cerita sex dengan tante sendiri
Ceritadewasa sex online "Assalamu alaikum Pucuk dicinta ulam tiba begitulah kata pepatah, dengan tanpa melewatkan kesempatan untuk dapat berlama-lama dengan wanita itu, apalagi dia akan berangkat sendiri tanpa suami dan anaknya, dengan alasan suaminya masih harus menyelesaikan perbaikan angkot yang masih rusak itu.
TIME 13.01.2012 AUTHOR: lisywor Cerita seks dengan mamaku sendiri Ini pengalaman cerita seks dengan mamaku sendiri. cerita ngeseks dengan ibu kandungku sendiri ini beneran ga bohong. memek mamaku enak banget. peret seret cerita seks: aku seranjang dengan mantan mamaku Cerita Sex Terbaru: Perkosa Mamaku sendiri Cerita Sex dengan ibu kandungku
Padahalsebenarnya ini sudah kelewat batas kelakuan anak dan ibu kandung. Saya sendiri tahu ini salah dan akan menjurus ke arah perzinahan. Cerita Sex Lainnya. Bersetubuh dengan Ibu Kandung. 1j 25m - 9ch. Maemunah Ibu Kandungku. 59m - 6ch. Menanam Benih di Rahim Ibu dan Adikku. 1j 31m - 13ch. Cerita Sex Pilihan.
BerikutCerita yang Berjudul " Aku Diajari Ngentot Sama Tante Ku ". Aku Sony, berumur 23 tahun. Ini cerita mengenai pengalamanku. Pertama-tama aku mau cerita soal diriku. Aku saat ini kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang. Di Malang aku tinggal dengan tanteku. Tanteku orangnya masih muda, umurnya hanya selisih 3 tahun denganku.
CeritaLainnya: Cerita Gadis Seks Berbayar Nikmat Dia mendesah keenakan, "Aahh..!" Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai menjalar ke payudaranya. Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir putingnya. "Okkhh..! Erick sayang, terus Rick..!
mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Cerita Sex - Pagi itu ketika aku aku sedang santai dirumah karena libur kuliah tiba-tiba aku mendapatkan telpon dari tanteku Ulfa untuk menemaninya dirumahnya karena suaminya sedang ada dinas luar kota dan harus menginap beberapa hari. Karena pada pagi itu aku sedang duduk santai dengan mamah, aku lalu mengajak mamah untuk sekalian tidur dirumah tante Ulfa. Dan akhirnya mamah pun setuju dan sore harinya aku dan mamahku langsung berangkat menuju rumah tante Menikmati Setiap Kali Bersetubuh Dengan Mama Dan Tante Kandung Ku SendiriAku Menikmati Setiap Kali Bersetubuh Dengan Mama Dan Tante Kandung Ku Sendiri Cerita Sex - Namaku Vian, aku berumur 22 tahun, dan tanteku Ulfa adalah adik kandung dari papahku. Tante Ulfa sendiri memiliki wajah yang lumayan cantik dengan bodi tubuhnya yang sangat menggoda. Umurnya belum terlalu tua siih, sekitar 36 tahunan, namun bodinya gak kalah dengan cewek-cewek kuliahan jaman sekarang. Lanjut lagi ceritanya, setelah aku sampai dirumah tanteku dengan mamahku, aku disambut dengan pemandangan yang sangat menggoda sekali, dengan pakaian yang dikenakan tanteku sungguh sangat Juga Info Qplay88 24 Jam Nonstop OnlineDengan celana ¾ yang dikenakannya yang berbahan legging sangat membuatku nafsu, ditambah dengan kaos ketat yang tanpa lengan sangat membuatku ingin sekali meremas payudaranya yang berukuran kira-kira 36B itu. Arrrrgghh…aku hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan kami masuk rumah tante, Aku diam di rumah bersama mama dan tante Ulfa. Sore itu, sekitar jam 4 sore, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 40 tahun, Sangat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku otomatis tangan aku meraba penis dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.“Vian..!” panggil mama.“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.“Ada apa, Ma?” tanya aku.“Pijitin badan mama, Vian. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.“Iya, Ma…” jawab itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama.“Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.“Emang kamu mau mijitan apa aja, Vian?” tanya mama.“Seluruh badan mama,” jawab aku.“Ya sudah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.“Ayo lanjutkan, Vian!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.“Mama tidak malu buka baju depan Vian?” tanya Menikmati Setiap Kali Bersetubuh Dengan Mama Dan Tante Kandung Ku Sendiri Cerita Panas Harian - “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang Selanjudnya CERITA PANAS HARIAN MAMA KAWANKU PENUH GAIRAH“Kok dilewat sih, Vian?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.“Mm.. Vian takut mama marah…” jawab aku.“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. penis aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.“Vian, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.“Vian tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.“Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.“Sini berbaring Vian,” ujar mama lagi.“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping menatapku sambil membelai rambut aku.“Kenapa bernafsu dengan mama, Vian,” tanya mama lembut.“Mama marahkah?” tanya aku.“Mama tidak marah, Vian.. Jawablah jujur,” ujar mama.“Melihat tubuh mama, Vian tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.“Berarti anak mama sudah mulai dewasa,” kata mama.“Kamu benar-benar mau sayang?” tanya mama.“Maksud mama?” tanya aku.“Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba penis aku dari luar kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.