cerita seks dengan kakak ipar

Search Cerita Lucah Benih. Sehingga bisa mengkompliti tulisan pendek Kumpulan cerita dewasa lucah ini Cerita Sex Ku Goda Teman Suami Kontol Gede Panjang cerita sex ku goda teman suami kontol gede panjang Aku seorang isteri muda umur 23 tahun dengan nya tetapi aku tahan sehingga lah pada satu malam semasa aku sedang menonton T Bie Jolok Burit Perempuan Mengandung Selalu Bie Jolok Burit TERINGATPERMAINAN SEKS KU DENGAN KAKAK IPAR YANG BEGITU LUAR BIASA CERITA TERBARU Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai seorang kakak laki - laki yang telah beristri, istrinya sebut saja namanya Lina, dengan Lina dulu ketika kami masih sama2 pacaran, kami pernah dekat dan menjalin hubungan. Kagaknyangka bisa ngentot sama Ida kakak iparku.Kakak ipar yang selama ini menjadi objek hayalan kalo lagi nentot sama istriku.Semakin kupompa kontolku dengan keras,semakin Ida merintih dan menjerit tertahan.Sayang,gimana,enak gak ngewe sama aldi,a..h,enak banget aldi!!!. Adikipar - 1. Waktu itu umurnya baru 26 tahun, sedangkan adik iparku berumur 18 tahun bernama Andini dan kami tinggal serumah dimana rumah yang kami tempati bertiga tidak begitu luas. Sehingga adik iparku tidur di ruangan yang agak terbuka. mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada kisah ML Bareng Sepupu Dan Tanteku Yang Nikmat, kini ada cerita seks bergambar Kakak Ipar Jadi Orgasme Setelah Kuperkosa. selamat membaca dan menikmati. Kejadian ini berlangsung kira-kira 2 tahun yang lalu, waktu itu aku diminta oleh ibu mertua untuk mengambil suatu barang di rumah kakak ipar perempuanku sekalian menengok dia karena sudah lama tidak ketemu. Kakak iparku ini sebut saja namanya Ina memang tinggal sendirian, walaupun sudah kawin tetapi belum punya anak dan saat ini sudah pisah ranjang dengan suaminya yang kerja di kota lain. Aku sampai di rumahnya sekitar jam 1900 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah terkunci. Tak lama kemudian Ina muncul dari dalam dan sudah tahu bahwa aku akan datang malam ini. “Ayo Yan, masuk…, langsung dari kantor?, Sorry pintunya sudah digembok, soalnya Ina tinggal sendiri jadi harus hati-hati”, Sambutnya. Ina malam itu sudah memakai daster tidur karena toh yang bakalan datang juga masih terhitung adiknya, daster yang dia pakai mempunyai potongan leher yang lebar dengan model tangan you can see’. Kami kemudian ngobrol dan nonton TV sambil duduk bersebelahan di sofa ruang tengah. Selama ngobrol, Ina sering bolak-balik mengambil minuman dan snack buat kita berdua. Setiap dia menyajikan makanan atau minuman di meja, secara tidak sengaja aku mendapat kesempatan melihat kedalam dasternya yang menampilkan kedua payudaranya secara utuh karena Ina tidak memakai BH lagi dibalik dasternya. Ina memang lebih cantik dari istriku, tubuhnya mungil dengan kulit yang putih dan rambut yang panjang tergerai. Walaupun sudah kawin cukup lama tapi karena tidak punya anak tubuhnya masih terlihat langsing dan ramping. Payudaranya yang kelihatan olehku, walaupun tidak terlalu besar tetapi tetap padat dan membulat. Melihat pemandangan begini terus-menerus aku mulai tidak bisa berpikir jernih lagi dan puncaknya tiba-tiba kusergap dan kutindih Ina di sofa sambil berusaha menciumi bibirnya dan meremas-remas payudaranya. Ina kaget dan menjerit, “Yan, apa-apaan kamu ini!”. Dengan sekuat tenaga dia mencoba berontak, menampar, mencakar dan menendang-nendang. Tapi perlawanannya membuat birahiku semakin tinggi apalagi akibat gerakannya itu pakaiannya menjadi makin tidak karuan dan semakin merangsang. “Breett…”, daster bagian atas kurobek ke bawah sehingga sekarang kedua payudaranya terpampang dengan jelas. Putingnya yang berwarna coklat tua terlihat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Ina terlihat shock dengan kekasaranku, perlawanannya mulai melemah dan kedua tangannya berusaha menutup dadanya yang terbuka. “Yan…, ingat, kamu itu adikku…”, rintihnya memelas. Aku tidak mempedulikan rintihannya dan terus kutarik daster yang sudah robek itu ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya yang sudah aku tidak ingat lagi warnanya. Sekarang dengan jelas dapat kulihat vaginanya yang ditumbuhi dengan bulu-bulu hitam yang terawat baik. Setelah berhasil menelanjangi Ina, kulepaskan pegangan pada dia dan berdiri di sampingnya sambil mulai melepaskan bajuku satu persatu dengan tenang. Ina mulai menangis sambil meringkuk di atas sofa sambil sebisa mungkin mencoba menutupi badannya dengan kedua tangannya. Saat itu pikiranku mulai jernih kembali menyadari apa yang telah kulakukan tapi pada titik itu, aku merasa tidak bisa mundur lagi dan aku putuskan untuk berlaku lebih halus. Setelah aku sendiri telanjang, kubopong tubuh mungil Ina ke kamarnya dan kuletakkan dengan lembut di atas ranjang. Dengan halus kutepiskan tangannya yang masih menutupi payudara dan vaginanya, kemudian aku mulai menindih badannya. Ina tidak melawan. Ina memalingkan muka dengan mata terpejam dan berurai air mata setiap kali aku mencoba mencium bibirnya. Gagal mencium bibirnya, aku teruskan menciumi telinga, leher dada dan berhenti untuk mengulum puting dan meremas-remas payudara satunya lagi. Ina tidak bereaksi. Aku lanjutkan petualangan bibirku lebih ke bawah, perut dan vaginanya sambil merentangkan pahanya lebar-lebar terlebih dahulu. Aku mulai dengan