cerita sex berbagi istri

CeritaSex: Liburan Istri Pejabat – 2 hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Rahmat sejenak melupakan hiruk pikuk kota. Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam. CeritaSex | Dengan Istri Muda Sekertaris Desa. KasaK KusuK - Kejadian ini kualami ketika aku kuliah kerja nyata di salah satu desa terpencil di Jawa Tengah. Aku menginap di rumah Sekretaris Desa tersebut, sudah berumur, sekitar 60 tahun, namun isterinya masih muda, sekitar 25 tahun, sebut saja Mbak Is. yang hanya ditutup dengan korden. bgcewek2 yg punya pengalaman berhubungan sex dgn ayah kandung,ingin berbagi cerita dgn sy silahkan hubungi sy di 0856 6469 6411 Cerita Mesum Istriku Frigid & Dukun Cabul Cerita Sex : Istriku Frigid & Dukun Cabul Setelah perkawinan kami memasuki tahun kelima, aku dan istriku mengalami hubungan suami istri yang makin hari makin hampa, karena mungkinmerasa mendapat lampu hijau dariku, budi semakin tak terkendali dan kini tangannya mulai bergerak ke selangkangan istriku dan mengelus lembut gundukan vagina yang masih tertutup celana dalam hitam, sementar penisnya dengan sengaja digesekkan di paha sebelah kiri istriku sehingga perlahan budi mulai merangkak di atas tubuh istriku dan paha Cersex- Cerita Sex Berbagi Kehangatan , Umur saya saat ini 28 tahun, isteri saya juga seumur, namanya Lisa. Anak saya baru umur 3 tahun, dan dia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak saya inilah, isteri saya kenal sama nyokapnya teman anak saya. Namanya Nita. Sebenarnya si Nita ini orangnya nggak cakep-cakep amat, yah, Cersex - Cerita Sex Berbagi mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Namaku Estherina yang lebih akrab dipanggil Nana saja. Aku seorang istri yang telah menjalani hampir 5 tahun hidup berumahtangga. Kami pasangan campuran yang cukup harmonis. Suamiku keturunan china sedangkan aku dari suku jawa. Namun sayang sampai sekarang kami belum juga dikarunia anak. Beruntung Koko Jay, sebutan sayangku pada suami, adalah suami yang sangat perhatian dan begitu mencintaiku. Ia merelakan diriku untuk tetap bekerja disebuah perusahaan swasta yang ada dikotaku padahal hasil kerja suamiku sebagai manager disebuah perusahaan distributor ternama lebih dari cukup bahkan melimpah untuk kami nikmati. Suamiku paham betul dengan keadaan kami yang tanpa anak. Menganggur akan membuat aku stress dan itu akan menjadi sumber bencana dalam rumahtangga kami. Selama berumahtangga suamiku termasuk pria yang pandai memanjakan istri termasuk dalam urusan ranjang. Dia juga yang mengenalkan dan sekaligus membimbingku dalam aktivitas hubungan sex yang menggairahkan. Sejak awal menikah suamiku selalu memberiku orgasme saat berhubungan badan. Bahkan akhir akhir ini lebih sering ia memberiku orgasme lebih dari satu kali atau yang popular disebut multi orgasme pada setiap aktivitas sexual kami. Hal itu bukan karena penis suamiku yang berukuran besar dan panjang, karena miliknya termasuk ukuran rata rata sekitar empat limabelasan centi hanya kepala kemaluannya memang sedikit lebih gempal dibanding milik pria lain kubandingkan saat nonton bokep . Namun ia memang pria type lovers , yang lebih senang melayani orang yang dicintai. Ia selalu berusaha membuat aku terpuaskan terlebih dahulu sebelum ia menuntut untuk dipuaskan. Oleh karena kehebatannya dalam memberi kepuasan padaku membuat aku menjadi istri yang kecanduan sex. Setiap hari aku meminta suamiku memuaskan kebutuhan seksku yang menggebu gebu. Dan ia bisa meladeni dengan sangat baik. Suatu kali suami mengenalkan aku pada dunia swinger lewat situs dewasa diinternet. Apa yang di saji kan disana sungguh membuat aku penasaran dan ingin mencobanya. Disetubuhi satu cowoq saja uenak nya tidak terkatakan apalagi dikeroyok dua atau tiga, wuih! Pasti lebih nikmat! Pikirku. Rasa penasaran itu akhirnya kujadikan bahan diskusi dengan temen temen ceweq sekantorku selagi istirahat. Diluar dugaanku ternyata ada seorang temen yang sudah berpengalaman bahkan ia menjadi participant yang sangat aktif pada sebuah situs dewasa. Cukup banyak dukumentasi acara swingingnya yang sudah di share kan kesana. Dua orang yang lain juga bilang kalau pernah punya pengalaman. Cerita cerita erotis pengalam swinging mereka sungguh menjadi racun ganas dalam didirku. Timbul keinginanku untuk menyoba petualangan seks seperti mereka namun aku tidak punya cukup keberanian Suamikupun secara tidak langsung pernah bilang kalau ia tidak keberatan kalau suatu kali kami menco ba swinging. Kesempatanpun terbuka saat itu karena big boss suamiku, Mr Mark, lelaki bule yang terobsesi oleh kecantikanku sejak pertemuan kami disebuah pesta kantor suami beberapa minggu lalu, begitu gencar mendekati dan mengajakku berkencan. Kalau menimbang dari segi fisik lelaki itu memang sosok ideal bagi wanita. Tampan berbadan tinggi besar dan dipenuhi bulu. Pasti ia memiliki monster didalam celananya yang sanggup memberi sensasi kenikmatan yang berbeda. Namun aku tetap tidak punya keberanian. Suatu kali suamiku mendapat tugas dinas keluar negeri dalam rangka orientasi product yang rencana nya akan dipasarkan di Indonesia oleh perusahaan suamiku. Tugas itu memakan waktu sampai empat bulan. Waktu yang cukup lama bagiku ditinggal sendirian padahal kebutuhan seksku begitu menggebu gebu. Pelampiasanku dengan melakukan masturbasi. Hampir setiap malam getaran dildo dan goyangan nya kugunakan melumat liang syahwatku demi terpuasknnya dorongan birahiku yang sangat tinggi. Namun aku tetap tidak berani menyoba peukan lelaki lain sampai suatu kali di hari jumat malam Ani dan Yanti mengajakku bergabung dengan teman temannya disebuah tempat karaoke. Pukul tujuh kedua temanku tadi sudah datang menjemput dengan sebuah taxi. Kebetulan keduanya memakai pakaian model terbuka yang cukup seksi sehingga aku merasa nyaman dengan tank top dan mini blouse sete-ngah paha yang kukenakan. Disana telah menunggu Vento, pacar gelap Yanti, Robin, pacar Ani, dan tiga teman lelaki