“Buka pakaian kamu, Vian,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.“penis kamu besar, Vian…” kata mama sambil meraih penis aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya menikmati enaknya dikocok penis aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa mama menarik pantat aku hingga penis aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati penis aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan penisku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok penisku perlahan.“Enak sayang?” tanya mama sambil menengadah menatapku.“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.“Sini sayang. penismu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menarik lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan penisku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing penisku ke lubang memeknya.“Ayo, Vian.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang tekan penisku. Lalu terasa kepala penisku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang penisku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan penisku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.“Enak, Vian?” tanya mama.“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan penis aku.“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Vian?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.“Karena mama sayang kamu, Vian…” jawab mama.“Sangat sayang…” lanjutnya.“Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan penis aku menyetubuhi mama.“Vian juga sangat sayang mama…” ujarku.“Ohh.. Vian.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.“Mama mau keluar…” desah mama lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..“Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai terus menggenjot penisku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari penis aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..“Ma, Vian gak tahann…” ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan penisku lebih dalam ke memek mama.“Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.“Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.“Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!” kata kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat Menikmati Setiap Kali Bersetubuh Dengan Mama Dan Tante Kandung Ku SendiriCerita Panas Harian - Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Ulfa masih nonton TV. Tante Ulfa memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti tante Ulfa bertanya sesuatu yang mengejutkan aku.”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya tante Ulfa.“Hayo, ngapain..?” tanya tante Ulfa lagi sambil tersenyum.“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.“Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.“Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum.“Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Ulfa sambil tersenyum.“Kayak suara yang lagi enak…” ujar tante Ulfa lagi.“Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit.“Maaf dong, Vian. Tante becanda kok…” ujar tante Ulfa.“Kamu mau kemana?” tanya tante Ulfa.“Mau tidur,” jawabku pendek.“Temenein tante dong, Vian,” pinta kembali duduk dikursi di samping tante Ulfa.“Ada apa sih tante?” tanyaku.“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab tante Ulfa.“Kamu sudah punya pacar, Vian?” tanya tante Ulfa.“Belum tante. Kenapa?” aku balik bertanya.“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?” tanya tante lagi.“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Vian?” tanya tante Ulfa pelan sambil wajahnya didekatkan ke kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.“Ni tante lagi horny kayaknya…” pikir banyak kata, aku cium bibir tante Ulfa. Tante Ulfapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Ulfa. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.“Mmhh..”Suara tante Ulfa mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Ulfapun tidak diam. Tangannya meremas penisku dari luar celana kolorku. penisku langsung tegang.“Vian, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Ulfa.“Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante di kamar, tante Ulfa dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta celana dalamnya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.“Ayo Vian, tante sudah gak tahan…” ujar tante Ulfa sambil senyum, lalu merebahkan badannya di segera menindih tubuh telanjang tante Ulfa. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Ulfa sambil meremas buah dada yang satu lagi.“Ohh.. Mmhh.. Viann.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Ulfa sambil tangannya memegang kepala lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Ulfa segera melebarkan kakinya mengangkang. memek tante Ulfa bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Ulfa terutama bagian kelentitnya.“Oh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Ulfa sambil badannya mengejang menahan berapa lama tiba-tiba tante Ulfa mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.“Oh, Vian.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Ulfa, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Ulfa langsung membalas ciumanku dengan mesra.