menjilati dan menghisap clitorisnya yang cukup kecil karena sudah disunat sama dengan istriku. Ina mulai bereaksi. Setiap kuhisap clitorisnya Ina mulai mengangkat pantatnya mengikuti arah hisapan. Kemudian dengan lidah, kucoba membuka labia minoranya dan memainkan lidahku pada bagian dalam liang senggamanya. Tangan Ina mulai meremas-remas kain sprei sambil menggigit bibir. Ketika vaginanya mulai basah kumasukkan jari menggantikan lidahku yang kembali berpindah ke puting payudaranya. Mula-mula hanya satu jari kemudian disusul dua jari yang bergerak keluar masuk liang senggamanya. Ina mulai berdesah dan memalingkan mukanya ke kiri dan ke kanan. Sekitar dua atau tiga menit kemudian aku tarik tanganku dari vaginanya. Merasakan ini, Ina membuka matanya yang selama ini selalu tertutup dan menatapku dengan pandangan penuh harap seakan ingin diberi sesuatu yang sangat berharga tapi tidak berani ngomong. Aku segera merubah posisi badanku untuk segera menyetubuhinya. Melihat posisi tempur’ seperti itu, pandangan matanya berubah menjadi tenang dan kembali menutup matanya. Kuarahkan penisku ke bibir vaginanya yang sudah berwarna merah matang dan sangat becek itu. Secara perlahan penisku masuk ke liang senggamanya dan Ina hanya mengigit bibirnya. Tiba-tiba tangan Ina bergerak memegang sisa batang penisku yang belum sempat masuk, sehingga penetrasiku tertahan. “Yan, kita tidak boleh melakukan hal ini…”, Kata Ina setengah berbisik sambil memandangku. Tapi waktu kulihat matanya, sama sekali tidak ada penolakkan bahkan lebih terlihat adanya birahi yang tertahan. Aku tahu dia berkata begitu untuk berusaha memperoleh pembenaran atas perbuatan yang sekarang jadi sangat diinginkannya. “Tidak apa-apa Na, kita kan bukan saudara kandung, jadi ini bukan incest”, Jawabku. “Nikmati saja dan lupakan yang lainnya”. Mendengar perkataanku itu, Ina melepaskan pegangannya pada penisku yang sekaligus aku tangkap sebagai instruksi untuk melanjutkan perkosaannya’. Dalam posisi standard’ itu aku mulai memompa Ina dengan gerakan perlahan, setiap kali penisku masuk, aku ambil sisi liang senggama yang berbeda sambil mengamati reaksinya. Dari eksperimen awal ini aku tahu bahwa bagian paling sensitif dia terletak pada dinding dalam bagian atas yang kemudian menjadi titik sasaran penisku selanjutnya. Strategi ini ternyata cukup efektif karena belum sampai dua menit Ina sudah orgasme, tangannya yang asalnya hanya meremas-remas sprei tiba-tiba berpindah ke pantatku. Ina dengan kedua tangannya berusaha menekan pantatku supaya penisku masuk semakin dalam, sedangkan dia sendiri mengangkat dan menggoyangkan pantatnya untuk membantu semakin membenamnya penisku itu. Untuk sementara kubiarkan dia mengambil alih. “sshh…, aahh”, rintihnya berulang-ulang setiap kali penisku terbenam. Setelah Ina mulai reda, inisiatif aku ambil kembali dengan merubah posisi badanku untuk style pumping flesh’ untuk mulai memanaskan kembali birahinya yang dilanjutkan dengan style ’stand hard’ kedua kaki Ina dirapatkan, kakiku terbuka dan dikaitkan ke betisnya. Style ini kuambil karena cocok dengan cewek yang bagian sensitifnya seperti Ina dimana vagina Ina tertarik ke atas oleh gerakan penis yang cenderung vertikal. Ina mengalami dua kali orgasme dalam posisi ini. Ketika gerakan Ina semakin liar dan juga aku mulai merasa akan ejakulasi aku rubah stylenya lagi menjadi frogwalk’ kedua kaki Ina tetap rapat dan aku setengah berlutut/berjongkok. Dalam posisi ini setiap kali aku tusukkan penisku, otomatis vagina sampai pantat Ina akan terangkat sedikit dari permukaan kasur menimbulkan sensasi yang luar biasa sampai pupil mata Ina hanya terlihat setengahnya dan mulutnya mengeluarkan erangan bukan rintihan lagi. “Na, aku sudah mau keluar. Di mana keluarinnya?”, Kataku sambil terus memompa secara pelan tapi dalam. “ddi dalam saja…, di dalam saja, aahh…, jangan pedulikan”, Ina mejawab ditengah erangan kenikmatannya. “Aku keluar sekarraang…”, teriakku. Aku tekan vaginanya keras-keras sampai terangkat sekitar 10 cm dari kasurnya dan cairan kenikmatan tersemprot dengan kerasnya yang menyebabkan untuk sesaat aku lupa akan dunia. “Jangan di cabut dulu Yan…”, bisik Ina. Sambil mengatur napas lagi, aku rentangkan kembali kedua paha Ina dan aku pompa penisku pelan-pelan dengan menekan permukaan bawah vagina pada waktu ditarik. Dengan cara ini sebagian sperma yang tadi disemprotkan bisa dikeluarkan lagi sambil tetap dapat menikmati sisa-sisa birahi. Ina menjawabnya dengan hisapan-hisapan kecil pada penisku dari vaginanya “Yan, kenapa kamu lakukan ini ke Ina?”, tanyanya sambil memeluk pinggangku. “Kamu sendiri rasanya gimana?”, aku balik bertanya. “Mulanya kaget dan takut, tapi setelah kamu berubah memperlakukan Ina dengan lembut tiba-tiba birahi Ina terpancing dan akhirnya turut menikmati apa yang belum pernah Ina rasakan selama ini termasuk dari suami Ina”, Jawabnya. Kita kemudian mengobrol seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa dan sebelum pulang kusetubuhi Ina sekali lagi, kali ini dengan sukarela. Sejak malam itu, aku memelihara’ kakak iparku dengan memberinya nafkah lahir dan batin menggantikan suaminya yang sudah tidak mempedulikannya lagi. Ina tidak pernah menuntut lebih karena istriku adalah adiknya dan aku membalasnya dengan menjadikan pendamping tetap’ setiap aku pergi ke luar kota atau ke