cerita sex dengan bude
NgeseksDi Perkebunan. Suatu hari adikku dan suaminya datang. Dia berbaik-baik mengharapkan aku menjaga rumah dan anak-anaknya. Mereka bekerja di perkebunan besar di Sumatera Utara, mendapat hadiah dari perusahaan keliling Eropa Barat selama sebulan. Hadiah itu untuk dua orang suami istri.
Riskaduduk dipinggiran bed dengan wajah sayu. Setelah membayar sewa kamar short time kepada penjaga, aku mengunci pintu. Kudekati riska perlahan. “kalau nggak yakin sebaiknya jangan dipaksakan, gak apa apa kok” aku mencoba buka pembicaraan sambil berjongkok didepannya. Aku pegang kedua tangannya dengan lembut.
KumpulanCerita Seks Terbaru 2015, Cerita Sex Bergambar, Koleksi Foto Cewek Cantik Montok, Download Video Bokep, Barat, Indo, Jepang, Korea, Dan Lainnya. Dan, ketika aku iseng memeriksa file-file pasien, aku baru menyadari bahwa 70 % pasienku adalah ibu-ibu muda yang berumur antara 20 – 30 tahun. Entah kenapa aku kurang tahu.
CeritaDewasa – Goyangan Pembantu. Cerita Dewasa – Pertama-tama perkenalkan saya Andy (bukan nama sebenarnya). Saat ini saya menginjak 17tahun, dan kisah ini terjadi kira-kira 2 bulan yang lalu, saat aku liburan akhir semester. Waktu itu aku sedang libur sekolah.
CeritaLainnya: Cerita Sex Kusetubuhi Istri Teman Yang Nakal. “Lagian sudah terlanjur juga, sekalian aja”. Mifta hanya diam dan membuka bajunya 1 demi 1 kancing telepas dan payudara bulat itu menyembul keluar yang sudah tidak terbungkus bra karena dia mengenakan kemeja jadi putingnya tidak terlihat. Dia membuka tali pinggang dan kancing
mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Celana Dalam Budhe Murni Part 2 Cerita Dewasa Berikutnya tanganku meraih blus tanpa lengan itu. Kucari lubang lengannya yang sempit. Kuamati. Kulihat ada noda peta di sekitar pinggiran lubang lengannya. Aku yakin itu keringat Bude Murni. Pelan kudekatkan ke hidung dan kuciumi tepian lengan blus itu. Ini bau asem keringat Bude Murni. Hasrat birahiku melonjak naik. Jari-jari tanganku semakin sering memijat-pijat penis kecilku. Enak banget rasanya.. Aku terbang di awang nikmat birahi. Hidungku kembali nyungsep ke ketiaknya Bude Murni. Aku merem setengah melek. Oochh.. Bude Murnii.. Bude Murni.. Ijinkan aku menjilati ketiakmu Budee.. Berikutnya aku mendekatkan hidungku ke arah gantungan. Kuendus kutang dan celana dalam Bude Murni. Aku rasakan lintasan aroma keringatnya yang asem dan kencingnya yang pesing itu. Pasti asem keringat itu nempel pada kutangnya. Mungkin buah dada Bude Murni berkeringatan saat kegerahan. Keringatnya itu pasti terserap kain kutangnya dan tertinggal di sana. Dan bau pesingnya pasti dari celana dalamnya yang nampak lusuh sesudah di pakainya. Mungkin saat kencing ada serpihannya yang terciprat ke celana dalamnya. Warna ke-kuning-kuningan yang pekat pada bagian arah bawah celana dalam itu menunjukkan air kencing yang kering itu yang mungkin tercampur dengan keringatnya pula. Aku membayangkan betapa nikmat apabila kencing dan keringat dari selangkangan atau vagina Bude Murni bisa kujilati atau larutkan dalam ludahku agar aku bisa menelannya. Membayangkan itu semua membuat elusan tangan pada penisku berubah menjadi kocokkan. Dan kocokkan itu kuselingi dengan pijatan pada urat-uratnya. Rasanya tak pernah puas mengendusi kutang dan celana dalam Bude Murni itu. Kini saatnya mulutku melumati apa yang kurang dari 30 menit yang lalu masih nempel di tubuh Bude Murni ini. Aku mengunyah-kunyah bagian celana dalamnya yang nampak bernoda kuning pekat. Saat telah membasah, kencing dan keringat yang larut bersama ludahku itu kuserap dan kusedoti untuk mengaliri tenggorokanku. Penisku semakin kaku mengiringi lumatan mulutku. Kemudian kukunyah pula tepian lubang lengan blusnya. Rasa asin dan asem dari ketiak Bude Murni yang larut dalam ludahku kutelan pula. Dduhh.. Duhh.., tanganku semaki cepat mengocok-ocok penisku. Nafsu birahiku telah mendesak naik ke ubun-ubunku. Aku ingin secepatnya memperoleh orgasmeku. Aku membayangkan nikmat saat air maniku nyemprot ke dinding kamar mandi seperti kemarin. Mungkin kali ini aku agak tegang kurang santai. Sesudah ngocok penis sekian lama orgasme dan ejakulasiku belum juga hadir. Sedangkan khayalan seksualku sudah melayang ke mana-mana. Ke ketiak kanan dan kiri Bude Murni. Bahkan kemudian aku pindahkan ke ketiaknya Shirley. Kuteruskan lebih kebawah lagi, bibirku menciumi sambil lidahku melata dan merambah paha dan selangakangan Bude Murni. Kemudian pindah pula ke Shirley. Belum juga. Tapi akhirnya datang juga. Saat khayalanku membayangkan Bude Murni mengencingi mulutku, tak tertahan lagi, air maniku langsung muncrat berlimpah-limpah berhamburan. Aku mendesah dan merintih tertahan menerima nikmat luar biasa itu. Jakunku bergerak-gerak seolah-olah benar-benar menelan air kencing Bude Murni yang hangat itu. Kunyahan dan sedotanku pada celana dalam dan lubang ketiak blus Bude Murni tak pernah kuhentikan. Aku tak menghitung lagi kemungkinan kain-kain eksotik dan erotis yang lembut itu tercabik-cabik oleh gigiku. Seno mengetok-ketok pintu. Minta aku cepetan, dia kebelet untuk buang air. Ah, nih teman.. Secepatnya aku menyelesaikan mandiku. Hari itu kami seharian mancing di kali. Saat pulang kantongku penuh buah apel yang ranum. Ternyata apel yang langsung dipetik dari pohon rasanya sungguh lezat dan segar. Bude Murni menggoreng ikan hasil pancingan kami. Malam itu kami tidur sangat lelap. Pagi berikutnya adalah hari ke. 2 kami nginap di rumah Pakde Darmo. Aku bangun dengan penuh ngaceng dan penuh harap. Aku berharap untuk bisa mengulangi kenikmatan orgasme dan ejakulasi macam kemarin. Seluruh obyek dan sasaranku ada dalam kamar mandi itu. Tokoh sentralnya tetap Bude Murni yang cantiknya mengingatkanku pada Shirley Margaretha. Seperti kemarin, pagi ini kulihat Bude Murni sibuk meladeni suaminya bersiap ke kantornya. Wanita yang sangat cantik saat bangun tidur itu mempertontonkan bahunya yang aduhai dengan memakai blus lembut tanpa lengan macam yang dia pakai kemarin. Kecuali warnanya yang pagi ini ke kuning dan merah-an penuh motif kembang-kembang. Dan seperti kemarin pula, Bude Murni menyuruh kami cuci muka dulu kemudian sarapan. Dia akan mandi duluan karena kota Malang yang bagi kami cukup dingin ini bagi beliau membuat sangat kegerahan. Mungkin karena sudah sehari-harinya sebagai orang Malang. Dan sekali lagi seperti kemarin, aku telah siap dengan handukku sambil membaca apa saja yang terserak di meja menunggu Bude Murni keluar dari kamar mandinya. Pagi ini mandiku sungguh-sungguh sukses. Disamping aku mendapatkan celana dalam dan blus lusuh bekas pakainya Bude Murni, dia juga gantungkan kutangnya. Tentu saja kutang Bude ini lebih melengkapi dan menunjang dalam melancarkan khayalan seronokku. Pagi itu aku seakan menciumi tubuh Bude yang telanjang bulat. Aku sudah atur, khayalanku akan merangkaki tubuh Bude mulai dari bagian atas hingga bagian bawah tubuh cantiknya. Saat aku menciumi dan melumat-lumat lubang lengan blusnya, khayalanku terbang mengantarkan hidung, lidah dan bibirku untuk menjilati ketiaknya. Dan saat aku mulai melumat kutangnya, aku merambah buah dada dan pentil-pentilnya, Dan saat aku melumat-lumat celana dalamnya, lidahku menjilati paha, selangkangan dan vaginanya. Nafsu birahiku terbakar menggelora. Aku kini menunggu Bude Murni kencing di mulutku macam kemarin pula. Dan khayalanku untuk hal macam itu tak pernah menemui hambatan. “Wan.., kamu minum ya kencing Bude.., ayoo, minum Wan.. Buka mulutmu..” demikian khayalan rintihan dan desah Bude Murni. Aku juga membayangkan betapa tangan-tangan Bude dengan erat memegangi kepalaku agar air kencingnya bisa tepat masuk ke mulutku. Pagi itu aku sempat mengulangi lintas khayalanku hingga aku bisa meraih 2 kali orgasme dan ejakulasi. Aku puas banget. Pada saat muncrat yang terakhir, aku disergap nikmat syahwat tak terhingga. Tubuhku jatuh nge-gelesot ke lantai. Air maniku muncrat dari penis kecilku dengan tubuhku yang telentang di lantai dan menggeliat-geliat menahan gelinjang. Air sejuk Malang dengan cepat bisa mengembalikan tenagaku. Selesai mandi badanku sangat segar. Aku mengajak Seno kembali menyusuri kali mencari ikan. Kami bikin tambak kemudian mengurasnya. Ratusan ikan-ikan uceng dan wader dapat kami tangkap. Bude Murni menggorengkan ikan itu untuk lauk makan siang kami. Aku kesengsem dengan tampilannya yang sangat seksi di siang hari ini. Bu Murni memakai kaos tipis berlambang salah satu partai pemenang Pemilu 2004. Kaos itu berwarna merah yang ketat. Tepat pada arah dadanya nampak tanda putih. Iklan partai itu menghimbau masyarakat untuk menusuk pada tanda putihnya itu. Aku membayangkan seandainya boleh menusuk di tanda itu sekarang, artinya aku mesti mendesak-desakkan penis kecilku ke celah dua bukit indah milik Bude Murni yang kukagumi ini. Untuk bawahannya Bude Murni memakai celana pendek hot pants’. Aku yakin beliaunya menganggap kami ini hanyalah anak-anak kecil. Oleh karenanya beliau tidak perlu canggung dengan pakaiannya yang ternyata sangat merangsang naluri birahiku. Edaann..!! Aku nggak sabar menunggu saat mandi. Sambil menunggu gorengan ikan mateng, aku ke kamar mandi. Aku bilang pada Seno perutku mules. Ternyata segala pakaian kotor tak nampak lagi di gantungannya. Bude Murni telah mencucinya. Aku agak kecewa. Kuamati di seputar kamar mandi. Tak ada yang bisa membantuku. Kuperhatikan sabun, odol, sikat gigi, busa untuk menggosok kaki. Ah, sama saja. Tetapi karena perasaanku demikian kebelet, kubuka saja celanaku. Aku mulai saja mengelusi penis kecilku sambil mataku setengah merem. Untung ada daya khayal yang membantu aku. Tiba-tiba saja hidungku telah nyungsep di ketiak Bude Murni yang basah oleh keringatnya. Lidahku menjilat dan mengecapi keringat asin ketiaknya itu. Bibirku melata merambah dadanya. Entah kemana kaos oblong bergambar partai tadi. Yang ada kini adalah gundukkan ranum buah dada Bude Murni. Dd.. Duuhh.. Wangii.. Banget.. Tanganku dengan terampil mengocok-ocok penis kecilku. Belum sampai ke menit ke 5 aku sudah merasakan air maniku akan tumpah. Dengan penuh nafsu bibir dan lidahku menyapu bukit dan lembah-lembah dari dada melintasi perut dengan pusernya menuju ke selangkangan Bude Murni. Saat kutemukan bukit indah yang