lain. Semuanya bersikap sangat ramah dan menyenangkan. Kami bertiga menjadi seperti primadona yang sangat dimanjakan oleh kelima pria keren itu. Didalam ruangan tertutup itu kami merasa begitu bebas. Bernyanyi menghisap rokok dan menegak bir sembari bercandaria. Sampai suatu kali setelah kami habiskan beberapa botol bir dan belasan puntung rokok, aku merasa ada keanehan yang tiba tiba muncul dalam diriku. Timbul rasa panas dan dingin yang bercampur aduk menjadi satu. Rasa aneh itu semakin lama semakin kuat bergolak sampai dahiku basah oleh keringat padahal AC diruang itu sangat dingin. Tiba tiba aku merasa sangat horny dan timbul dorongan sangat kuat untuk mengajak lelaki yang ada untuk bercinta. Aku tidak menyadari kalau minumanku telah dicampuri obat perangsang dalam dosis tinggi. Namun aku berusaha menahan diri sekuat tenaga agar kondisiku tidak diketahui yang lain. Aku tidak mau dianggap wanita murahan yang bisa diperlakukan semaunya. Aku hanya berdiam diri saja. Beberapa kali sempat kutangkap Vento dan Yanti saling mengedipkan mata satu dengan yang lain sambil menyeringai penuh arti. “ Okey rekan rekan sekarang tiba waktunya bagi kita untuk menikmati acara utama malam ini..” kata Vento yang segera disambut riuh penuh persetujuan dari yang lain. Aku sama sekali tidak paham maksud mereka. Aku tetap berdiam diri. Vento sekonyong konyong melingkarkan tangan dipundak Yanti dan menempelkan bibir pada bibirnya. Segera keduanya terlibat salig pagut da lumat dengan ganasnya. Yanti mendesah desah genit saat tangan lelaki itu mulai mengge rayangi lekuk lekuk tubuhnya. Ternyata Ani dan Robinpun telah berada pada kondisi yang sama saling memagut penuh nafsu. Lelaki yang ada disamping Yanti kini mengulurkan tangan dan mulai ikut mengusap usap pahanya. Tangan lelaki itu bergerak semakin keatas menuju pangkal paha Yanti. Dan Yanti terdengar mendesis desis keenakan ketika jemari lelaki itu mulai mengusap usap selakangannya. Semenatara Vento dengan buas mengulum putingsusu Yanti yang menyembul keluar karena kaos ketat yang dipakainya telah ditarik lepas keatas. Ani telah telanjang bulat. Ia tampak sedang mengoral penis Robin sementara seorang lelaki asyik men cumbu vaginanya. Pemandangan yang semakin menyulut nafsuku. Sebuah usapan tangan dipipiku menyadarkan aku akan kehadiran sebatang penis dalam kondisi sangat ereksi disodorkan tepat dimuka ku. Tanpa berpikir panjang kusambar benda itu lalu kujilati dengan sangat telaten. Kadang ku keluar masukkan mulutku sambil kuhisap hisap. Lelaki itu melenguh nikmat dan memintaku terus melakukan nya. Ujung kemaluannya tiba tiba bergetar. Batangnya menggeliat geliat hebat. Lalu ia ejakulasi. Maninya muncrat membasahi wajahku. Saat aku hendak meraih tissue untuk membersihkannya, Vento telah ber ada disampingku. Ia berusaha melepaskan celana dalamku. Kemudian bersiap untuk menancapkan batang kemaluannya yan sudah sangat tegang itu kedalam liang syahwatku yang memang sudah menunggu untuk dimasuki. Namun baru saja ujung penisnya menyentuh liang vaginaku mendadak muncul rasa jijik dalam diriku. Terlihat sangat tidak bermoral dan biadab. Kutolak tubuhnya lalu aku beranjak dan dengan cepat aku menghambur keluar. Teman teman berteriak teriak memanggil manggil namaku namun aku terus saja berlari. Ketika hampir melewati loby aku menabrak seseorang. Tubuhku terhuyung hendak rebah beruntung sebuah tangan yang sangat kuat menahan pundakku. Aku terhenyak setengah mati saat kusadari lelaki yang ada didepanku. “ Mr Mark????” seruku tanpa sadar. Lelaki bule itu hanya menyungging senyum. Ia bertanya apa yang sedang kualami. Kujawab kalau aku hampir diperkosa. Wajahnya mendadak berubah memerah penuh kegeraman. Jika tidak kucegah ia mungkin sudah berlari kedalam ruangan yang kami pakai tadi untuk mengahajar teman teman Ani dan Yanti. Kemudian dengan sangat sopan ia menawarkan diri untuk mengantarkan aku pulang. Aku tak mampu menolak ketulusannya. “ Tell me how does happen, plese!” tanyanya setelah kami berada dalam perjalanan. Kuceritakan dari awal kejadian di ruang karaoke tadi. Ia dengan sabar dan penuh antusias mendengar kan. Ia raih tissue lalu ia usapkan dipipiku yang masih belepotan dengan sisa sperma teman Ani tadi. “ Dasar Bajingan busukkk! Tega teganya mempermainkan wanita secantik dirimu, honey!” ujarnya penuh kekesalan. “ I want to give them a lesson for their !!!” lanjutnya berapi api. Aku tidak mengerti kenapa dadaku menjadi membusung dijejali sebakul kebanggan saat diperlakukan seperti itu oleh Mark. Begitu sopan dan gentle. Sepertinya aku baru menjadi sosok wanita sejati saat itu. Sehingga tanpa sungkan aku menawarkan lelaki itu mampir saat kami sampai. Mark menyambut sangat bersemangat. Aku menyuruhnya mencuci tangan di whastafel dekat kamar tidurku. Membersihkannya dari sisa sperma yang menempel dipipiku tadi. Semenatara itu aku masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaian. Tak dinyana Mark menguntitku dari belakang. Ia mendekap dengan melingkarkan kedua tangannya dari belakang. Aku tak bereaksi sehingga ia semakin berani menempelkan bibirnya pada leherku. “ You are so pretty… and so interested….” Bisiknya lembut ditelingaku. Dadaku kembali membusung mendengar pujiannya dan dengan cepat gairah birahiku yang belum tertuntaskan tadi menggejolak hebat. Aku begitu menikmati ciuman ciumannya dileher dan tengkukku. Menikmati lembutnya rabaan tangannya pada payudaraku. Kubiarkan tangannya meremas remas kedua payudaraku yang montok yang masih terbalut tank top. Mark begitu menikmatinya. Aku juga pasrah ketika lelaki bule itu memutar badanku sehingga kamiberhadapan muka. Kami bertatapan sejenak saling mengagumi satu sama lainnya. Lalu ia menempelkan bibirnya pada bibirku. Kami saling pagut saling hisap dan saling menjilat penuh nafsu. Pakaianku satu persatu ditanggalkannya sampai aku di bi arkan telanjang bulat. Ia terus menatapku dan tak henti hentinya ia memuji kemolekan tubuhku sambil melepas sendiri semua pakaiannya. “ You have wonderfull breast !” ujarnya lalu mendekapku dan mengajak bercumbu kembali. Tubuhku dibaringkannya diranjang. Ia tindih tubuhku. Bulu bulu lebat ditubuhnya terasa menggelitik kulitku yang segera menjadi merinding keenakan. Selanjutnya mulut dan tangan Mark digunakan untuk membombardir putting dan buahdadaku. Aku tidak mengerti mengapa malam ini setiap hisapan mulut dan remasan tangan Mark terasa sangat nikmat. Padahal aku sering diperlakukan yang sama oleh suamiku. Apakah karena pengaruh obat perangsang tadi? Aku tidak tahu dan enggan mencari jawabnya yang kuingini hanyalah menuntut pemuasan total dari si lelaki bule. Mark menggeser tubuhku hingga berada ditepi ranjang. Lalu ia ciumi kedua kakiku. Mulai dari betis lalu naik kepahaku. Aku tak tahan untuk tidak melenguh dan menggelinjang kecil ketika kumis dan jambangnya menyapu kulit pahaku. “ Uuuuuffff….” Desahku ketika Mark mulai menjilati pangkal pahaku tanpa menyentuh vagina ku sama sekali. Kurasakan liang vaginanku mulai becek dan timbul rasa gatal birahi yang sangat hebat disekitar kelen titku. Namun Mark tidak juga segera mencumbunya. Ia malahan terus mempermainkan lidahnya di seki tar selakanganku untuk sekian menit. Hal itu membuat aku gemas juga akhirnya. “ Oh! Mark! Please…..please lick my pussy…. Yet!” seruku penuh permohonan. Akhirnya Mark menurut. Dengan buas ia lumat vaginaku sehingga aku segera mencapai klimaks perta maku dengan perasaan yang sangat nikmat. Mark menyodorkan penisnya kearahku. “ WOW! Amazinggg sizeee…..!” seruku takjub dengan ukuran benda itu. Lalu kujilati dengan mesra batang sepanjang duapuluhan centi dengan diameter hampir dua inci itu. Ku usapkan lidahku secara merata mulai dari ujung atas hingga kekantung zakarnya. Mark melenguh nik-mat saat kukulum buah pelirnya. “ Fuck with your mouth Baby! Oh Please!” pintanya setengah memaksa. Mulutku terasa sesak saat kucoba memasukkan batang kemaluannya. Setelah menyesuaikan kuhisap hisap dan kukeluar masukkan benda itu dengan mulutku. Mark terus mencercau tak keruan saking nikmatnya. Mark menelentangkanku kembali ditepi ranjang. Ia renggangkan kedua pahaku sementara ia menggi-ring ujung kemaluannya tepat kearah liang syahwatku. Ia usap usapkan sebentar sekedar mencari pelu masan pada sisa lendir orgasme yang tadi kupancarkan. Kemudian ia lesakkan dengan mantap,” BLESHSSS!!!”. “ Oeeeeghhhfff!” jeritku tertahan saat berlangsungnya proses pemasukan saking sesaknya. Namun dengan cepat otot otot vaginaku menyesuaikan dengan ukurannya sehingga kini Mark dengan bebas menggerakkan batang kemaluan monsternya keluar masuk dengan irama yang tetap. Aku hanya bisa menjerit jerit histeris karena munculnya rasa nikmat yang luarbiasa disekitar kemaluanku. “ Push me! Push me harder! Baby! More…. More…. Yesssss…. Like thattttt!!” rintihku memohon ia menekan lebih dalam lagi. Rasa nikmat dengan cepat berkumpul dan segera berubah menjadi ledakan kepuasan yang dahsyat ketika Mark menghujamkan penis monsternya dalam dalam. Kulingkarkan kedua kaki mengunci ping gangnya sementara kuremat sprei sekuat tenagaku ketika ketegangan puncak mulai menjalar dari dalam liang senggamaku terus menyebar keseluruh tubuh. “ Aaaaaaaagggggggghhhh………….!” Jeritku panjang sembari memancarkan cairan orgasmeku dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah mereda Mark menggeser tubuhku lagi. Kini aku mengangkang diatas sedangkan ia memasuki ku dari bawah. Kugoyangkankan pinggul maju mundur dengan sangat bernafsu sehingga penisnya yang terbenam diliang vaginaku terasa kuurut urut dengan kuat. Mark berulang kali mengatakan bahwa vaginaku terasa sangat nikmat dan ia minta lebih dan lebih lagi. Goyangan pinggulku semakin tidak teratur karena desakan birahi yang sangat kuat setelah Mark tidak membiarkan buahdadaku mengang gur. Mulut dan tangannya begitu aktif menstimulasi. Akhirnya aku harus melolong penuh kepuasan lagi saat kualami klimaks yang ketiga kalinya. Aku terkulai lemas diatas tubuhnya sementara ia masih bersemangat menyetubuhiku. Kutawarkan piliha yang lebih menantang. Mark setuju. Kusurukkan muka diselakangnnya sambil mengoral batang kemaluannya yang kugenggam erat. Kuhisap hisap dan kukocok kocok dengan sangat liar sampai batang itu menggeliat geliat sembari memuntahkan cairan kental keputihan dalam jumlah yang sangat banyak sesuai dengan wadahnya yang sangat besar, yang menerpa wajah dan dada ku. Setelah mereda kembali kukulum dan kujilati ujung penisnya. Malam itu kami mengulangi bercinta hingga hampir fajar. Lebih dari sepuluh kali aku mencapai klimaks yang sangat nikmat. Jam empat pagi Mark berpamitan dan kuantar hingga mobilnya menghilang dalam kegelapan pagi buta itu………….. Keesokan harinya aku merasa sangat kecapaian karena permainan cinta dengan Mark sepanjang malam sehingga aku malas turun dari ranjang sampai hari cukup siang. Ponselku berbunyi. Dari suamiku ternyata. “ Hei, Sayang! Lagi ngapaian nih?” sapanya. “ Masih tiduran, Ko…. capai banget badanku” “ kenapa? Abis marathon? “ “ E…. nggak sih…. Koko mau denger ceritaku enggak? Tapi jangan marah ya…” “ ya…ya aku siap denger nih!” Lalu dengan polos aku ceritakan semua kejadian kemarin. Deg degan juga aku menunggu reaksinya. Jangan jangan ia menjadi marah. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Diujung sana kudengar ia tertawa renyah. “ ceritamu merangsang banget Say……jadi pingin em el nih! Ha….ha….ha…” “ Udah….udah aku mau mandi dulu, Ko” “ Kamu harus ceritakan semuanya lho, Na kalu aku pulang nanti!” “ Ya…ya…” Dan terdengar suara kecupan bibir dari seberang sana sebelum hubungan diputuskan. Aku segera bangkit menuju kamar mandi. Baru saja aku selesai mandi kudengar ponselku menyalak lagi. Pasti dari suamiku lagi, pikirku. Ternyata bukan. Dari Mr Mark. Huah! Mau ngapaian menelponku? Apa lelaki itu belum juga puas telah mengerjaiku semalam malaman?. Mark berbasa basi sejenak dan tak lupa menyanjung nyanjung kecaantikanku sebelum akhirnya ia mengutarakan maksud sebenarnya. “ I had told to my lovely wife about our intimate moment last night… you know…. My wife looked very attentived and she said that she wish to meet you…. Whould you like take a dinner with us tonight, Dear?” “ Where? When?” “ my house at abaout seven oclock…. I will pick up you…. Okey sweet heart?” “ Ya I will waiting” jawabku setuju. Ah! What’s going on? Istrinya ingin berkenalan denganku? Lalu mau apa ya? Apa….. sejuta pertanya an bertubi tubi timbul tenggelam dalam benakku yang membuat suasana hatiku tidak nyaman saja. Tepat jam tujuh malam Mark menjemputku. Ia tampak sangat terpesona dengan penampilanku malam itu. Aku memilih mengenakan gaun malam ketat dengan potongan dada cukup rendah yang membuat belahan payudaraku yang montok tampak menonjol. “ You look wonderfull and very sexy Honey!” puji Mark sembari mendekap dan mencium bibirku. “ We will be late, dear ! I won’t your wife be long waiting…..” protesku. Selanjutnya kami meluncur ke kediaman Mark. Rumahnya sangat besar dan mewah. Seorang satpam tergopoh gopoh membukakan pintu gerbang lalu membungkukkan badan dengan sangat hormat. Kami melewati taman yang cukup luas sebelum Mark memarkir mobilnya digarasi. Disana berjejer beberapa mobil mewah sekelas Jaguar. Lelaki itu dengan sangat gentle menggandengku masuk. Kulihat seorang wanita telah menunggu di ambang memang beberapa tahun lebih tua dariku namun ia memliki bentuk tubuh yang indah dengan payudara berukuran sangat besar. Wanita bule yang sangat cantik pikirku. “ Julie!” sapanya sangat bersahabat sambil menyodorkan tangannya. “ Nana!” sahutku sembari menjabat tangannya. Kami menuju ruang makan. Sembari bersantap malam kami memperbicangkan banyak hal. Julie wani ta yang sangat nyaman diajak ngobrol sehingga kami dengan cepat menjadi sangat akrab. Kami saling berbagi cerita dari hal umum sampai keurusan ranjang. Dengan polos ia bilang kalau Mark sangat mengagumi diriku. Ia juga bilang sangat menikmati cerita Mark tentang permainan cinta kami yang sangat liar semalam. “ Yes! Mark are right you look very pretty and enrapcure lady….” “ Ahhh! You’ve execive talk about me…. I am only usual wife not much!” jawabku merendah. Selesai makan malam Mark dan Julie mengajakku naik kekamar mereka yang berada ditingkat dua. Julie menarik tanganku sehingga aku terjebak dalam dekapannya. Wanita itu menempelkan bibirnya dan mengajakku berciiman. Mulanya aku sedikit berontak karena tidak terbiasa bercumbu dengan sesa ma perempuan. Namun Julie terus memaksa dan meyakinkan diriku bahwa nanti juga aku akan terbiasa Akhirnya aku hanya bisa pasrah ketika bibirnya dengan buas melumat bibirku. Lidahnya menusuk nusuk rongga mulutku dengan sangat agresif. Benar juga dengan cepat aku terbiasa bahkan kini aku mulai bisa menikmati. Sensasinya sangat berbeda jika dilakukan oleh lelaki. Sesama wanita ternyata lebih lembut dan terasa lebih pas. Tanpa sadar aku membalas cumbuannya dengan pagutan yang tak kalah panasnya. Sementara kami saling mencumbu, Mark melepas satu persatu pakaian kami. Julie menarikku dan men gajkku bergumul diranjang empuk yang sangat besar dalam kondisi telanjang bulat. “ You have beautifull breast and niple, honey!” pujinya sebelum ia menyerbu buahdadaku dengan mulut dan lidahnya. Akupun mengimbanginya dengan meremas remas payudaranya yang berukuran besar itu. Julie mengulurkan tangannya kebawah. Jemarinya dengan lincah menjelajahi selakanganku sehingga liang vaginaku dengan cepat menjadi sangat basah. Mendadak kurasakan sebuah kepala disurukkan diselaka nganku. Lalu terasa adanya jilatan jilatan lidah yang menyerbu sekitar vaginaku. Ketika kulirik kearah bawah ternyata Mark yang melakukanya. Dikeroyok oleh pasangan yang sangat ahli membuat aku terengah engah didera milayaran sensasi kenikmatan yang mengaliri seluruh titik saraf ditubuhku. Dalam waktu singkat aku hanya bisa mengejangkan tubuh sambil menjerit penuh kepuasan ketika tiba tiba gelombang orgasme datang menyergap!. Aku menggelinjang gelinjang kegelian karena Mark terus menerus menghisapi cairan kenikmatan yang meleleh keluar dari liang senggamaku. Julie meminta kami melakukan posisi yang saling memuaskan, posisi 69. Aku yang berada diatas. “ Nana….Oh! I want your mouth! Your tonge! Please…. Fuck me!…. yessss lick like that dear! I love itttt!” serunya berulang ulang. Selama sekian menit kami saling membagi kenikmatan saling menjilat dan saling melumat liang vagina yang ada didepan kami masing masing. Mark ikut ikutan menyerbuku kembali. Ia jilati seluruh bongka han pantatku juga celah diantaranya sampai akhirnya lubang duburku. Kembali aliran kenikmatan ribu an volt menyergapku. Aku kembali bergairah. Kucumbu vagina Julie dengan sangat bersemangat. Suatu kali Julie menyodorkan sebuah dildo yang bisa bergetar. Kugunakan benda itu untuk melumat liang vaginanya sementara kuserbu kelentitnya yang sudah sangat menegang. Kudengar Mark bertanya kepada istrinya mengenai vaginaku apakah terasa enak sesuai yang dicerita kannya tadi siang?. “ Yessssss…. Come on fuck her now! “ jawab istrinya diantara lenguhan lenguhan nikmatnya. Mark menghampiriku. Ia tusukkan dari arah belakang penisnya yang sudah sangat tegang itu kedalam liang vaginaku yang memang sudah menanti untuk dimasuki sedangkan Julie masih berada dibawah menjilati kelentitku. Tak terlukiskan rasa nikmat yang kuterima dari posisi seperti itu. Kupercepat kocokan vibrator itu keluar masuk vagina Julie. Wanita itu berteriak teriak penuh birahi sambil mende kap erat erat pinggangku. Tubuhnya sangat tegang. Kemudian ia melenguh sekeras kerasnya saat men capai klimaks. Menit berikutnya aku yang menggelinjang gelinjang ketika orgasme yang kedua kemba li menyerbuku. Bersamaan dengan itu, terdengar lenguhan lenguhan berat dari mulut Mark. Lelaki itu juga semakin mempercepat genjotannya sampai akhirnya ia melolong penuh kemenangan ketika ia memancarkan cairan ejakulasinya diliang vaginaku. Saking banyaknya cairan itu meleleh turun mene tes netes dibibir