“Isep dong penis Vian, tante…” Ulfa mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Ulfa dan ku sodorkan penisku ke mulutnya. Tante Ulfa langsung menghisap dan menjilati penisku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat penisnya lebih pintar dari mama.“Udah tante, Vian udah pengen setubuhi tante…” Ulfa melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan penis aku ke memeknya.“Ayo, Vian.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante bless.. sleb.. sleb.. sleb.. penisku keluar masuk memek tante Ulfa.“Vian kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup beberapa lama, tiba-tiba tante Ulfa mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.“Vian, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa penisku di memeknya.“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Ulfa.“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Ulfa.“Terus setubuhi tante, Vian.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.“Vian mau keluar, Tante…” kataku.“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Ulfa.“Cabut dulu…” ujar tante Ulfa.“Sini tante isepin…” katanya cabut penisku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Ulfa lalu menghisap penisku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Ulfa banyak sekali. Aku tekan penisku lebih dalam ke dalam mulut tante Ulfa. Tante Ulfa dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok penisku. Lalu dia menjilati penisku untuk membersihkan sisa air mani di penisku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante segera berpakaian. Tante Ulfa juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan celana dalam.“Kamu hebat, Vian.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Ulfa.“Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku.“Kapan saja tante mau, Vian pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.“Terima kasih, sayang,” ujar tante Ulfa.“Vian kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku.“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas penisku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.“Vian, semalam kamu ngapain di kamar tante Ulfa sampe subuh?” tanya mama terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata, “Jangan sampai yang lain tahu ya, Vian. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.“Iya, Ma.. Vian suka tante Ulfa,” jawabku.“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.“Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi.“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.“Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.“Terima kasih ya, Ma…” kataku.“Vian sayang mama,” kataku lagi.“Vian, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap penisku.“Vian akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Ulfa dan Mama kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Ulfa kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.ayomaenslot ayomainqplay88 ayomenangslot ayokitamenang cobamain cobadisini situsslot situsqplay88 mudahmenang gampangmenang ceritaterbaru ceritatantetante ceritaperawan ceritasange ceritasex ceritapanasharian ceritapanas ceritaharian mamaanak 3some threesome mamakawanGampang Menang Qplay88
Cerita Dewasa -Kenalin namaku Ananto, mahasiswa di salah satu PTN d Jogjakarta. Saat ini umurku 21 tahun tinggi badanku 165 dengan badan yang lumayan layaknya cowok seumuranku. Kisah terlarang ini terjadi waktu aku masih duduk di bangku smp sekitar umur 13 tahun. Saat itu karena ibuku bekerja sebagai TKW di arab dan ayahku pergi merantau ke kalimantan maka aku dititipkan ke Tanteku yang tinggal di magelang. Aku pindah sekolah di Magelang tempat tanteku tinggal. Aku diantar oleh ibuku sebelum keberangkatannnya ke Arab Saudi. Sebelum berangkat ibuku memelukku dan menitipkan pesan pada Tanteku. Ibu Tolong jaga anakku yah Mba, ajari dia biar jadi pinter. Tante Mira Yo mesti lah Ran, anto akan ku anggep anakku sendiri kok. Ibu makasih yo mba. Tante Mira alah nda usah dipikirin lah itung itung nemenin Raka disini. CeritaDewasa Ibu jaga diri yah nak Aku iyah bu. Ibu pun pergi bersama tetanggaku yang mengantarkan ke Jakarta dan akupun di tinggal ibu untuk waktu yang cukup lama. Tante Mira adalah kakak kandung ibuku umurnya pada saat itu 42 tahun, dia janda beranak 3. Anak pertamanya mas Tino sudah bekerja dan hijrah ke Jakarta. Anak keduanya Mba Inah sudah menikah dan ikut bersama suaminya di Surabaya. Dan anak terakhirnya Raka pada saat itu masih duduk d kelas 5 sudah berumur dan sudah janda, Tante boleh di bilang masih sangat cantik dan tubuhnya sangat menawan. Tingginya 172 cm dengan berat sekitar 78 kg, yah Tanteku ini memang agak gemuk, tetapi pada masa mudanya dia dikenal sebagai bunga desa di kampungnya. Oh ya pada saat itu tinggiku masih 138 cm, yah namanya juga masih kls 2 smp. CeritaMesumSebelum kedatanganku ke magelang, Tante sudah mengurus surat kepindahanku di salah satu SMP d magelang. Jadi keesokan harinya aku sudah mulai bersekolah di sekolah baru. Keesokannya aku diantar Tante bersama raka pergi bersekolah. Tante mengantarku terlebih dahulu karena sekolahku lebih dekat dengan rumahnya. Baru setelah itu dia mengantar raka. Waktu pun cepat berlalu dan tanpa terasa aku sudah tinggal di rumah Tante selama 