menggumuk, yaitu vaginanya, aku tak tahan untuk membiarkannya. Lidahku mencoba menembusi gumuk itu. Aku rasakan banget bagaimana jepitan bibir kemaluannya menghalangi tusukkan lidahku. Aku juga merasakan ada lengket-lengket di ujung lidahku. Aku juga mengendus-endus dan menjilati selangkangannya. Air maniku muncrat saat Bude Ambar mengencingi mulutku. Kenapa aku semakin pengin dan terobsesi air kencingnya ya? Ah, masa bodo, pokoknya aku sangat terangsang kalau mikir air kencing Bude Murni. Dan dengan cara itu orgasmeku cepat hadir yang disertai tumpahnya air maniku yang berlimpah. Aku agak terhuyung saat keluar kamar mandi. Bude Murni sempat nampak cemas meilhat keadaanku. Tetapi itu hanya sesaat. Bukankah aku tak apa-apa. Kami makan siang dengan sangat nikmat. Bude Murni membuatkan lalap dan sambal. Ikan uceng dan wadernya sungguh menjadi santapan yang tak ada bandingnya. Aku masih penasaran, kenapa tak bisa kudapatkan celana dalam atau baju yang lain dari bekas pakai Bude Murni saat di kamar mandi tadi. Mungkinkah nanti sore atau yang pasti besok pagi bisa kudapatkan apabila beliau selesai mandi sore? Yaa.. Aku belajar sabar. Malam itu aku nonton TV sampai tertidur. Besok pulang. Jam berapa Sen, besok? Seno bilang besok Pakde dan Bude akan nganter kami sampai terminal bus. Kami akan berangkat jam 8 pagi dari rumah. Waahh.. Jangan-jangan kami aku nggak sempat menikmati kembali celana dalam Bude Ambar nih. Kok pagi, sih?! Kok Pakde pake ikut nganter sih?! Emangnya Pakde nggak kerja? Wah, kacau nih, batinku kesal. Besoknya, jam 5 pagi aku sudah terbangun. Aku tidak langsung mandi. Aku pikir toh nggak ada gunanya mandi pagi-pagi. Paling-paling Bude Ambar juga belum mandi. Dengan alasan nyari udara pagi yang sehat aku ajak Seno keluar rumah dan jogging di kebon apel belakang rumah. Kulihat Bude Murni sudah sibuk di dapur. Tentu dia sedang nyediain sarapan buat kami yang akan pulang. Lewat jam 6 pagi kami balik ke rumah. Kulihat Bude Murni sudah dandan rapi. Waahh.., kalau begitu sudah mandi dong?! Aku buru-buru lari kekamarku untuk mengambil handukku. Aku sungguh penasaran dan kehilangan kesabaran. Rasanya bukan pagi yang baik nih. Dengan banyak kehilangan keyakinan diri aku langsung masuk ke kamar mandi. Semerbak dan hangatnya bau sabun dan tubuh Bude Anisa langsung menyergap hidungku. Mataku jelalatan dan.. Hahh.. Sungguh sebuah kejutan.. Rasanya kamar mandi ini menjadi demikian indahnya. Lihatlah apa yang ada di gantungannya. Semua impianku menjadi kenyataan. Ini pesta besar yang kudapat di Malang. Gantungan baju itu penuh dengan pakaian kotor milik Bude Murni yang bekas dipakainya. Kulihat kutangnya yang nge-gelantung, celana dalamnya yang nampak lusuh setelah dipakai sejak semalaman. Blus lembut berlengan pendek yang lusuh pula. Short pants yang sangat lecek sesudah dipakai tidur dan kena keringat bokongnya saat sibuk di dapur tadi. Aku langsung menelanjangi diriku. Tangan-tangan terampilku mulai mengelusi penis kecilku. Terkadang juga kuselingi dengan remasan atau pijatan. Birahiku terdongkrak tinggi dengan apapun yang kini nampak tergantung di depan mataku. Celana dalam, kutang, blus lembut atau short pants punya Bude Murni yang bekas dipakainya itu telah menerbangkan aku ke awang-awang nikmat birahiku. Setiap detail pakaian kumal Bude Murni itu melemparkan aku ke lembah syahwatku dan mengajak hidung, bibir dan lidahku berkelana menjelajahi tubuh Bude Murni. Aku kembali melumati noda-noda keringat atau serpihan kencing pada pakaian kotor Bude Murni itu. Aku memasuki jerat nikmat yang tak bertara. Hingga dengan penuh histeris aku mengerang dan mendesah tertahan. Aku kembali berguling ke lantai. Tubuhku bergetar hebat mengikuti gelinjangku. Aku mengocok penis kecilku dengan cepat. Makin cepat.. Cepat.. Cepat.. OowWCchh.. Air maniku tumpah. Berkali-kali penisku berkedut keras menembakkan cairan-cairan kentalku hingga membasahi dan meleleh di kamar mandi Bude Murni ini. Aku tersungkur. Kudengar Pakde Darmo memanaskan mobilnya. Seno menggedor pintu kamar mandi. Aku bilang tunggu, aku lagi buang air, perutku agak mules. Aku cepat segar apabila air menyiram tubuhku. Aku mandi sepuasku. Itulah sekilas kenikmatan yang kudapatkan selama liburanku. Pasti aku akan selalu mengenang dan mengulang nikmat macam itu. Dan kini, pada setiap liburan aku selalu berharap bisa pergi ke suatu tempat untuk kemungkinan mengalami peristiwa sejenis. Ketemu perempuan cantik macam Bude Murni dan menciumi celana dalam kotornya. Atau kutangnya, atau blusnya. TAMAT
Cerita Bude Sex – Selamat malam suhu aerosol, masih ingat saya kan?, maaf baru muncul. Dan saya juga minta maaf karena saya tidak dapat melanjutkan seri [True Story] – Budeku, Janda Gairah Seks karena jarang update, threadnya di lock oleh Momod. Saya sudah menghubungi momod langsung tapi belum mendapat jawaban, mungkin momod juga sibuk RL. Tapi mungkin jika nasib thread terkunci, apa yang bisa saya lakukan …, karena saya tidak ingin melakukan apa pun dengan mod atau admin, yang penting di sini saya hanya ingin menghidupkan forum kita tercinta dan tetap menjalankannya dan tidak kesepian. Ok, ini lanjutan dari thread [True Story] – Sobatku Janda Cinta. Pasti yang udah lama ngikutin thread ini tau, kemana aja petualangan gue sama cowok dan bulek gue? Ha ha ha. Oke, daripada babe bu beee.., lebih baik Anda membaca saja cerita/kronologi sekuel Blowjob Bulek Bagian 1 pada topik [True Story] – Bude Saya, Janda Haus Seks . Ah iya btw, JANGAN PK ANTARA KITA ATAU PAHLAWAN, JIKA INGIN INI INI ADALAH!!!. Sex Gadis Abg Indonesia 63 Photos Di pagi hari, dia meminta saya untuk datang ke rumahnya untuk mengantarnya bekerja setelah libur panjang lebaran. Ketika saya diberitahu, saya segera bersiap-siap, dimulai dengan mandi di pagi hari dan berpakaian. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, saya langsung meluncur ke rumahnya untuk mengantarnya pulang kerja. Sesampainya di rumah, ia melihat seorang pemuda dengan pakaian bagus TIDAK BERARTI “SARA” dan riasan yang bagus Makeup Alami dan juga seorang paman yang juga sedang merapikan koper besar, karena dia akan pergi. untuk bekerja secara permanen di luar pulau. Setelah semuanya siap, saya, paman saya dan tentu saja bulek cantik semua idola kami masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke bandara di kota saya yang terkenal dengan manisannya. Di jalan, kami hanya mengobrol dan mendiskusikan hal-hal biasa dan tidak ada yang istimewa. Setelah sampai di bandara, aku membantu paman mengangkat kopernya dan dia berjalan bergandengan tangan dengan bulek Aduduuhhh.., so romantic huu… hehehee. Sebelum paman pergi, kami terlebih dahulu pergi ke konter check-in untuk memeriksa tiket dan dokumen keberangkatannya, setelah check in di konter, kami pergi ke ruang tunggu keberangkatan untuk menunggu kantornya. Saat ada panggilan menuju titik keberangkatan, om hendak memasuki bandara, namun sebelum masuk bandara untuk check in pesawat, paman dan bulek berciuman terlebih dahulu lalu berpelukan. Setelah mencicipi, dia pamit “Mas, tinggalkan bulek ya” – “Siap paman!” kemudian dia memasuki bandara bandara dan naik ke pesawat. Setelah dia terbang, orang asing mengundang saya untuk pergi ke supermarket untuk membeli sebagian besar peralatan rumah tangga Saat itu saya hanya bepergian dan membeli barang-barang yang diperlukan untuk keluarga seperti sayuran, mie goreng, daging, dan lainnya . Setelah semuanya dianggap cukup belanja kebutuhan keluarga dan jalan-jalan Bulek dan saya langsung pulang, dalam perjalanan kami hanya diam dan tidak berbicara sama sekali. Di sebelah saya, bulek sibuk membuka Instagram dan saya sibuk mengemudi sambil mendengarkan musik mp3 di dalam mobil. Tiba-tiba di tengah kemacetan di kota saya, seorang asing membuka percakapan “Mas..” – “Iya bulek” – “Bulek hamil lho mas terhormat” – “Hahh..!! Memasak? !, Ini hasil dari hubungan kita kan?! ” – “Ya enggak!, kamu gila mas” – “Alhamdulillah.., kukira anak dari hubungan kita hahahaa” – “La Kakak kemarin pamanmu memintanya, yah, tidak apa-apa untuk melayani” – “Berapa putaran yang sudah kamu selesaikan?” – “Putaran yang mana?” – “Baru main satu ronde, gak tau umur kamu berapa, gak tau” – “Ihhss…, kamu hahahaa…, maksudku kamu gak boleh punya lagi hahaha”-” Wkwk, kok berani-beraninya kamu bilang di belakang pamanku “-” Isshh.., ojo ngono massa sih Isshh.., jangan gitu dong “-” Jangan ngomong om aahh.. wkwkk Teh me to bulek” -” Ahh.., yowis, aku gak mau main sama kamu lagi! Dia mulai cemberut huu wkwkk “-” Tidak-tidak buruk…, aku hanya bercanda Hanya bercanda”-” Ahh .., kamu seperti aahh.., bukankah kamu senang mentraktirku makanan hotel seperti sebelumnya?” – “Ayo, ayo, massal” – “Yee…, kalo gitu ya allah maafkan” – “Sambil dirawat sama keponakan sendiri wkwk” – “Halah! Setelah bermain, aku akan mentraktirmu makan “-” Ya.. jadi apa.. hmm jika kamu cukup kuat untuk melawan pengganggu hingga 5 ronde hahahaa “-” Kuatlah “-” Itu saja, aku nanti saya buktikan.. tertawa “Setelah ngobrol bolak-balik, saya mulai berkendara ke hotel terdekat untuk check in dengan bulek cantik saya. Kembali ke hotel, pesan kamar dulu biar kita check in nanti, buat reservasi lalu pergi ke hotel. Saya langsung berbaring sebentar, dan bulek langsung pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka agar dingin karena tipuan terik matahari sore itu. anak laki-laki itu masih di kamar mandi, saya langsung menyiapkan alat untuk merekam momen ini untuk membuat memori di forum semprot, ketika semuanya sudah siap, saya berbaring, anak itu keluar dengan handuk dan anak laki-laki. bertanya “Apakah kamu siap?” – “Saya sudah siap untuk sebentar buleekkk” – “Oke buka celanaku, biar bulek usap dulu hahahaa” lalu aku langsung melepas semua bajuku dan aku langsung mencium bulek sambil perlahan membuka Handuknya dan sementara aku. remas-remas payudaraku hehe rasanya lembut huu.., lembut banget dan kenyal gitu enak, soalnya payudaranya masih kencang dibanding milikku dan bude2 huu wkwkwkkk aku memelintir putingnya yang mungil ya agak merah dan aku hisap putingnya Hmm.. , rasanya luar biasa, hanya menghisap dan menggigit putingnya, bukan menyodok vaginanya sambil mengisap wkwkwk setelah sambil meremas payudaranya dan mengisap