cerita seks ayah dan anak

Ayahmungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Waktuaku sampai dirumah ayahku, rupanya pintu tak. berpikir kalau barusan tadi aku diperkosa, ia. Birahi ayah kandung - 1; Birahi adik iparku yang tertunda. di perkosa adik kandung. cerita seks diperkosa oleh ayah kandung sendiriSaat aku pertama kuliah di sinilah aku mengenal sex . 06/11/2010 0:24:39 » Pelajaran Ayah ku 05/11/2010. CeritaDewasa69 - Lima bulan sudah aku bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Umar.Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD saja di kampungku. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota jakarta, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku. AnakSendiri Pipis Di Celana Dan Dipuasin Bapaknya | bokep online,memek genit, memek terbaru, download bokep, bokep hot menantang, artis viral, indo viral, abg ngentot bikin baper, bokep tetangga, bokep barbar, nonton bokep indo viral,western,bokep harian 2020, bokep siswa sma,video,videobacol fun,bokep kakek sugiono,bokep ngentot memek gede, MEMEK ABG SMA, bokep tante hot indo, cerita bokep Ayahmembiarkan batangnya terendam didasar cipapku, aku yang kegelian dan kesenakan itu mengemut dan mencengkam kemas batang ayah sehingga tubuhku terasa kejang dan mengeluarkan air klimaksku yang pertama. Memang besar dan panjang batang ayah kurasakan sehingga rongga cipapku terasa penuh. mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Anak kecil memeluk ibunya ilustrasi. Untuk mencegah perilaku seks bebas, sebaiknya pendidikan seksualitas diberikan sejak dini. JAKARTA - Perilaku seks bebas tak hanya dilakukan oleh orang dewasa saat ini, tapi anak-anak juga sudah mulai tertular. Salah satu kasusnya diungkap oleh praktisi kriminal dalam konten Youtube Macan Idealis. Seorang anak perempuan kelas empat SD disebut telah melakukan hubungan badan dengan dua teman pria sekaligus alias threesome. Sebenarnya bagaimana cara mencegah hal ini agar tidak terjadi pada anak kita? Praktisi psikolog keluarga, Nuzulia Rahma Tristinarum, mengatakan untuk mencegah perilaku seks bebas, sebaiknya pendidikan seksualitas diberikan sejak dini. Sebab, di usia SD pun anak sudah memiliki hasrat seksual seiring dengan pertumbuhan hormonnya. "Pendidikan seksualitas wajib diberikan oleh orang tua dan sekolah," ujar perempuan yang akrab disapa Lia, Rabu 7/6/2023. Pemerintah juga dapat membantu mencegah tindakan seperti ini, bekerja sama dan dibantu lembaga atau instansi tertentu dalam membuat program penyuluhan atau edukasi ke sekolah sekolah. Lia mengatakan pendidikan seksualitas tidak hanya mengenai reproduksi dan risiko resikonya, tetapi perlu dimulai dari hal dasar. "Pendidikan seksualitas dapat dimulai sejak anak balita," mengajarkan seksualitas pada anak, sebaiknya tentu bahasanya disesuaikan dengan usia anak. Misalnya pengenalan aurat pada anak. Mengenalkan anak mengenai bagian bagian tubuh dan fungsinya. Mengenalkan anak mengenai bagian tubuh yang boleh dilihat dan disentuh atau tidak boleh dilihat dan disentuh orang anak yang sudah lebih besar dapat diajarkan mengenai baik dan buruknya pengaruh tontonan di ponselnya. Ajarkan anak bagaimana cara memilah tontonan. "Pantau terus apa yang dikonsumsi anak pada ponselnya dan observasi pergaulannya," kata orang tua, lanjut Lia, ayah dan ibu perlu lebih banyak memeluk anak, lebih banyak mendengarkan cerita anak, bangun attachment yang kuat dengan anak. "Yang paling penting, terus berdoa agar Allah SWT menjaga anak anak kita dari segala macam bahaya, termasuk bahaya pornografi," ujarnya. Kisah Edukasi Seks Dari Ayah dan Mama Chapter 1 ? NOVELBASAH ? Sore itu seperti biasa aku dan keluargaku sedang asyik becengkrama didepan televisi. Aku, mama, dan papa kami bertiga termasuk keluarga yang harmonis. Perkenalkan namaku zaki umur 16 tahun, ibuku anis umur 42 tahun, sedangkan ayahku agus umurnya 47 tahun. Kami bertiga selalu menghabiskan waktu bersama kalau sore hari seperti itu. Sedangkan bila pagi sampai jam 5 sore kita bertiga sibuk dengan urusan masing2 aku sekolah, ibuku sibuk dengan bisnis laundrynya, dan sedangkan ayahku bekerja sebagai pemborong. Walaupun hidup kami pas2an kami tetap bahagia karena selalu bisa berkumpul seperti ini. Sore itu ayahku sedang memegang kartu ditanggannya untuk mengajak aku dan mamaku bermain kartu bersama untuk mengusir bosan. Akhirnya km bertiga bermain kartu bersama memang benar kata ayahku permainan kartu ini awalnya menghilangkan rasa bosan kami bertiga yang sedari td hanya ngobrol2 sambi lihat televisi. Setelah bermain cukup lama akhirnya kami bertiga merasa bosan dengan permainan kartu ini. Ayahku yang menetahui situasi itu langsung mencetuskan ide gilanya, memang ayahku adalah orang yang paling kreatif diantara kami bertiga tapi kali ini ide ayahku tidak bisa diterima dengan akal sehat. Ayah pun mulai mengutarakan ide gilanya itu “Kalian tampaknya udah merasa bosan iya?” Tanya ayahku kepada aku dan mamaku. “Iya nih yah udah bosen dari td gini2 aja” jawabku menyauti pertanyaan dari ayah. “Iya bener tuh kata zaki yah mama juga udah mulai bosan” sambung mamaku. “Ya udah ayah kali ini punya ide, gimana kalau yang kalah harus membuka pakaiannya satu-persatu?” Ayah mengutarakan ide gilanya saat itu kepada km dengan senyum2 gk jelas. “Apa yah? Apa ayah ini sudah gila?” Sahut