3 bulan. Selama tiga bulan itu Tante sudah sangat baik kepadaku, setiap hari memberikan sarapan, membelikan aku pakaian, dan segala bentuk kebutuhanku Tante yang mengurus. Pada saat itu aku adalah seorang anak yang masih sangat polos, jangan kan berpacaran, mengenal perempuan saja belum pernah sampai kejadian itu terjadi. Suatu saat anaknya terpilih untuk mengikuti jambore pramuka di semarang selama 4 hari. Alhasil di rumah itu hanya aku dan Tanteku saja. Suatu malam Tanteku menghampiriku dan bertanya Tante Leh. Aku nggeh bude … Tante kamu sudah maem? Aku sampun Tante.. Tante gimana perasaannya tinggal sama Tante, Aku wah seneng Tante, Tante tuh baik banget. Tante yow is klo gtu. Oh ya An, kamu besok sekolah? Aku iyo Tante. Kenapa toh? Tante nda papa, gimana kalau besok bolos ajah…. Aku loh kenapa toh Tante. Tante Tante mau ngajakin kamu ke suatu tempat. Aku kemana toh Tante? Tante wis toh nurut ae, pokoknya kamu bakalan seneng dan ini akan menjadi pengalamanmu seumur hidup.. Tantepun pergi ke kamarnya sambil tersenyum padaku Yo wis sana tidur… TanteNafsuWadu mau diajak kemana yah aku ini. Aku sama sekali tidak menduga Tante mau mengajakku kemana, hingga membuatku tidak bisa tidur. Jujur pada saat itu aku belum membayangkan Tanteku yang macam2 karena memang saat itu aku memang polos. Akupun tertidur sambil memikirkan besok hendak di ajak kemana oleh Tante. Aku pun tertidur hingga ada suara yang memanggilku. “An An sini leh…” oh ternyata Tante yang memanggil, “ ada apa Tante?” jawabku. “Bobo sama Tante yuk Tante sendirian nih takut “pinta Tante. Akupun menghampiri Tante yang berdiri di depan kamarku. “ mang kenapa toh Tante? “ “ yah gak apa apa, mang nda boleh Tante kamu bobo bareng sama kamu? “Eeee… iya deh Tante” jawabku “ gtu donk, hayuu” Saat itu aku melihat jam, dan menunjukan angka 1 ternyata aku sudah tertidur selama 3 jam, dan alhasil aku sudah tidak mengantuk. Aku lalu menuju kamar Tante bersamanya. “ayo sini ann bobo disini” kan klo disini enak bisa bobo bareng Tante” sapa Tante dengan nada genit.. “ ohh iya Tante, kamar Tante luas sih jadi anget” jawabku polos “kamu ini loh polos betul jawabnya’’ ’ ehh aan dah punya pacar d sekolah” “Belom Tante gak berani” jawabku. “Loh kenapa” Tanya Tante balik. “gak boleh sama ibu, Tante katanya aku gak boleh pacaran dulu sebelom sma.” Jawabku. “ ohh, kasihan yah kamu, berarti kamu belom pernah menyentuh tubuh perempuan?” “ maksud Tante” jawabku kaget? “giniloh maksud bude” sambil memegang tanganku dan menaruhnya di dadanya yang berukuran besar. Mungkin sekitar 38. Aq langsung kaget dan gemetaran, baru kali ini aku memegang dada perempuan dan lebih parahnya dada budeku sendri. “ ndak usah malu An, ini kan Tantemu sendiri, Tante gak bakalan bilang ke ibu kok” “tapi Tante” sanggahku” “Anto mau nolongin Tante gak?” bisiknya ditelingaku. “ nolongin apa Tante?” jawabku gemetaran “dah pokoknya kamu nurut aja sama Tante” “ eh eh eh iya Tante “ jawabku terbata bata.. Saat aku menjawab iya sekejab Tante langsung menciumku.. much. Aq langsung kaget dan tidak bisa berbuat apa apa. Aku terdiam dan tak membalas apa apa. “oala kamu ini benar polos ternyata yah an. Sampe ciuman aja gak dah Tante ajarin yah biar kamu pinter “ “coba kamu julurin lidah kamu” EnakEnak Aku pun menjulurkan lidah ku sesuai pinta Tante. “ an gini nih caranya ciuman “ langsung Tanteku menyedot lidahku, Tante menyedot lidah ku cukup lama, sedotannya sangat kencang sampai aku kehabisan nafas. Tak lama aku mulai terbiasa dan membalas menyedot lidahnya. “wah sudah mulai pintar yah kamu” Tante langsung membuka bajuku dan sekejap menjilati putingku, ya ampun aku sungguh merasakan geli segeli gelinya, aku tak bisa berontak, semakin aku berontak Tante malah memelukku, Tante pun mengelus2 celanaku dan memegangi burung kecilku. “ahhh Tante geli” “ndak papa nanti kamu juga suka’’ budepun melepas celana dan celana dalamku “oala burung mu iki loh leh? Kecil banget, koyo cacing uget2” hihihi ledek Tante sambil tertawa.. “yo namanya juga masih kecil Tante” Saat itu kontolku mungkin hanya sebesar jari telunjukku saja. Tanteku terheran2 lalu tak lama dia memegang kontolku dan memainkannya. Sungguh ini adalah kali pertama ada orang memegang kontolku, aku saja tidak pernah memegangnya kecuali saat pipis, bakan saat itu aku belum mengenal onani. “sini biar burungnya Tante jadiin gede ya” Ehhh iya Tante “ Tantepun mengocokkan kontolku. Kocokannya sangat kecang mungkin Karena hasrat yang lama tak terbalas karena di tinggal suaminya 6 tahun lalu. Tak lama aku merasakan ada yang hendak keluar dari kontolku aku pikir aku mau pipis ternyata bukan” “budhhe aku mau pipis nih “ “wah cepat sekali yah” Tantepun langsung mengulum kontol kecilku, tidak hanya itu dia bahkan menyedotnya, aku pun mengeluarkan spermaku di dalam mulutnya. Karena kali pertama spermaku keluar, maka yang keluar cukup banyak dan kental “Tante kok yang keluar kental yah?” tanyaku bingung “ oala kamu baru pertama kali yah, o pantes akeh banget, Tante sampe belepotan gini.” Tantepun membersihkan sisa sperma yang masih tersisa di ujung kontolku, sungguh aku lemas sekali dan tak bisa bergerak, Tanteku masih saja mengulum dan mengocok kontolku walau dia tahu kontolku sudah