luar negeri. TAMAT by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru 2020 cerita kuperkosa kakak iparku kisah perkosaan kakak ipar yang nikmat kakak ipar ketagihan ngentot setelah kuperkosa cerita perselingkuhanku dengan kakak ipar pemerkosaan ml memek kakak ipar Cerita Sex Kakak Ipar Yang Paling Mengerti Perasaanku – Cerita mesum dengan kaka ipar ini mungkin terdengar standar, tapi buat ku sangat luar biasa dan pengalaman yang menyenangkan. Lebih dari setahun lalu aku punya pacar sebut saja namanya ita, lama pacaran dengannya aku dikenalkan dengan keluarganya, termasuk dengan – sebut saja – lina, yang kala itu masih berstatus pacar kakaknya ita, – Anggara. Awalnya sih biasa saja.. Keakraban kami dimulai ketika aku berani menelepon lina dengan alasan untuk mencari kado untuk ita, tentunya tanpa sepengetahuan ita dan anggara. Dari awalnya cuma sekedar pertanyaan standar seperlunya, berkembang ke cerita pribadi masing2, kemudian curhat ttg pasangan kami masing2 yang kaka beradik, bahkan tidak lama, dibelakang pasangan kami masing- masing, kami semakin akrab dan semakin intens berhubungan. Terkadang tanpa sepengetahuan anggara & ita kami menyempatkan bertemu di sela – sela waktu kerja dan pulang kerja, kebetulan kala itu tempat kerja kami tak jauh, lina bekerja sbg SPG di mall, aku pengawas lapangan atas proyek kontruksi. Perlu diketahui lina ini dgn kakaknya ita – anggara – tinggal satu atap kumpul kebo, bisa ditebak mereka pernah berhubungan sex. Obrolan kami pun seringkali sampai ke tentang hubungan sex dengan pasangan masing2, mulai dari cara kissing sampe ke hal2 yang bisa bikin kami bergairah….. Sampai suatu ketika, kami berdua kebetulan sedang bertengkar hebat dengan pasangan kami masing2. Seperti biasa kami saling curhat, sama denganku masalah ita dgn anggara belum selesai karena anggara keburu tugas luarkota. Sedangkan masalhku dengan ita .. eemmm .. ita justru coba menghindar dariku dengan pergi ke tempat kos lina, Karena bermaksud menyelesaikan masalah, aku menyusul ke tempat lina tanpa sepengetahuan ita namun dgn terlebih dahulu memberitahu lina. Namun terlambat, sesampainya di kosan lina, ita telah pulang. Aku smpt mempertanyakan knp lina tdk memberitahuku kl ita sudah pulang, lina hanya menjawab tidak sempat, tapi sudahlah aku pikir tidak terlalu penting. Awalnya aku berniat menyusul ita, tapi lina menyarankan agar besok saja biar semua nya tenang, lagipula hari sudah sore. Akhirnya aku dan lina ngbrol, saling curhat permasalahan kami masing2, sebagai seorang lelaki tentu aku lbh tenang mengahdapi masalahku, berbeda dgn lina dia sempat menangis terisak-isak, entah kenapa aku tanpa pikir panjang segera merangkulnya dan memberikan pundakku padanya, dia merebahkan tubuhnya padaku, kupeluk erat2 tubuhnya, tak ada perlawanan sama sekali darinya. kurasakan toketnya menempel erat didada, kurasa dia tidak memakai Bra, kontol mulai menegang merasakan itu, dan kupikir lina pun merasakannya karena ia melepas pelukanku. AKu tak biarkan dia lepas begitu saja, birahiku mulai naik dengannya, kuusap airmatanya, kupandang dalam matanya, kukecup bibirnya, dia sempat terkaget, namun mungkin karena kita berdua sedang terluap emosi, maka emosi atas pasangan masing2 pun berubah menjadi napsu birahi , sesaat kemudian kulumat lagi bibirnya dengan penuh gairah, lina membalasnya, lebih agresif dari yang kuduga, birahi sudah menyelimuti aku dan lina, dengan ganasnya kita berciuman, aku merasakan sensasi yang berbeda dengannya, dia julur2kan lidahnya melumat bibrku, kami benar2 tak kuasa lagi menahan birahi, desahan kami semakin tinggi, kusedot lidahnya dengan penuh napsu, lina mengeranggg.. dibalasnya sedotanku.. kulanjutkan jilatan ke seluruh wajahnya. “”Uhhhh ahh..” kujilati lehernya , kusedot lehernya dan diapun mengerang ” UGHH … ” lina blng ” jangan dibikin cupang donk sayangg nanti ketauan..” , kuteruskan petualangan lidah menjilati membasahi sekujur leher, kubuka kaos tidurnya, ternyata benar dugaanku dia hanya memakai kaos saja tanpa Bra, terpampang dua gunung megah cukup mungil dengan puting yang mengeras, sebuah tanda birahi lina tlah amat naik…. UUgghhhh tak sabar, tanpa pikir panjangg kuemut putingnya, kujilati putingnya, gunungnya kujilat , kuhisap, kutarik, lina makin mengerang ” AKHHHHhhhh… ughhh.. akkhhhh.. ENakkkk bangetttt sayyanggg” gelinjangan lina luarrbiasaaa membuatku hrs menahannya sekuat tenaga agar dia tidak bergerak-gerak terus.. Sebelah Toketnya kuremas dengan kelima jariku, dengan kuat, bertenaga… sebelah lagi kujilati kugiiigiitt kutarik habis2n, membuat lina trs menggelinjang, mengeranggg… Cukup lama aku memainkan toketnya bergantian kanan dan kiri, bahkan terkadang kulahap putingnya secara cepat bersamaan. Petualangan lidahku berlanjut kebagian bwah, kubuga dengan cepat celana tidur pendeknya sekaligus dgn celana dalam merah jambunya..kurebahakan kedua kakinya .. UGGHHH bulu lembutnya membuat ku makin bergairah .. aku sdh tak perduli lagi walau pasangan kita kaka beradik.. kujilat memeknya.. klitorisnya.. kusedot.. kutarik.. sambil tanganku meremas toketnya.. dia makin mengerang keras.. Kemudian disela – sela itu lina meminta ku berganti posisi.. dia ingin menikmati tubuhku.. katanya.. dgn cepat kubuka bajuku.. sebari lina membuka celana panjangku sekaligus CD ku.. tanpa babibu Lina langsung sedot