mamaku sedikit sewot. “Kenapa seh ma? Apa mama takut?” Tanya ayahku kepada mamaku. “Ayah ini apa2an masak yg kalah harus lepas baju? Gimana kalau mama yg kalah?” Ucap mamaku melemparkan pertanyaan balik pada ayahku. “Emang kenapa ma? Disini kan cuma kita bertiga tdk ada orang lain” sahut ayahku. “Kok malah debat sih?” Tanyaku kesal kepada orang tuaku. “Oke deh mama berani, ayo kocok kartunya” ujar mamaku mengakhiri perdebatan mereka. Akhirnya ayahku mengocok kartunya dan membaginya rata pada km bertiga. Permainan pertama pun berlangsung sangat sengit kita bertiga saling adu strategi dan akhirnya aku yg kalah. Lalu ayahku segera berkata, “Ayo zak buka kaos kamu terus kamu kocok lagoi kartunya. “Iya2 yah” jawabku sedikit sewot karena kalah pada permainan pertama. Mamaku hanya senyam-senyum melihat kekalahanku. Akhirnya kartu kuocok lagi untuk permainan kedua. Dipermainan kedua ini mamaku yg akhirnya kalah. Dengan sangat senang aku menyuruh mama untuk membuka bajunya, “Ayo ma buka bajunya hehehehehe” ocehku sambil tertawa melihat kekalahan mama. “Iya tidak toh mama hanya lepas jilbab dulu” sahut mamaku. “Kok gitu? Mama curang ah” timpalku sewot mendengar kata2 mama. “Iya gk bisa gitu ma perjanjiannyakn baju bukan jilbab jadi mama harus lepas baju dan jilbabnya tetep aja dipakai” ayahku coba menerangkan aturan permainannya pada mamaku. Akhirnya mamaku melepas kancing2 bajunya dan terlihatlah toket mama yang masih terbungkus bh warna putih. Dipermainan ketiga mama kalah lagi aku dan ayah memaksa mama untuk membuka celanannya. Permainan ini berlangsung terus sapek tak terasa tubuh kami bertiga benar bugil tanpa ada apa2 lagi yg menutupi tubuh kita. Aku sempat terkesan waktu melihat mama membuka bhnya ternyata toket mama gede banget. Sebelumnya aku tak pernah memperhatikan toket mam karena tertutup oleh jilbab2nya. Ayah yang sudah menyadari kalau aku sedari tadi sudah terangsang melihat bentuk payudarah mamaku mulai memancingku. Ayah pun mengambil tindakan dengan menggeser tempat duduknya dan mendekatkan tubuhnya pada mama. Ayahku juga mulai mengraya2 payudara mama. “Apaan sih ayah ini malu tuh dilihat zaki” kata mama menghentikan tingkah ayah. “Gpp ma biarin aja zaki kan udah gede” jawab papa singkat. Karena takut ayah marah mama membiarkan tanggan ayah meremas2 kedua toketnya itu. Aku pun sangat terangsang melihat tanggan ayahku yang sedang asyik dengan pekerjaan barunya saat itu. “Zaki pengen ya?” Goda ayah padaku. “Ayah apaan sih?” Mamaku coba memeringatkan ayah. “Halah gpp ma toh zaki juga butuh edukasi tentang sex” jawab ayahku ringan. “Enngg……..akkk kok yah” jawabku terbatah2. “Ah jangan bo’ong ah zaki, tuh buktinya udah tegang banget” kata ayahku sambil menuding batang kontolku. “Ternyata punyamu lebih gede dari punya ayah iya zak?” Lanjut ayahku. Sedangkan mamaku masih bengong melihat batang kontolku mungkin mamku takjub dengan ukuran kotolku yang lebih besar dari punya ayah. Ayah terus meremas toket mama seperti orang kesurupan sambil lidahnya menjilati leher mama. “Ngapain km bengong aja disitu zak? Sini bantu ayah” ayahku membuyarkan lamunanku. “Ah ayah ini apaan sih? Masak zaki diajak beginian?” Sahut mamaku tapi pandangannya tidak berpaling dari batang kontolku. “Biarin aja deh ma toh mama juga pengen ngerasain kontolnya zaki yg gede itukn?” Ayah langsung to the point kepada mama. Mamaku tak menjawab kata2 terakhir yg terlontar dari mulut ayahku. Akupun tetap terdiam dan membisu ditempatku duduk, aku belum percaya kalau ayahku segila ini. “Ayo zak kok malah bengong” kata2 ayah membuyarkan lamunanku. “Zaki harus ngapain yah?” Tanyaku yang tampak begitu polosnya. “Sini km jilatin memek mamamu” perintah ayah mendengar pertanyaan bodohku. Bagai kerbau yg dicocok hidungnya akupun bankit dari tempatku duduk dan mendekat ke tubuh ayah dan mama. Sebenarnya aku masih ragu menuruti perintah ayah karena sebelumnya aku belum pernah melakukan hal yg seperti ini. Aku pun mendekatkan kepalaku dengan memek mama. Aku sempat menghetikan kepalaku tepat didepan memek mama karena sebenarnya aku jijik melakukan hal ini, tapi ayah memaksaku. Akhirnya kulakukan perintah ayahku menjilati memek mamaku. Pertama2 aku agak sedikit kaku melakukan hal seperti ini tp lama-kelamaan aku sudah mulai terbiasa. Karena aku sudah mulai terbiasa mama mulai menjambak rambutku untuk membenamkan kepalaku kepada memeknya sampai2 aku tidak bisa bernafas. Walaupun aku sulit untuk bernafas karena mamaku mebenamkan kepalaku tapi herannya justru aku lebih menikmati permainanku. Mamaku mulai meracau, “Terus zaki terus jilat itil mama zak, ayah juga sedot yg kuat pentil mama mainkan susu mama yah” racau mamku. Aku dan papaku terus melakukan pekerjaannya masing2. Sampai papa menghentikan jilatanku. “Zak berhenti menjilat memek mamamu dulu” ucap ayahku sembari bediri disebelah mama dan kontolnya tepat pada muka mama. “Iya yah” jawablku menuruti perintah ayahku. “Ma ayo sekarang giliranmu mainin kontol ayah” perintah ayahku yang ditujuhkan pada mama. “Dan km zaki terusin jilat memek mamamu dari belakang” lanjut ayah. Mama yang mengerti permintaan ayaj langsung mengubah posisinya mamau langsung nungging dan menyergap kontol ayah sedangkan aku asyik menjilati memek mama. Kelihatannya mama semakin liar menyepong kontol ayah yang ukurannya sedikit lebih