putingnya, sekarang milik Bulek, berubah menjadi mengisap otong yang telah meminta belaian. Bulek mulai mengelus-elus dengan tangannya terlebih dahulu lalu mengecup pelan kepala otong itu, setelah dicium sambil dibelai, mulut Bulek terbuka dan langsung melahap otong itu Ada perasaan…, bikin saya bisa tolong, sakit apalagi pas kepala otong dihisap seperti itu huu.., bagaimana saya bisa melakukannya, …, itu saja.. woah pula ketika kepala otong dihisap itu membuat saya tidak bisa berkata-kata..huu.., ketika otong sampai habis di dalam mulut bulek, wah.., gila…, lidahnya terus bermain di dalam, bayangkan suhunya, jika Anda otong dihisap, sementara lidahnya berputar-putar di dalam, itu akan segera keluar huu.., itu saja Saya menahan diri, jadi saya tidak pergi dulu. Laki-laki baru di Kulum baru keluar wkwkwkwkkk. Saya masih semester 4 dan kuliah di jogja, pertama kali saya perkenalkan nama saya Antok, tingginya sekitar 167 cm dan saya masih ingat betul kejadian saya waktu berumur 14 tahun, dimana saya tinggal bersama saat itu. . Buddha saya karena ayah saya hijrah dan ibu saya menjadi TKW saat itu, saya dan budha tinggal di daerah Magelang. Kisah Pembantu Lugu Kesepian Akhirnya Melakukan Masturbasi Saya pindah sekolah di Magelang tempat bibi saya tinggal. Saya diantar oleh ibu saya sebelum dia berangkat ke Arab Saudi. Sebelum pergi, ibu saya memeluk saya dan meninggalkan pesan untuk Buddha saya. Ibu saya juga pergi dengan tetangga saya yang membawa saya ke Jakarta dan ibu saya tinggal untuk waktu yang lama. Budhe Sri adalah adik dari ibu saya, saat itu dia berumur 42 tahun, janda dengan 3 orang anak, anak pertama Mas Tino bekerja dan pindah ke Jakarta. Anak keduanya, Mba Inah, sudah menikah dan bersama suaminya di Surabaya. Dan anak terakhirnya, Raka, masih kelas 5 SD saat itu. Meski sudah tua dan menjanda, bisa dikatakan budhe masih sangat cantik dan menarik. Tingginya 172 cm, beratnya sekitar 78 kg, saya agak gemuk, tetapi di masa mudanya dia disebut cantik desa. Ah ya, waktu itu tinggi badan saya masih 138 cm, dia masih kelas 2 SMP. Ngentot Dengan Bude Dewi Di Rumah Sebelum saya datang ke Magelang, Budhe mengurus surat pindah saya di salah satu SMP di Magelang. Jadi hari berikutnya saya mulai pergi ke sekolah baru. Keesokan harinya saya ditemani Buddha dengan Raka untuk pergi ke sekolah. Budhe meninggalkanku lebih dulu karena sekolahku lebih dekat dengan rumahnya. Baru kemudian dia mengambil raka. Waktu berlalu dengan cepat tanpa disadari, saya telah berada di kuil Buddha selama 3 bulan. Selama tiga bulan itu, Sang Buddha sangat baik kepada saya, setiap hari dia memberi saya sarapan, membelikan saya pakaian, dan memenuhi semua kebutuhan saya. Saat itu aku masih anak yang sangat polos, jangan pacaran, aku bahkan belum pernah bertemu wanita sampai kejadian itu terjadi. Suatu hari, anaknya terpilih untuk mengikuti Perkemahan Pramuka di Semarang selama 4 hari. Akibatnya, hanya saya dan boneka saya di rumah. Suatu malam, Buddha saya datang kepada saya dan bertanya Cerita Seks Ngentot Pembantu Lugu Ketika Rumah Kosong Budhe toh menurut ae, pokoknya kamu akan bahagia dan ini akan menjadi pengalaman seumur hidupmu.. Budhe juga pergi ke kamarnya dan tersenyum padaku Yo, tidurlah… Nah, di mana Anda pergi dengan yang satu ini? Saya tidak tahu kemana budhe akan membawa saya, jadi saya tidak bisa tidur. Jujur saat itu saya tidak membayangkan tunas saya memiliki varietas yang berbeda karena sudah waktunya
SitusDewasa- Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks Pengalaman yang saya alami ini adalah cerita nyata yang benar-benar saya alami, kejadian ini saya alami baru saja 2 minggu yang lalu jadi saya masih ingat betul apa yang saya alami dengan bude Narti tetangga saya. Support By- Nama saya Nanang nama asli umur 21 tahun, tinggi badan 172 cm, berat badan 65kg, kulit saya sawo matang sebagaimana orang indonesia, sedangkan bude Narti berusia 47 tahun dengan wajah sangat keibuan dan penampilan yang sangat sederhana seperti ibu-ibu yang lain yang tinggal disekitar rumahku, dia memiliki 3 orang anak yaitu Hasan teman seumuran saya, Ibnu kelas 2 sma, Dandi masih kelas 5 sd. Walaupun sudah punya 3 orang anak tapi body bude Narti masih montok sekali , dengan buahdada kira-kira 38 B wow bisa anda bayangkan betapa besarnya payudara itu dan pinggul yang ramping serta pantatnya sangat bulat menonjol ke belakang, jadi kalau bude Narti sedang jalan seolah pantatnya sangat menantang untuk dipegang dan diremas. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks Hari selasa sore rumah saya akan di jadikan arisan oleh teman-teman ibu saya di lingkungan rumah, nah saya sebagai seorang anak maka saya membantu ibu saya menyiapkan keperluan untuk arisan nanti sore karena dirumah kedua kakak perempuan saya belum pulang kerja. Dan bude Narti pun membantu saya dan ibu dirumah, ketika saya sedang sibuk dengan pekerjaan saya, dari dapur ibu saya berteriak. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Jeng, sampean masih punya gula nggak, soalnya gulaku habis jeng.” kata ibu saya ke bude Narti. “Ee alah aku nggak punya jeng, ya udah sini aku beliin dipasar depan situ.” kata bude Narti. Lalu ibu saya memberikan uang kepada bude Narti. “Maaf ya jeng jadi ngerepotin nih ,biar Nanang yang nganter pake motor jeng.” kata ibuku. “Ayo Nanang anterin bude kepasar depan.” kata bude Narti menyuruhku. Uhhh saya sangat kesal sekali waktu itu, tapi ini karena perintah ibu saya maka saya tidak berani membantah. Kemudian saya dan bude Narti kepasar depan lalu bude Narti membeli gula, setelah itu bude Narti menghampiri saya kembali yang menunggu di motor. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Nang kita ke rumahku dulu ya, supaya acaranya mulai tidak bolak-balik kerumah.” kata bude Narti. “Iya bude.” jawabku. Lalu saya membawa motor saya kerumah bude Narti yang tidak jauh dari rumah saya. “Nang, kamu tunggu sebentar ya, lumayan ngirit tenaga nggak cape jalan,,hahaha..” canda bude Narti. “Oh tenang saja bude, saya akan nunggu bude disini kok.” kataku. Lalu bude Narti masuk ke dalam rumah dan berlalu ke arah kamar mandi. “Nang kamu kalau mau minum ambil saja dikulkas ya.” teriaknya “Iya bude.” jawab ku singkat. Lama-lama bete juga saya nungguin bude Narti mandi karena sudah hampir setengah jam, saya pun menonton tv untuk mengusir kejenuhan saya. Tak lama bude Narti keluar hanya dengan berbelit handuk dan menurut saya handuk nya terlalu kecil untuk menutup tubuh montoknya, wow payudaranya sampai naik ke atas sehingga membentuk belahan yang sangat menggoda. Bude Narti pun langsung beranjak kekamar dan menutup kain yang dijadikan sebagai penutup kamar, wah pikiran saya mulai kacau dan saya betul-betul terangsang berat dengan apa yang saya lihat tadi. Saya pun nekad untuk mengintip bude Narti, pelan-pelan kain penutup kamar itu saya buka dan saya betul-betul kaget melihat kemolekan bude Narti ini, oh ternyata kulitnya putih juga. Saya akhirnya pergi ke pintu depan dan dengan cepat saya kunci pintu depan serta saya langsung menuju ke kamar bude Narti. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Nang ngapain kamu masuk ke kamarku.” teriak bude Narti yang kaget melihat saya. “Sst bude jangan berisik, nanti tetangga pada datang melihat kita nanti keluarga bude malu.” kataku. “Kurang ajar sekali kamu masuk , keluarr….” teriaknya. Tanpa mendengarkan omongannya saya pun langsung membuka seluruh pakaian saya dan bugil didepan bude Narti. “Silahkan bude teriak, agar tetangga kesini dan mengusir kita dari lingkungan sini.” kataku. Nampaknya caraku berhasil dan bude Narti sudah tidak berteriak lagi, tapi dia masih menutup badannya dengan handuk yang ia pakai kembali saat saya tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Nang mau apa kamu.” tanyanya mulai pelan. “Bude, saya betul-betul kepingin. Saya sudah nggak tahan bude, ayolah mumpung sepi bude.” kataku “Nang nanti kalau ada yang masuk gimana dan sebentar lagi anak-anakku pasti pulang.” katanya. Kemudian saya berjalan mendekatinya dan tongkol saya tepat di depan muka bude Narti. Saya sempat melihat mata bude Narti tertegun melihat ukuran tongkol saya yang lumayan besar, saya dengan tenang berkata ke bude Narti. “Tenang saja bude, pintu sudah saya kunci. Ayo bude kocok, jangan cuma diliatin kaya gitu.” kataku. Tangan bude Narti pun akhirnya dengan agak ragu memegang tongkol saya. “Ahhhh…” desahku ketika tanganya mulai meremas dan mengocok pelan tongkol saya. “Bude, isepin dong tongkolku ini.” kata saya “Ihh jijik ahh,, udah kaya gini aja.” katanya Lalu saya tarik belitan handuknya dan dia pun bugil di hadapanku, tangannya yang kanan asik mengocok tongkolku sementara tangan yang kiri berusaha menutup payudaranya yang besar. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Ayo bude kita selesaikan, nanti keburu keluarga bude pada pulang.” kataku Dan saya pun mengangkat kaki bude Narti lalu saya lebarkan kakinya dan saya lihat memiaw bude Narti sangat banyak ditumbuhi bulu-bulu halus lubang memiawnya pun juga sudah lebar. Tapi bude Narti tidak melawan dengan atas apa yang saya lakukkan kepadanya. Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Nang, jangan dimasuk kan Nang . Nanti bisa kacau kalau ada tetangga lihat, nang hentikan sayang .” katanya. Saya pun tidak perdulikan kata-katanya lagi, dengan agak memaksa maka saya arahkan tongkol saya kememiaw bude Narti. Slooppp kepala tongkol saya sudah masuk, slebbb ,blleeesss… masuklah semua tongkol saya kememiaw bude Narti. “Aduh sudah Nang jangan diteruskan nang,,ahh,ahh,,uhh..” perlawanannya berubah menjadi desahan. Lalu saya mulai menggoyang tongkol saya maju mundur. “Ohh..ohhh nanaaaa ahhhh…,,mmmphhh..”desah bude Narti sambil menggit bibir bawahnya. “Arggghh …arghhh,, bude sangat nikmat,,ahh,ahh..”desahku. Bude Narti mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, saya pun makin bersemangat. “Ohh,,bude,,terrrusss,,goyyangg bude..ahh..” desah saya. “Ohhh,,ohh tongkolmu enak banged Nang ..ahhh..” racau bude Narti. Wah ternyata bude Narti kalau sedang bersetubuh suka mengeluarkan kata-kata kotor, saya pun semakin bersemangat mendengar jeritan vulgar bude Narti. Keringat sudah mulai terlihat dari wajah bude Narti, lalu ia meminta berganti posisi. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Ahh,,ahhh,,berhenti dulu Nang..” perintahnya. Saya pun segera menghentikan goyangan saya. “Kenapa sayang.” tanyaku dengan memanggil dia sayang. “Kita ganti gaya ah jangan kaya gini terus, aku bosen Nang .” katanya Wow sekarang dia yang kelihatannya agressif ,memang wanita awalnya menolak akan tetapi kalau sudah masuk maka merekalah yang lebih agressif. Kamipun berguling ke samping tanpa mencabut tongkol saya, dan bude Narti pun mulai bergoyang dengan maju mundur. “Ahhh,,ahh,,ah,, enak tenan Nang tongkolmu nusuk tempikku ,,ohhh..”kata bude Narti “Terus budee…ahh” sahutku. Lama-lama goyangan bude Narti menjadi semakin liar, dia bukan hanya melakukkan goyangan maju mundur tapi dia juga melakukkan goyangan atas bawah dan yang paling nikmat adalah goyangan memutarnya. Sayapun bangkit dan memeluk bude Narti sambil mulutku menyedot payudaranya , maka dia semakin tak karuan saja goyangannya. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Ohhhhh,,,,aku mauu keeluuar Nang” katanya yang sudah mau orgasme. “Tahan sayang,,ohhh..” kataku. “Akuu,,akuu,nggak, kkuu, kkuuattt,, arggghhhh….” desahnya ketika orgasmenya datang. serrr..srrrrrrrr……..keluarlah cairan hangat dari dalam kemaluannya. Dia memeluk saya dengan sangat erat, saya yang belum mau ejakulasi memberikan dia kesempatan untuk menikmati orgasmenya. “Nikmat tempikku Nang ..tongkolmu gede banged sih, sampe mentok” kata bude Narti. “Emang punya pakde Yatno suaminya yang sudah berumur 54th nggak gede bude.” tanyaku. “Alah boro-boro gede, kalo main samaku paling baru 5 menit tak goyang wis metu.” kata bude Narti dengan nada ketus. Oh ternyata selama ini pakde Yatno tidak bisa memuaskan bude Narti, tenang pakde Yatno saya akan membantu tugas anda dalam memuaskan istri anda, kataku dalam hati. Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Terus kalo bude kurang puas, melampiaskannya kemana bude.” tanyaku. “Jangan panggil aku bude dong Nang klo lagi berdua kaya gini, panggil nama saja ya.” kata bude Narti. “Iya, mulai sekarang aku akan manggilkamu sayang kalo lagi berdua kaya gini, oya pertanyaanaku belum kamu jawab sayang. Kamu melampiaskan kemana kalo kurang puas.” tanyaku lagi. “Yah aku paling pake tangan pas dia tidur.” katanya. “Tenang sayang, mulai sekarang kalo kamu kurang puas, kamu panggil aku saja yah.” kataku. “Iyah,pasti sayang, oya kamu belum keluar ya. Ayo cepat selesaikan karena acara arisan dirumah kamu sudah mau mulai dan anak-anak ku juga sudah mau pulang.” kata bude Narti. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Kita nungging ya sayang.”kataku “Ya sudah, ayo cepat sayang.” lalu saya mencabut tongkol saya yang dari tadi belum saya keluarkan. “Ayo sayang aku wis siap nih.” kata bude Narti yang sudah mengambil posisi nungging. “Iyah.” kataku sambil mendekat kearahnya. Blessssss……begitu lancar tongkolku masuk kememiaw bude Narti. “Ohhhhhhhhhhhh….” desah kami bersamaan. Saya pun dengan gerakan cepat langsung mengocok memiaw bude Narti ini. PLAKKK,,PLAKKK,,PLOKKKK,, begitu keras terdengar bunyi itu. “Aduhh,aduuuhh,aduuhhh,,pelan-pelan sayang,,ahh,ahh….” jerit bude Narti. “Nanti keburu suami dan anakmu pulang ,sudah tahan saja sayang.” kataku bude Narti hanya menggengam kain sprei dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit bercampur nikmat yang ia rasakan sekarang. Setelah 15 menit bergoyang dengan kasar, maka saya merasakan akan ejakulasi. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Ohhh,ohh aku mau keluar sayang,,ahhh,,di dalam apa diluar.” tanyaku. “Ahhh, terserahhhh ”kata bude Narti. Dan akhirnya , crottttt, crottttt, sekitar 7x semprottan peju saya yang saya keluarkan didalam. “Argggghhhhhhhhhhh….”desahku dan saya tekan kuat-kuat tongkol saya ke dalam memiawnya. Setelah mengatur nafas maka saya pun cepat-cepat mencabut tongkol saya dari dalam dan membersihkan dengan kain sprei bude narti, dan bude narti pun mencabut kain sprei itu dan langsung merendamnya agar tak terlihat oleh suaminya. “Ayo cepat kita harus keluar sekarang, nanti tetangga curiga kamu lama-lama didalam rumahku.” kata bude Narti sambil memakai baju serta celana untuk arisan dirumahku. Saat saya dan bude Narti keluar rumah, kami melihat hasan anak bude Narti yang juga teman saya baru pulang main futsal dengan temannya. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks “Tuh kan, untung kita udah selesai. Ayo cepat kerumahmu, kayaknya arisan sudah dimulai.” Pada saat saya sampai rumah, ternyata benar arisan telah dimulai. “Haduh maaf, tadi motornya bocor jadi kebengkel dulu, ini gulanya.” kata bude pada ibuku. “Oh iya nggak apa-apa, ya sudah silahkan ngobrol dulu, aku bikin teh ibu-ibu.” kata ibuku. “iya.” jawab para ibu-ibu. Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks Sejak saat itulah sampai saat cerita ini diterbitkan kami masih sering melakkukannya dirumah bude Narti saat rumahnya sepi. Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Bude Narti Tetanggaku Yang Ketagihan Berhubungan Seks By-SitusDewasa
Cerita Bokep Indonesia – Cersex Bude Asna Guru Seks Ku Aku masih ingat, waktu itu masih klas 4 sd. Jadi aku dan kawan-kawan sama sama berkhitan. Takut juga aku. Setelah berkhitan, luka kemaluanku dirawat. Seminggu, luka kemaluanku masih belum sembuh. Tiap hari harus dibersihkan lukanya. Untunglah ada bude asna, adik ibuku, membantu membersihkan luka kemaluanku. Malu juga aku rasanya. Tahu sendirilah, menunjukkan kemaluanku, kan? “Nggak pa palah, sebab andi masih anak-anak. Baru berumur 10 tahun.” Kata bude asna. Bude asna berusia 32 tahun. Setiap pagi dia selalu mencucikan luka bekas khitananku, memberi obat dan membalutnya dengan perban. Kata ibuku, aku tidak boleh malu. Dia budeku sendiri. Aku ini badannya saja yang besar. Seperti murid yang berumur lebih dari 12 tahun saja. Aku suka sekali main bola kaki. Jadi, badanku kuat dan kekar. Bude asna bekerja di kantor kelurahan di kota pekanbaru. Aku tahu bahwa budeku ini baru saja bercerai dengan suaminya. Rupanya, suaminya sudah kimpoi sebelum kimpoi dengan dia. Dia tidak mau dimadu katanya. Jadi dia minta cerai setelah perkimpoian berjalan baru 6 bulan. Kasihan juga dia. Dulu dia datang ke rumah dengan berderai airmata. Ibu dan bapak kasihan juga melihatnya. Karena rumah kami kecil, tidak ada lagi kamar kosong, jadi ibu menyuruhku tidur sekamar dengan bude asna. Jadi tidak menjadi masalah bagiku, karena dia budeku sendiri. Lagi pula aku anak saudaranya, dan masih anak-anak lagi. Badanku saja yang besar, tapi umurku masih kecil. Belum tahu apa-apa. Bude asna pun dapat mengajariku pelajaran matematik. Sekarang aku sudah tidak suka menonton tv lagi. Bila hari sudah malam setelah makan, aku langsung masuk kamar untuk membaca buku. Ibu menyuruhku belajar, dan bude asna mengajarkan jika aku mendapat kesulitan di dalam pelajaranku. Ibu suka aku belajar dengan bude asna. Dulu bude asna hendak menjadi guru, tapi dia lebih suka menjadi pegawai pemerintahan. Bude asna memang agak cantik. Sekali lihat seperti krisdayanti. Tinggi semampai, bidang dadanya luas, pantatnya lebar. Padat. Dadanya montok dan berisi. Suaranya lembut dan pandai membujuk dan memanjakan. Dulu dia orang paling cantik di kantornya. Setelah itu ada pemborong konstruksi / bangunan yang senang sama dia. Itu sebabnya dia mau kimpoi. Tapi setelah kimpoi baru diketahui bahwa orang tersebut sudah kimpoi dan mempunyai anak. Bude asna tidak suka ditipu dan dimadu, dan minta cerai. Bude asna bila tidur, dia suka memeluk guling dan mengempitkanya di sela pahanya. Kadang-kadang aku melihat kainnya tersibak, sehingga kelihatan pahanya yang putih mulus. Aku tidak ambil pusing karena dia budeku sendiri. Memang kulitnya putih mulus. Tidak seperti ibuku, kulitnya coklat. Bapak budeku adalah keturunan cina. Nenekku keturunan melayu. Nenek kimpoi setelah ayah budeku meninggal, setelah itu ibuku lahir. Jadi bude asna lebih tua 3 tahun dari ibuku. Setelah 3 minggu, luka kemaluanku sudah membaik. Libur sekolahku pun sudah berakhir. Aku harus ke sekolah lagi. Tiap pagi bude asna membangunkanku. Dia selalu lebih pagi. Pagi-pagi dia selalu memandikanku. Dia menyabuni badanku, menggosok daki di badanku. Kami pun mandi sama-sama. Sebab aku anak-anak dan masih kecil, jadi aku mandinya telanjang saja. Bude asna berkemben saja jika mandi. Dia pakai kain basah yang sudah lusuh. Kain itu diikat dari atas dada sampai ke pangkal paha atas lutut. Putih mulus kulit pahanya. Setelah selesai mandi, dia menolongku mengenakan pakaian sekolah. Habis itu dia pun mengenakan bajunya dengan ditutupi pintu lemari yang ada kaca cerminnya. Mula-mula dia tanggalkan handuk yang melilit tubuhnya dari kamar mandi, dan menggantikanya dengan pakaian kerjanya. Setelah itu dia memakai celana dalamnya. Aku tidak dapat melihatnya. Lama-lama aku sudah lupa untuk melihat badannya. Aku tahu, dia bertelanjang bulat di belakang pintu lemari kaca itu. Kadang-kadang aku berkhayal juga, gimana bentuk tubuhnya bila bude asna tidak memakai pakaian. Tentu sangat seksi sekali tubuhnya. Malam itu aku tidur lebih awal. Menjelang tengah malam cuaca agak panas. Memang di kamarku tidak ada kipas angin, apalagi yang namanya ac. Lagi pula cuaca waktu itu musim panas. Maka malam-malam pun terasa panas. Aku dengar bude asna gelisah. Panas. Setelah itu dia bangun. Aku pura-pura tidur. Mata kututup rapat-rapat. Kuintip, dia lagi membuka bajunya. Setelah itu dia buka celana dan celana dalamnya. Dia letakkan di sudut kamar. Kemudian dia berkemben menggunakan sarung. Dia naik ke tempat tidur dan tidur di sebelahku. Kali ini dia tidur dengan gaya yang lain. Dia tidur menyonsang. Kepalanya ke ujung kakiku, dan kakiku dekat wajahnya. Bila udara sudah agak dingin, barulah rasa kantuk datang. Hampir saja aku tertidur lelap, tiba-tiba aku rasakan pantatku kena peluk. Aku terjaga. Rupanya bude asna memeluk pantatku. Dia tidak sadar. Setelah itu kepalaku terasa kena jepit oleh pahanya. Dia kira aku ini bantal guling agaknya. Bantal guling ada di belakang dia. Boleh jadi dia benar-benar tidak sadar. Cahaya lampu di beranda luar masuk dari ventilasi ke dalam kamar tidur, sehingga aku dapat melihat paha mulus bude asna. Putih semua. Aku mau memejamkan mata