kontolku.. dimankan nyaaa.. turun naikk..dikocok2.. dia jilait2 kontoll… ohh aku benar2 tak tahan waktu itu..diakulum bji kontolku.. dijilat nyaa… tiba2… lina naik memasukkannn kontolku pada memeknyaa.. mudah sekali kontol ini masuk kedalam memeknya, aku tak aneh karena toh slma ini lina selalu cerita pernah berhubungan seks dengan cowonya.. dalam posisi berkuda dia bergoyang .. sambil meminta ku untuk meremasss toketnyaa.. dam memainkan putingnya yang imut… kami berganti2 posisi, doggi, kuda2… tubuh lina emg kecil tapi kekuatan dia luarbiasaa… UGHh AKkkk augghhh… Setelah entah brp lama kami bergaya berubah2.. lina blng tak tahan mau orgasmee… “bareng yukk sayanggg” dia blng gtu.. mndpt intruksi itu aku semakin mengencangkan gencotannn dalam posisi missionary.. aku trs menusukan kontolku ke memeknya yg sudah amat licinnn…” sekarang..!!”” Crrotottt!!!!! UGHHHH aaakkkkkkhhhhhhhhhhhhh1!!1 lina berteriak amat kencangg.. KIta orgasme bersamaan.. .. KAmi berdua terkulaiii… LUarrbiasa.. sekali.. kita berdua sampai kehabisan kata.. setelah kejadian itu kami sempat kikuk ketika kami bertemu dgn pasangan kami masing2… sempat kami ulangii ngeseks di kosan lina, tidak lama sebelum lina hendak menikah dgn kakak ceweku.. kami sempat berjanji akan berhenti ketika dia sudah menikah dan mempunyai anak yang mgkn jg tertanam benihku dsitu.. tapi janji tinggal janji .. setelah lina melahirkan kami sempat ngeseks lagi… kali ini dirumah keluarga ceweku.. TAMAT Baca Istriku Bercinta Sama Pembantu Cerita Bokep Indonesia – Cersex Kakak Ipar Kupaksa Kakak Ipar Bercinta Denganku di Kamar Ganti Awal cerita seks ini saat kami liburan sekeluarga. Perkenalkan namaku rio umur 23 tahun. Akhir pekan lalu sy liburan ke pulau lombok bersama pacar, kakak ipar dan suaminya. Kami menyewa 2 kamar hotel. 1 Untuk sy dan pacar dan 1 lagi tentu untuk kakak iparku dan suaminya. Pemandangan pantai disana sangat mengagumkan. Apalagi saat melihat sunset disore hari. Sembari menikmati pantai kami berempat berenang dipantai. Disanalah pemandangan indah yg belum pernah sy lihat dan sangat mengganggu pikiran sy. Tubuh indah yg menawan kakak ipar sy. Dgn buah dada yg montok, pantat menggairahkan dan kulit putih mulus yg sangat bikin merangsang. Mataku tdk bisa terlepas dari pemandangan indah itu. Dlm hayalan bagaimana jika sy dapat menikmati tubuh indah kakak iparku. Sungguh mimpi yg sempurana. Cersex Kakak Ipar Setelah selesai berenang dipantai kamipun bersiap untuk menuju ruangan ganti yg berada dipinggiran pantai. Sesuatu yg tdk sengajapun terjadi. Hanya terdapat 2 ruangan ganti. Kebetulan kakak iparku telah masuk duluan. Tanpa pikir panjang sayapun masuk diruangan sebelahnya. Saat itu pikiran sy sdh dirasuki hasrat yg begitu membara. Namun tdk ada keberanian untuk melakukan hal nekat. Saat kakak iparku mulai keramas dan mandi muncul ide dari pikiranku. Sy naik ke bak penampungan air. Perlahan lahan sy memanjat dan waaauuuwwww, dari sekat tembok yg terbuat dari besi sy melihat kakak ipar yg telanjang bulat. Seketika k0ntol sy ereksi dgn hebat. Buah dada yg montok, kulit putih mulus dan bulu kemaluan yg tipis rapi hanya tertutup busa tipis. Sayapun mulai bingung apa yg harus dilakukan. Cersex Kakak Ipar Tiba-tiba sy terkejut ketika sy melihat ternyata ada kamera anti air disaku celana yg sy pakai. Tanpa pikir panjang sy mengabadikan moment tersebut. Sy merekam kakak ipar saat mandi tanpa dia sadari. Video yg berdurasi 10 menit itupun sy simpan rapat-rapat agar tdk dilihat siapapun. Malam harinya kami kembali kehotel untuk istirahat. Mengingat kejadian tadi sy langsung melampiaskan nafsu ke pacar sy. Tiba di kamar hotel tanpa buang waktu sy langsung membuka semua pakaian pacar sy. Kamipun ml seperti yg biasa telah kami lakukan. Walaupun ml dgn pacarku dlm hayalan aku membayangkan kakak iparku. Terasa sensasi yg berbeda dan belum pernah sy rasakan. Keesokan harinya hari masih sangat pagi. Terlihat sinar mentari dari jendela dan sayapun mulai terbangun. Pacarku masih tertidur mungkin karena lelah saat hubungan kami semalam. Sy berniat menikmati suasana pagi sendiri. Selesai mandi sayapun bergegas keluar kamar hotel dan langsung ke pinggiran pantai. Disana sy membeli sarapan dan kopi sambil menikmati pemandangan. Tiba-tiba sy terkejut ketika kakak ipar sy duduk di sebelah sy dan juga membeli makanan yg sama. Entah kenapa sy menjadi grogi dan tdk seperti biasanya. Kami mulai mengobrol seperti biasa. Dlm obrolan sy teringat dgn suaminya dan sayapun bertanya “Mbak mas adinya kemana ? Kok nggak ikut kebawah?” Kakak sayapun menjawab “iya nih rio, si adi masih tidur tadi mbak bangunin katanya masih ngantuk”. Ternyata hanya kami berdua, sungguh kesempatan yg sempurna dlm benakku. Akupun mulai nekat karena pikiranku sdh terombang-ambing melihat tubuh kakak iparku. Aku mulai mengeluarkan celotehan yg menantang “Mbak aku lihat kok makin hari makin seksi ya?” Tanyaku kepada kakak iparku. “Ah biasa aja rio, kenapa kamu nanya gitu?” Terlihat agak marah. Kakak iparku berdiri seakan akan pergi. Tiba-tiba tanpa aku sadari tanganku memegang tangganya dan berkata “ Sebentar mbak ada hal penting yg mau sy bicarakan”. Seketika dia menatapku dan berkata “ada apa? Mbak mau kembali kekamar”. Tanpa banyak bicara aku memperlihatkan rekaman video kemarin saat kakakku mandi. Dia kaget dan tiba-tiba menamparku. Saat