kecil dari punyaku mungkin mama usah terbiasa maini kontol ayah. Setelah ayah merasah puas dengan sepongin mama sekarang ayah menyuruhku untuk mengantikan posisinya lalu ayah sekaran berpindah kebelakang. Kemudian ayah langsung membuka lebar kedua paha mama dan memasukan kotolnya kedalam lubang memek mama. Mama sempat menjerit kecil ketika kontol ayah berhasil sepenuhnya masuk kedalam memek mama. Sedangkan aku yg ada didepan mama langsung memajukan kontolku tepat pada bibir mama. Mungkin mama sudah mengerti maksudku mama langsung meraih kontolku dan mejilati kepala kontolku pertama2. Rasanya ngilu campur geli membuatku meringis2 keenakan. Melihat hal itu mama langsung memasukan kontolku kemulutnya. Rasanya hangat sekali, mama mulai memaju mundurkan kontolku yg berada didalam mulutnya. “Ah……geli ma geli” racauku menahan geli. “Udah nikmatin aja zak” ucap ayah mendengar racauanku. “Emb kontolmu ahhhh ge ahhh de banget zak ahhh” kata mama yang sedikit terputus2 karena mendapat serangan dari ayah. Mama terus mengulum kontolku dan sekali2 menyedot batang kontolku rasanya enak banget aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Sepuluh menit berselang ayah mengerang keras sekali tampaknya dia sudah sampai pada puncaknya. Tubuh ayah seketika lemas tak berdaya. Ayah kemudian mencabut kontolnya yang masih tertanam divagina mama, begitu kontol ayah dicopot terlihat jelas olehku ada cairan putih pekat keluar dari memek mama. “Zak sekarang giliranmu ayo lakukan” perintah papa Akupun nurut2 aja. Sekarang posisi mama sedang tidur terlentang pahanya terbuka lebar untuk memudahkanku memasukan kontolkuyg sedari td pengen sekali dimasukan. Aku mengarahkan batangku ke memek mama walaupun memek mama sudah licin karena peju dari ayah tp aku masih kesulitan untuk memasukannya. Akhirnya denga telaten mama membimbingku, kontolku dipegang oleh mama dan langsung diarahkan pas lubang memeknya. Karena lubang memek mama yang sudah licin oleh peju ayah kontolku langsung masuk seluruhnya ke memek mama. Mama menyeruak dan mengadahkan kepalanya keatas. Sekarang aku dengan perlahan mulai mengerakan pinggulku maju mundur. “Ayo zak kontolmu enak” ujar mama. “Iya ma memek mama juga enak” jawabku “Ah…….ah…..ah….ah…..” Mama tidak berbicara lagi hanta desahan dan desahan yang keluar dari mulutnya. Setelah hampir sepuluh menit ayah bangkit dari kursi tempatnya beristirahat. Ia mengisyaratkn padaku untuk membalik badanku akupun menurutinya. Sekarang mam yang berada diatas tubuhku tanpa pikir panjang ayah langsung mengarahkan kontolnya ke anus mama. Dengan bantuan dari air liurnya akhirnya kontol ayah bisa masuk seluruhnya ke anu mama. Mama hanya bisa mendesah entah dia telah menaha kenikmatan atau kesakitan aku tidak tau itu. Ayah dengan kasar menghajar anus mama. “Aduh yah ah……terus…….yah ah…..ah…” Desahan mama Akupun tak mau kalah dengan ayah aku langsung mempercepat gerakanku. Dan mama pun mendesah semakin keras. “Ah……kaaaa….llliiiiiaaannn bbbeeeeee nnneeerrrrr beee nnneeeerr hhhhheeebbbaattt” desahan mama. “Aaahhhhh kaaalllllaauuu bbeeeegggiiiinnniiii mmmmaaammmmaaaa gggaakkkk kkkuuuuuaaaatttt” lanjut desahan mama. “Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhh” akhirnya mama mendesah panjang tanda orgasme telah didapatkannya. “Km kuat banget zak belum keluar2 juga” tanya mama padaku. “Hehehe gk tau juga ma” jawabku singkat. Aku yang belum mencapai puncak sendiri berusaha mengerakan tubuh mama dan dibantu oleh ayah. Mama terus kami serang daru lubangnya sampai 5 menit kemudian ada rasa geli pada ujung kontolku seperti ada benda yg memaksa untuk keluar dari dalam, meskipun kutahn tetap tak bisa dan akhirnya. “Crettttt cretttt creeetttt cretttt” Pejuku keluar membuat penuh seisi memek mama dipenuhio oleh pujuku dan ayah. Tubuhku langsung lemas dan si zaki junior juga langsung melemaskan tubuhnya. Sekarang tinggal ayah yg menutaskan birahinya. Entah sampai kapan ayah mampu begitu yang jelas hari ini aku puas sekali. Bersambung Edukasi Seks Dari Ayah dan Mama Chapter 2 Nama saya BRYAN nama samaran , saya berumur 37 tahun dan kulit saya coklat , Saya sudah menikah ISTRI saya bernama MAIDEN dan anak saya ada 2 yang 1 nama nya FRISKA dan 1 nama nya BELLA kedua nya cewek dan masih gadis. Saya tinggal di PEKAN BARU sudah 25 tahun dan saya pun seorang SALESMAN. Saya dan ISTRI saya sangat tidak rukun dalam sebuah hubungan yang rumit kami sering bertengkar, anak saya FRISKA sudah berumur 20 tahun dan BELLA sudah berumuran 17 tahun saya pun sangat sayang kepada kedua anak saya karena mereka sangat rajin membantu ISTRI saya dirumah. Pada hari senin saya di tugas kan sama bos saya untuk berangkat ke medan untuk mencari oderan dan saya pun harus mengejar target saya supaya sentif yang saya dapat dalam 1bulan ini untuk membiayai kedua anak saya dan ISTRI saya. Hari minggu saya mempersiapkan pakaian saya dan berpamitan kepada kedua anak saya sekalian makan bersama karena saya mau berangkat luar kota selama 1 minggu. BRYAN FRISKA dan BELLA jaga rumah yah… jangan bertengkar dan jaga ibu mu FRISKA dan BELLA iyah… pa… PAPA pigi berapa hari?? BRYAN bapak pigi cuma 1 minggu saja untuk kejar target bapak FRISKA Hati – hati yah pa dan jaga kesehatan BELLA iyah…. pa jaga kesehatan dan teratur makan nya MAIDEN jangan lirik cewek kesal BRYAN iyah nak… ISTRI saya