Julie. Malam itu kami masih melakukannya beberapa kali permainan lagi sampai kami tak sanggup melaku kannya lagi karena terlalu capai……. Demikian lah kisah yang ku alami, benar-benar memberikan ku penmgalaman baru, sebenarnya aku malu menceritakan ini, rasanya terlalu aneh jika kita sampai bertukar pasangan, dan saya masih merasa kurang nyaman sampai saat ini melakukan seks swinger. CERSEX MASTER – Aku bernama Madi, umur 43 tahun, memiliki sahabat bernama Triadi. Dia sahabatku sejak SMA. Sampai sekarang kami masih bersahabat. Kami masing masing sudah memiliki istri dan anak. Istrinya bernama Mirna, sedangka istriku bernama Juni. Kami dan para istri kami sangat akrab. Selalu rutin kumpul, kalau tidak di rumahnya ya di rumahku. Anakku dan anaknya saat ini sedang kuliah di luar kota, jadi terkadang istrinya menginap di rumahku atau sebaliknya. Saking akrabnya, ketika bergurau terkadang Triadi bisa memeluk istriku dan menyentuh wajahnya. Bahkan pernah sekali kudapati tubuh istriku dicoleknya di dapur. Istriku hanya ngedumel pura-pura marah. Sebagai lelaki ada sedikit rasa cemburu muncul, tapi karena dia sahabatku, kaubaikan saja, toh aku juga akhirnya melakukan hal yang sama kepada istrinya. Sekian lama hal tak lazim ini terjadi, namun kami tidak pernah berbuat terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadi ketika liburan di Villa, kisah ini bermulai. Pada hari Sabtu, kami berempat menghabiskan akhir pekan di puncak. Walau tidak mewah, villa ini nyaman dan bersih. Sebulan sekali kami singgah di villa ini untuk berlibur. Terkadang hanya aku dan istriku, terkadang dengan famili lain, namun kali ini dengan sahabatku dan istrinya. Tidak ada yang luar biasa dalam liburan kami, Seperti biasa makan siang dipinggir jalan. Setelah itu membeli bahan masakan untuk nanti malam. Sesampai di villa sekitar jam 3 sore, kami istirahat, sampai akhirnya dibangunkan oleh Juni untuk makan malam. Kami nikmati makan malam dengan pepes ikan, dan telur balado. Seusai makan kami berkumpul menonton TV sambil ngobrol. Triadi berinisiatif mengeluarkan kasur dari kamar dan direbahkan di depan TV. Mirna juga ke kamar mengganti pakaian dengan baju tidur tipis tanpa bra dan celana dalam. Nampak olehku bayangan tubuhnya. Mereka berdua kemudian telentang di kasur sambil menonton TV. Triadi acuh saja melihat setelan istrinya. Aku dan istriku ikut telentang juga. Aku ambil posisi terluar disebelah istriku, dan istriku bersebelahan dengan Mirna. Aku tidak konsen menonton TV, mataku terus mencuri pandang ke tubuh Mirna, membuat si Joni menegang. “Pa, putar bokep dong. Mama pingin Nonton,” ujar Mirna. “Jun, kami putar film panas ya,” Triadi meminta izin. “Terserah aja.” Triadi pun memutar film dewasa. Kami memang sering menukar film porno, tapi tidak pernah nonton bersama. Film yang diputar lumayan bagus dengan latar belakang zaman perang. Adengannya tidak terlalu vulgar, membuat nafsuku bangkit. Sarung yang kupakai menyenbul sedikit dari dalam. Istriku bersandar di lenganku, memilin-milin ibu jariku. Sudah kutahu, istriku juga terangsang. Triadi menyimak film sambil memeluk istrinya. Tangannya mengusap dada Mirna dari luar. Sesekali dilumat bibir istrinya. Kaki Mirna menekuk, mengangkat baju tidurnya. Nampak olehku pemandangan pahanya yang mulus. Dengan curi pandang ke arah Mirna, aku mulai bercumbu dengan istriku. Tanganku masuk ke blouse Juni yang tanpa bra dan bermain dengan dadanya. Tangan Juni masuk ke sarung mengelus-elus penisku. Sedikit malu-malu Juni menutup dadanya dengan bantal agar tidak nampak oleh mereka. Mirna melepas semua pakaiannya dan juga pakaian suaminya. Triadi bergeser ke tengah, dan istrinya menindih suaminya. Kini Triadi dan Juni berdampingan. Istriku melirik mereka dengan nafsu, ikut tenggelam ke dalam permainan mereka. Secara tiba-tiba Mirna meraih blouse istriku dan melepas kancingnya. Istriku mau protes, tapi dengan cuek dibiarkannya juga. Triadi semakin bergeser mendekat ke istriku. Lengannya lengket ke ke tubuh istriku, dan menyenggol pinggir payudaranya. Aku tak berpikir yang aneh-aneh. Melihat tubuh Mirna membuat nafsu memenuhi benakku. Kulepaskan seluruh pakaianku. Kini kami berempat sudah telanjang. Kucium istriku sambil megelus vaginanya. Istriku mendesah kecil, tangan kanannya merangkulku, dan tangan kirinya tertindih oleh tangan Triadi. Satu tangan lagi tiba-tiba mengelus buah pelerku. Itu tangan Mirna. Sambil mencium dada suaminya, dia mengelus batang rudalku. Triadi cuek saja, bahkan lengannya sudah menindih payudara istriku. Istriku entah tidak tahu atau membiarkan saja. Mirna mengubah posisi dengan duduk di selangkangan Triadi. Penis suaminya digesek-gesekkan ke klitorisnya. Kini tangan Triadi telah berpindah ke dada istrinya. Istriku memasang mata sayu dengan paha terenggang. Penisku dituntunnya masuk ke lubang memeknya. Kugenjot secara perlahan. Istriku keenakan. Mirna rebahan diatas tubuh suaminya. Pantatnya naik turun memainkan penis suaminya yang telah menancap ke vaginanya. Terkadang tangan Mirna meremas pantatku. Istriku tidak protes. Triadi yang hanya beberapa inci dari Juni menciumi istriku, walau tidak mendapat respon. Aku tidak cemburu, malah semakin terangsang. Istriku mendengus tak karuan. Gairah istriku semakin membara, kini ia membalas lumatan Triadi. Pinggulnya naik ke atas, mencapai orgaseme, terkulai lemas. Kucabut penisku, kubiarkan istriku istirahat sejenak. Melihat penisku nganggur, Mirna datang menghampiri. Penisku dibersihkan dengan baju tidur. Dia menimpaku dan dengan ganas menciumiku. Kulirik Triadi, dirinya tidak komplain, begitu juga istriku. Mendapat lampu hijau kulumat bibir Mirna. Tangan kiriku bermain di bokongnya, dan tangan kanan meremas dadanya. Kami saling bergulat lidah, memeknya yang basah bergesekan dengan penisku. Mirna yang terangsang menghentikan ciuman. Dia mengambil posisi duduk di atas pahaku. Belahan vaginanya menantang. Langsung kuarahkan masuk. Mirna mengerti, dituntunnya masuk ke lubang senggamanya. Mirna mendesah nikmat. Kugenjot Mirna dari posisi itu. Dia merespon dengan memutar pinggulnya, menimbulkan kenikmatan luar biasa di batangku. 