tidak tegang lagi. Lalu Tante menyuruhku istirahat dan memberikanku segelas teh hangat. “gimana rasanya enak nda” Tanya Tante dengan genit “ enak sih Tante, tapi apa Tante ndak jijik minum pipisnya anto?” jawabku bengong “Anto, itu tuh namanya bukan pipis, itu tuh namanya sperma” Sperma ntu opo Tante” tanyaku lagi.. “ yo wislah nanti kamu juga bakal tahu “ “ sekarang kamu yang gentian yah yang jilatin pepeknya Tante” “opo meneh tu Tante” tanyaku lagi Tanpa menjawab dia langsung membuka daster batiknya yang sedari tadi masih dia kenakan. Dan terpampanglah tubuh sintal dan dada yang menjulang. Tante pun membuka bhnya dan menaruhnya di pinggiran kasur. “kamu nenenin susunya Tante yah” Tanpa menjawab Tante langsung mengarahkan kepalaku ke susunya yang super besar tanpa diajari aku langsung mengulum pentil Tante yang agak kecoklatan. Aku menyedotnya. Lalu terdengarlah rintihan dari Tante yang seakan menikmati aksi dari keponakannya ini.. “ terus ann, hisap susu Tante ann, dah lama Tante gak di nenenin” “slruuppp slruup, 5 menit aku menyedot susu Tanteku, sungguh nikmat susu Tanteku ini dia pun mengerang kenikmatan. “achhh achhhh , kamu pintar aann… achhhhh” Slruuppp aku terus saja menyedotnya bergantian antara kanan dan kiri. TanteCantikTak lama Tanteku menciumku kembali, dan kami berciuman cukup lama.. sluurppp bunyi ceplak ceplok pun terdengar. “ahhh Tante dah gak tahan lagi nih an” kmu jilatin pepek Tante yah” Tante pun membuka celana dalamnya. Dan tak disangka aku melihat kelamin perempuan untuk pertama kalinya pada malam itu. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Memek Tanteku sungguhlah indah bulunya sangat lebat bahkan dinding memeknya pun tidak terlihat. Jembutnya tumbuh mulai dari bahah pusar hingga ke lubang anus pun ditumbuhi oleh bulu hitam halus. Beda dengan ku yang saat itu belum di tumbuhi bulu sehelai pun. “An ini yang namanya pepek, kamu baru pertama kali ngelihatnya juga kan?” “iya Tante” jawabku sambil terpana melihat memek Tanteku itu “ nih kamu jilatin yah seperti yang Tante lakuin ke burung kamu” Aku ragu2 untuk melakukannya, tetapi akhirnya memberanikan diri mendekatkan kepalaku kedepan liang kewanitaan budeku ini. Setelah cukup dekat, aku sungguh kaget, ternyata memek wanita itu baunya cukup has dan sangat menyeruak hidung, awalnya aku jijik karena baunya, tetapi aku mencoba untuk menjilatnya, lidahku pun aku masukan kedalam belahan daging yang di tumbuhi oleh hutan rimba. Aku langsung terbatuk dan hendak muntah. “jijik yah ann, gak papa emang baunya seperti itu” tapi enak kok cobain aja” “iya Tante” lalu aku menjilatinya, perlahan aku mulai memberanikan diri untuk memegangnya, lalu aku menyibak belahan memeknya menggunakan tanganku. Lalu tersibaklah belahan memek Tanteku, tak seseram penampilan luarnya, ternyata bagian dalam memek Tanteku berwarna merah muda tetapi agak kehitaman di pinggirnya Aku pun menjilati bagian dalam memek Tanteku cukup lama hingga ia mengerang dan menggencetnya dengan pahanya yang montok. “terus anto, kamu pintar sayang, rintihan kecil itu membuatku semakin cepat menjilatinnya, ternyata tak sesuai duagaanku, ternyata lama kelamaan memek Tanteku ini rasanya sungguh nikmat dan membuatku ketagihan, Tante tidak tinggal diam, dia pun mengulum kontol kecil ku yang sudah mengeras. “ahhh Tante enak budeh, anto suka” “bagus sekarang kamu mulai pintar” jawab Tante “an bude mau keluar nih” “achhh annn achhh Enak banget ann” Crooooooorttt….Tanteku mengeluarkan cairannya di dalam mulutku, terasa sekali cairan kental agak asin menyeruak didalam tenggorokanku. “ahh enak banget ann, kamu cepet belajar yah” “kan diajarin sama Tante” hehehe Sejenak kami tertawa bersama. Tak terasa kami sudah melakukan ini selama 2 jam, lalu tanpa di sadari kami berduapun tertidur dengan keadaan telanjang.
Pagi itu seperti biasanya aku dan motor tuaku berjalan menuju sekolah tempatku menimba ilmu. Perkenalkan namaku aldo umur masih 17 tahun perawakan tinggi kurus kulit agak hitam kira2 tinggiku kalau diukur 177cm dan berat badanku 55kg. Dengan mengendarai motor tua peninggalan ayahku itu aku sehari2 pergi itu hari selasa sebenarnya aku males pergi kesekolah karena ada mata pelajaran geografi, bukannya tidak suka dengan pelajaran ini tapi gurunya killer men. Akhirnya dengan perasaan ogah2an aku masuk melewati pintu gerbang sekolahku.“Eh kampret” tiba2 ada suara memanggilku.“Setan ngagetin aja lu” umpatku sedikit kesal menanggapi suara itu yang ku tau suara itu adalah temanku roni.“Eh kenapa lu kok kayak gk semangat gitu?” Tanya si roni kepadaku karena melihat raut wajahku yang tampak malas.“Gpp kok ron, nih lagi males aja karna nantik ketemu sama si botak” terangku pada roni sambil melepas helm yang kukenakan.“Si botak?” Tanya roni sedikit kebingungan.“Iya si botak, pak dauri guru botak mesum itu” aku coba menjelaskan pada roni“Sialn lu do masak guru sendiri lu panggil si botak” ucapnya sambil ketawa lalu pergi meninggalkan temanku yang satu ini. Eh iya roni ini adalah sahabatku dari mulai kelas 1 sampai berdua begitu dekat sehingga aku sering tidur dirumah roni begitu juga sebaliknya.“Krrrriiiiiiinnnnnnggg”“Krrrriiiiiiinnnngggg” bunyi bel sekolahku menandahkn jam pelajaran telah usai“Ron gue pulang dulu iya?” Aku berpamitan kepada roni sembari memasukan buku2ku kedalam tas.