sangat jutek dan cuek dengan saya karena saya tidak bisa kasih uang yang cukup untuk keperluan pribadi nya, istri saya tidak bisa hidup susah dan apa yang dia mau kalau tidak di berikan pasti jutek dan cuek. Setelah selesai makan dan saya duduk di ruang tamu dan anak – anak saya semua pada masuk kamar dan pada mau istirahat sedangkan istri saya di kamar tidur – tiduran. Saya mengintip anak saya di kamar saya pikir anak saya sudah tidur lupa nya anak saya sedang ganti pakaian tidur, tidak ku sangka badan anak saya santik mulus dan putih dan dada nya berukuran 30 nama nya FRISKA. BRYAN maaf nak… bapak ngak sengaja saya pikir sudah tidur, bapak cuma mau cium kening kalian saja. sambil menutup mata dan ngintip” FRISKA tidak apa apa pa. sebentar yah saya sudah mau siap berpakaian BRYAN bapak tunggu diluar saja yah… FRISKA sudah siap kok pa BRYAN Ooh…. Besok bapak sudah mau berangkat jadi jangan bandel yah jaga adik mu dan mama mu cium kening FRISKA iyah… pa Saya pun masuk ke kamar saya dan tidur – tiduran memikir indah sekali badan anak ku sehingga pikiran ku aneh – aneh dan PENIS ku pun tegang, saya melihat istri saya sedang tidur dan PENIS ku pun tegang akhir nya napsu saya ku bangkit kan ke istri ku, istri ku memberontak dan tidak kasih aku jatah buat malam terakhir. Saya pun emosi dan akhir nya kami bertengkar sehingga anak saya bangun, saya keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu sambil nonton tv tetapi dalam pikiran saya masih terbayang tentang badan anak saya. Terakhir anak saya terbangun dan keluar dari kamar berpakaian tembus sehingga nampak BRA nya menanyakan kepada saya. FRISKA kenapa pa? kok malam – malam bertengkar sama ibu? BRYAN tidak apa apa kok nak, kenapa belum tidur? FRISKA Ooh…. belum ngantuk kok pa, FRISKA pun lagi baca majalah BRYAN jangan asik bergadang nak… tidak baik untuk kesehatan FRISKA iyah… pa… Ya sudah Friska masuk kamar dulu yah… kalau bapak mau tidur, tidur di kamar FRISKA saja pak biar ngak bertengkar sama ibu lagi BRYAN tanda – tanda tetapi FRISKA anak saya iyah… nak… bapak mau nonton dulu FRISKA jangan malam sekali tidur nya pa besok mau berangkat BRYAN iyah… nak Setelah 30 menit saya berjalan ke kamar anak saya FRISKA dan mengintip lupa nya anak saya belum tidur sedang membaca majalah, Saya langsung masuk kamar nya dan majalah nya langsung di simpan di bawah kasur. Saya penasaran kenapa harus di simpan dan majalah apa yang sedang dia bca? BRYAN lagi baca majalah apa nak…? kok disimpan ada bapak? FRISKA tidak pak, lagi baca majalah cara membuat makanan BRYAN ooh…. boleh baca lihat? FRISKA ngak usah di lihat pa.. ngak apa – apa kok. Bapak sudah mau tidur?? BRYAN iyah… nak… bapak numpang tidur di kamar FRISKA yah… ngak apa – apa kan? FRISKA ngak apa – apa pa silakan tidur saja, pada saat saya kecil bapak juga tidur sama FRISKA jadi ngak maslah kok pa BRYAN ya.. sudah bapak tidur dulu FRISKA iyah pa… malam pa BRYAN malam saya mengintip tidur di lantai dan mengintip anak saya sedang baca apa, setelah saya berpura – pura tidur dan anak saya berpikir saya sudah tidur. dia lanjut membaca majalah nya sewaktu saya mengintip lupa nya anak saya lagi membaca majalah PORNO. uah…. saya lagi napsu di buat anak saya dan anak saya pun lagi napsu membaca majalah PORNO. Sehingga PENIS saya tegang dan saya berpura – pura pegang PENIS saya dan elus – elus sambil mengintip anak saya. Lupa nya anak saya pun mengintip saya lagi pegang PENIS saya dan dan melihat PENIS saya tegang yang berukuran 20 cm. Tiba – tiba Friska jalan ke arah ku dan saya pikir dia mau ngapaian lupa nya dia memanggil saya. FRISKA pak… jangan tidur di lantai nanti masuk angin, tidur di kasur FRISKA saja sebelahan sama FRISKA BRYAN ngak apa apa nak… bapak tidur disini saja nanti ngak enak di lihat ibu mu pada pagi hari FRISKA ngak apa apa pak… tidur di kasur saja nanti pagi baru bapak pindah kan ngak ada yang tau BRYAN ya sudah bapak tidru di kasur sama FRISKA FRISKA mengunci pintu kamar BRYAN kenapa di kunci nak? nanti ibu kamu cari bapak FRISKA ngak apa apa pak… biar nanti adik ngak bisa buka pintu ku dan nanti pagi FRISKA buka kembali, ya sudah bapak tidur dulu BRYAN ooh… ya sudah bapak tidur dulu Saya pun lanjut pura – pura tidur dan anak saya pun lanjut membaca majalah sehingga dia bernapsu dan pegang dada nya sendiri dan MEMEK nya. Saya pun jadi bernapsu dan PENIS ku pun tegang jadi saya pura – pura balik badan saya dan peluk anak saya, sehingga anak saya tidak terkejut dan tidak marah malah melanjutkan membaca. Tangan saya tidak bisa menahan napsu saya juga dan otak ku pun di kelilingi setan dan saya berani kan diri untuk pegang MEMEK nya dan elus – elus tetapi anak saya malah tidak marah dan biar kan saya elus – elus MEMEK nya. Sehingga saya beranikan lagi memasukan tangan saya ke lubang MEMEK nya dan membuat dia tambah napsu dan elus – elus krilolitas nya. Malah anak saya menikmati terus dan pelan – pelan longgar kan celana nya dan celana dalam nya dan anak saya ambil tangan saya untuk memegang dada nya, saya tetap pura – pura tidur dan saya memijit dada nya yang sangat padat. Aaah….. Aaahhkkkk…. Aaaahhkkk…….. Anak saya mulai napsu tinggi dan buka celana nya semua sampai celana dalam nya di buka, sehingga anak saya mengambil tangan saya taruh di kasur dan dia berani kan diri membuka celana saya, saya tetap