relembrar nossa aparência, mas leiam os outros contos para saber mais. Sou branco, alto 1,90 de altura, forte mas com uma barriguinha,31 anos, careca e de cavanhaque, as mulheres normalmente me falam que tenho cara de canalha, acho que isso ... Siririca lembrando do menino que bateu punheta no ónibusPor Marcelo e BarbaraContém 625 palavrasPublicado em 04/11/2021 Siririca lembrando do menino que bateu punheta no ónibus Estava voltando para casa de ónibus e sentei num banco na parte de trás, do outro lado tinha um garoto que ficou babando quando eu sentei e de rabo de olho fiquei olhando para ele, Ele pe... Vício em negros - O recomeço 5Por Pathy Contém 1594 palavrasPublicado em 01/11/2021 Oi meus lindos, tenho mais uma historinha pra vcs. rsrsrs. Pra quem não me conhece ou não lembra, me chamo Patricia, sou morena da pele clara, olhos castanhos, 1,68 de altura e tenho hoje 24 anos. Desde os 17 moro sozinha e faço academia o cro... Enfim o primeiro encontroPor the secret roomContém 1205 palavrasPublicado em 20/07/2021 Tudo começou alguns anos atrás quando comecei a conversar com uma garota por intermédio de uma rede social Trocamos algumas mensagens, trocamos telefones e passamos a nos comunicar diariamente com uma frequência absurda. Entre tant... Sexo na PontePor 852 palavrasPublicado em 06/07/2021 Mais um conto dos tempos de faculdade, dessa vez a aventura foi num onibus. Eu sou rafael, tenho 27 anos e sou bissexual. Na epoca desse conto, eu estava com meus 20 anos, começando a faculdade. Eu não era exatamente bonito, mas também não era de ... Ônibus CurtoPor LuisContém 481 palavrasPublicado em 30/05/2021 Este conto é puramente real, mas alguns detalhes foram mudados por questões de não lembro de tudo. Quase dez anos já. O tempo passa muito rápido. Eu sou eu mesmo, o Luis de sempre. Já faz um bom tempo que saí da faculdade, e isso aconteceu logo... TUDO COMEÇOU NO ÔNIBUSPor 748 palavrasPublicado em 03/03/2021 Oi Tenho 25 anos, terminando meus estudo na faculdade e o que vou contar aconteceu quando eu comecei a morar sozinho. Já era 2315 quando sai do barzinho onde estava com meus amigos. Após a aula de sexta era comum a gente se encontrar... A morena do metrôPor SergioContém 1093 palavrasPublicado em 28/10/2020 Boa noite amigos e amigas do site, sempre acompanhei e li relatos aqui e finalmente larguei a preguiça de lado e decidi começar a escrever pro site. Então desculpem se tiver alguns erros e prometo melhorar com o feedback de vocês. Sou um cara m... O Motorista pauzudoPor FernandaContém 867 palavrasPublicado em 03/10/2020 Ola amores, desculpa pelo tempo. Voltando ... A historia que vou contar hoje aconteceu a 1 ano e meio e ela começou assim Sempre desço no mesmo horário pro trabalho e pego o mesmo condutor pro trabalho, desço no mesmo ponto e pra ir embora ... Loucuras na madrugadaPor 573 palavrasPublicado em 19/08/2020 Já fazia algum tempo do término com Emerson e. Prometi que não iria me apaixonar tão cedo e que iria curtir minha vida. Certa noite eu estava com muita vontade de transar. Minha xoxota parecia pegar fogo de tanta vontade de um cacete. Eu preci... greve de onibusPor davidContém 567 palavrasPublicado em 26/03/2020 Oi, aqui novamente para contar o que aconteceu na greve de onibus que teve aqui em campinas, moro em um condominio no centro, e para não termos problema com os funcionarios, montamos um esquema bara viabilizar a ida e vinda destes, montamos uma ... Enfiei o dedo do meio no cu da loirinha rabuda de vestidoPor Di loverContém 533 palavrasPublicado em 03/07/2019 O que vou relatar aqui é um texto rapido. Estava eu voltando pra casa no metro durante o horario de pico em SP, na linha vermelha, quando me deparei com uma loirinha de cabelos lisos e longos, corpo magro e esbelto e uma bunda bem saliente e red... A moça do ônibus Por Escritor RomânticoContém 865 palavrasPublicado em 19/05/2019 Eu estava cansado demais. Meus olhos piscavam muito e minha cabeça estava sempre caindo em direção ao chão, tanto era o meu sono. Pela janela, gotas de chuvas escorriam devagar, com o barulho que me fazia desejar cada vez mais minha cama. O ônib... Comecei encoxando no ônibus e acabei na garagem delaPor ronaldinho11Contém 601 palavrasPublicado em 11/03/2019 Quando moleque a gente ia para as baladas de ônibus, éramos menor de idade e a gente nem ligava para isso. Depois de um tempo as meninas começaram a ir conosco. Um certo domingo estávamos em uns 20 no ponto de ônibus, e ele veio lotado. Passamos... COMO ME TORNEI UM ANIMAL NO SEXO - PARTE 2Por PAULÃOContém 1167 palavrasPublicado em 18/01/2019 Olá pessoal, voltei hoje para contar a continuação do conto COMO ME TORNEI UM ANIMAL NA CAMA. Antes