itu aku sangat emosi dan berkata “Mbak kalau mbak nggak mau diam dan masih marah sy akan menyebarkan video ini. Walaupun sy harus putus dgn adik mbak atau bertengkar dgn suami mbak”. Kakak sayapun mulai melemah dan kembali duduk. Sayapun memulai negosiasi yg liar. “Mbak kalau sy menyebarkan video ini, hubungan mbak dgn suami akan terganggu, sy punya suatu ide yg bagus. Sy akan menghapus video ini jika mbak mau ml dgn sy”. Kakak iparku terdiam dan aku mulai mengancam lagi. Terlihat dia sangat kebingungan. Sy memegang erat tangannya dan berkata Cersex Kakak Ipar “Cuma sekali doang mbak, dan nggak aka nada yg tau. Dan hubungan semuanya akan baik-baik saja”. Dgn tampang pasrah kakak iparku menuruti kemauanku. Sungguh perasaan yg luar biasa dlm hatiku. Tanpa pikir panjang aku menentukan tempatnya. Aku mengajak kakak iparku ke ruangan ganti kemarin. Disana aku ditanya sama ibu-ibu penjaga “ Mas nggak boleh masuk ruangan berdua, kalau mau ganti harus satu-satu”. Sayapun kaget dan mencari solusi dan berkata “bu, kalau sy bayar 10x lipat gimana ?” Ibu itupun tanpa pikir panjang dan menjawab iya. Saat itupun langsung sy bayar. Kami berduapun masuk kamar ganti. Hatiku berdebar, k0ntolku tdk tertahankan dan sy bingung harus mulai darimana. Menarik nafas dlm-dlm dan sy mulai memegang kendali. Pertama-tama sy mencium tangannya. Kakak iparku terlihat masih kesal dan tdk melakukan apa-apa. Melihat wajahnya yg marah, sayapun merasa semakin tertantang. Aku mulai mencium lehernya dgn liar, melumat bibirnya yg tipis dgn nafsu. Mulai terasa nafas kakak iparku tdk karuan. Akupun mulai ke bagian payudaranya, ku remas-remas sambil kucium bibirnya. Tangan kiriku mulai kebagian meqinya. Kakak iparku mulai tdk bisa menahan desahannya. Dgn cepat sy melepas bajun dan bhnya. Kujilat putingnya dan desahaan kakaku semakin tak tertahankan. Kulepas celananya dan sy terkejut. Oh my god, meqinya berwarna merah dan masih bersih. Tanpa basa basi aku mulai ke meqinya. Mula-mula kucium lembut kemudian kumainkan. Kujilat klitorisnya dan kumasikan satu jariku kelubag meqinya. Diluar dugaan ternyata sdh sangat becek. Saat itulah keadaan berubah 180 derajat. Awalnya kakaku tdk melakukan perlawanan tiba-tiba menjadi sangat liar. Dia membuka celanaku tanpa malu-malu. Meremas-remas k0ntolku dan mulai mengulumnya. Ternyata dlm hal ini kakak iparku jauh lebih hebat dibandingkan pacarku. Akupun mulai mendesah tdk tahan. Saat dia masih sibuk dgn k0ntolku aku kembali meremas-remas payudaranya. Selesai dgn pemanasan kakakku berdiri dan berkata “ Ayo dimasukin rio, mbak udah ngga tahan, tp pelan-pelan ya soalnya mbak lagi hamil 1,5 bulan.” Aku sangat terkejut dan tanpa pikir panjang mengiyakan permintaanya. Perlahan kubawa k0ntolku ke meqinya. Tdk langsung sy masukkan, perlahan sy menggosokkan secara halus, kakak iparku yg duduk di bak penampungan air mulai memelukku. Akupun kehilangan kesabaran dan mulai memasukkan k0ntolku. Cersex Kakak Ipar Awwwwww, rasanya sangat hangat, meqinya masih sempit dan mencengkram kuat. Kumulai penetrasi secara terus menerus, kami berdua saling mendesah, berciuman saling melumat dan tentunya tanganku terus sibuk dgn payudaranya yg montok. Kemudidan kakak iparku memelukku dgn sangat keras, terasa k0ntolku dicengkaram sangat kuat. “Lagi dikit rio, mbak udah mau keluar nih”. Sayapun melakukan penetrasi lebih cepat dan kuat dann “aaahhhhhhhhh, mbak udah ngga tahan rio, udah mau keluar” dan ahhhhhhhhhhh, kakakku mulai lemas dan mendesah, “cukup rio, mbak udah keluar”. Aku pun menjawab “sekarang giliran sy mbak, udah mau keluar juga” sekali lagi aku mulai penetrasi dgn sangat kencang dan cepat. Ohh shhittt, sepertinya sy sdh mau selesai dan cruuuuuuuttt. Sy mengeluarkannya di dlm, rasanya sungguh nikmat, dan kakakku berkata “Kok di dlm?”. “Iya mbak lagian juga ngga ngaruh kan? Mbak kan lagi hamil?”. Kakakku tersenyum kamipun masih berpelukan. Sy bertanya Cersex Kakak Ipar “Mbak kapan-kapan lagi ya?” Kakakku menjawab “ iya nanti kita bicarakan lagi secara rahasia rio, biar ngga ada satu orangpun yg tau”. Kamipun membersihkan diri dan kembali melihat pemandangan pantai. Duduk bersebelahan secara wajar agar tdk mencurigakan. Cerita Seks Selingkuh Sama Kakak Ipar – Tulisan kali ini akan menceritakan hubungan seks seorang lelaki yang ketagihan ngentot dengan kakak iparnya sendiri yang bernama Wina. Aku punya seorang kakak ipar, namanya Wina Puspadewi. Usianya sudah 36 tahun, lebih tua 5 tahun dari istriku. Mbak Wina, begitu aku memanggilnya, sudah menikah dengan dua anak. Berbeda dengan istriku yang cenderung kurus, Mbak Wina berbody montok dengan dada dan pantat yang lebih besar dibanding Seks Selingkuh Sama Kakak Ipar Rumah Mbak Wina tidak terlalu jauh dengan rumahku sehingga aku dan istriku sering berkunjung dan juga sebaliknya. Tapi aku lebih suka berkunjung ke rumahnya, karena di rumahnya, Mbak Wina biasa memakai pakaian rumah yang santai bahkan cenderung terbuka. Pernah suatu pagi aku berkunjung, dia baru saja bangun tidur dan mengenakan daster tipis tembus pandang yang menampakkan buah dada besarnya tanpa bra. Pernah juga aku suatu waktu Mbak Wina dengan santainya keluar kamar mandi dengan lilitan handuk dan tiba2x handuk itu melorot sehingga aku terpana melihat tubuh montoknya yg bugil. Sayang waktu itu ada istriku sehingga aku berlagak buang pagi di