“Ah gk asik lu do, masak jam segini mau pulang” jawabnya sedikit kesal dengan pernyataanku.“Lu kan tau sendiri ron si botak ngasih kita tugas seambrek” jawabku sembari berjalan meninggalkan roni itu aku langsung tancap gas pulang kerumah. Sesampai dirumah aku langsung mengganti pakaian seragamku dengan kaos oblong dan celana 3/4 karena cuacanya begitu panas siang itu. Setelah makan siang aku ijin keluar pada ibuku untuk mengerjakan tugas ke warnet. Setelah 15 menit perjalanan akhirnya aku sampai juga disebuah warnet, aku langsung aja memasuki sebuah bilik yg langsung saja menyalahkan komputer pada bilik itu dan berselancar ria di mbah google mencari bahan tentang tugas geografi. Hampir 1 jam aku berada diwarnet itu tapi aku belum juga menemukan apa yang aku cari segera kumatikan komputer dihadapku langsung aku keluar pada bilik itu menuju kasir yg berada disebelah rumah roni aku langsung memarkir motor tuaku dan langsung mengetuk pintu rumah roni, beberapa saat kemudian seorang perempuan yang cukup cantik membuka pintu itu.“Eh km ternyata aldo?” Sapanya ketika pintu itu terbuka.“Iya tante, roninya ada tan?” Ternyata tante selvi mama dari roni yang mebuka pintu itu.“Roninya baru aja keluar do tante kira keluarnya sama km” tente selvi memberitahuku bahwa roni tidak ada dirumah.“Loh keluar iya tante?” Aku sedikit kecewa mendapati roni tidak ada dirumahnya.“Iya ron. Emang ada perlu apaseh do? Kok kelihatannya penting banget” tanya tante kepadaku.“Eh gak tante, saya cuma mau pinjem tugas geografi milik roni” aku menjelaskan maksudku kerumah ini.“Yaudah km cari aja do dikamar roni” tante selvi mempersilahkan aku untuk masuk.“Permisi iya tan” sembari aku nyelonong langsung menuju kamar roni, disana aku langsung mencari barang yang kucari itu. Setelah capek mencari dan belum ketemu juga akhirnya aku istirahat sebentar dikamar roni. Aku melihat jam tangganku karena jarum jam menunjukan pukul 3 aku segera berpikir untuk pulang. Langsung aku keluar dari kamar roni dan mencari tante selvi, setiap sudut ruangan aku mencari tante selvi belum juga pikiranku tertuju pada suatu kamar yang aku pikir itu kamar tante selvi. Aku mendekat kekamar itu melihat kamar itu tidak ditutup aku langsung aja nyelonong masuk. ASTAGA jantung serasa mau copot darahku mendesir kencang ketika melihat tubuh tante selvi hanya terbalut BH dan CD berwarnya hitam yg kontras dengan warna kulitnya yg yang ke 39 tahun tubuh tante selvi masih terlihat mengairahkan sekali dengan payudaranya yang besar kupikir ukurannya 38b dan bongkahan pantatnya begitu kencang. Aku menrobos masuk kedalam semalkin dekat dengan tubuh tante selvi libidoku langsung naik begitu tinggi melihat daerah selangkangannya ditumbuhi bulu2 halus yg sedikit tertata besar sedang menyeliputiku waktu itu antara rasa ingin mencoba hal baru yang membuatku penasaran dan rasa bersalah pada roni sahabatku karena berbuat seperti ini pada ibunya. Beberapa saat aku berpikir entah setan mana yg merasukiku, aku memberanikan diri untuk memegang paha mulus tante pelan paha putih mulus itu dengan lembut dan akhirnya perasaan penasaranku bertambah ketika melihat payudarah tabte selvi yang menggoda untuk dipegang segera kuarahkan tangganku ke payudarah tante selvi. Rasa empuk itu terasa sekali aku mencoba untuk meremas pelan2 payudarah tante selvi, sialnya tante selvi merasakan remasanku dan diapun terbangun.“Apa yg kamu lakukan aldo?” Bentak tante selvi padaku.“Eh anu anu anu tan” aku nampak kebingungan sekali waktu. Itu.“Cepat kamu keluar dari kamar ini do” tampaknya tante selvi marah sekali padaku.”…” Aku hanya terdiam dan berjalan menuju aku berjalan menuju pintu tapi aku tidak berpikiran untuk keluar dari kamar ini, aku malah metutup dan mengunci kamar tante selvi.“ALDO! Kamu jangan kurang ajar iya!” Bentak tante selvi melihat kelakuanku.”…” Aku terdiam tetapi pandangan mataku tertuju pada tubuh tante selvi.“Aldo hentikan! Jangan gila kam do” ucap tante selvi yg mulai takut seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.”…” Aku tetap terdiam dan berjalan terus.“Aldo apa yg km lakukan ingat aku ini ibu sahabatmu” ucapnya yang mulai tetap saja tidak mendengarkan ucapan tante selvi. Dengan satu tarikan pada lengan tante selvi akhirnya dia jatuh didekapanku. Segera kupeluk erat rubuh tante selvi dengan tanggan kananku sedangkan tanggan kiriku meremas2 payudarahnya dibalik BH hitamnya. Puas dengan meremas payudarahnya kini aku berusaha untuk melepas pengait BHnya cukup lama aku mencoba dan akhirnya aku berhasil membuka pengait BH itu akhirnya terpampanglah payudarah tante selvi.“Jangan aldo hentikan tante mohon” ucapnya mencoba tetap saja tak memperdulikannya dan terus meremas payudarahnya dan sekali2 memilin2 puting susunya. Puas dengan buklit kembarnya kini tangganku bermain dengan selankangan tante selvi, walau tante selvi menutup rapat kedua pahanya tapi aku tetap berusaha memasukan tangganku diantara selangkangannya itu.“Do tolong hentikan” tante selvi memohon padaku terlihat air matanya mulai jatuh dari kelopak matanya.“Maafkan aldo tante” bisiku lirih.