de qualquer coisa, recebi alguns comentários de pessoas dizendo que fiz o conto apenas para divulgar um produto, meu intuito não é esse até por... Foda no busãoPor Nego vContém 777 palavrasPublicado em 16/10/2018 Foda no busão Olá meus tarados e taradas,todos bem? Eu dispenso apresentações mas para você que está lendo e ainda não me conhece prazer Fernando ,moro no rio de janeiro. É muito bom estar de volta e feliz por mais uma vez partilhar mas uma no... Bokeptetangga – Cerita Seks NGANTER MOBIL Cerita asliku ini adalah cerita yang ke-dua setelah cerita pertamaku yang sudah dimuat di Rumah Seks dengan judul Ibu Lia dengan Rasa juice melon. Sebenarnya aku punya banyak sekali kisah petualanganku dengan wanita-wanita yang pernah aku cintai. Dan yang pasti hampir semua wanita yang aku kencani, biasanya aku gunakan alat atau bahan dari buah-buahan, madu, dan lain-lain. Dan kali ini aku menggunakan dua irisan mentimun. Ini dia kisahku. Pada saat aku bekerja di sebuah perusahaan besar dikawasan kota Denpasar yang bergerak di bidang penjualan mobil-mobil baru kira-kira tiga tahun yang lalu, disanalah aku kenal banyak wanita-wanita cantik yang hampir setiap hari aku jumpai. Mulai dari wanita yang keibuan sampai dengan wanita yang haus akan kebutuhan laki-laki. Ketika aku hendak pulang dari kantor, kira-kira pukul WITA, datang sepasang suami istri yang bermaksud untuk melihat mobil baru yang dipajang di dalam ruang pameran. Kemudian setelah kami berbincang-bincang agak cukup lama, akhirnya Bapak Lilis dan Ibu Lilis menyepakati untuk membeli satu unit mobil keluaran terbaru dan saya berjanji untuk mengirimkannya pada esok hari. Hari Sabtu kira-kira pukul WITA, sesuai dengan janji saya untuk mengirimkan satu unit mobil ke Bapak Lilis. Dengan seorang sopir perusahaan, lalu saya bergegas meluncur ke rumah Bapak Lilis. “Selamat Pagi.., Bapak Lilis ada..?” tanyaku kepada pembantunya yang membukakan pintu depan rumah Bapak Lilis. “Bapak sedang jemput tamunya di Airport. Maaf bapak siapa..?” tanya pembantunya sambil memperhatikan aku. “Saya Dimas.. Dari xx Company mau hantarkan Mobil baru untuk Ba..?” belum sempat habis keterangannku kemudian Ibu Lilis datang dari arah tangga rumahnya. “Ooh.. Bapak Dimas.. Mari masuk..?” sahut Ibu Lilis mempersilahkan aku masuk ke ruang tamunya. Dengan pakaian senam yang masih menempel ditubuh Bu Lia sambil menyeka keringat dengan handuk putihnya nampak sexy sekali dan tampak lebih muda dari usianya. Yang aku perkirakan umurnya tidak lebih dari 32 tahun. Sementara itu pembantunya diberi kode untuk membuatkan aku dan sopirku suguhan orange juice, lalu Ibu Lilis masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian. “Sesuai dengan permintaan Bapak dan Ibu, ini kami kirimkan mobil sesuai dengan warna yang Ibu minta kemarin dan tolong di cek keadaan mobil sekaligus nanti akan saya perkenalkan cara pemakaian berikut dengan garansinya.” Dengan penuh teliti Ibu Lilis memperhatikan unit mobinya sambil minta pengarahan mengenai spec mobilnya. “Dari cara Ibu pegang persenelingnya, nampaknya Ibu sudah berpengalaman naik Mobil. Hanya saja untuk melepas hand rem-nya Ibu tekannya kurang keras. Jadi hand rem-nya nggak bisa turun. Maklum mobil baru Bu..!” jawabku menjawab pertanyaan Ibu Lilis. Yang ternyata jawabanku membuat wajah Ibu Lilis memandangiku serius. “Saya merasa nyaman duduk di mobil ini, dan bagaimana kalau saya coba dulu, tapi tolong ditemani ya.. Agak takut juga soalnya mobil baru..?” pinta Ibu Lilis dengan suara khasnya. “Jangan khawatir Bu, mobil ini bergaransi tiga tahun dan saya siap menemani Ibu untuk mencobanya.” Dalam perjalanan mengitari pantai di Kuta akhirnya obrolanku dengan Ibu Lilis semakin akrab. Dan aku menawarkan ke Ibu Lilis untuk membeli variasi dan acesoris untuk mempercantik mobilnya. “Nanti mobil ini kan.. Dipakai ibu sendiri.., jadi tinggal tambah sedikit acesoris, saya yakin penampilan Mobil ini sama cantiknya dengan penampilan yang mengendarainya.” Dengan senyumannya yang susah untuk diartikan akhirnya Ibu Lilis mempertimbangkan penawarannku. Aku berharap Ibu Lilis menyetujui ideku, sebab aku bisa lebih banyak cerita dan mendapat fee dari pembelian acesoris di toko langgananku. Seperti biasa kalau pada hari senin biasanya orang-orang malas untuk bekerja, demikian juga denganku. Karena hari minggu kemarin seharian aku di kampung karena ada upacara Agama, dan sangat melelahkan untuk kembali ke Denpasar sebab jarak kampungku dengan tempat aku bekerja di Denpasar cukup jauh. Kira-kira dua jam baru sampai. Dan pada hari senin itu aku mendapat telpon dari temanku dan katanya ada seorang wanita yang nunggu aku di counter. Kemudian aku bergegas turun dari ruanganku