hari Minggu, aku diminta istriku mengantarkan makanan yang dibuatnya untuk keponakannya, anak-anak Mbak Wina. Tanpa pikir panjang aku langsung melajukan mobilku ke rumah Mbak Wina, kali ini sendirian saja. Dan satu hal yang membuatku semangat adalah fakta bahwa suami Mbak Wina sedang tidak ada di di rumah Mbak Wina, semua masih tidur sehingga yang membukakan pintu adalah pembantunya. Aku masuk ke dalam rumah dan setelah yakin si pembantu naik ke kamarnya di atas, aku mulai bergerilya. Dengan perlahan aku membuka pintu kamar Mbak Wina, dan seperti sudah kuduga, Mbak Wina tidur dengan daster tipisnya yang bagian bawahnya sudah tersingkap hingga paha dan celana dalam warna hitamnya. Aku meneguk ludah dan langsung konak melihat paha montok yang putih mulus itu, apalagi lengkap dengan CD hitam yang kontras dengan kulit itu aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menjajal tubuh montok kakak iparku. Tekadku sudah bulat untuk menikmati setiap lekukan tubuhnya. Setelah puas melihat pemandangan di kamar, aku kemudian menuju meja makan di mana kulihat dua gelas teh manis sudah terhidang, satu untukku dan satunya pasti untuk Mbak Wina. Dengan penuh semangat aku meneteskan cairan perangsang yang kubeli beberapa waktu lalu ke dalam teh Mbak Wina. Aku berharap wanita itu akan dipenuhi birahi sehingga tidak menolak untuk aku keberuntungan memang sedang memihakku pagi itu. Tak berapa lama, Mbak Wina bangun dan seperti biasa, dengan santainya dia berjalan keluar kamar masih dengan daster minim itu yang membuatku semakin tergila-gila. “Eh, ada Farhan, udah lama?”, sapanya dengan suara serak yang terdengar seksi, seseksi tubuhnya. “Barusan kok mbak, antar makanan buatan Rina”, jawabku sambil melihat dengan jelas buah dada besarnya yang no-bra itu. Mbak Wina memang sangat cuek, dia tidak memperdulikan mataku yang nakal memandangi buah dadanya yang menggelantung di balik daster tipisnya. Dengan gontai ia menuju meja makan dan menghirup teh yang sudah kuberikan cairan perangsang. Menurut teori, dalam waktu 5 sampai 10 menit ke depan, hormon progesteron Mbak Wina akan meningkat dan ia akan terbakar nafsu minum teh, Mbak Wina masuk ke kamar mandi untuk cuci muka, pipis dan pastinya cuci meki lah, hehee. Keluar dari kamar mandi, wajah Mbak Wina memang sudah lebih segar. Masih dengan daster tipis yang memberikan informasi maksimal itu, dia memanggil pembantunya dan menyuruh ke pasar. Wah, tambah perfect deh, sedikit beraktivitas di ruang makan, ia kembali ke kamar. Pasti dia akan ganti baju pikirku. Dengan perlahan aku mengikuti di belakangnya. Dan benar juga seperti dugaanku, Mbak Wina tidak menutup dengan baik pintu kamarnya. Dia begitu cuek atau sengaja memberikanku kesempatan mengintipnya berganti semakin mengeras melihat Mbak Wina menanggalkan dasternya dan … oh, rupanya obat perangsangku sudah mulai bekerja. Mbak Wina tampak gelisah lalu mengusap-usap selangkangannya dengan tangan. Aku seperti diberi berkah pagi itu, Mbak Wina benar2x seperti terangsang hebat. Dia dengan sedikit terburu-buru melepas CD hitamnya sehingga kini ia benar2x bugil di kamar. Kemudian kulihat ia mengusap-usap bagian meki dan sekitarnya dengan tangan. Wah… tak akan kubiarkan dia melakukan semangat 45 dan penuh percaya diri, aku membuka celanaku dan membiarkan penisku yang sudah konak dari tadi mengacung bebas. Walau dengan sedikit canggung, aku beranikan diri membuka pintu kamarnya. “Farhan… kamu…”, Mbak Wina menjerit melihat aku masuk ke kamarnya sementara dia sedang bugil dan lebih kaget lagi melihat aku tanpa celana dan mengacungkan penis ke arahnya. “Daripada pakai tangan, pakai ini aja Mbak…”, pintaku seraya memegang batang penisku. “Gila kamu, jangan kurang ajar”, sergahnya ketika aku mendekati tubuh Wina menampik tanganku yang ingin menjamahnya, tapi nafsu birahi yang membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku. Aku yakin kalau birahinya sudah memuncak dan dia juga menginginkan sex denganku. Ketika tanganku berhasil meraih buah dada dan meremasnya, dia hanya bilang “Gila kamu!”, tapi tak sedikitpun menjauhkan tanganku untuk meremas-remas buah dada dan memilin puting susunya. Aku sudah merasa di atas angin. Mbak Wina hanya bersumpah serapah, namun tubuhnya seperti pasrah. Setiap sentuhan dan remasan tanganku di tubuhnya hanya direspon dengan kata “kurang ajar” dan “gila kamu”, namun aku merasa yakin dia menikmatinya. Dugaanku betul, Mbak Wina akhirnya dengan malu memegang batang penisku. “Besar banget punya kamu Farhan”, serunya. “Pingin masuk memek Mbak tuh…” jawabku. Mbak Wina tersenyum manja,”Gila kamu!” “Iya mbak, saya memang tergila-gila pada Mbak”, rayuku sambil terus memilin puting susunya yang sudah Wina semakin relaks dan pasrah. Kini dengan sangat mudah aku bisa meraih daerah selangkangannya yang berbulu tipis dan mulai meraba-raba vaginanya yang ternyata sudah becek. “Kaya’nya memeknya udah minta nih Mbak”, kataku. “Gila kamu!”, entah sudah berapa kali dia mengeluarkan kata itu pagi ini. “Nungging Mbak, saya masukin dari belakang”, pintaku untuk doggy Dewasa Selingkuh Akibat Kecewa Dengan Suami Mbak Wina masih dengan sumpah serapah menuruti kemauanku. Kini pantat bahenolnya terpampang di hadapanku, pantat yang selama ini aku impikan itu akhirnya bisa kuraih dan kuremas-remas. Dengan perlahan, aku memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Tidak sulit tentu saja, maklum sudah punya dua anak dan memang sudah becek pula. Maka adegan selanjutnya sudah bisa ditebak, Mbak Wina yang sudah terbakar birahi tentu saja orgasme lebih dulu akibat pompa penisku pada vaginanya. Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku. Meskipun sudah orgasmu, kakak iparku yang montok itu tetap penuh birahi meladeni permainanku sampai akhirnya kami merasakan orgasme secara bersama. Nikmatnya luar biasaaaa. “Sembarangan kamu numpahin sperma di memekku ya Farhan…”, jeritnya ketika aku memuncratkan spermaku ke dalam rahimnya. “Habis memek Mbak enak sih….”, seruku di telinganya. Kakak iparku hanya melejat-lejat menikmati orgasmenya juga. Selesai orgasme, seperti sepasang kekasih, kami berciuman. “Kamu memang gila Farhan, awas… jangan bilang siapa-siapa ya!”, serunya perlahan. “Ya iyalah Mbak, masa’ mau cerita-cerita..”, candaku. Dia pun tertawa lepas. “Kapan-kapan lagi ya Mbak…”, pintaku. “Gila… kamu gila…” jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi. Aku memandang tubuh montok kakak iparku dengan senyum puas. Akhirnya tubuh impianku itu dapat kunikmati juga. Dan cerita ngentot selanjutnya tentu juga mudah ditebak. Setiap ada kesempatan, kami berdua mengulanginya lagi, tidak hanya di rumahnya, tapi juga di rumahku dan terkadang untuk selingan kami janjian di luar rumah, main di mobil, pokoknya juga sebelumnya ada kisah seks bergambar menarik yang tak kalah serunya untuk dibaca Cerita Seks Kakak Ipar Ketagihan NyepongCERITA ASIK - Istriku mengajak pulang kampung di akhir pekan. Dan kami pun memulai perjalanan, tiba-tiba handphone istriku berbunyi. Ternyata yg menelepon itu adalah Mbaknya yg ingin memberitahukan juga pada hari itu akan melakukan perjalanan pulang ke kampung ini, bisikku dalam hati. Mbak iparku adalah seorang pemimpin disebuah perusahaan swasta, sedangkan suaminya bekerja sebagai pemandu wisata. Mereka telah dikaruniakan 5 orang lebih suka memanggilnya dengan panggilan Kak Ros. Aku sangat bahagia ketika mengetahui dirinya akan berkunjung juga ke kampung halaman, karena aku rindu akan kecantikan wajahnya, akan ku pandang sepuas-puasnya wajah Mbak iparku itu buat modal dalam bermain nanti dengan wajah Mbak iparku, aku terbayang dengan beberapa bintang film porno barat yg sering aku tonton. Warna bibirnya yg merah delima, membuat aku tak pernah puas untuk menatapnya dan ingin sekali kucium bibirnya itu. Dan selalu berhayal untuk melakukan hubungan intim dengan perbandingan bentuk tubuh memang istriku jauh lebih ideal dari tubuh Mbak iparku. Tapi yg namanya lelaki memang tdk akan puas dengan yg sudah dimiliki. Pikiranku pun berlarian tdk karuan, hasrat besar untuk menyetubuhi Mbak ku itu sungguh semakin kamipun sampai di kampung halaman, tak berselang lama Mbak ipar dan keluarganya juga telah sampai. Aku dan istriku membereskan barang bawaan kami satu persatu hingga semua selesai. Terlihat Mbak ipar yg baru sampai tadi sudah beristirahat didepan televisi, mungkin karena kelelahan menghadapi perjalanan jauh ini. Mataku tak terlepas selalu memandang wajah hingga tubuhnya yg tertidur di depan televisi. Pikiranku pun tak karuan, sesaat aku melirik kebagian gunung kembarnya yg menjulang tinggi membuat nafsu ku semakin kulampiaskan nafsu ku terhadap istriku. Kami pun memulai untuk melakukan pertarungan suami istri, aku menyuruh istriku untuk mengisap otongku ini. Disaat yg bersamaan aku membayangkan jika yg melakukannya adalah Mbak iparku. Oh… desahku dengan nikmat sambil memikirkan Kak Ros. Hingga akhirnya air mani ku pun bercucuran di wajah kemudian istriku pun tertidur lemas dan menikmati permainan tadi. Tapi perasaan kurang puas menghinggap di pikiranku. Malam itu hujan tak kunjung reda, mau mengajak istri untuk melakukannya lagi tdk sampai hati karena terlihat wajah lelahnya dihadapanku. Aku berpikir sejenak dan mengambil rokok ku, lalu aku melangkah menuju depan rumah sekedar untuk mengusir penat malam itu membuat pikiran ku mulai terasa tenang dan sudah hampir melupakan tentang apa yg ada dalam pikiran ku sejak tadi. Tetapi, tiba-tiba dari belakang bahuku di tepuk oleh seseorang. Dan dengan sigap aku menoleh dan melihat siapa yg telah menepuk bahuku. Ternyata dia adalah Kak Ros, yg telah dari tadi sudah kubayangkan wajah dan tubuhnya untuk ku nikmati.“Wawan gak tidur?” , ucap Kak Ros.“Tdk Kak, masih ingin menikmati dingin malam ini”, pun diam sejenak, karena kebetulan aku terkejut karena Kak Ros yg telah memanggilku terlebih dahulu. Sejurus kemudian, Kak Ros pun ikut duduk di kursi yg satu lagi sambil berkata,“Wawan, boleh Mbak minta tolong?”“Mbak ingin minta tolong apa ya?” jawabku.“Mbak berharap Wawan mau menolong Mbak, Mbak benar-benar sangat berharap”“Sepertinya penting sekali ya Kak, silahkan bicarakan langsung Kak”Kak Ros pun terdiam sejenak, mungkin dirinya sedang memikirkan untuk memulai dari mana.“Begini Wan, 5 tahun yg lalu, Mbak ada terikat perjanjian utang piutang dengan pihak bank. Dan sampai saat ini Mbak masih belum bisa melunasi hutang Mbak di bank. Saat ini sudah masuk bulan ke 6 Mbak tdk membayar angsuran. Pihak bank pun telah menulisi surat untuk Mbak beberapa kali. Jika hutang itu tak kunjung Mbak lunasi, maka agunan yg kemarin Mbak kasih ke pihak bank sebagai jaminan akan digadaikan”.Aku pun terdiam dan berpikir, bagaimana caranya aku membantu Mbak iparku ini. Aku juga bertanya apakah memang benar yg di bicarakan itu, atau cuma akal-akalan nya saja. Tetapi aku coba untuk berfikir positif saja.