kembali. Tetapi kalau aku mulai tertidur, bude asna mulai gelisah. Dia merapatkan kepalaku di bawah perutnya. Mmhh..! Ada bau yang masih asing bagiku, sepertinya berasal dari pangkal pahanya bude asna. Belum pernah aku mencium bau seperti itu. Seperti wangi sabun mandi bercampur dengan sedikit pesing. Makin lama baunya makin makin mengusikku. Bila aku gerakkan kepala, maka dia makin kuat menjepit. Bagiku, bau itu masih asing. Akhirnya aku tertidur sampai pagi. Besok pagi dia membangunkanku. Seperti biasa, kami mandi sama-sama lagi. Seperti tidak ada kejadian apa-apa. Dia berbuat seperti biasanya. Dia mandikan aku. Dia gosok kemaluanku. “Sudah sembuh lukanya,” kata bude asna, “nggak usah diberi obat lagilah.” Katanya. Dipencetnya ujung kemaluanku. Dia tanya, “sakit nggak..?” Aku geleng kepala, “nggak bude.” Kataku. Dia pun tersenyum melihatku. “Andi, kalau mandi harus disabuni setiap hari seperti ini.” Katanya. Diambilnya sabun, digosok ke tapak tangannya, dan langsung diusapkannya ke batang kemaluanku. Sekali dua kali, tidak apa-apa, ketika dia gosok berulangkali aku merasakan kenikmatan. Kemaluanku menjadi tegang dan terasa mau kencing. Aku bilang ke bude, “nanti dulu bude, andi mau kencing.” Dia pegang batangnya dan mengarahkannya. Dan aku pun kencing. Setelah itu dia cuci. Tidak ada sedikit pun berprasangka yang lainnya, karena aku masih kecil. Selesai dia memandikan aku, dia pula sekarang yang mandi. Dia gosok badannya, ketiaknya, payudaranya dan celah pahanya dengan sabun. Sampai berbusa badannya karena sabun. Baru aku tahu bagaimana bentuk payudara perempuan. Aku pernah melihat payudara ibuku waktu menyusui adik, tapi lembek saja. Payudara bude asna beda. Bagus dan putih. Padat. Kelihatan waktu dia menggosok payudara dan di sela-sela bawah payudaranya. Aku lihat ketiaknya ada bulu sedikit. Tapi kadang-kadang kain basahnya terangkat waktu dia menggosok payudaranya. Aku lihat ke bawah perutnya ada bulu. Banyak dan lebat. Dipandanginya wajahku. Aku melihat ke arah lain, berpura-pura tidak melihat ke bawah perutnya. Dia tersenyum. Aku pun tersenyum. Bude asna tidak marah. Aku tidak mau melihat lama-lama. Aku malu untuk melihat. Karena aku masih kecil. Lagi pula aku merasakan suatu kenikmatan yang lain rasanya. Dia siram badannya. Kemudian dia berjongkok. Diangkatnya kain basahannya sampai-sampai nampak pantatnya. Uuhh putihnya. Dia buang air kecil membelakangiku. Berdesir bunyinya. Aku tidak perduli, karena memang selalu begitu. Lalu aku tanya, “apa sebabnya perempuan kalau buang air kecil bunyinya lain?” Bude menjawab, “besok bude tunjukkan apa sebabnya.” Aku tanya, “kapan?” Dia jawab, “nantilah.” Bila aku mendengar dia kencing hari itu, aku merasa perasaanku menjadi lain. Habis itu dia cebok dan berdiri. Kami masuk ke kamar. Dia pakaikan baju dan celanaku. Setelah itu dia berpakaian. Seperti itulah tiap hari. Malam ini, sekali lagi cuaca sangat panas. Bude asna terbangun. Dia buka baju lagi, dan menggantikan dengan sarung. Ketika tidur, dia pun menjepit kepalaku seperti malam kemarin. Aroma itu kembali mengusikku. Tapi agak lain dari malam kemarin. Ketika dia memeluk pinggulku, aku merasakan kemaluanku menyentuh mulutnya. Kemudian aku merasakan ujung kemaluanku seperti dijilat. Geli sekali rasanya. Kukepitkan pahaku untuk melindungi kemaluanku. Tapi tidak bisa karena kepala bude asna menghalangi pahaku. Lama-lama aku biarkan saja. Aku rasa mula-mula dia menjilat kepala kemaluanku, setelah itu ada rasa sepertinya kepala kemaluanku masuk ke dalam mulutnya. Aku rasakan lidahnya menjilat dan menguit-nguit kepala kemaluanku di dalam mulutnya. Uhh.., Gelinya, bukan main lagi. Aku rasa kemaluanku, aku menjadi tegang. Aku mengerang menahan geli. Aku mendengar suara berdecap-decap sepertinya sedang menghisap ujung kemaluanku, ada suara “crup.., Ceruppp..” Bude asna menyedot kepala kemaluanku beserta air liurnya. Aku tidak dapat berbuat apa-apa, kutahan saja. Aku merasakan hendak kencing. Lama juga bude asna berbuat seperti itu, tapi kutahan, sebab terlalu geli. Pantatku bergoyang gelisah. Tapi bude asna memeluk pantatku kuat-kuat. Aku tidak dapat bergerak. Terpaksalah aku biarkan saja. Ketika aku sudah tidak tahan lagi, aku kencing dalam mulutnya. Banyak sekali. Aku rasakan nikmat sekali kencing di dalam mulut bude asna. Waktu kencing, kurasakan seperti dalam khayalan saja rasanya. Kututup mataku. Dalam gelap itu, aku tidak melihat apa-apa. Saat itu juga aroma dari pangkal paha bude asna bertambah kuat. Rasanya ingin aku untuk mendekatkan hidungku ke sumber aroma tersebut. Habis itu badanku terasa letih. Lama-lama aku tertidur sampai pagi. Esok paginya dia bangunkan aku. Seperti biasa, kami mandi bersama-sama lagi. Apa yang terjadi tadi malam, seakan kami tidak ingat saja. Bertingkah seperti biasa. Seperti biasa, bude memandikan aku. Kemaluanku dibersihkan dan digosok. Aku tanya sama bude, “Kenapa tadi malam aku kencing tapi rasanya lain sekali, bude?” Dia jawab, “itu tanda kau sudah besar.” Dipencetnya ujung kemaluanku. Dia tanya, “sakit nggak..?” Aku menggeleng kepala, “nggak.” Kataku. Dia pun tersenyum padaku, katanya, “lain kali bude ajarkan bagaiman caranya andi bisa kencing enak..” Aku menganggukkan kepala. Seperti itulah setiap malam. Aku tidak ceritakan kepada siapa pun. Karena dia budeku sendiri. Dia sangat sayang padaku. Lagi pula dia seperti guruku sendiri. Pada hari sabtu awal bulan, bapak dan ibuku hendak pulang ke kampung dengan adik yang belum sekolah. Ibu berkata padaku, “Ibu dan bapak bersama adik mau ke kampung. Satu minggu lamanya. Karena andi sekolah, maka andi sama bude aja di rumah. Lagi pula bude asna kan kerja. Dia tidak cuti.” Aku jawab, “nggak apa-apalah. Lagipula bude asna ada menemani.” Sore itu bude asna mengajakku nonton film bioskop. Dia baru gajian. Setelah itu kami makan sate dan jalan-jalan. Dibelikannya aku baju dan celana dalam. Sedangkan bude membeli bh warna merah kusam dengan celana dalam warna hijau pucat dan body-lotion juga sabun mandi cair wangi. Parfum satu botol. Kemudian setelah sore kami pulang. Sekalian dia beli kipas angin merk sharp. Hari memang panas. Sesampai di rumah, bude asna menyiapkan makanan. Kami makan sama-sama. Setelah makan, bude asna mau mandi. Aku pun juga mau mandi, sebab badanku berkeringat habis jalan-jalan. Lengket rasanya. Kami masuk kamar mandi. Seperti biasa aku buka baju, disiram dan disabuni badanku. Kali ini dia pakai sabun cair yang dibeli tadi. Dia pun menyiram badannya dan bersabun juga. Busanya banyak sekali. Dia suruh aku duduk mencangkung di tepi bak air dalam kamar mandi. Kemudian dia tuang sabun cair itu ke telapak tangannya. Digosoknya semua badanku. Wangi sekali aroma sabunnya. Banyak busanya. Selangkangku juga bude bersihkan dengan menggosok sabun yang di tangannya, aku merasa geli. “Kalau andi geli, tutup saja matanya, ya..!” Kata bude dengan suaranya yang lembut. Aku menutup mata. Aku rasakan batang kemaluanku tegang. Lain rasanya. Tidak seperti biasanya, karena dia sudah biasa mengobati kemaluanku setelah berkhitan dulu. Waktu dia menggosok batang kemaluanku, aku rasa enak sekali. Geli. Badanku lemah, lututku menggigil seakan mau terduduk. Karena takut jatuh, aku pegang kain kemben di tubuh bude. Entah bagaimana kainnya terlucuti. Copot. Melorot sampai ke pusarnya. Dia bilang, “Nggak apa. Biarkan.. Bude pun mau menyabuni badan juga.” Bude biarkan badan atasnya terbuka. Dia hanya mengikat kain basahannya di bawah perutnya. Di bawah pusarnya. Perutnya kelihatan. Ikatannya longgar saja. Kelihatan pusar dan payudaranya. Berayun-ayun dan bergoyang-goyang di depan mataku. Aku nikmati pemandangan itu. Sebab betul-betul terpampang di depanku. Alamak, besar juga payudara bude asna. Sshhh..! Seperti buah semangka besarnya. Di tengah-tengahnya ada puting sebesar jari kelingking. Di sekelilingnya ada lingkaran sebesar duit coin seratus besar, ketika aku lirik ke atas perutnya yang putih. Warnanya coklat. Kontras dengan warna kulit bude asna yang memang putih mulus. Jadi jelas sekali beda antara coklat sekeliling putingnya dengan kulit payudaranya yang putih. Sshh.., Geram aku dibuatnya. Belum pernah aku melihat payudara wanita sejelas di depan mataku seperti saat ini. Ibuku waktu menyusui adik pun, selalu ditutup dengan selendangnya atau ibu pergi ke kamar menyusukan adik, tetapi kali ini justru bude mempertontonkannya padaku. Tengah aku berkata dalam hati, bude asna mengambil sabun cair lalu dituangkan ke tanganku. “Untuk apa bude?” Tanyaku. Bude menyuruhku menggosok badannya, menggosok payudaranya. Kemudian disuruh menggosok perutnya, pusarnya. Terus balik ke payudaranya, sampai ke ketiak-ketiaknya. Kulihat ketiak bude ada bulu. Bulunya sedikit dan halus. Sementara itu, dia terus menggosok paha dan kemaluanku. Aku rasa geli-geli enak. Sshh.., Desisku menahan rasa nikmat dan geli. Kain basahan mandinya dibuka sekarang. Tanggal semua. Tenggorokanku terasa kering tiba-tiba. Aku menelan ludah. Sshh.., Geramku. Aku belum pernah melihat perempuan telanjang di depanku. Adikku pun belum pernah melihatku lihat telanjang. Bude menyuruhku menggosok bawah pusarnya. Awalnya aku rasa tidak mau. Malu aku rasanya. Aku tatap wajahnya. Bude berkata, Cersex Bude “gosoklah di bawah perut bude. Nggak apa-apa. Bude nggak marah kok.” Aku pun menggosok kemaluan bude. Tapi aku tidak lihat di situ. Malu aku. Aku tidak melihat apa pun. Tanganku gemetaran ketika aku mulai meraba kemaluannya. Rasanya kemaluannya agak kesat. Aku rasa itu bulu kemaluannya. Bude asna merapatkan dadanya ke wajahku. Wajahku menempel di antara dua payudaranya. Puting payudaranya berwarna merah kehitaman. Aku tidak berani lihat ke bawah, aku malu melihat kemaluannya. Aku tahu ada banyak bulu disana. Ihhh.., Geram aku. Lagi pula aku takut bude marah. Bude menggosok aku, aku pun menggosok dia. Bude menyuruhku meremas-remas payudaranya. Rasanya kenyal-kenyal empuk. Kulihat bude asna memejamkan mata. Dadanya bergemuruh berdegup kencang seperti orang habis berlari kencang. Kemaluanku makin kuat dipegangnya. Bude menyorong tarik batang kemaluanku. Ketika aku menggosok kemaluannya, dan meremas payudaranya, menghisap puting payudaranya, kurasakan kenikmatan tersendiri. Kenyal dan lembut terasa di mulutku. Aku