di lantai atas. “Oh.. Ibu Lilis.. Selamat pagi.. Apa khabar..?” tanyaku kepada Ibu Lilis dengan perasaan kaget dan khawatir. Kaget karena Ibu ini tidak menelpon aku terlebih dahulu kalau dia mau ke kantor, dan khawatir kalau mobil yang aku kirim hari Sabtu bermasalah. “Baik..!” jawab Ibu Lilis singkat. “Bisa saya bantu Bu..” tanyaku ke Ibu Lilis sambil memperhatikan pakaian yang menempel cocok dengan tubuh Ibu Lilis yang seperti foto Model iklan. Sungguh anggun dengan kaca mata merek Versace yang siselipkan diantara rambutnya yang disemir merah keemasan. Wajah yang cantik sesuai dengan pakaian feminim layaknya seperti wanita karir dengan rok mini-nya terlihat jelas bulu halus tertata rapi dikakinya. “Begini Pak Dimas.. setelah saya pikir-pikir kemarin mengenai pemasangan dan pembelian acesoris, saya memutuskan untuk mengikuti saran dari Bapak Dimas. Jadi hari ini saya datang kesini untuk menjelaskan itu dan saya berharap kalau Bapak tidak ada jadwal atau acara, biar Bapak Dimas yang mengantarkan saya ke toko variasi langganan Bapak”. Pinta Ibu Lilis. “Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal, jadi saya siap untuk mengantarkan Ibu. Tapi tolong jangan resmi gitu manggil saya Bapak. Panggil saya Dimas aja Bu.. Ya..?” pintaku kepada Ibu Lilis karena aku merasa risih dipanggil Bapak. Karena umurku masih 30 tahun dan dibawah umur Ibu Lilis. Karena cukup lama pemasangan acesoris yang dilakukan oleh sebuah toko variasi, maka kesempatan itu aku pakai ngobrol dengan Ibu Lilis yang aku baru tahu kalau Ibu Lilis mempunyai perasaan yang sama untuk mencapai satu tingkatan arti dari sebuah pertemuan yang membawa aku dan Ibu Lilis ke sebuah episode kisah romantisme yang sulit untuk dilupakan sampai akhir. Cerita Seks NGANTER MOBIL Cerita asliku ini adalah cerita yang ke-dua setelah cerita pertamaku yang sudah dimuat di Rumah Seks dengan judul Ibu Lia dengan Rasa juice melon. Setelah mobil selesai terpasang, aku dan Ibu Lilis keluar dari toko variasi dan Ibu Lilis mengajakku untuk makan siang bersama di sebuah restoran. Namun aku halangi ke tempat restoran yang Ibu Lilis tunjukkan. “Saya punya teman baru buka restoran.. bagaimana kalau kita kesana untuk mencoba menu barunya. Barangkali ada yang istimewa disana..?” kataku sedikit bohong karena restoran yang aku sebutkan diatas adalah restoran dengan hotel yang biasa aku pakai untuk kencan dengan mantan pacarku dulu. Selagi makan siang, aku kasih kode kepada waiters untuk memesan kamar. Ketika Ibu Lilis membayar Bill-nya ke Kasir, aku ambil kunci kamar no 102 untuk short time. “Bu.. Karena baru jam bagaimana kalu kita ngobrol lagi di sebelah restoran ini.?” Tanpa sempat bertanya tangan Ibu Lilis sudah aku gandeng untuk masuk kamar 102. “Dimas.. Kamu nakal ya..?” demikian tanya Ibu Lilis. “Sedikit Bu.. Tapi asyik kalau kita ngobrol nggak dilihat orang-orang disekitar.” jawabku mengalihkan perhatiannya. Sambil kusentuh halus jari jemarinya sebab menurut pengalamanku orang yang berbintang virgo seperti Ibu Lilis ini, rangsangan plus-nya ada di telapak tangan selain rangsangan bagian lainnya yang umum dipunyai seorang wanita. “Mmmh kamu romantis ya Dim..?” tanya Ibu Lilis mungkin karena rambut yang terurai rapi sebahu itu aku sentuh dengan tanganku lalu aku cium rambutnya yang harum bak kembang setaman yang membuat bibir Ibu Lilis berkata seperti itu. “Terus terang aku paling senang memperlakukan wanita seperti ini Bu.. Tanpa dibuat-buat. Walau kadang pendapat orang bilang kalau sudah ketemu wanita cantik pasti nafsunya yang nomer satu. Tapi bagiku, perasaan yang muncul dulu baru nafsu. Sebab dulu aku pernah satu kali ke lokalisasi dengan nafsu namun rasanya hambar. Nikmatnya hanya sekejab. Lain dengan perasaan. Begitu mempesona dan mengasyikkan. Atau.. Ibu mau membedakan mana perasaan dan mana nafsu..?” tanyaku sambil melirik matanya di sela rambut yang tersingkap oleh hembusan angin AC di ruangan 102. Ketika pikiran Ibu Lilis masih menerawang jauh, kudekatkan bibirku dengan bibir sensualnya Ibu Lilis dan mulai terasa hangat ketika lidah kami saling sedot dan bermain-main. Kemudian pelan-pelan aku lepas ciumanku untuk mengambil dua irisan mentimun yang aku ambil ketika aku makan siang tadi. Kusuruh Ibu Lilis untuk memejamkan matanya. Agar aku bisa taruh irisan mentimun layaknya seperti orang facial. “Setelah saya tutup mata Ibu.. sekarang tolong fokuskan pikiran Ibu kepada satu tujuan dan pikirkan seolah-olah Ibu sedang mandi mengenakan kain sutra tipis di sebuah sungai yang airnya bersih, tenang, dan damai. Disaat Ibu mandi itu.. Pikirkan bahwa ada laki-laki datang [Dimas] menghampiri Ibu berbisik mesra dan mencium leher dan bibir ibu kemudian melepaskan