“Biadap km aldo” teriak tante selvi kali ini di mencoba lepas dari pikir panjang lagi langsung kupaksa tante selvi untuk nunging dan segera kupelorot celana yang kupakai saat itu lkalu mencari lubang vaginanya dengan cepat. Sulit sekali mencari lubang vagina tante selvi, mungkin karena aku yg belum pengalaman kali iya. Akhirnya dengan susah payah aku menemukan lubang vaginanya sempit sekali lubangnya atau mungkin batang penisku yang terlalu besar aku tidak mengerti itu.“Aaaaahhhhwwwwww” tatnte selvi teriak seperti orang kesakitan.“Tenang iya sayang aku akan memuaskanmu siang ini” aku mencoba menenangkan tante selvi yang sedari tadi meneteskan air cukup lama aku terdiam kini aku mulai mengerakan pinggulku maju mundur dengan perlahan sedangkan tangganku mencoba untuk meraih payudara tante selvi yang sedang mengelantung bebas saat itu.“Ahhhh… aaaaahhh” suara yg mulai keluar dari mulut tante dia sudah merasakan keenakan pada selangkangannya. Aku mencoba mempercepat gerakanku, desahan tante selvi semakin keras dan memenui ruangan itu. Sekarang tanpa sadara tante selvi juga ikut mengoyangkan pinggulnya mengimbangi goyanganku.“Aaaahhh… terus tan terus” desahku karena melihat tante selvi yang mulai menikmati permainan ini.“Ssshhhhhtttt… ssssHhhhhhh” hanya itu suara yang keluar dari terus mempercepat gerakanku semakin lama semakin kepercepat. 30mnt berlangsung tampak tubuh tante selvi yang mulai mengelejang dan dinding2 vaginnya berkedut serasa menyedot penisku untuk lebih masuk kedalam.“Aaaahhhhhhhwwwwwwww” teriak tante selvi mengakhiri gerkannya disertai matannya yang terbelalak lama berselang tubuh tante selvi tersungkur kebawah kayaknya dia sudah tak kuat menopang tubuhnya. Segeraku balikan tubuhnya dan kukangkangkan kedua panhanya. Aku langsung menindi tubuhnya dan memasukan penisku kedalam vaginanya. Aku mulai mengerakan pinggulku pelan2. Tante selvi tampak meracau lagi.“Sssssshhhhhh… ahhhh… eeeehhhh… eeehhhh” suara itu terdengar dari mulutnya lagi.“Ay… yyyyooooooo… dddoooooo… cccceeeppp… Eeeeeetttt… aaaahhhhhh” tante selvi yg mulai meracau tampaknya“Iya sayang iya” aku menjawab kupercepat gerakan pinggulku tante selvi juga mengimbangi goyanganku. Tapi satu hal yang aku pikir kenapa dia tidak membalas ciumanku dan tidak pernah menatap wajahku tapi tidak ada masalah dengan itu. Aku mempercepat gerakan pinggulku peluhku mulai berjatuhan satu demi persatu. Setelah entah beberapa menit tubuh tante selvi mengelijang lagi yg baru kutahu kalau dia mendapat orgasmenya dari kata2nya.“Doooo… ttttaaaaannn… tttteeeeee… kkkeeeeeellllll… lllluuuuaaaarrrr…!” Racauanya sesaat dia menyemburakan sebuah cairan hangat dari dalam sekali cairan itu terasa pada batang penisku. Aku yang sedari tadi belum keluar memaksa tante selvi untuk bermain lagi dan kini dia yang berada pada posisi atas. Dengan sabar dan telaten dia mulai mengerakan tubuhnya naik turun naik turun. Enak sekali rasanya. Kedua tangganku yang dari td menganggur kini asyik memainkan kedua payudarahnya yg menari2 didadanya waktu itu.“Eeeehhhhhh… eeennnn… nnaaakkkk… ron?” Tanya tante selvi kepadaku.“Iiiiiyyyyaaaa tann enak bbbaaanggeeetttt” jawabku sambil merem terus mengoyangkan badannya naik turun terkadang disertai gerakan melingkar yang dilakukan pahanya. Aku merem melek kenikmatan merasakan gerakan yang dilakukan oleh tante selvi. Sesaat kemudian nampaknya aku tidak kuat membendung larva putihku yang mencoba mnerobos keluar dari batangku. Ternyata tante selvi juga merasakan hal yang sama.“Taaaannnnn.. tttee… mmmaaauuuuuu… kkeeeee… lllluuuuuaaarrrr… lllaaaaa… ggiiiiiii” katanya terpatah2“Taaa… hhhaaannnn… tttaaannnnn… alllddoooo juga mau keluar” ucapkuSegera kusambar bibirnya dan kali ini tante selvi membalas lumatanku dengan ganas, kami cukup lama melakukan lumatan itu tanpa terasa tante selvi memeluku dengan erat dan kembali dinding2 vaginanya berkedut2 lagi. Akhirnya aku sudah tidak mampu mengendalikan pertahananku dan akhirnya pertahanku jebol karena hentakan tubuh tante kami berdua mendapatkan puncak kenikmatan bersama2. Tubuhku terhempas kebelakang mungkin karena kelelahan tante selvi juga tetap berada diatas tubuhku dengan penisku masih tertancap pada vaginanya. Tidak lama berselang tante reni bangkit dan menuju kamar mandi dan aku mengikutinnya dari bermain lagi dikamar mandi dan sekarang bukan dengan paksaan tapi mau sama mau. Entah berapa kali kami main lagi hingga jarum jam dinding dikamar tante selvi menunjukan pukul 8 malam akupun segerea pamit pulang sembari memakai pakainku yang berserakan dikamar mamama dan papanya roni. Kasur yang biasa dipakai bercumbu papa dan mama roni kini jadi tempat aku dan tante selvi melakukan hubungan haram itu.“Tan aku pulang dulu iya, tubuhmu nikamat deh” pamitku kepada tante selvi sembari menciup bibir dan keningnya.“Iya do hati2 dijalan iya, makasih udah muasin tante dan maaf tante gk bisa nganterin sampek luar” ucap tante selvi membalas tetap tidur dikasurnya tanpa sehelai benang yang menutupinya tampaknya dia kecapekan tapi tampak raut wajah puas dimukanya. Aku segera keluar dari kamar tante selvi dan pergi meninggalkan rumahnya untuk pulang. Sejak kejadian itu aku sering melakukannya dengan tante selvi saat rumah sepi tapi saat ada roni atau ayahnya km juga pernah melakukannya sembunyi2.