15 menit berlalu, Mirna mempercepat pinggulnya. Kami berciuman kembali. Nafasnya memburu, orgasmenya hampir sampai. Kudekap bokongnya agar penisku masuk lebih dalam. Mirna mengerang , orgasemenya sampai. Aku yang hampir keluar terus melakukan genjotan. “Ahhhhh.” Aku sampai. Spermaku berterbaran di dalam vaginanya. Mirna terkulai lemas di atas badanku. Kulihat Juni sedang bercumbu dengan Triadi. Juni ditindih oleh Triadi, mereka saling berciuman dalam-dalam. Tangannya meremas buah dada Juni, tangan Juni membalas dengan meremas pantat Triadi. Triadi menggeser tangannya ke arah kemaluan Juni, istriku mengangkat pinggul ketika jari Triadi menyelusup masuk ke vaginanya. Desahan Juni semakin kuat. Karena birahi Juni sudah tinggi, Triadi membuka lebar paha istriku. Diarahkan rudalnya langsung ke terowongan itu. Istriku memejamkan mata penuh nikmat. Kepalanya tidak bisa diam menoleh ke kiri dan ke kanan. Aku yang terangsang kembali mengarahkan penisku ke mulut Juni. Kubiarkan dia bermain dengan penisku. “AAAhhhhh,” tiba-tiba Juni menjerit. Juni mencapai orgaseme. Tidak berapa lama Triadi menghentikan genjotannya dan mengangkat penisnya. Ternyata dia juga sudah mencapai orgaseme, terlihat air manisnya menetes. Juni menyedot penisku dengan kuat. Aku pun juga keluar. Kami semua merasa lemas. Malam ini adalah petualangan gila dalam hidup kami. Sejak itu kami beberapa kali melakukannya kembali. Pengalaman ini kubagi atas persetujuan kami semua. share cerita dari kaskuserQuoteOriginal Posted By cingcayiih►Ekeu tau cyiin trit yang situ sebut hehe Ekeu berbagi aja yah moga di simpen di pejwan Jadi memang benar ada cowo yang berbagi istri mereka buat di "nikmatin" cowo lain, kebanyakan mereka lebih suka tukeran semalem gitu ... Ekeu punya temen sebut aja mas A sama neng A mereka married, karena si mas A ini dia hype banget nge sex mereka yah gitu lah sex apa aja di lakonin, di daur di jamban di langit2 rumah juga kyeknya Nah si mas A ini cerita ke ane, kalau mantan istrinya ada chat ke istrinya dan di ladenin istri, pake jorok lagi, bukannya marah jadi agak horny, dia cerita , di hubungi lah mantannya yang udah ber istri ini .... Bukannya marah atau gimana mereka malah kopdar ber 3 buat nge bahas ganti pasangan gitu .. Istri mantannya si istri yang ekeu aneh malah setuju zaman dah wong edan ... Nah temen ekeu si mas A ini dia cerita udah gitu selama 1 tahun, kadang di rumah mereka, mereka ber 4 gitu, kadang di rumah si mantannya .. Kebanyakan sih suka di ajak jalan keluar, jadi si mas A ini yang ngajak istrinya mantan istrinya mas A keluar buat di ekse kebanyakan di daerah tinggi hehe ... Dia juga pernaah cerita kalau pernah threesome ... Ekeu aja bodoh tapi ga se bodoh zaman now Spoiler for jangan di buka bahaya cyiin QuoteOriginal Posted By pernah denger juga gosip macam ini di lingkungan ane. motivasi bukan untuk sensasi, tp seperti berita yg cari orang buat hamilin si istri. kasusnya si suami mandul, trus suami istri itu sepakat minta orang lain buat hamilin si istri. gosip sih, tp emang anak sama bapak ga ada mirip miripnya. kasus terjadi thn 80an dan sepertinya ini bukan sesuatu yg langka banget. sampe ada istilahnya segala untuk hal seperti itu. tp emang ini solusi gampang buat ngatasin masalah salah satu pasangan mandul, diluar faktor etika lho ya. terutama masyarakat menengah bawah yang ga kuat biaya kalau lewat medis. di luar negeri jg pernah baca. cuma kalau di kita ditutup2in dan ga pernah diangkat ke permukaan meskipun Posted By sutrisnoagon313► Forum sebelah ye gan? Ane jadi kangen udh lama kagak berkunjung ke sana... Btw, dari jaman ane tau tuh forum sekitar 2010an dah banyak gan, malah dulu ane sempet pengen nyoba jd relawan jd waktu itu ane nemu trit yg lakinya pengen banget liat istrinya begituan ama orng laen Ada-ada aja yak penyimpangannya Di sosmed burung biru juga banyak tuh gan akun-akun swinger ... Gilaaa gilaaa QuoteOriginal Posted By agoengbon►di Twitter juga banyak Gan....biasanya istrinya Lesbian..terus nyari pasangan yang mau swinger....atau lelakinya butuh duit....QuoteOriginal Posted By kiayu►Ane sih ogah Tp ada pernah kok, ngadepin klien yg curiga dgn tingkah pasangannya yg sepertinya 'mau' ngelakuin hal diatas, tp untungnya si cewek sadar dan langsung minta cerai. Hati2 aja buat sista, kalau nemu 'suami' kek gitu QuoteOriginal Posted By anyunUnyu►aku sebagai seorang wanita dan seorang istri mirissss banget gan. kalo suamiku begitu mah, bencana itu namanya. mending pisah aja kalo gendeng begitu.. orang yg main gitu tetep kelainan deh menurutku, liat suami liatin poto cewek di internet aja agak cemburu, apalagi ikeh sama cewe lain? gak kebayang nangis darah bisa jadi. nah itu malah pada main bareng buset dah jaman makin edan, bukan jamannya deng, tp orang²nya..QuoteOriginal Posted By bag00ng►Ane dulu pernah diajakin gan.. sama marketing di kantor ane.. kaya group arisan gitu, tuker2an pasangan.. Jadi di acara itu diundi, ntr istri kita tidur ma orang lain, kita jg tidur ma istri orang lain juga di group itu.. Mau masuk group itu jg ada seleksinya gan.. Misal fisik & face secara umum hrs relatif seimbang dgn anggota lainnya, dan hrs sehat ada test medis nya.. Alibi nya sih.. buat variasi agar hubungan ga monoton, ga bosan, juga buat menghindari selingkuh.. cekikik.. Klo ane terus terang blom kuat mental liat istri ditidurin orang lain.. QuoteOriginal Posted By feyglosshe►ane mau share cerita and ini beneran true story, ini kisah ane alamin sendiri. ane cwe dan ane punya kenalan cwo, sudah berumah tangga sebut saja A. A sudah punya anak 2 dan istrinya cantik gan ane cuma liat fotonya. si A ini usianya 40+ under 45, dan usia istrinya di bawah dia sedikit. singkat cerita ane pernah diajak ngopi di salah satu mall sama A, ane kenal si A ini juga di kenalin temen, emang si A ini baik dan gak pelit