kain sutra yang ibu kenakan [dan aku buka pakiannya], kemudian menjilati seluruh anggota tubuh Ibu satu-demi-satu mulai dari jari kaki Ibu, betis Ibu, paha mulus Ibu, pusar Ibu, puting susu ibu sampai ketitik rangsangan yang paling didamba kaum laki-laki yaitu kemaluan Ibu yang merah delima.” Seperti ada yang menggerakkan, tubuh Ibu Lilis bergerak halus mengikuti irama jilatanku. “Ohh.. Shhshh..?” Suara Ibu Lilis bergairah. Dan memang aku sengaja bercerita fantasy seperti itu, Agar permainannya nanti lebih nikmat dan menjiwai. Kemudian kedua kaki Ibu Lilis aku angkat pelan, kuamati gumpalan kecil diantara rambut yang tertata rapi disela selangkangannya, kuautr lidahku agar bisa masuk ke lubang vagina Ibu Lilis, dan terasa sekali bau khas kemaluan wanita yang membuat aku tambah bergairah. Kubiarkan kedua tangan Ibu Lilis meremas rambutku, kubiarkan kedua paha Ibu Lilis menjepit kepalaku pertanda bahwa gairah nafsu Ibu Lilis sudah mulai naik. Hingga mata Ibu Lilis yang masih terpejam dan tertindih irisan mentimun itu dibukanya sendiri. Karena tak kuasa menahan geli. “Uhh.. Terus sayang.. Aku menikmatinya..! ohh.. Jangan di lepas..!” Kata Ibu Lilis memintaku untuk tidak melepaskan jilatanku. Kemudian tubuhku aku balik mendekati wajah Ibu Lilis dan tanpa dikomando kemaluanku sudah dipegang tangan kirinya dan dengan gerakan maju mundur mulutnya telah mengulum Penisku yang sudah menegang itu. “Auchh.. Sedot terus Bu..? Pintaku dengan nafas mulai nggak teratur. “Say.. Please..?” Suara Ibu Lilis penuh gelora nafsu meminta penisku untuk dimasukkan. Pelan dan pasti kumasukkan penisku ke lubang vagina Ibu Lilis yang masih rapet. “Ochh.. Mmhh..?” desah Ibu Lilis sambil menggigit bibir sensualnya menahan geli. Dengan gerakan pelan-cepat-pelan-cepat membuat mata Ibu Lilis merem melek seperti orang kelilipan. Sedikit demi sedikit pantat Ibu Lilis mulai dia goyangkan mengikuti irama gerakanku. Sekali-sekali gerakannya diatur sedemikian rupa sehingga membuat penisku seperti dijepit vaginanya. “Ohh.. Sayang.. Aku mau seperti ini terus..?” pinta Ibu lilis sambil mendekap erat tubuhku yang sudah mulai berkeringat. “Aku juga..!” kataku menahan geli. Aku pompa terus kemaluanku, lalu kumiringkan badanku sehingga tubuhku dan tubuh Ibu Lilis sama-sama miring. Kusuruh tangan kiri Ibu Lilis untuk mengankat dan memegang paha putihnya, kemudian puting susu yang bentuknya seperti belum pernah di sedot orang lain, aku gigit kecil dan kujilati sampai putingnya menegang. Sementara tangan kananku [jari tengah] kumainkan di daerah klitoris kemaluan Ibu Lilis. Terlihat tubuh Ibu lilis bergetar menahan geli yang teramat nikmat. “Sayang.. Aku geli sekali.. Seperti.. Ochh!” tidak sempat Ibu Lilis melanjutkan percakapannya karena spermanya keburu muncrat dan membasahi kemaluan dan buah pelirku. “Ochh.. Ssshh..!!” suara terakhir Ibu Lilis melepaskan cengkeraman tangannya di bahuku. “Seperti apa..?” tanyaku melanjutkan pertanyaan Ibu Lia yang belum sempat Dia jawab karena spermanya keburu keluar. Dan pinggangku dicubitnya genit. “Seperti.. Ochh.. Aku geli lagi sayang.. Puasin aku sekali lagi?” pinta Ibu lilis meminta untuk kedua kalinya. Dengan gairah yang menggebu-gebu, kuubah-ubah posisiku agar Ibu Lilis nggak merasa bosan. Aku ulangi lagi genjotanku sampai tubuh Ibu Lilis menggeliat seperti cacing kepanasan. Untuk kedua kalinya kulihat tubuh Ibu Lilis seperti orang kejang-kejang. Pantatku ditekannya, sementara bibirnya mendesah sambil menjilati kedua sisi bibirnya yang terbungkus lipstik merah terang. “Yang.. Kita keluar sama-sama yuk..?” kata Ibu Lilis. “Ya.. Sebentar lagi spermaku mau keluar. Ibu rasakan nggak kontolku semakin menegang.?” jawabku. “Oh.. Iya..” sahut ibu Lia sambil melihat kemaluanku dan kemaluan Ibu Lilis yang tengah beradu untuk mencapai titik kenikmatan. “Ochh.. Sshh.. Ochh” sengaja kudekatkan desahanku ke telinga ibu lilis. Saat itu juga telinga Ibu Lilis yang bersih, aku gigit nakal dan dengan lidahku aku jilati lubang telinganya sampai kepala Ibu Lilis geleng-geleng kegelian. “Auchh.. Ouchh.. Crot.. Crot.. Crot.. Ouchh..!” “Uachh.. Gila.. Ouchh..” akhirnya aku dan Ibu Lia sama-sama mengeluarkan sperma yang keluar dari kemaluan kami masing-masing. Setelah cukup lama permainan ngesek itu berlangsung, kemudian aku dan Ibu Lilis bergegas meninggalkan kamar hotel yang banyak memberiku pengalaman bercinta. Demikian juga petualanganku dengan Ibu lilis yang terus berlanjut sampai satu tahun, tanpa hambatan berarti. Agen Judi Online Cerita Seks NGANTER MOBIL, Cerita Seks NGANTER MOBIL, Cerita Seks NGANTER MOBIL, Cerita Seks NGANTER MOBIL, Cerita dewasa seks ini kualami saat aku naik angkutan kota. Cerita Sex tentang ngentot di