ikuti apa yang disuruh bude. Tidak lama setelah itu, bude menarik tanganku dan meletakkannya ke bawah perutnya. Bude menyuruhku memainkan daging sebesar kacang tanah. Bude menyuruhku menguit-guit. Aku pun mengnarik-narik daging kecil yang sudah agak keras itu. Tapi aku belum juga berani melihat ke bawah. Bude bilang, “kalau nggak mau melihat, aku boleh tutup mata.” Aku memainkan daging kecil itu dengan tangan kiri. Disodorkanya payudaranya ke mulutku dan disuruhnya menghisap putingnya. Sedangkan tangan kananku dibawanya meremas payudaranya yang di sebelah kanan. Aku hanya mengikuti. Bude pun meneruskan mengurut-urut dan mengocok-ngocok kemaluanku. Lama juga kami melakukan itu. Terasa nikmat bagiku. Tiba-tiba aku mendengar bude asna menarik nafas dalam-dalam. Panjang sekali. Dia memeluk tubuhku. Ditekannya payudaranya ke tubuhku. Aku lemas karena didekap kuat. Badannya tegang mengeras, seperti orang ngejan. Dia melenguh seperti orang sakit kepala, “uhh.. Sstt..!” Mulutnya mendesis seperti orang menahan rasa perihnya luka. Disuruhnya aku menggosok daging kemaluannya lebih cepat. Aku pun lebih cepat memaikan dan menggosoknya. Aku mengangkat wajahku. Tapi ditekannya lagi ke dadanya lebih kuat. Digosok-gosokannya wajahku di payudaranya. Aku rasa aku seperti mau lemas. Aku pun menghisap kuat puting payudaranya. Tanganku sebelah lagi terus meremas payudaranya. Tidak lama setelah itu aku mendengar bude asna mengerang, seperti orang yang telah lega. Letih nampaknya. Lalu dia mandi menyiramkan air ke tubuh indahnya. Kain untuk penutup badan yang tergeletak di lantai dibilas dan digantung di kamar mandi. Dia keluar memakai handuk. Dia masuk duluan ke dalam kamar. Berkemben handuk saja. Aku masih di kamar mandi menyiram badan menghilangkan busa sabun. Kemaluanku tegang dan merah karena digosok bude asna tadi. Setelah mandi terus melap badan dan masuk ke dalam kamar untuk mengenakan baju baru yang dibelikan bude tadi. Ketika aku masuk dalam kamar, kulihat bude asna bersandar di dinding tempat tidur. Dia masih memakai handuk. Matanya terpejam. Seperti orang letih saja. Diam. Aku merasa takut juga. Boleh jadi perbuatanku tadi membuat bude asna tidak suka. “Marahkah dia..?” Tanyaku dalam hati. Aku pun naik ke atas tempat tidur, duduk dekatnya. Kutanya, “bude marah ya..?” Matanya membuka memandangiku. Dia tersenyum. Rambutnya wangi. “Nggak.” Katanya. Dirangkulnya aku menempel ke tubuhnya. Wajahku dekat ke lehernya. Diusapnya punggungku, seperti berbagi rasa sayang padaku. Hatiku sangat senang sekali. Bude asna bilang, “Luka andi sudah baik..?” Aku mengangguk dan balik bertanya, “tadi kenapa bude seperti orang sakit?” Cersex Bude “Apa bude sakit..?” Dia menggelengkan kepala, katanya, “kalau tidak ada orang membantu bude seperti andi perbuat tadi, kepala bude terasa sakit. Badan bude terasa lemas.” Katanya. “Bolehkah andi menolong bude?” Kutanya. Lalu dia menjawab, “entahlah. Kalau andi nggak cerita sama orang lain, andi boleh nolong bude untuk nyembuhkan sakit kepala bude.” Katanya. Kujawab, “andi sumpah nggak cerita pada siapa pun bude. Andi sumpah. Betul..!” “Benar ya ndi..?” Bude menatap wajahku. Dia tersenyum seperti tidak percaya. Aku sangat kasihan melihat bude. Aku mengangguk. Kemudian dia berkata, “Bude mau minta tolong sama andi untuk mijitin badan bude, boleh nggak? Capek jalan-jalan tadi,” katanya. Cersex Bude Aku mengangguk. Bude asna pun memposisikan badannya untuk telentang. Di punggungnya diletakkan bantal. Disuruhnya aku mengambil minyak yang dibeli tadi di pinggir ranjang dan duduk di sebelah kanannya. Dituangkannya di telapak tangannya. Aromanya wangi. Dia menyuruhku untuk menyingkap handuk di dadanya. Kubuka, terpampang payudaranya seperti gunung. Putingnya merah coklat. Dia menyuruhku memijat seperti di dalam kamar mandi tadi. Aku lakukan. Dia menyuruhku meremas-remas dan memainkan putingnya. Lama-kelamaan putingnya menjadi keras. Mata bude asna terpejam seperti orang tidur. Lama aku berbuat begitu. Aku hanya diam saja memperhatikan mimik wajah bude. Kemudian dia menyibakkan handukku. Dipegang-pegang dan diremas-remasnya kemaluanku, kemudian diurut-urutnya. Aku merasa nikmat. Aku merasakan kemaluanku tegang. Minyak itu melicinkan kemaluanku. Aku merasa kemaluanku makin tegang dan makin panjang. Kepalanya tersa mengembang. Cersex Bude Kemudian dia menyuruhku mengelus perutnya. Perutnya agak gemuk. Ouuh.., Lembut dan kenyal. Dia menyuruhku memutar-mutar jari telunjuk kananku di pusarnya. Sedangkan tangan kiri meremas-remas payudaranya. Kadang aku putar-putar puting payudaranya. Aku melakukannya agar bude asna sembuh dari sakit kepalanya. Lagian dia baik hati. Kami pun tinggal berdua saja. Kalau dia sakit, pada siapa kuminta tolong antar ke rumah sakit. Semua itu menjadi pikiran bagiku. Setelah itu bude asna menyuruhku membuka handuknya lagi. “Andi tolong urut paha bude, yaaa..!” Lembut suaranya. Waktu aku menyibakkan handuknya, aku melihat bulu hitam kemaluan bude asna. Uhh.., Geramku. Tidak pernah aku melihat bulu kemaluan perempuan sebelumnya. Aku melihat wajahnya. Dia melihat wajahku. Cersex Bude “Andi, pijitin paha bude, ya..?” Lalu dia meneteskan minyak dalam botol tadi ke tanganku. Aku melihat paha bude putih dan mulus, bagus sekali. Betisnya padat, licin dan putih, seperti kapas. Aku pura-pura tidak meliat bulu kemaluannya. Lebat. Hitam. Banyak di bawah perutnya, seperti jambang. Kuraba bulunya. Halus. Lembut. Kemaluannya tertutup oleh ketebalan bulunya. Kemudian bude asna membuka pahanya. Aku malu untuk melihat. Bude pun berkata, Cersex Bude “andi lihatlah..! Ada belahannya kan..?” Aku diam saja, karena belum pernah melihat kelamin perempuan. Kulihat wajahnya. Bude meremas-remas kemaluanku. Aku merasa nikmat. Dia menyuruhku mengurut pangkal pahanya. Tangan bude asna mengurut-urut batang kemaluanku. Kadang-kadang diremasnya batang kemaluanku pelan-pelan. Enak sekali rasanya. Geli bila kena kepala kemaluanku di jarinya. Cersex Bude “Andi lihat nggak celah rambut kemaluan bude, ada air nggak..?” Kata bude. Jadi sekarang kuberanikan untuk melihat dekat-dekat. Dia yang menyuruh. Kusibakkan bulu vaginanya, nampak ada alur panjang dari atas ke bawah. Di celah kemaluan itu ada air. Aku mengangguk. “Andi sibakkanlah dan buka belahan itu, lihat di sebelah atas ada daging sebesar kacang goreng, ada nggak..?” Dia tanya padaku. Cersex Bude Huhh.., Aku geram sekali. Selama hidup aku tidak pernah melihat kemaluan perempuan yang dewasa seperti bude asna. Tapi sekarang bude menyuruh melihat punyanya. Aku tidak tahu mau berbuat apa. Tidak pernah sekali pun melihat itu. Sebelum aku menyibakkan kulit yang dia bilang itu, aku melihatnya dulu betul-betul. Ketika kusibak bulunya, aku melihat kemaluan bude seperti terbelah dari atas memanjang ke bawah. Ada jalur. Panjang. Seperti mulut bayi tembam. Seperti bukit kecil. Tapi jalur yang terbelah itu tertutup rapat. Tidak kelihatan apa-apa. Aku bilang, “Nggak ada bude. Nggak ketemu.” Bude asna ketawa. Dia berkata dengan suara lemah lembut, “andi, lihatlah dekat-dekat..!” Cersex Bude Kemudian kusibakkan kulit itu kiri-kanan, terbukalah kemaluannya. “Udah nampak belum..?” Katanya. Menggigil juga tanganku ketika aku mengusik kemaluannya seperti yang dia suruh. Aku pun membuka dengan ujung jari. Aahhhk.., Ketika terbuka aku kaget. Rupanya, dalam kulit luar ada kulit lagi. Warnanya merah. Memang ada air. Aromanya aneh dan enak. Aku belum terbiasa dengan aroma itu. Aku mainkan dan sibakkan. Berlendir. Melekat di jariku. Rupanya di dalamnya ada lidah, di kiri dan di kanan. Kusibakkan lagi, nampak di bawah seperti ada lubang. Kecil saja. Rasanya lembek. Seperti daging kecil. Kemudian aku bertanya, “ini dia bude..?” Dia menjawab, “Bukan. Bukan di bawah. Tapi diatass..,” Cersex Bude Aku melihat ke sebelah atas. Kusibakkan lagi. Kutekan baru kelihatan daging kecil menonjol. “Hahaha.. Itulah yang bude maksud..!” Kata bude. “Pintar kamu ndi..” Katanya lagi. Aku senang karena berhasil menemukannya. Kutekan sedikit dengan dua jempolku. Kulit luarnya masuk ke dalam. Tonjolannya seperti kemaluan kucing. Luarnya dibungkus kulit. Pendek saja ukurannya, tapi kelihatan. Sepertinya keras. Memang ada daging sebesar biji kacang goreng. Aku mengangguk lagi, “ada bude..!” Kataku. “Ya, itulah itil kepala bawah bude. Namanya itil atau kelentit. Andi mainkan seperti mainkan puting susu bude tadi, ya… nanti dia akan keras. Mainkan perlahan-lahan ya. Nanti akan berkurang sakit kepala bude. Andi lakukan lah yaaa..!” Bude asna seperti minta tolong kepadaku. Aku pun menuruti kemauan bude. Ada aroma lagi datang dari kemaluan bude asna. Aku senang aromanya. Makin kumainkan klitoris bude, makin kuat aromanya. Enak sekali. Sepertinya wangi sabun dan bau agak mentega bercampur menjadi satu. Ingin rasanya aku mencium lebih dekat ke kemaluan bude. Cersex Bude “Ada air liur keluar di bibirnya, bude.” Kataku. Bude menjawab, “Nggak apa-apa, andi mainkanlah terus sampai bude puas.” Katanya lagi. Aku melihat bude asna rilek saja. Matanya tertutup rapat. Nafasnya kencang. Tangannya memegang sprei ranjang dan diremas-remasnya. “Sakit bude..?” Kutanya dia. Cersex Bude Dia hanya menggelengkan kepala, “nggaak..!” Katanya pelan. “Andi lakukan terus sampai bude bilang berhenti.” Katanya lagi. Aku terus melakukannya. Lama-lama kurasakan paha bude asna meregang. Betisnya mengeras. Jari kakinya juga meregang. Dia mengerang, “uuhh.., Hhhmm.., Iss.. Isshh..! Enaak ndi..!” Katanya, “gosok dengan kencang ndiii..!” Cersex Bude Aku pun mengikuti. Aku pun ingat waktu dulu. Ibu menyuruhku memijat kepalanya. Aku pun disuruh menggosok, tapi di dahinya. Ibu pun bilang enak juga. Tapi bude asna agak lain. Dia menyuruhku memainkan kepala kecil di dalam kemaluannya. Kelentitnya. Ku dengar nafasnya makin kencang, kepalanya digelengkan ke kiri dan ke kanan. Dia menyuruhku meremas buah dadanya kuat-kuat. Aku meremas. Tidak berapa lama kulihat bude agak lega. Kemudian bude membuka matanya, dan senyum padaku. Aku pun tersenyum. “Udah sembuh sakit kepala bude..?” Kutanya. Cersex Bude Dia menjawab, “Belum seberapa hilangnya. Sekarang coba andi telungkup di atas badan bude, bolehkan..?” Katanya. Aku pun bertanya, “telungkupnya gimana bude..?” Kataku. Bude asna