pura – pura tidur dan sambil mengintip apa yang dia lakukan. lupa nya dia membuka semua celana saya dan langsung emut penis saya sehingga saya menikmati emutan nya yang sangat enak Aaaaahhhkkk….. Aaaaahhhkk….. Aaaaahhhkkkk…. Saya terbangun dan melihat anak saya yang sedang emut PENIS saya. seksigo Anak saya langsung melihat ke arah saya dan bertanya FRISKA pa… maaf kalau Friska melakukan yang tak sepantas nya, tetapi tadi bapak sama ibu bertengkar karena ibu tidak kasih jatah kan?? BRYAN iyah… nak kok Friska tau? FRISKA tau kok pa. ya sudah FRISKA temani bapak malam ini yah… jangan bilang sama ibu BRYAN makasih yah nak… bisa mengerti bapak Anak saya melanjutkan emutan nya dan saya pun membalikan badan nya sehingga melakukan 69 saya menjilati MEMEK nya dan membuat dia tambah bernapsu Aaaaahhhkkkk……. Aaaaaaahhkkk…. Aaaaaaaahhhhhh,,,,, Pelaaaannn pa emut nya Aaaaaaahhhhhhh……………. Aaaaaaaaaaahhhhhkkkkkk……… FRISKA sudah lama yah pa tidak dapat jatah sama ibu? BRYAN iyah nak… sudah 2 bulan FRISKA ya sudah pak kalau lain x ibu tidak kasih jatah batah cari Friska aja yah BRYAN iyah nak… Aaaaaahhhhhhhh…………. Aaaaaaahhhhcccccccc…………………………. Sampai saya tidak bisa menahan lagi napsu saya, saya menjatuh kan FRISKA ke kasur dan PENIS saya pelan – pelan masuk le lubang MEMEK nya. Aaaaaahahhhhhhhhhhh………………. aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhcccccccc………………… Saya pelan – pelan maju – mundur dan sambil emut puting susu nya sehingga dia menikmati dan terus menjerit Aaaaaaaa………… Aaaaa….. Aaaahhhhhhh…………. Saya mengoyang tambah cepat sehingga FRISKA pun Orgasme dan Crreeeeettt…… Crreeeeettttt……….. Aaaaahh…. Aaaaaahhhhhhh….. dan saya membungkuk kan badan nya melakukan DOGGY STYLE Aaaaahhh……. Aaaaaaaaa…………… Aaaaaaaccccccchhhh…… Sampai dia Orgaseme kembali dan Creeeettt………….. Creeeettttt……………….. Saya menganti gaya lagi, Saya suruh bediri dan sandar kan kedinding kaki nya saya buka lebar” dan angkt kaki nya 1 saya lanjut memasukan penis ku kembali Aaaaaaa……….. Aaaaaaahhhhhh……………… Aaaaaaaahhhhhhhhhhh……………. Akhir nya orgasme kembali sampai membasahi lantai – lantai dan kasur nya juga basah. Saya melanjut kan ke kasur kembali dan memasukan penis ku dan melakukan enjotan yang sudah 2 bulan tidak pernah menikmati, plak…. plak…. plak…. Aaaaaaahhhhhhkkkk…. Aaaaaahhhh…………. Aahhhhhh………… sampai kelelahan saya suruh anak saya yang mengenjot dan saya berbaling di kasur. Aaahhhhh…. Aaaahhhhhh…. Aaaahhh…….. Saya pun merasakan kalau sperma saya sudah mau keluar dan akhir nya saya peluk anak saya dan balikan dia ke kasur dan saya mulai enjotan yang cepat dan pijit dada nya yang padat. Aaaaaaahhhhh………… Aaaaaahhhhh………. Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhh…. Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh… Aaaaaaaahhhhhkkk………….. Creeeeeetttttttttttttt……….. Crreeeeeeetttttttttttt……… Crreeettttttt………. Saya menembak kan sperma saya ke muka nya dan ke dada nya dan dia pun bangun dan emut penis saya sampai bersih dan sperma saya dia jilatin tidak ada sisa. Setelah selesai melakukan anak saya membersihkan badan nya semua yang penuh dengan sperma saya dan saya membersihkan Penis saya. Selesai semua kami masing – masing tidur kembali dan sambil berpelukan, saya berpikir anak saya semacam istri saya yang pandai bergoyang dan membuat cowok – cowok bernapsu, setelah jam 6 pagi saya bangun dan anak saya pun sudah tidak di kamar dia menyiapkan sarapan untuk saya karena saya jam 7 sudah mau berangkat, dan akhir nya saya juga siap – siap dan pergi mandi, sedangkan istri saya belum bangun dan anak saya yang 1 nya belum bangun. FRISKA mendatangi kamar mandi saya dan berkata sarapan sudah siap yah pa…. Saya tidak berpikiran banyak dan saya membuka pintu kamar mandir dan membuka celana FRISKA sehingga dia tidak memakai COLOR, kurasa FRISKA pun tau kalau saya ingin melakukan SEKS dengan dia lagi sampai dia tidak memakai COLOR, Saya langsung membungkuk kan badan nya dan melakukan doggi style Aaaaahhkkk…. Aaaaaahhcccchhhh…. Aaaaaccccckkk….. kira – kira 10 menit Cretttt… Creeeetttttttt………. Crrrrrreeeeeeeeeeeeeeeettttttttt………. dan dengan cepat membersihkan MEMEK nya dan keluar dari kamar mandi supaya tidak ketahuan. Saya pun melanjut mandi dan setelah selesai semua nya saya sarapan dengan anak saya FRISKA, ISTRI saya juga sudah bangun sehingga saya dengan anak pura – pura seperti biasa nya anak sama bapak, Selesai makan saya berpamitan sama keluarga saya dan saya pun pergi ke bandara. Setelah seminggu saya pulang dari medan saya pun tidak bercakapan dengan istri saya dan selama ini saya melakukan SEKS dengan anak saya FRISKA terus menerus FRISKA menemani ku pada malam hari jam 0100 semua orang sudah pada tidur, dalam 1 minggu kami melakukan seks 4x kadang – kadang 5x dalam 1 minggu. Selama 1 tahun melakukan hubungan tak pantas saya pun tidak pernah berhubungan intim dengan anak saya lagi dan anak saya pun tidak pernah minta kepada saya, dan akhir nya pun anak saya sudah mempunyai pacar. Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yang sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Ayah, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam. Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Anton, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme? Singkat cerita, aku dan Anton sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 300 sedangkan ayah selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Anton dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. “Ah..” kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka resleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Anton membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Kulihat segera sesudah CD Anton lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang. Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Anton melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. “Ah..” kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Anton melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut. “Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!” Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi. “Ton, ayo masukin saja.” “Sebentar lagi Nitt.” “Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please!” Anton memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. “Bless..” batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya. Tiba-tiba, “Ah.. aku keluar..” Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku. “Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,” rungutku dalam hati. Tapi aku berpikir, “Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.” Dugaanku meleset. Anton berpakaian. “Nit, sorry yah.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih,” dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa. “Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.” Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa. Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat. “Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,” pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek. “Nita!” Oh.. ini bukan suara Anton. Aku bagai disambar petir. Aku masih telanjang bulat. “Ayah!” aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati. “Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Ayah lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.” Aku makin ketakutan, kupeluk lutut ayahku, “Yah.. jangan Yah, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,” aku menangis memohon. Tiba-tiba, ayah mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut. “Nit, Ayah tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Ayah masuk, Ayah dengar suara-suara desahan aneh, jadi Ayah jalan pelan-pelan saja, dan Ayah lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Ayah intip aja sampai siap mainnya.” Aku diam aja tak menyahut. “Nit, kalau kamu mau Ayah puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.” “Sungguh?” Ayah tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan payudaraku, digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. Ayah segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat penis ayahku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si Anton. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Anton. Melihat ini saja aku sudah bergetar. Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku. Aduh, lidah ayahku menjilati vaginaku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. “Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,” tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan ayahku. Ayah “memakan” vaginaku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya. “Oh.. begini rupanya orgasme, nikmatnya,” aku tiba-tiba merasa lemas. Ayah mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Ayah ikut menggoyangkan pantatnya, sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala penisnya menyentuh kerongkonganku. Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera ayah memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin “menelan” batang yang besar dan panjang. Tiba-tiba ayah menyeruhku berdiri. “Mau main berdiri ini,” pikirku. Rupanya tidak. Ayah berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya. “Masukkan Nit!” ujar Ayah. Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi ayah menyodokkan pantatnya ke depan. “Aduh pelan-pelan, Ayah.” Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan ayah tadi. Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang vaginaku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi ayahku dengan rakus. Ekspresi ayahku makin menambah nafsuku. Remasan tangan ayahku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat. Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi ayah berkata, “Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.” “Mau apa ini?” pikirku. Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. “Bless..” batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Anton tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala penis itupun terasa membentur dasar vaginaku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan ayah makin keras dan makin cepat. Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat. Tiba-tiba, “Auh..oh.. oh..!” kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan ayah makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku. Dengan gerakan cepat, ayah sudah berada di depanku. Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan sperma panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian sperma tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Ayah memelukku dan menciumku, “Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.” Aku tak menjawab. Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan ayahku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan ayah, sekali main orgasme dua kali. Siapa yang mau menolak? Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dengan nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi ayahku itu, sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dengan ayahku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang. Ayahku seorang penjual alat-alat olahraga. Sejak kecil, aku hanya hidup berdua dengan Ayahku. Segala yang ku inginkan selalu Ayah turuti, karena mungkin aku adalah anak satu-satunya sekaligus teman hidup Ayah setelah kepergian Ayah pernah mencoba mencari pendamping pengganti ibuku, dari beberapa kali hubungan namun hingga tak ada yang cocok menjadi detik ini usiaku 15th, Ayah tetap sendiri merawatku. " ana, apa kamu gak kesepian gak ada ibu ? Gak bosen kah hanya bermain sama ayah terus ? " Tanya Ayah" Tidak Yah, Aku tetap seneng kok main sama Ayah gini " ucapku sambil bermanja di pelukan ayah " Ayah kenapa dulu gak jadi kawin lagi ? " Tanyaku balik" Entahlah.. ayah merasa tak ada perempuan yang bisa menggantikan ibu kamu… Ayah juga lebih nyaman seperti sekarang ini, terlebih Ada putri perempuan satu sudah pusing kepala Ayah.’ jawab gambaran tentang Ayahku, ia orangnya tinggi, dan berbadan tegap berisi.. ia masih rutin menjaga badannya dengan berolahraga, terlebih dia mempunyai alat gym yang lumayan lengkap di rumah. Segala tentang dirinya masih lagi kelihatan muda. Teman2 sekolahku memuji bahawa Ayahku sangat tampan. Sebelum hari Ulang Tahunku yang ke 16, Ayah bertanya padaku tentang suatu hal inginkan untuk hadiah. Aku hanya meminta Ayah untuk mengajaku berlibur di pantai, kerana kebetulan hari lahirku jatuh pada cuti sekolah. Kemudian Ayah menyatakan semuanaya sudahpun diatur seperti yang ku mau. Hari yang kutunggu telah tiba, kini aku dan ayahku sedang menempuh perjalanan menuju pantai. Sampainya di lokasi, ayah mengajakku masuk kesebuah rumah penginapan. Aku merasa sangat gembira, di saat itu aku memakai baju off shoulder hitam yang sudah kekecilan, sehingga membuatku terlihat yang telah dipesan ayah sudah tiba, lalu segera aku dan ayahku menyantapnya. Setelah makan malam aku dan ayah berjalan ditepi ayahku bertanya padaku "Ana.. udah senang hari ni? Seneng banget yah" kataku "Ana, you have always been my princess.. Ana sangat istimewa bagi ayah’ kata ayahku sambil memelukku. Di saat berpelukan dengan Ayah, dadaku mulai berdegup dengan kuat. Dan Aku tak tahu mengapa Ayah terus mencium pipiku. Lalu kemulut. Aku merasa tertegun, karena ciuman itu bukan seperti ciuman biasa antara ayah dan anak, tapi ciuman seperti sepasang kekasih. Aku hanya tersenyum tapi hatiku seperti menginginkan sesuatu. "Ayahh.. ana sudah ngantuk, balik yuk" ajakku pada di penginapan, Ayah memberitahuku bahwa ada pintu tembus antara kamarku dan kamar ayahku. Akupun masuk ke kamar dan hendak mandi, kubuka seluruh pakaianku hingga aku telanjang bulat. Aku masuk kedalam kamar mandi, namun Saat aku mula menyalakan shower, tiba2 aku menrasa ada tangan memegang pinggangku. Aku berpaling dan alagkah terkejutnya aku melihat Ayah berada di belakangku dengan hanya menggunkan celana pendek. Kali ini perasaanku tidak bisa terbendung mula mencium leherku "Aaahhh..." sensitifnya tempat itu"Ayahss… kenapa kita bisa begini…" Desahku bersamaan dengan pertanyaanku pada ayah. "Ohh maaf sayang.. Ayah sendiri tidak tahu… kamu terlalu cantik dan sangat mirip seperti ibumu.. Maafkan Ayah" jawab Ayahku sambil mendakap dan menciumi pipiku. "Annaa... Ayah gak tahan.. Ayah sangat sayang sama Ana.. ""Ana juga Ayah.." "Ayah gak sanggup sayangg… Ana anak Ayah.. tapi…" balas ayahku terpotong"Tapi apa Ayah..?" Tanpa menjawab, ayah justru membaringkanku lalu mencium leher dan mulutku secara bertubi-tubi. Herannya aku malah justru ikut membalas terasa tangan ayahku mulai meraba buah dadaku yang padat berisi dan meremasnya perlahan-lahan."Ayahhh... apakah aku jatuh cinta dengan ayah... yaahhh iyaa aku jatuh cinta padamu yah, jadikan aku kekasihmu dan jadikan aku sebagai penggati mama.." Ucapku spontanTerlihat saat ayah sedang menghisap buah dadaku ia berkata,"Apakah kamu yakin Ana ? Ini bisa membuatmu menyesal dan takkan bisa terulang lagi !""Ana sangat yakin yah… Anna kan anak Ayah!!" Jawabku sambil terus merangkul Ayah lalu menjilat berdiri, lalu ia melepas celananya dan alangkan terkejutnya aku melihat penis Ayahku… untuk pertama kalinya.. "Ana takkan menyesal.. Ayah tolong bahagiakan Ana.. jangan tinggalkan Ana.." "Kau sungguh cantik. Kini kau sudah dewasa. Tubuhmu indah dan jauh lebih berisi.., mmpphh..”, katanya sambil menciumi bibirku dan ia mencoba membuka bibirku dengan lidahnya. Aku seakan terpesona oleh pujiannya. Cumbu rayunya begitu menggairahkanku. Begitu lembut dan hati-hati. Hatiku semakin melambung tinggi mendengar semua kekagumannya terhadap tubuhku. Wajahku yang cantik, tubuhku yang indah dan kini jauh lebih berisi. Payudaraku yang membusung penuh dan menggantung indah di dada. Permukaan perut yang rata, pinggul yang membulat padat berisi menyambung dengan buah ayah kulihat ia memperlihatkan dengan ekspresi kekaguman yang tak terhingga saat matanya menatap nanar ke arah lembah bukit di sekitar selangkanganku