tempat yang menyenangkan yaitu angkota kota. Cerita dewasa yang bisa karena sebuah beruntunganku, anda dapat duduk bersebelahan dengan wanita yang cantik serta wangi. Dan bila benar-benar beruntung, pengalaman anda mungkin akan segila seperti dalam kisah nyata berikut. “Ledeng! ledeng!” Seorang calo angkutan kota yang dekil begitu agresif memburu calon penumpang. Aku setengah berlari menuju angkot jurusan Abd. Muis – Ledeng yang biasa lewat depan Yogya Dept. Store jalan Sunda, Bandung. Moga-moga kebagian aja nih, karena kulihat penumpang berebutan. Kulihat beberapa cewek cakep ikut berdesakan di pintu yang cukup sempit. Hup! akhirnya aku kebagian tempat duduk paling ujung. “Sialan!” umpatku. Biasanya penumpang yang duluan masuk memilih duduk sedekat mungkin ke pintu yang terletak di bagian sisi depan, dan mereka enggan menggeser duduknya ke arah ujung dalam karena nanti susah untuk mencapai pintu keluar. Posisi duduk penumpang berhadapan, dan kondisi ini terjadi bila muatan penuh. Ah biarlah! Yang penting keangkut! mana aku ada ujian Sosiologi jam delapan pagi, moga-moga aja nggak telat! Selagi aku asyik berfikir sendiri, aku baru sadar di sebelah aku adalah seorang cewek cantik. Seluruh perhatianku langsung tersita olehnya. Rambutnya lurus panjang. Mengenakan kaos ketat warna kuning. Bawahannya celana jeans ketat warna hitam. Kakinya lumayan panjang. Seksi banget deh pokoknya. Darahku langsung berdesir. Melihat posturnya yang seperti itu, pasti anaknya tinggi dan langsing. Aku mengira-ngira karena ia dalam posisi duduk. Secara diam-diam aku menyapu pandangan dari rambut, leher, tengkuk, hingga dadanya yang agak kecil. akulangsung pepetkan body-ku ke body-nya yang seksi itu. Hmmm, harum dan seger banget. Dia baru mandi. Sesaat rambutnya tergerai jatuh ke lenganku. Yang paling bikin jantungku berdegup adalah kulit lengannya yang mulus banget. Lengan kaosnya sangat pendek sehingga aku bisa mengintip keteknya serta sedikit bra berwarna putih. Tali branya begitu jelas tercetak di balik kaos ketatnya yang tipis sehingga aku dapat melihat bayangan tali bra serta kulit punggungnya. Kulihat jelas pori-pori kulit tengkuk dan lehernya saat ia menyibakkan rambutnya yang wangi. Jalanan macet banget, terutama di jalan Purnawarman. Beberapa penumpang turun dan naik. aku nggak peduli lagi telat ujian, yang penting aku bisa berlama-lama di sebelah cewek seksi ini. akuharap-harap cemas nggak pengin doi turun. aku dapat menebak cewek ini pasti kuliahan. aku sudah prepare kalo doi nggak turun di UNPAS, pasti ia akan turun di Cipaganti. Di situ ada jalan tembus menuju STBA. Kalo ngak turun di situ, ia pasti anak ENHAI perhotelan. Apa boleh buat aku cuma bisa nebak-nebak karena aku nggak punya nyali untuk negur ngajak kenalan. Apalagi kendaraan lagi Full-house. Tepat di depanku ada nyokap-nyokap lagi ngantuk. Sebelahnya lagi ada mahasiswa. Agaknya ia curi-curi pandang pula sama cewek di sebelahku ini. Trus di sananya lagi deket pintu ada anak-anak SMA sedang ngerumpi dengan dua temannya yang duduk tepat di belakang kursi supir. Setelah membaca situasi ini, nggak mungkinlah aku melakukan move. Tengsin berat. Belum lagi kalo dijudesin. Jadi aku memutuskan untuk melakukan “silent-movement”. Mobil lama sekali terhenti di lampu merah jalan Merdeka. Tiba-tiba dia mengeluarkan buku dari tas kulit yang dari tadi didekapnya dengan mesra. Saya perhatikan gerakannya yang seksi. Saat bergerak, kulit lengannya bergesekan dengan kulit lenganku aku juga mengenakan kaos lengan pendek. Aku seperti merasakan aliran listrik yang membuat juniorku berdiri tegak mengeras tapi kejepit posisiku yang duduk rapat. Dibukanya buku catatan itu. Aku mencuri lihat catatan tersebut. Aku tidak mengerti itu mata kuliah apa, tapi berbau-bau manajemen. Rangsangan yang dihasilkan oleh gesekan kulit lengan itu membuatku ketagihan. Tiba-tiba aku tak dapat menahan keinginan untuk meraba kulit lengannya dengan jemariku. Aku mencari akal untuk bisa melakukan itu. Kupeluk ranselku dan kuatur agar ujung tangan kiriku menyentuh kulit lengannya yang mulus itu dan gatcha! kutahan posisi itu dan kunikmati beberapa saat. Dia nampaknya tidak terganggu dengan posisi tanganku tersebut. Ia tetap asyik membaca. Ada dua kemungkinan, dia tidak sadar, atau menikmati persentuhan kulit ini. Aku mencoba untuk menggerakkan jemariku mengelus-elus kulitnya ke atas dan ke bawah. Ia terlihat bereaksi atas move-ku. Dia menjauhkan lengannya dari jemariku. Dengan spontan kutarik jemariku karena takut terlihat orang di depan. Aku langsung berfikir untuk tidak meneruskan aktivitasku. Tapi sesaat kemudian ia merubah kembali posisi tangannya seperti semula hingga lengannya nempel lagi. Yes! Rupanya