50% found this document useful 2 votes25K views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes25K views5 pagesCerita Sex Dengan Tante SendiriJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Namaku Bejo, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku. Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Winnie datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Winnie berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Winnie kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Winnie adalah adik kandung Papa aku. Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Winnie. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik. Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme. Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku. “Bejo..!” panggil mama. “Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama. “Ada apa, Ma?” tanya aku. “Pijitin badan mama, Bejo. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap. “Iya, Ma…” jawab aku. Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku. “Emang kamu mau mijitan apa aja, Bejo?” tanya mama. “Seluruh badan mama,” jawab aku. “Ya sudah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu. “Ayo lanjutkan, Bejo!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata. “Mama tidak malu buka baju depan Bejo?” tanya aku. “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata. Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan memijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama. “Kok dilewat sih, Bejo?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya. “Mm.. Bejo takut mama marah…” jawab aku. “Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama. Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani. Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku. Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat. “Bejo, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah. “Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata rtp dominobet. “Bejo tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi. “Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut. “Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti. “Sini berbaring Bejo,” ujar mama lagi. “Tutup dulu pintu kamar,” kata mama. “Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama. Mama menatapku sambil membelai rambut aku. “Kenapa bernafsu dengan mama, Bejo,” tanya mama lembut. “Mama marahkah?” tanya aku. “Mama tidak marah, Bejo.. Jawablah jujur,” ujar mama. “Melihat tubuh mama, Bejo tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum. “Berarti anak mama sudah mulai dewasa,” kata mama. “Kamu benar-benar mau sayang?” tanya mama. “Maksud mama?” tanya aku. “Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana. Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas. “Buka pakaian kamu, Bejo,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana. Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri. “Kontol kamu besar, Bejo…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya. “Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya mama. Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa artinya. Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan. “Enak sayang?” tanya mama sambil menengadah menatapku. “Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan. “Sini sayang. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menarik tanganku. Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya. “Ayo, Bejo.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku. Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku. “Enak, Bejo?” tanya mama. “Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku. “Kenapa mama mau melakukan ini dengan Bejo?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca. “Karena mama sayang kamu, Bejo…” jawab mama. “Sangat sayang…” lanjutnya. “Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi. Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama. “Bejo juga sangat sayang mama…” ujarku. “Ohh.. Bejo.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras. “Mama mau keluar…” desah mama lagi. Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu.. “Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme. Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama.. “Ma, Bejo gak tahann…” ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama. “Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas rtp dominobet. “Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama mesra. Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama. “Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan. “Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama. “Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!” kata mama. Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Winnie masih nonton TV. Tante Winnie memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu. Tiba-tiba tante Winnie bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya tante Winnie. “Hayo, ngapain..?” tanya tante Winnie lagi sambil tersenyum. “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku. “Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi. “Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum. “Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Winnie sambil tersenyum. “Kayak suara yang lagi enak…” ujar tante Winnie lagi. “Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit. “Maaf dong, Bejo. Tante becanda kok…” ujar tante Winnie. “Kamu mau kemana?” tanya tante Winnie. “Mau tidur,” jawabku pendek. “Temenein tante dong, Bejo,” pinta tante. Aku kembali duduk dikursi di samping tante Winnie. “Ada apa sih tante?” tanyaku. “Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab tante Winnie. “Kamu sudah punya pacar, Bejo?” tanya tante Winnie. “Belum tante. Kenapa?” aku balik bertanya. “Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?” tanya tante lagi. “Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku. “Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Bejo?” tanya tante Winnie pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku. Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab. “Ni tante lagi horny kayaknya…” pikir aku. Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Winnie. Tante Winniepun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Winnie. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya. “Mmhh..” Suara tante Winnie mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Winniepun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang. “Bejo, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Winnie. “Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Winnie. Setiba di kamar, tante Winnie dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku. “Ayo Bejo, tante sudah gak tahan…” ujar tante Winnie sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur. Aku segera menindih tubuh telanjang tante Winnie. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Winnie sambil meremas buah dada yang satu lagi. “Ohh.. Mmhh.. Bejoy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Winnie sambil tangannya memegang kepala aku. Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Winnie segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Winnie bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Winnie terutama bagian kelentitnya. “Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Winnie sambil badannya mengejang menahan nikmat. Tak berapa lama tiba-tiba tante Winnie mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya. “Oh, Bejo.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Winnie. Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Winnie, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Winnie langsung “Isep dong kontol Bejo, tante…” pintaku. Tante Winnie mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Winnie dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Winnie langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama. “Udah tante, Bejo udah pengen setubuhi tante…” kataku. Tante Winnie melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya. “Ayo, Bejo.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Winnie. Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek tante Winnie. “Bejo kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami. “Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya. Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Winnie mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku. “Bejo, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya. Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya. “Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Winnie. “Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Winnie. “Terus setubuhi tante, Bejo.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi. Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku. “Bejo mau keluar, Tante…” kataku. “Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Winnie. “Cabut dulu…” ujar tante Winnie. “Sini tante isepin…” katanya lagi. Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Winnie lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Winnie banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Winnie. Tante Winnie dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Winnie. Aku segera berpakaian. Tante Winnie juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD. “Kamu hebat, Bejo.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Winnie. “Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku. “Kapan saja tante mau, Bejo pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya. “Terima kasih, sayang,” ujar tante Winnie. “Bejo kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku. “Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar. Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku rtp dominobet . “Bejo, semalam kamu ngapain di kamar tante Winnie sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku. Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Bejo. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya. “Iya, Ma.. Bejo suka tante Winnie,” jawabku. “Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama. “Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi. “Kenapa mama tidak marah,” tanya aku. “Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama. “Terima kasih ya, Ma…” kataku. “Bejo sayang mama,” kataku lagi. “Bejo, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama. “Bantu apa, Ma?” aku balik tanya. “Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku. “Bejo akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum. “Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk.. Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Winnie kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Winnie kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel. Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.
cerita sex dengan tante sendiri