pun memegang pinggulku. Ditariknya aku ke atas dadanya. Dia menanggalkan handukku. Aku pun telanjang sudah, dan aku telungkup, pinggulku di atas dadanya. Kepalaku tepat di atas kemaluannya. Ahhk.., Aroma kemaluanya enak sekali. Kemudian bude asna menyuruhku untuk menunggingkan pinggulku, berlutut di atas wajahnya. Aku pun menunggingkan pantatku dengan mengangkangkan pahaku tepat di atas wajahnya. Bude pun membuka dan mengangkangkan pahanya lebar-lebar. Kemaluannya menonjol karena pantatnya dialasi dengan bantal. Bude menyuruhku menyibakkan celah kemaluannya dengan jari. Kusibakkan. “Ada airnya nggak, ndi?” Bude asna bertanya. Kujawab ada. Cersex Bude “Andi lihat agak ke bawah, ada lubang, kan?” Katanya lagi. Aku jawab, “ya.” Bude menyuruhku meletakkan lidah di celah kemaluannya. Dia menyuruhku menyapukan vaginanya dengan lidahku. Setelah itu dia menyuruhku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang itu. Tekan dan tarik pelahan-lahan. Aku memasukkan jariku ke lubang kemaluan bude. Mmhh, aroma air kemaluan bude asna memang enak menusuk hidungku. Rasanya seperti sampai di otak kenikmatanku. Wangi. Kuhisap air vagina budeku. Bude asna pun memegang kemaluanku yang sudah mulai tegang sedikit. Aku merasakan seperti dijilat. Seperti malam dulu, kubiarkan. Cersex Bude Setelah itu aku merasakan seperti dikulum kepala kemaluanku. Dimainkanya dengan lidah. Dan kurasakan kemaluanku seperti menyentuh bibir mulutnya. Kurasakan ujung kemaluanku seperti kena jilat di dalam mulutnya. Enak dan geli betul rasanya. Kurapatkan kakiku, tapi terhalang kepala bude. Aku terpaksa menahan rasa enak dan geli. Badanku meriang. Lama-kelamaan hanya rasa enak yang terasa. Aku merasa bude menjilat-jilat, habis itu rasanya kepala kemaluanku masuk ke dalam mulutnya. Habis semua batang kemaluanku. Kadang-kadang dikeluarkan kemaluanku, dijilat-jilatnya buah pelirku. Aku biarkan saja. Enak dan nikmatnya makin bertambah. Cersex Bude Kurasakan lidahnya mengulum kepala kemaluanku. Uhh.., Gelinya bukan main. Kurasa kemaluanku semakin tegang. Aku mengerang menahan nikmat. Kudengar dia seperti menghisap kuat-kuat ujung kemaluanku. Crup.. Cruppp.. Bunyi air liurnya. Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Kutahan saja. Aku terasa mau kencing. Aroma dari kemaluan bude asna masuk ke lubang hidungku sewaktu dia memeluk pinggulku. Aku terus menjilati kemaluannya seperti yang dia suruh. Jariku pun kudorong tarik di dalam lubang kemaluanya. Berlendir dan banyak, sehingga meleleh sampai ke pangkal jari tanganku. Bulu vaginanya kulihat basah kuyup. Air liurku bercampur dengan lendir bude. Mulutku pun belepotan seperti adikku makan bubur bayi. Aku terus menjilati kemaluan bude. Aku dan bude asna mengerang kenikmatan seperti orang sakit kepala. Aku mulai merasa melayang-layang. Keringatku mulai meleleh di tubuhku. Kujilat terus kemaluan bude sampai bude keluar peluh juga. Tiba-tiba bude asna menyuruhku bangun. Dia menyuruhku pergi ke kamar mandi untuk kencing dulu. Memang benar. Aku kencing. Banyak sekali. Langsung kubasuh wajahku dan kumur-kumur. Cersex Bude Setelah kembali ke kamar, bude menyuruhku untuk telentang. Dia naik ke atas dadaku. Aku di bawah. Aku diam saja. Aku tidak tahu apa yang mau bude lakukan. Kubiarkan saja karena bude lebih tahu apa yang akan dilakukannya. Bude menyuruhku meremas-remas buah dadanya seperti tadi. Aku meremasnya. Kemaluanku pun mulai mengeras. Dipegangnya batang kemaluanku. Dikocoknya seperti dalam kamar mandi tadi. Setelah keras, bude menyuruhku untuk memejamkan mata. Kurasakan perlahan-lahan diarahkan kepala kemaluanku di lubang vaginanya, di tempat yang kujilati tadi. Diusap-usapnya kepala kemaluanku sampai berlumur lendir vaginanya. Aku rasakan licin. Basah. Kemudian ditekan pelan-pelan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. Kurasakan kemaluanku masuk ke dalam lubang kemaluannya. Panas rasanya. Seperti kejepit. Ditekannya dalam-dalam. Kemudian bude asna berhenti. Dia menarik nafas panjang. Waktu berhenti aku merasakan kepala kemaluanku seperti kena urut dalam vaginanya. Dikemut-kemut. Bude asna merebahkan dadanya di wajahku. Aku sudah paham. Kupegang payudaranya, keremas-remas sambil kukulum puting susunya. “Oouuhhhhh.., Andi sudah pintar yaa..?” Katanya, suaranya menggetar. Aku terus menghisap. Terus kuraba-raba payudaranya. Aku merasa gerah, badan bude asna pun sudah berkeringat. Aku terus meremas payudaranya. Sesekali kudengar bude menarik nafas panjang. Bunyi nafasnya juga bertambah kencang. Nafasku pun begitu. Bude menyuruhku memainkan biji kacang di celah kemaluannya. Bude membantu tanganku dengan membungkukkan badannya, sehingga tanganku lebih leluasa memainkan kelentitnya. Cersex Bude Setelah itu bude asna menggoyang pantatnya yang lebar itu. Ke atas dan ke bawah. Pelan-pelan saja. Aku merasakan ada sesuatu yang menjalar di batang kemaluanku. Bude memutar-mutar lubang kemaluannya dengan cara memutar-mutar pantatnta yang lebar itu di atas kemaluanku. Seperti orang mengaduk dodol. Dia goyang ke kiri dan ke kanan. Habis itu diangkat dan tekan pinggulnya. Aku rasakan nikmat tiada taranya. Jari tengah bude meraba lubang pantatku. Bulu kemaluan bude kena ke pangkal kemaluanku. Geli. Bunyi nafasnya bertambah keras. “Enak nggak ndii..?” Tanya bude asna. Cersex Bude Kujawab, “hhhmm..” Mataku tidak dapat kubuka, badanku terasa seperti melayang. Batang kemaluanku makin tegang dan keras. Aku pikir karena digenjot bude. Diusapnya pantatku. Lembut saja. Bude asna memang pintar mengusik tempat yang membuatku melayang. Enak. Bude asna terus menggenjot dan menggoyangkan pantatnya ke atas ke bawah, kadang memutar. Sesekali dirapatkannya wajahnya ke wajahku. Diciumnya mulutku. Kubuka mulutku. Dihisap lidahku. Seperti orang berciuman di tv. Aku pun membalas. Kuhisap lidahnya seperti yang diajarkannya tadi. Bude asna seperti bertengger di atas kemaluanku. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku terpacak keras, terbenam masuk ke dalam lubang kemaluannya. Dia menggenjot dari atas. Aku tahan di bawah. Dia memelukku kuat-kuat, sehingga membuatku susah untuk bernafas. Kami seperti beradu tenaga. Memang bude asna mudah memasukkan batang kemaluanku, sebab lubang kemaluannya sudah banyak lendir. Kemaluanku rasanya licin bila disorong tarik di dalam lubang kemaluanya. “Aahhgg..!” Bude asna merengek setiap kali dia bergoyang. Cersex Bude “Enaaak nddiii..!” Katanya padaku. Aku mulai meriang. Tenggorokanku kering. Ada rasa seperti kesemutan di tenggorokanku saat bude menggenjot pantatnya. Kutusuk dan hentakkan kemaluanku ke dalam lubang kemaluan bude. Semakin cepat dia genjot, semakin sering dia merengek, “ehhh eh es eh eh esssss..!” Sambil menggenjot dari atas, tanganku mengusap-usap payudaranya. Puting payudaranya kuputar-putar. Kadang kuangkat kepalaku agar dapat aku menghisap puting payudaranya. Puas bermain tanganku di putingnya. Begitu seterusnya sehingga puting susu bude menjadi tegang dan keras. Cersex Bude Mulutnya melenguh, “uhh uhhh uhhh..!” Bude asna membiarkanku untuk berbuat sesuka hati terhadap payudaranya. Semakin kuremas dia semakin melenguh dia. Kuat. Enjotannya pun makin kuat dan cepat. Hisapan kemaluan bude asna memang kuat, lama-lama aku seperti mau kencing. Aku tidak bisa rasanya menahan kencing. Aku memberitahu bude, “bude, andi mau kencing niih..!” Bude asna menjawab, “nggak apa-apa, kencing aja dalam lubang kemaluan bude.” Terus bude menggenjot lebih cepat, lagi dan lebih. Lama-lama aku sudah tidak tahan lagi. Melihatku makin tidak tahan, bude asna memeluk bahuku. Maka terpancutlah kencingku, aku memekik, “budee.. Andi udah mau.. Keluaarr.., Aahhk..!” Aku sudah nggak tahan. Bude asna pun menekan habis kemaluannya dan menggenjot, angkat, enjot, angkat, enjot. Cepat. Lebih sering. Tenggorokannya pun mengeluarkan bunyi dari dalam. “Arrrrrggggg.., Andi.., Aarrgggghhhhh..!” Cersex Bude “Andi dah keluar bude.” Kataku sambil memeluk pinggang bude erat-erat. Kupeluk seperti itu agar kemaluanku terbenam lebih dalam ke dalam lubang kemaluan bude. Wajah bude kelihatan berkerut. Aku tidak tahu, apakah sakit kepalanya kambuh lagi. Pelan-pelan dia tekan pinggulku karena mau mencabut kemaluanku yang tertanam dalam lubang kemaluannya. Bude asna masih memelukku. Lubang kemaluan bude masih belum mau melepaskan kemaluanku. Entah berapa kali aku pancutkan ke dalam rahim bude. Aku rasa kencingku banyak. Kencingku memancut tidak putus-putus. Pekat rasanya Aku melihat biji mata bude asna terbeliak bila aku kencing dalam rahimnya. Hangat pancutan air kencingku itu dapat kurasakan mengalir di buah pelirku. Mungkin di dalam kemaluan bude sudah penuh dengan air kencingku tadi. Aku diam saja. Bude asna juga terdiam. Seperti bisu. Dia memelukku. Keringat bude mengalir di dahinya. Aroma keringatnya wangi-wangi amis. Ketiaknya menempel di hidungku. Batang kemaluanku terasa mulai kendur. Berangsur-angsur menjadi kecil. Lama bude asna membiarkan kemaluanku di dalam lubang kemaluannya. Waktu itu perasaanku sangat bangga, karena aku berhasil menolong mengobati sakit kepala bude asna. Kemaluan bude memang enak menjadi tempat kencingku. Memang pintar dia membuatku kencing. Enak. Liang kemaluan bude pun sangat kuat mengemut batang kemaluanku. Kemutannya saja dapat membuatku melayang lupa diri. Kuharap dia senang hati, karena aku menolongnya menyembuhkan sakit kepalanya. Aku tidak menyangka, anak lelaki sepertiku boleh kencing di dalam liang kemaluan perempuan. Nikmat pula. Aahhh..! Cersex Bude Lebih kurang sepuluh menit bude asna memeluk tubuhku. Dia sepertinya tertidur. Mulutku mengulum puting payudaranya. Bude membiarkan saja. Kuremas, kumainkan, kuhisap putingnya. Ketika dia bangun, baru dia cabut kemaluanku dari lubang kemaluannya. Diciumnya pipiku. “Masih sakit kepala bude..?” Kutanya. Dia menjawab, “tidakk sayang. Udah baikan sekarang. Kan tadi andi udah menyiram sama air ke dalam kemaluan bude..?” Dia tersenyum. “Apa..? Andi tadi kencing bude.” Kataku. Cersex Bude “Husyy.. Itu bukan kencing. Air mani namanya.” Diajarkannya aku namanya. Setelah itu kami tidur. Bude asna memelukku. Waktu mau tidur, diurut-urutnya batang kemaluanku. Aku pun meremas-remas payudaranya. Mulutnya menghisap lidahku. Aku pun begitu juga.