dia juga menikmati sensasi sentuhan. Aku tambah yakin saat 2 penumpang di sebelahnya pada turun. Hingga tempat duduk yang sejajar dengan kita kosong. Ia sama sekali tidak menggeser posisi duduknya menjauhiku walaupun banyak space. Aku semakin berani untuk mengelus-elus lagi lengannya dari atas bahu sampai pangkal lengan dengan hati-hati dan selembut mungkin, dan tentu saja berusaha untuk tidak ketahuan. Aku tidak perlu khawatir karena ibu-ibu di depanku nampak seperti tertidur. Eh, ternyata ia diam saja tidak menghindari elusan tanganku samasekali. Aku semakin berdebar dan terasa jemariku agak gemeteran. Tapi selama aktivitas rabaan ini berlangsung kita sama sekali tidak saling menatap. Ia melihat kearah kabin pengemudi, Diam seribu bahasa. Jadi aku hanya dapat melihat wajahnya dari samping, itupun tertutup rambut. Aku mengerti ia pasti malu dan jengah. Bibirku pun seperti terkunci. Aku tak berniat sama sekali untuk melakukan kontak secara verbal. Angkot kini melewati kampus UNPAS dan ternyata dia ngak turun. Syukurlah, gumamku dalam hati. Ngeliat dia nggak bereaksi apa-apa, bibirnya terkatup rapat. Tubuhnya tampak tidak bergeser se-inci pun. Aku pun makin merapatkan tubuhku. Berahiku yang udah sampai ubun-ubun tak kuasa untuk menahan keinginan untuk menyentuh toketnya yang mengintip di antara ketiak dan lengannya. Aku mencoba menyusupkan jariku lebih jauh di antara celah itu. Sedikit… sedikit… sedikit.. aha!!! Akhirnya kurasakan sesuatu yang kenyal. Kutahan tanganku sebentar di posisi itu untuk melihat reaksi cewek itu. Di luar dugaanku ia melonggarkan posisi lengannya agak ke atas seolah memberi akses bagiku agar tanganku leluasa menerobos di antara ketiaknya. Kupastikan sekali lagi bahwa tanganku dalam posisi yang tak terlihat dari depan. Kugeserkan ranselku dengan tangan kanan sementara tangan kiriku menyilang ke arah dalam. Jemari kiriku sudah sepenuhnya mendarat di area bukit yang sebelah kiri. Setengah tegang dan gemetar aku mulai meremas-remas toketnya yang berukuran nggak terlalu besar namun sangat kenyal. Cewek itu membetulkan posisi duduknya serta menyibakan rambutnya agar tanganku yang sudah hinggap di toketnya tertutup ujung rambutnya yang cukup tebal. Punggungnya seperti setengah bersandar ke bahuku. Suhu tubuhku sudah sangat panas. Aku tidak habis pikir bisa sebegini nekat. Aku benar-benar menikmatinya, terutama karena melakukannya secara sembunyi-sembunyi diantara orang banyak. Mereka tidak ada yang sadar dengan apa yang sedang kami lakukan. Sudah begitu aku tidak kenal cewek cantik ini. Benar-benar stranger. Ia diam saja saat aku semakin gencar bergerilya. Kedua kakinya yang jenjang ditutup rapat-rapat. Ia mendekap tas kulitnya erat-erat seperti sedang merasakan sesuatu yang tertahan. Sungguh seksi sekali. Aku pun menempelkan pahaku ke pahanya sambil menekan kuat-kuat ranselku ke arah juniorku yang sudah sangat tegang. Aku dapat merasakan puting susunya walaupun tersembunyi dibalik kain T-shirt serta Bra-nya. Bra-nya kayaknya tidak terlalu tebal. Dan tanpa busa pengganjal. Cewek itu mendesah “konak”. Aktifitas ini berlangsung kira-kira 20 menit sampai kurasakan ada cairan hangat di celana dalamku. Tiba-tiba ia mendongakan kepalanya sambil berteriak, “Kiri…. kiri Bang!” Shit! Kulihat ini jalan Setiabudi. Rupanya ia sudah tiba di tujuan, Tepat di depan kampus “ENHAI”. Kuperhatikan saat ia turun. Pantatnya yang cukup montok. Begitu jelas tercetak dibungkus jins scretch. Aku melihat kulit punggungnya karena ujung kaosnya sangat ******** Fpuihhh, seksinya. Minta ampun! Aku pusing banget. Ia turun dengan agak tertatih kemudian buru-buru membayar ongkos. Meninggalkanku dalam keadaan “konak” yang tertahan. Pikiranku sangat kacau akibat spaneng. Ingin banget aku ikut turun dan mengejarnya, tapi seluruh badanku seperti terpatok di atas jok, tak mau bergerak sampai akhirnya angkot melaju kembali. Di jendela aku melihat ia berjalan hendak menyeberang. Ia menoleh singkat kearahku sambil tersenyum kuperhatikan payudaranya yang tadi selama 20 menit kuremas-remas, sampai akhirnya si tinggi seksi itu menghilang dari pandangan. Aku menggigil sambil menjerit dalam hati. Ooh gadis cantik, siapa gerangan namamu? Aku ingin ngentot sama kamu, tuntaskan hasrat yang terpotong. Maaf kepada pembaca, karena di sini ngak ada acara bersetubuh, padahal saat kutulis pengalaman ini ingin rasanya mendramatisir atau menambah sedikit fantasi di bagian akhir bahwa aku mengejarnya ke kampusnya, ngajak kenalan kemudian terus bercinta. Setelah kupikir, kubiarkan saja ceritanya seasli mungkin dengan kejadian sebenarnya, tanpa diseru-seruin. Aku hanya luck! Karena terus-terang aku jadi ketagihan dengan mencoba melakukan