yang dipenuhi bulu-bulu hitam agak lebat, kontras dengan warna kultiku yang putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus pahaku bagian dalam. Aku mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakiku yang tadinya merapat. "Ayah… tunjukkan aku cintamu.. " Ayah menempatkan diri di antara kedua kakiku yang terbuka lebar. Kurasakan penisnya ditempelkan tepat pada bibir kemaluanku. Secara perlahan digesek-gesekan penisnya pada memeku, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Aku merasa ngilu bercampur geli dan nikmat. Cairan yang keluar membuat gesekannya semakin lancar karena licin. Aku terengah-engah merasakannya. Kelihatannya dia sengaja melakukan itu. Apalagi saat kepala penisnya itu menggesek-gesek kelentitku yang sudah menegang. Ayah melihat reaksiku dengan tatapan tajam. Aku balas menatap seolah memintanya untuk segera memasuki diriku secepatnya. Ayah serperti tahu apa yang kurasakan saat itu. Namun kelihatannya ia ingin melihatku menderita oleh siksaan nafsuku sendiri. Kuakui memang aku sudah tak tahan untuk segera menikmati batang koneknya dalam pukiku meskipun aku masih perawan. Aku ingin segera merasakan yang namanya sex. "Ayah…. cepat…shhh" "Cepat apa sayang…. ?" "Cepatlah…." "Ana mau ayah berbuat apa?" Jawab ayahku yang masih terus menggodaku, hingga akupun takntahan akhirnya berteriak "CEPAT MASUKKAN KONTOL AYAH DALAM MEMEK ANA!!! " Aku macam tak percaya dengan kata2ku itu.. "Baiklah sayang. ini kali pertama buatmu, kalau sakit kamu tahan aja sebentar ya sayang ? Sakit cuma sebentar, Ayah akan pelan-pelan" kata ayahku dengan penuh kemenangan telah berhasil menaklukan diriku. Kini ayah bersiap memasukkan penisnya dalam memekku, ia gesek-gesek dan berusaha menerobos lolubang sempit memekku. Sangat sulit ayah memasukkan penisnya, karen penisnya cukup besar dan juga panjang. Aku menahan nafas saat terasa kepala penis ayahku telah masuk kedalam memekku. "Argghh... uhhhhh....." desahku kesakitan menahan perihAyah mulai menggerakkan penisnya dengan sangat pelan. Rasa perih membuatku sedikit meneteskan air mata, namun ku lihat batang penis ayahku telah masuk ½ . Ia diamkan penisnya sesaat lalu setelah dirasa aku tenang, ia segera menyodokkan penisnya agar masuk seluruhnya kedalam menciumi leherku, lalu turun ke payudaraku dan bermain dengan putingku secara bergantian kanan-kiri. "Ahhhh...... emmmmm.... yahhh lanjutin nyodoknya yaa... uhhh penuh banget memekku...." "Ahhh... nikmat sekali memek kamu sayngg.... ayah sangan merindukan seperti ini ouhhh...." ucap ayahku setelah seluruh batangnya tenggelam dalam memekku. Kurang lebih 5menit ayahku mengobok-ngobok memekku dengan kontolnya. Rasa perih yang kurasa perlahan mulai hilang, tergantikan dengan rasa yang aneh, sangat mengganjal dan sangat nikmat pada seluruh tubuhku. Rasa nikmat bertambah saat ayah mulai memompa agak lama, aku merasakan ada sesuatu hendak keluar dari dalam memekku, terasa seperti ingin buang air kecil. Tanpa perlu aku beritahukan pada ayahku, ia sudah tau dan menyuruhku melepaskannya tak perlu menahan."Keluarkan saja sayangg... ahhhh pipis aja gpp.... ahhhh memek kamu sangat nimat, dan lebih nikmat..." kata yang keluar dari mulut ayahku di iringi desahannya."Ahhhh.... aku pipis.. ahhhhhsss... berhenti yahhh ahhhh udah.... ini enak banget yahh... hhhssss" teriakku berhenti sebentar ayah kembali memompa kontolnya yang masih didalam memekku, terasa ngilu karena aku barusaja pipik. Namun juga ada rasa nikmat..Ayah menyodok memekku dengan cukup cepat, hingga membuat aku merasa ingin keluar lagi.."Ayaaahhh... aku keluar lagii.. ahhhhh emmmsss.... ouuuhh... " teriakku"Ahhhh... ayahh juga sayangg.. keluarin bareng... ahhhhh....." desah ayahku yang sedang asik menyodok memek puti kandungnya dengan sangat cepat yang menandakan ia akan segera klimax, dan beberapa saat kemudian, CROT.. .. CROOOT... CROT.... Aku merasakan semburan dalam memekku, terasa hangat."Ahhh.... ini sangat nikmat sekali sayang.." ucap ayahku sambil terenggah-enggah"Iya yah ini nikmat sekali.. emmmsss.. makasih udah memberi Diana pengalaman yang luar biasa" balasku lalu memeluk ayahku. Kemudian ayahku mengakat tubuhku agar tiduran di atasnya tanpa melepas kontol besarnya yang mas bersembunyi didalam memekku. Pagipun tiba, aku bangun lalu beranjak pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku dari keringat hasil persetubuhanku bersama ayah kandungku tadi malam. Kuraba memekku, ku masukkan 1 jariku kedalam untuk mengorek sperma ayahku yang telah agak terasa agak rasa perih saat jariku masuk kedalam, segera ku guyur dengar shower dan ku berbegas cepat menyelesaikan mandiku. Setelah selesai mandi aku mngeringian tubuhku dengan handuk, lalu segera ke lemari baju dan tank top tanpa bh dan celana pendek kolor yang ketat. Ku lihat diriku lewat pantulan cermin, aku merasa terlihat sangat sexy dengan style begini. Pantas saja ayahku sangat bernafsu denganku, payudara besar padat, dan pantat montok, terlihat sangat menggoda dimata lelaki. Selesai berdandan secukupnya, aku keluar kamar mencari ayahku. Terlihat ayahku sedang duduk bersantay di depan penginapan dengan menikmati rokok yang ia hisap."Ayaah.." panggilku "Ehh putri ayah.. udah mandi ?" Tanya ayahku"Udah yah" Jawabku seraya menghampirinya lalu duduk di pangkuannya.

cerita seks ayah dan anak