kulit saya sawo matang sebagaimana orang indonesia, sedangkan bude narti berumur 31th dengan wajah sangat keibuan dan penampilan yang sangat sederhana seperti ibu-ibu yang lain yang tinggal di sekitar rumahku, dia memiliki 1 orang anak yaitu hasan Walaupun sudah punya 1 orang anak tapi body bude narti masih montok sekali ,dengan payudara kira-kira 38 Bwow bisa anda bayangkan betapa besarnya payudara itu dan pinggul yang ramping serta pantatnya sangat bulat menonjol ke belakang, jadi kalau bude narti sedang jalan seolah pantatnya sangat menantang untuk di pegang dan di selasa sore rumah saya akan di jadikan arisan oleh teman2 ibu saya di lingkungan rumah, nah saya sebagai seorang anak maka saya membantu ibu saya menyiapkan keperluan untuk arisan nanti sore karena di rumah kedua kakak perempuan saya belum pulang kerja. Dan bude narti pun membantu saya dan ibu di rumah, ketika saya sedang sibuk dengan pekerjaan saya, dari dapur ibu saya berteriak."jeng, sampean masih punya gula nggak di rumah soalnya gula ku habis jeng." kata ibu saya ke bude narti."ee alah aku nggak punya jeng, yaudah sini aku beliin di pasar depan situ." kata bude ibu saya memberikan uang kepada bude narti."maaf ya jeng jadi ngerepotin nih ,biar dedy yang nganter pake motor jeng." kata ibuku."ayo dedy anterin bude ke pasar depan." kata bude narti menyuruh saya sangat kesal sekali waktu itu, tapi ini karena perintah ibu saya maka saya tidak berani membantah. Kemudian saya dan bude narti ke pasar depan lalu bude narti membeli gula, setelah itu bude narti menghampiri saya kembali yang menunggu di motor."ded kita ke rumah ku dulu ya, saya mau mandi sekalian ganti baju supaya pas acara nya mulai saya tidak bolak-balik ke rumah." kata bude narti."iya bude." saya membawa motor saya ke rumah bude narti yang tidak jauh dari rumah saya."dedy kamu tunggu sebentar ya, bude bareng kamu aja kesana nya yah lumayan ngirit tenaga supaya nggak cape jalan,,hahahaha.." canda bude narti."oh tenang saja bude, saya akan nunggu bude di sini kok." katakuLalu bude narti masuk ke dalam rumah dan berlalu ke arah kamar mandi, bude narti berteriak dari dalam kamar mandi."ded kamu kalau mau minum ambil saja di kulkas ya." teriaknya"iya bude." jawabku singkatLama-lama bete juga saya nungguin bude narti mandi karena sudah hampir setengah jam, saya pun menonton tv untuk mengusir kejenuhan saya. Tak lama bude narti keluar hanya dengan berbelit handuk dan menurut saya handuknya terlalu kecil untuk menutup tubuh montoknya, wow payudaranya sampai naik ke atas sehingga membentuk belahan yang sangat menggoda. Bude narti pun langsung beranjak ke kamar dan menutup kain yang di jadikan sebagai penutup kamar, wah pikiran saya mulai kacau dan saya betul2 terangsang berat dengan apa yang saya lihat pun nekad untuk mengintip bude narti, pelan2 kain penutup kamar itu saya buka dan saya betul2 kaget melihat kemolekan bude narti ini, oh ternyata kulitnya putih juga. Saya akhirnya pergi ke pintu depan dan dengan cepat saya kunci pintu depan serta saya langsung menuju ke kamar bude narti."DEDY NGAPAIN KAMU MASUK KAMAR KU." teriak bude narti yang kaget melihat saya di dalam kamarnya."ssst...bude jangan berisik, kalau bude berisik nanti tetangga pada datang dan melihat kata dalam keadaan seperti ini pasti nanti keluarga bude malu." kataku."KURANG AJAR SEKALI KAMU MASUK KE SINI, KELUARRR...." mendengarkan omongan nya sayapun langsung membuka seluruh pakaian saya dan bugil di depan bude narti."silahkan bude teriak, agar tetangga ke sini dan mengusir kita dari lingkungan sini." kataku dengan caraku berhasil dan bude narti sudah tidak berteriak lagi, tapi dia masih menutup badanya dengan handuk yang ia pakai kembali saat saya tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya."dedy mau apa kamu." tanyanya mulai pelan."bude, saya betul2 kepingin nih bude. Saya sudah nggak tahan bude, ayolah mumpung sepi bude." kataku"ded nanti kalau ada yang masuk gimana dan sebentar lagi suami serta anak2ku pasti pulang karena sudah sore." saya berjalan mendekatinya dan tongkol saya tepat di depan muka bude narti. Saya sempat melihat mata bude narti tertegun melihat ukuran tongkol saya yang lumayan besar, saya dengan tenang berkata ke bude narti."tenang saja bude, pintu depan sudah saya kunci. Ayo bude kocok tongkol saya jangan cuma di liatin kaya gitu." kata kuTangan bude narti pun akhirnya dengan agak ragu memegang tongkol saya."ahhhh..." desahku ketika tanganya mulai meremas dan mengocok pelan tongkol saya."bude, isepin dong tongkolku ini." kata saya"ihh jijik ahh,, udah kaya gini aja." katanyaLalu saya tarik belitan handuknya dan dia pun bugil di hadapan ku, tangannya yang kanan asik mengocok tongkolku sementara tangan yang kiri berusaha menutup payudaranya yang besar."ayo bude kita selesaikan, nanti keburu keluarga bude pada pulang." katakuDan saya pun mengangkat kaki bude narti lalu saya lebarkan kaki bude narti dan saya lihat memiaw bude narti sangat banyak di tumbuhi jembut, lubang memiawnya pun juga sudah lebar. Tapi bude narti dengan melawan atas apa yang saya lakukkan kepadanya."dedy, jangan di masukkan ded. Nanti bisa kacau kalau ada tetangga lihat, dedy hentikan sayang." katanyaSaya pun tidak perdulikan kata2nya lagi, dengan agak memaksa maka saya arahkan penis saya ke memiaw bude penis saya sudah masuk,slebbb,blleeesss...masuklah semua penis saya ke memiaw bude narti."aduh sudah ded jangan di teruskan de,,ahh,ahh,,uhh.." perlawanan nya berubah menjadi saya mulai menggoyang penis saya maju mundur."ohh..ohhh dedyyy...ahhhh,,mmmphhh.."desah bude narti sambil menggit bibir bawahnya."arggghh...arghhh,,bude sangat nikmat,,ahh,ahh.."desahkuBude narti perlahan mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangi permainan ku, saya pun makin bersemangat menyetubuhi bude narti."ohh,,bude,,terrrusss,,goyyangg bude..ahh.." desah saya."ohhh,,ohh penismu enak banged ded..ahhh.."racau bude ternyata bude narti kalau sedang bersetubuh suka mengeluarkan kata2 kotor, saya pun semakin bersemangat mendengar jeritan vulgar bude narti. Keringat sudah mulai terlihat dari wajah bude narti, lalu bude narti meminta berganti posisi."ahh,,ahhh,,berhenti dulu ded,,ahh,ahhh.." perintahnyaSayapun segera menghentikan goyangan saya."kenapa sayang." tanyaku dengan memanggil dia sayang..hehehe"kita ganti gaya ah jangan kaya gini terus, aku bosen ded." katanyaWow sekarang dia yang kelihatannya agressif ,memang wanita awalnya menolak akan tetapi kalau sudah masuk maka merekalah yang lebih agressif. Kamipun berguling ke samping tanpa mencabut tongkol saya, dan bude narti pun mulai bergoyang dengan maju mundur."ahhh,,ahh,,ah,, enak tenan dedy penis mu nusuk tempik ku,,ohhh.."kata bude narti"terus budee...ahh" bude narti menjadi semakin liar, dia bukan hanya melakukkan goyangan maju mundur tapi dia juga melakukkan goyangan atas bawah dan yang paling nikmat adalah goyangan memutarnya. Sayapun bangkit dan memeluk bude narti sambil mulut ku menyedot payudaranya, maka dia semakin tak karuan saja goyangannya."ohh,ohhhhh,,,,aku mauu keeluuar ded.."katanya yang sudah mau orgasme"tahan sayang,,ohhh.." kataku."akuu,,akuu,nggak,kkuu,kkuuattt,,arggghhhh...." desahnya ketika orgasmenya cairan hangat dari dalam memeluk saya dengan sangat erat, saya yang belum mau ejakulasi memberikan dia kesempatan untuk menikmati orgasmenya."duuhhh....nikmat tempikku ded..penismu gede banged sih, sampe mentok aku rasanya." kata bude narti."emang punya pakde yatnosuaminya yang sudah berumur 35thnggak gede bude." tanyaku."alah boro2 gede, kalo main sama ku paling baru 5 menit tak goyang wis metu."kata bude narti dengan nada ternyata selama ini pakde yatno tidak bisa memuaskan bude narti, tenang pakde yatno saya akan membantu tugas anda dalam memuaskan istri dalam hati"terus kalo bude kurang puas, melampiaskan nya kemana bude." tanyaku."jangan panggil aku bude dong ded klo lagi berdua kaya gini, panggil nama saja ya." kata bude narti."iya, mulai sekarang aku akan manggil kamu sayang kalo lagi berdua kaya gini, oya pertanyaan aku belum kamu jawab sayang. Kamu melampiaskan kemana kalo kurang puas." tanyaku lagi"yah aku paling pake tangan pas dia tidur." katanya"tenang sayang, mulai sekarang kalo kamu kurang puas dengan suami kamu yang tolol itu kamu panggil aku saja yah." kataku."iyah,pasti sayang, oya kamu belum keluar ya. Ayo cepat selesaikan karena acara arisan di rumah kamu sudah mau mulai dan anak2ku juga sudah mau pulang." kata bude narti"kita nungging ya sayang."kata ku"ya sudah, ayo cepat sayang."laul saya mencabut penis saya yang dari tadi belum saya keluarkan dari memiawnya."ayo sayang aku wis siap nih." kata bude narti yang sudah mengambil posisi nungging."iyah." kataku sambil mendekat ke lancar tongkolku masuk ke memiaw bude narti."ohhhhhhhhhhhh...." desah kami bersamaanSaya pun dengan gerakan cepat langsung mengocok memiaw bude narti ini. PLAKKK,,PLAKKK,,PLOKKKK,, begitu keras terdengar bunyi itu karena saya dengan gerakan yang cepat menyetubuhinya. Bunyi derit ranjang pun sangat kencang..KRITTT,KRITTT,KRITTTT."aduhh,aduuuhh,aduuhhh,,pelan2 sayang,,ahh,ahh...." jerit bude narti."nanti keburu suami dan anakmu pulang ,sudah tahan saja sayang." katakubude narti hanya menggengam kain sprei dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit bercampur nikmat yang ia rasakan sekarang. Setelah 15 menit bergoyang dengan kasar, maka saya merasakan akan ejakulasi."ohhh,ohh aku mau keluar sayang,,ahhh,,di dalam apa di luar." tanyaku."ahhh,ahhh,ahhh,terseraaahhhhh..."kata bude nartiDan akhirnya, crottttt,crottttt,crootttt, sekitar 7x semprottan peju saya yang saya keluarkan di dalam."argggghhhhhhhhhhh...."desahku dan saya tekan kuat2 tongkol saya ke dalam memiawnyaSetelah mengatur nafas maka saya pun cepat2 mencabut tongkol saya dari dalam dan membersihkan dengan kain sprei bude narti, dan bude narti pun mencabut kain sprei itu dan langsung merendamnya agar tak terlihat oleh suaminya."ayo cepat kita harus keluar sekarang, nanti tetangga curiga kamu lama2 di dalam rumah ku." kata bude narti sambil memakai baju serta celana untuk arisan di rumah saya dan bude narti keluar rumah, kami melihat hasan anak bude narti yang juga teman saya baru pulang main futsal dengan teman kerjanya."tuh kan apa aku bilang, untung kita udah selesai. Ayo cepat kita ke rumah kamu dan kayaknya arisan sudah di mulai."pada saat saya sampai rumah, ternyata benar arisan telah di mulai."haduh maaf jeng tadi ban motornya dedy bocor jadi kita ke bengkel dulu, nah ini gula nya jeng." kata bude narti berbohonh kepada ibu saya."oh iya nggak apa-apa kok jeng, ya sudah silahkan ngobrol2 dulu ya aku mau bikin teh ibu2." kata ibu saya"iya." jawab para ibu2. Tagged Umum
cerita sex dengan bude