aksi itu lagi saat naik angkot, atau KA parahyangan. Tapi ngak ada satupun yang merespon seperti si cewek cantik dan seksi di atas. Tags cerita dewasa k****lku diemut di cewek di angkot, cerita dewasa sex ngentot bersama gadis di kursi angkot, cerita sex ngentot di sebuah angkot bersama cewek cantik Olá,..este é mais um dos contos que estarei relando aqui neste site..já contei como aprontei no trem…,mas este sexo no onibus aconteceu em um ônibus interurbano..podem até pensar que vivo viajando,mas não é de fato,.. e também contarei posteriormente outros que aconteceram em locais distintos…sou moreno claro;1,75;81 Kg;cab e olh cast;34 anos…ela é morena clara;1,65; falsa magra; cab cast encaracolados;23 anos…Bom, a viagem seria de aprox. 400 Km…como de costume,sento-me sempre no final do ônibus, pois tenho uma visão geral de tudo…só que neste dia a última poltrona da esquerda estava ocupada e a da direita também…sentei-me na penúltima da direita,pois na última estava ela…e a umas três poltronas da última da esquerda, tinha um rapaz que vez por outra falava com ela…imaginei ser o seu marido…tudo bem…comecei a tirar um cochilo…e minhas mãos estavam por cima de minha cabeça e cruzadas sobre a poltrona…quando estava em um belo cochilo,sinto um toque em minhas mãos…apenas acordei e pensei que seria apenas um pequeno esbarrão da pessoa atrás…mas o toque se repetiu…fiquei na expectativa e acenei com a mão…senti uma mão pegar meu dedo…abri a minha e apertei a mão de trás…era ela me provocando…como já tinham descido as pessoas que estavam na última da esquerda, me mudei pra lá…ela deitou-se na dela com os pés no corredor e apoiou-os na poltrona logo a minha frente…eu estiquei minha perna e toquei na dela…ela sentou-se, me olhou e sorriu…perguntei se poderia sentar-se comigo…ela apontou pro rapaz e fez que não…perguntei se era seu marido…disse que era seu irmão…pronto!…agora invisto mesmo…insisti e como ela viu que ele tava dormindo, veio e sentou-se comigo…nos apresentamos…e ela falou que iria ver o noivo em certa cidade…ela usava mine saia jeans, sandália e uma blusa branca de alça…mas com jaqueta,devido ao frio do ar…papo vai, papo vem…resumindo…começamos a nos beijar…bjs ardentes e gostosos…ela beijava muito gostoso…falei a ela que alguém que bj gostoso fazia tudo gostoso..ela disse é?…e me beijou de novo e bem safadinho….minha mão já começava a se mover para seus seios…quando os toquei, ela deu um suspiro bem gostozinho…senti que eles eram médios e bem durinhos…apertei e amacie-os ainda por cima da blusa…uma delícia…ela adorava e gemia baixinho enquanto me beijava…como ajeitei meu cassete na calça,pois cresceu e tava doendo, ela viu e perguntou se já tava assim…durinho…disse que ela o fez ficar assim e teria que fazê-lo voltar ao normal…ela sorriu,pegou e apertou por cima da calça…falei pra tirar…ela levantou a cabeça pra ver se seu irmão tava acordado…constatou que sim, e viu que ela havia mudado de poltrona…ficou com medo…mas falei que ele tava a umas três poltronas da nossa…ela acenou pra ele,sorriu e falouOi mano,tô aqui..não fugi!…e sorriu…ele também sorriu e voltou a cochilar…nisso ela teve coragem e foi logo abrindo minha calça,pois tava doida pra ver ele durinho..só que neste ínterim, ele amoleceu…ela olhou e disse que faria já com que ele ficasse durinho de novo…tirou pra fora e começou a punhetá-lo…frações de segundos já crescia em sua mão…ela sabia pegar!…e como sabia…nos beijamos…mas com os olhos abertos,pois a sacanagem já tava à solta…eu fui logo pegando seus seios por baixo da blusa….como eram macios!…uma delícia..amaciáva e apertava bem gostozinho…seus biquinhos estavam durinhos devido a excitação…eu apertava-os e ela gemia…tava muito gostoso…pedi a ela que me chupasse…ela relutou um pouco,pois não me conhecia…a tranquilizei e disse que meus exames estavam em dias…ela sorriu…disse que estava louca de vontade pra me chupar,mas tava com medo…mas depois disso..pronto!…caiu de boca…ela sabia chupar…chupava,lambia,mordia….passeava com a língua em toda a extremidade…era muito gostoso…voltava a me beijar…eu já enfiava a mão em sua saia…puxava a calcinha de lado….bolinava bem gostoso seu clitóris…ela gemia e me chamava de gostoso…sua xota tava molhadinha…meti dois dedos e fazia um vai e vem bem rápido…alternava entre a vagina e o clitóris…ela tava doida…pegava meu cassete e punhetava com força…anunciou que iria gozar….disse em seu ouvido…goza minha gostosa safadinha…goza pra mim,vai….ela gozou bem baixinho enquanto me beijava…depois que se acalmou, eu falei que era minha vez…ela sorriu e disse que eu merecia…abaixou um pouco minha calça pra expor mais meu pau..pois queria ele todinho na boca…abaixou e começou a chupar…ah,como ela chupava!