orangnya, biasalaah dia baik karena ada maksud dan tujuan terselubung sambil ngobrol2 pas ngopi, si A langsung cerita klo dia mengalami masalah di ranjang, gak bisa bangun, sedangkan dia & istrinya hype* terus A cerita klo dia sering BO cwe buat main 3som* dan dia bakalan horn* banget klo ngeliat tuh cwe BO lg mainan sama istrinya. dan dia juga sering bertukar pasangan sama kawan istrinya yg juga sudah berumah tangga. dan menurut dia, dia lebih suka melakukan hubungan bareng2 and ganti2 gitu, daripada ML hanya berduaan sama istrinya. OH MY GOD.. saat itu juga ane langsung mengambil kesimpulan klo si A ini "SAKIT JIWA" setelah itu, ane langsung alasan untuk buru2 pulang dan semua kontak si A langsung ane blokir, ane ngeriii ..takut parah. fikiran ane udah yg buruk2 aja duh jangan sampai ketemu lagi deh sama orang macam begini. ane masih normal, masih waras, dan yg pasti berhubungan hanya dengan pasangan sendiri yang terjamin halal dan sah. jujur.. ane gak habis fikir kenapa si A bisa menyimpang begitu, hanya demi lendir kenikmatan sesaat, gak mikirin takut tertular penyakit dan dosa. Wallahu a’lam. mungkin ini sudah tanda-tanda akhir zaman kali yaa..atau karena generasi micin zaman now ' Cerita Dewasa Ngentot Daun Muda. Semakin lama kualitas tulisan anda bakal berkembang dengan sendirinya setelah kamu banyak laksanakan cerita sex berbagi istri. cerita dewasa sedarah hanya satu, ketika kamu berhasil menghasilkan gambar dewasa calon pengantin Kamu hanya mesti itu udah terlampau ngentot cewek bohay! Cerita Ngewe Cewek Cantik Mendesah Nikmat Hari Minggu seperti biasa adalah hari yang tidak sibuk, tidak banyak tamu yang datang di hari itu, maklum sebagian besar dari mereka lebih banyak dihabiskan bersama keluarga, kecuali mereka yang lagi sedang dinas keluar kota. Hari biasa kuterima rata rata 3-4 tamu tapi kalo di Hari Minggu paling banyak 2 tamu, malah terkadang hanya satu. Selama aku tinggal di hotel tak pernah kulewatkan hari tanpa tamu, tiada hari tanpa tamu. Entah itu karena kepintaran "marketing" Om Lok atau karena kepintaranku melayani tamu, aku tak tahu, tapi sesepi apapun pasti selalu ada laki laki yang memerlukan pelayanan dan kehangatan tubuhku. Jarum jam baru menunjukkan pukul 738 pagi, aku masih terlelap dalam tidur, kemarin tenagaku habis terkuras dengan banyaknya tamu yang memerlukanku, 5 tamu yang datang secara beruntun sejak pagi, hanya berselang tak lebih dari 45 menit tamu berikutnya sudah nongol di depan pintu kamar, benar benar hari yang melelahkan dan baru tidur hampir pukul 3 dinihari. Telepon berbunyi, biasanya Om Lok membawakan masakan kesukaanku saat Hari Minggu seperti ini sambil menemaniku ngobrol dengan keluarganya, mungkin karena aku primadona yang menjadi andalan tepatnya sapi perahan utama maka dia memperlakukanku dengan agak istimewa. Ternyata kali ini dia tidak datang, malahan berpesan akan ada tamu pagi ini, sekitar jam 9 dia akan datang. Mataku masih berat, tubuhku terasa habis memikul beban berat, capek semua rasanya, tulangku seakan copot. Sebenarnya aku berencana memanggil Massage Service yang ada di hotel pagi itu, tapi keduluan instruksi dari Om Lok, dan seperti biasanya aku tak mungkin menolak. Ingin kulanjutkan tidurku tapi aku takut kebabalasan, biasanya kalo Minggu begini aku memang bangun telat terkadang jam 10 bahkan jam 11, toh biasanya tamu akan datang setelah jam 12 atau bahkan sore. Sambil ngedumel menahan kantuk yang masih bergelayut aku mandi, kurendam tubuhku dalam air hangat di bathtub, terasa nyaman. Pelarianku dalam capek adalah berendam di air panas, bisa lebih 30 menit kulakukan itu, kali ini aku ingin berendam lebih lama sambil mencoba aroma therapy rempah rempah yang diberi tamuku kemarin. Pukul 950 ternyata tamuku sudah datang, diluar dugaanku ternyata orangnya relativ masih muda, tak lebih 40 tahun, penampilan simpatik dan cukup ganteng dibanding tamu lainnya. Aku terpesona akan penampilannya, beruntunglah aku hari ini, teriak hatiku, langsung hilang rasa capek yang masih menggelayutiku. Namanya Hari, aku tak tahu apakah dia chinesse atau bukan, karena kulitnya yang kecoklatan tapi matanya sipit, tapi kini aku tak peduli lagi siapa tamuku. Karena masih pagi, kami tidak terburu buru, bahkan masih sempat makan pagi bersama di kamar, kulayani dia sarapan seperti layaknya seorang istri yang melayani suaminya di meja makan, aku begitu antusias karena teringat saat saat indah dulu, suatu rutinitas membosankan saat itu tapi sungguh terasa mambahagiakan kalau aku mengingatnya. Sudah lama aku tak melayani makan pagi seperti ini, ada kesenangan tersendiri bagiku dan ini membawaku terpengaruh suasana pagi yang ceria itu, meski yang kulayani sarapan pagi itu bukan suamiku, bahkan baru satu jam yang lalu kukenal. Hampir satu jam kami melakukan acara makan dilanjutkan bersantai sambil nonton Doraemon, acara anak anak kesukaanku, karena berarti itu adalah hari minggu, dimana kebanyakan orang berkumpul bersama keluarga, terkadang aku menangis sendirian sambil nonton acara itu, teringat begitu ramai dengan anak anak tetangga kalau Doraemon sudah main. Kuminta room boy membersihkan meja kamarku, mereka sudah mengenalku, makanya agak terheran ketika melihatku dengan seorang laki laki sepagi ini karena tak pernah ada tamu yang menginap di kamarku, tentu saja tak berani dia mengatakannya. Sambil nonton kami duduk di sofa yang entah sudah berapa puluh kali kupakai bercinta, kami memang sangat santai saat itu, kukenakan celana pendek dan T-shirt putih snoopy, seperti dulu kalo aku di rumah, sungguh suasananya tidak seperti sedang bekerja, tapi seperti sedang berlibur di hotel bersama suami atau pacar, bahkan kubiarkan rambutku yang masih basah, sengaja tak kukeringkan. Kusajikan snack seadanya yang ada di kamar dan kubikinkan kopi, sesekali kusuapkan ke mulutnya, aku terbawa suasana santai yang mengharukan. Perlahan tapi pasti tangan Hari sudah mulai menjamah tubuhku, paha, punggung dan tubuh lainnya, tapi masih dalam