“Mas Sofian tau Kak?”, sambungku memecah kesunyian.“Suami Mbak sudah tau tentang utang itu, tapi Mas Sofian tdk tau jika Mbak telah menjaminkan surat tanah ke bank”.Surat tanah itu sudah sejak lama dipercayakan untuk dijaga oleh Kak Ros, Jika mertua ku mengetahui apa yg telah Kak Ros lakukan, maka habislah Kak Ros dimarahi oleh mertuaku.“Aku bicarakan dulu dengan nona ya Kak, karena jumlahnya sangat banyak.”“Wawan please, jangan beritahu ke siapapun. Bisa mati Mbak nanti, Mbak cuma percaya sama Wawan seorang saja. Makanya Mbak langsung ngomong ke Wawan”.Sejenak aku berpikir tentang nasib Kak Ros jika aku tdk membantunya. Pasti hal yg tdk baik akan terjadi kepadanya.“Wawan tolonglah Mbak, Mbak rela melakukan apa saja yg Wawan mau”, “Termasuk tubuh Mbak ini”. Sambil menangis dan kuraihlah kepalanya untuk bersender kebahuku, sesekali ku sapu air mata yg telah membasahi pipi mungilnya yg sepi, hanya bunyi hujan yg jatuh membasahi kampung halaman mertuaku yg menemani kami malam itu. Kemudian Kak Ros kembali memandang wajahku. Aku sedikit mencari keuntungan dari permasalahan ini.“Aku akan bantu Mbak, jika Mbak Ros mau ngentot dengan ku”.“Hhmm, cara lain ada gak Wan, karena jika Mbak main sama kamu, dosanya sangat besar”.“Kalau hisap otong ku aja gimana ka”. Kak Ros pun langsung terdiam seribu melihat dirinya sedang memikirkan sesuatu, dan aku yakin dia sedang berpikir tentang penawaranku tadi. Kemudian diapun berkata.“Oke, Mbak bersedia untuk mengisap otong Wawan, tapi Wawan harus janji akan menolong Mbak. Jangan permainkan Mbak ya”.“Wawan janji Kak, tapi ada syaratnya Kak”.“Aku akan bayar utang Mbak itu bukan sekaligus, tetapi menyicil mungkin ini bisa membantu Mbak keluar dari keterpurukan itu”.“Apa bisa seperti itu Wan”,“Yg pastinya bisa Kak, karena yg ada dalam pemikiran pihak bank adalah hutang harus lunas, bukan cara pembayarannya”.“Mbak paham, berarti selama hutang itu belum dilunaskan, berarti selama itu juga Mbak harus isap otong Wawan ya”.“Mbak memang pintar, selalu cepat paham dengan apa yg akan Wawan katakan”.“Untuk membuktikan jika memang Mbak serius mau mengisap otongku, kita mulai sekarang saja gimana”.“Nanti kalau ada orang terbangun bagaimana Wan?”“Kak Ros tak perlu takut, kita masuk kedalam, trus Kak Ros ikuti aku dari belakang dan kita menuju ke ruang tamu. Aku berdiri disebelah lemari perhiasan, sementara Mbak berlutut saja sambil mengisap otong ku”.Cahaya lampu dapur pun menyemangati aku untuk melakukan hal tersebut, Karena kecantikan yg sempurna terlihat ketika cahaya tersebut terpancar dan memantul kewajah Kak Ros. Aku pun semakin bernafsu melihat wajah Mbak iparku itu yg sudah sejak tadi bersiap untuk mengisap otongku. Aku pun bergegas menurunkan celana ku hingga menyentuh otongku itu, dan diarahkan kewajahnya yg bersih. Tangan lembutnya membuat aku menggelinjang karena wanita dengan usia yg tak lagi muda memiliki wajah yg masih menarik perhatian. Genggaman tangannya ke otongku sesekali diarahkannya ke biji peler ku. Lembutnya tangan Mbak iparku ini, dan hisapan pun membuang-buang waktu, otongku yg sudah mengeras kini telah masuk kedalam mulut Mbak iparku. Hisapan bak seorang bintang porno pun mulai dilancarkan, terkadang aku merasa kegelian karena kehebatan Kak Ros dalam melakukan blowjob. Sesekali aku melihat disekitar untuk memastikan ruangan yg kami gunakan itu dengan kemahirannya mengisap otong ku, hingga lenyap tak bersisa dimasukkan nya otong ku kedalam mulutnya yg mungil itu. Ouuhhh jeritku pelan, agar tdk terdengar oleh mereka yg sedang tidur. Semakin menarik permainan lidahnya yg menjilati dari pangkal hingga ujung otong ku. Sesekali kami saling pandang-pandangan, dan terlihat jelas dia menikmatinya tetapi dari segi yg lain ada rasa iba yg singgah menjatuhkan harga dirinya hanya karena ingin melunasi hutang-hutangnya. Tetapi kelihatannya tdk ada cara lain lagi. Pikirannya buntu, hanya dengan menjadi hamba hawa nafsu adik iparnya sajalah dia dapat bebas dari hutang-hutangnya. Tetapi bagiku adalah seperti pucuk di cinta ulam pun jahat aku pada malam itu, yg menguntungkan tdk tergadai seluruh tubuhnya. Otong ku pun terus dihisap nya tanpa henti, dan rasa geli yg amat sangatpun menghampiri aku. Kutahan sejenak untuk tdk mengeluarkan air maniku, karena aku masih mau menikmati kebersamaan ini dengan Kak Ros. Akhirnya rasa itu tdk bisa tertahan lagi, ku keluarkan otongku dari mulutnya dan aku mengeluarkan air mani ku di wajah mungil nya kami pun membersihkan diri dengan segera untuk menghindari kecurigaan keluarga yg tidur dirumah. Itulah kali pertama pengalaman oral sex yg dilakukan adik ipar terhadap Mbak ipar. Kak Ros, memang termasuk wanita yg layak untuk dikagumi. Hal ini pun terus kami lakukan walau hutang telah lunas aku bayar. Tapi, aku tdk pernah sekalipun itu pun terus kami lakukan dimanapun dan kapanpun yg kami suka. Terkadang di dapur, dimobil, saat dirumah ku tdk ada orang. Dimana ada kesempatan maka disitulah kami selalu melakukan hal berdosa tersebut. Ini bukan cerita tentang adik dan Mbak ipar lagi, tetapi tentang sebuah kisah cinta terlarang yg berlanjut terus sampai saat ini. Selesai…

cerita seks dengan kakak ipar