…e eu adoro uma chupada…ela chupava às vezes forte que parecia que iria tirar algo de lá…realmente tirou….falei que não era pra parar que iria gozar….ela punhetava e chupava ao mesmo tempo…comecei a gozar em sua boca…ela sugou até a última gota….como tava perto do banheiro…foi lá e depositou no vaso meu néctar do amor..foi uma delícia de chupada…mas continuamos a viagem…depois de um certo tempo nos recompomos e continuamos com os amassos…falei que era pra ela tirar a calcinha e ficar só de saia,pra facilitar as bolinações..ela sorriu e fez…aí sim, pude ver sua xotinha…carnudinha e raspadinha…com um pequenos clitória a salientar…fiquei mais doido…nossa masturbação era múltua…dedo lá,mão aqui….estávamos excitadíssimos de novo…falei que queria meter nela…ela perguntou como…falei que todos tavam dormindo…só de vez em quando é que alguém se levantava pra ir ao banheiro…mas era raro,visto que dormiam muito…ela encorajou-se…coloquei o preservativo….ela ficou de ladinho pra mim…comecei a pincelar hora em sua bucetinha,hora em seu cuzinho…ela ficava louca…mandava colocar logo…coloquei na entrada de sua xotinha…só a cabecinha….e ficava fazendo um faz que bota e tira…queria deixar ela mais excitada ainda…e a fiz…ela deu um tranco pr trás que meu cassete entrou a metade…empurrei e foi todo…fazia uma vai e vem bem gostoso…percebi alguém se levanntando…paramos…essa era a vantagem de estar bem atrás…dava tempo….a pessoa foi ao banheiro…passou de volta e nem desconfiou…pois apenas conversávamos…mas voltamos de ladinho…meti,meti e meti…um vai e vem bem gostoso…bem safado…ela quis sentar…eu não queria,pois assim ela ficaria mais alta e consequentemente exposta…mas ela quis e assim fizemos…que loucura!..ela subiu…se apoiou na poltrona da frente….que não tinha ninguém…fez um sobe e desce pertando a buceta em meu cassete….mas foi muito rápido…pois a puxei logo…sorrimos e falávamos que éramos doidos…ficamos só no ladinho mesmo…enquanto metia nela por trás, a bolinava na frente….a excitação era tamanha que ela falou que iria gozar…..a incentivei e falei que queria gozar junto com ela…perguntava se ela era minha putinha,minha safada….ela respondia numa voz bem dengosa…sou sua putinha…come a sua putinha,vai meu gostoso,meu safado…vai come sua safadinha…..disse…isso minha safadinha…vou gozar bem dentro de sua xotinha gostosa…posso?….vai goza,vai..ela falava…eu acelerei e como tava muito excitado, gozei antes dela…mas ainda bem que ela já tava no alge,pois começou a gozar também…foram uns gemidos abafados…nossa vontade era de gritar…mas não dava…mas gozamos bem gostoso….uma delícia….o vai e vem começou a diminuir…tirei o cassete…amarrei o preservativo…pedi a ela que me chupasse até meu pau amolecer…ela fez…adoro isso…uma sensação muito gostosa…quando se goza e depois é chupado…hummm…uma delícia…seguimos viagem normal…iríamos para a mesma cidade…mas lá ela era noiva de novo….não poderia me contactar…acabou ali…..que pena!!!!!!…..Posteriormente contarei outras em outros ambiente…aguardem!… relacionados Waka Waka Na Piscina! Waka Waka na piscina! O que me motivou a escrever meu primeiro conto foi uma noite maravilhosa que passei, vou lhes contar. Sou Jaqueline ou Jack, uma morena da cor do pecado mesmo, magra com seios médios, um pouco de coxa e um lindo rosto de... Judiando Do Meu Esposo Judiando do meu esposo Sou morena clara, 1,71cm, seios empinadinhos e uma bunda dia tive um sonho maravilhoso. Sonhei que passava a noite toda fazendo amor, trepando como uma vadia, como uma putinha no cio. Quando acordei,... Meu Pai E Eu No Aeroporto Meu pai e eu no aeroporto Me chamo Mel, tenho 18 anos, cintura fina, seios médios e quadril mais que farto. Sou filha de pastor, e na minha igreja sempre fui elogiada pela minha beleza. Meu pai me chamou uma tarde para ir com ele no... A Colegial. Olá me chamo Valker, vim relatar um fato prazeroso e inesquecível que aconteceu comigo. Eu todas as manhãs costumo fazer o mesmo trajeto para ir ao trabalho, nesse trajeto existe um ponto de ônibus perto de uma praça, sempre via os mesmos rostos. Daí... Comendo A Prima E A "amiga" Comendo a prima e a "amiga" Olá, neste conto irei usar nomes fictícios. Meu nome é Carlos, tenho 20 anos, 1,80 m de altura, 90 kg, sou moreno, cabelo curto, faço musculação e pratico esportes, tenho o corpo sarado e um pau de 21 x 6 cm. Tudo... Amigas E Um Tesao Elimitado era uma vez duas amigas que tinham um tesao mas um tesao uma pela outra so que nao sabiam . um dia a amaga chamada luana entrou na casa dela quando ela tava dormido so que a outra amiga chamada kassandra viu que ela entrou dentro do quarto e a luana...

cerita ngentot di mobil