batas normal seperti orang pacaran. Ketika Doraemon sudah habis, dia mulai mencium pipiku, entah kenapa tiba tiba aku merinding dibuatnya, kutoleh dia dan dibalas dengan senyuman manis, dia mengangkat daguku, dipandangnya dalam dalam, dengan lembut bibirnya menyentuh bibirku, mesra sekali dia melumat bibirku, tiba tiba jantungku berdetak kencang, kurasakan sentuhan yang lain saat bibir kami beradu, begitu pula saat lidah kami saling menyapa lembut. Pagi itu suasana hatiku begitu gembira, terlupa sudah capek semalam, tanganku mulai meraba raba pahanya, begitu juga rabaan tangan Hari sudah sampai ke dadaku, dia mengelus mesra buah dadaku sambil kami tetap berciuman. Tak lama kemudian dia melepas kaos yang kupakai, dipandanginya dadaku yang masih terbungkus bra putih, bra polos biasa yang tidak biasa kupakai kalau lagi terima tamu. "Kamu cantik deh meski tanpa make up" pujinya lalu kembali menciumi pipi dan bibirku seraya memulai remasannya di dadaku. Tanganku mengimbangi remasannya pada selangkangan, sudah tegang, kubuka sabuk dan reslitingnya, kususupkan tanganku ke dalam celana dalamnya dan kuremas remas kejantanannya, dia mendesah sambil menciumi leherku. Kami saling melucuti pakaian sambil tetap berciuman, sepuluh menit kemudian kami sudah sama sama telanjang, kembali pujian keluar darinya, aku hanya tersenyum dengan sedikit bangga meski aku tak tahu apakah itu pujian tulus atau sekedar basa basi. Hari membopongku dan merebahkan ke ranjang, dilepasnya satu satunya penutup tubuhku, kusambut ciuman dan cumbuannya yang penuh kemesraan, tangannya mulai mempermainkan klitorisku ketika mulutnya mengulum liar putingku, aku mendesah nikmat. Ciumannya turun ke perut diteruskan ke selangkangan, dia tidak langsung ke vaginaku tapi justru menciumi paha dan sekitar selangkangan, aku makin mendesah terbakar birahi, jeritku akhirnya keluar tak tertahankan ketika lidahnya menyentuh klitorisku, terasa nikmat sekali, apalagi ketika lidah itu menari nari menyusuri vagina, melayang aku dibuatnya, tak sadar kuremas remas rambutnya. Aku tak tahan lebih lama lagi, kuminta ber-69 dengan begitu kami bisa saling memberi kenikmatan, hampir aku orgasme duluan kalau saja tidak dihentikan. Dia memandangku dengan senyum puas karena berhasil mempermainkan dan membawaku terbang melayang. Aku sudah telentang menantinya, siap untuk melayani kemauannya, kali ini dengan senang hati, bukan seperti biasanya saat melayani tamu. Kusambut dan kupeluk tubuhnya ketika dia mulai menindihku, ciumannya mendarat di bibirku, sambil saling melumat dia menyapukan kepala penisnya ke vaginaku yang basah. Aku mendesah tertahan saat penisnya menguak liang kenikmatanku, suatu kenikmatan menjalar dari vagina ke seluruh tubuhku, aku menegang sesaat merasakan kenikmatan itu, dan semakin nikmat dikala Hari mulai mengocok perlahan penuh perasaan diiringi ciuman mesra, semakin cepat membawaku melayang tinggi. Kujepitkan kakiku ke punggungnya, penisnya semakin dalam mengisi relung vaginaku, meski tidaklah terlalu besar tapi terasa begitu memenuhi ruangan kenikmatan tubuhku, aku mendesah lepas disaat kocokannya makin cepat. Kupeluk erat tubuhnya, apalagi ketika dia menjilati telingaku, aku menggelinjang geli dan nikmat, semakin erat pelukanku. Kakiku diangkat ke pundaknya, lebih dalam lagi penisnya menyodok, aku menjerit dalam kenikmatan yang tak bisa kugambarkan, terlalu indah permainan pagi ini hingga aku merengkuh puncak kenikmatan begitu cepat. Jerit kenikmatanku mengiringi denyutan otot vagina yang meremas penis Hari, dia menatapku tajam seakan menikmati expresi kenikmatan dari wajahku, malu juga aku dibuatnya, tapi dia hanya tersenyum melihatku orgasme. Tanpa memberi istirahat Hari membalik tubuhku, kuperhatikan dia memasangkan kondom yang bentuknya aneh, tapi tak kuperhatikan lebih lanjut karena dia sudah melesakkan penisnya kembali, kurasakan kenikmatan yang lain dari kondom itu, entah kondom macam apa yang dipakai, bagiku semakin nikmat saja. Kami melakukannya dengan posisi dogie, posisi favoritku biasanya, tapi dengan Hari aku membenci posisi ini karena tidak bisa melihat wajah tampannya, sodokan Hari makin keras mengaduk aduk vaginaku, sungguh luar biasa pengaruh kondom itu terhadapku, antara geli, nikmat, sakit tapi semua bercampur menjadi desah dan jerit kenikmatanku. Semakin keras aku mendesah semakin keras pula dia menyodokku, dan tak lama kemudian akupun mencapai puncak kenikmatan yang kedua kalinya dipagi itu. Jeritan kenikmatanku tak menghentikan kocokannya, justru semakin cepat dan liar gerakannya, maka akupun dengan cepat segera naik kembali menuju puncak kenikmatan. Belum setengah jam kami bercinta tapi aku sudah orgasme dua kali, sementara tamuku belum menunjukkan tanda tanda orgasme, malu aku untuk minta istirahat lagi, kutahan kenikmatan demi kenikmatan, dan orgasme lainnya menyusul tak lama kemudian. Melihat aku kewalahan menghadapinya akhirnya dia memberiku istirahat lagi setelah hampir 45 menit mengocokku. "Ih, kamu kuat banget deh, ampun aku" komentarku, dia hanya tersenyum tak menjawab. Aku telentang mengatur napasku yang masih turun naik menderu, sendiku terasa ngilu. "Kamu marah nggak kalo aku pakai tali?" tanyanya dengan ragu "Maksudnya?" "Kamu kuikat di ranjang, kalau kamu nggak keberatan sih, tapi kalo kamu nggak mau ya nggak maksa kok" jawabnya memelas. Hampir saja emosiku naik, marah aku dibuatnya, permintaannya aneh bagiku, tapi karena dia minta dengan memelas begitu, apalagi dia telah memberiku kepuasan demi kepuasan, rasanya tak tega aku menolaknya, toh tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, tanpa menjawab aku langsung telentang dengan tangan dan kaki terbuka. Kulihat wajahnya bersinar gembira, segera dia mengambil traveling bag yang tadi dia bawa, dikeluarkannya tali atau lebih tepatnya kain yang dipilin menyerupai tali, mungkin supaya tidak melukai kulit, dengan cekatan dia mengikat kedua tangan dan kakiku ke ke empat kaki ranjang.

cerita sex berbagi istri