cerita sex di desa

Jumat 20 Maret 2015. Cerita Dewasa Perawan Desa - Cerita ini berawal pada saat kami baru pindah mengisi rumah baru di kawasan Bogor Selatan, Pada saat itu kami baru mengisi rumah kurang-lebih satu bulan istriku mengeluh kesepian karena rumah sekitar kami masih banyak yang kosong dan harus mengurus dua anak lelaki kami yang memang sedang CeritaDewasa Memek Desa Lebih Nikmat. Cerita Dewasa Seks - Cerita ini berawal pada saat kami baru pindah mengisi rumah baru di Bogor. Pada saat itu kami baru mengisi rumah kurang lebih 1 bulan istri saya mengeluh kesepian karena rumah sekitar kami masih banyak yang kosong dan harus mengurus 2 anak lelaki kami yang memang sedang bandel-bandelnya. Sungguh. Tradisi yang Mengasyikkan. Kisah Sungguh.. Tradisi yang Mengasyikkan. šŸ‘‰ NOVELBASAH šŸ’¦ Aku dilahirkan di sebuah desa yang memiliki tradisi yang sangat unik terutama untuk urusan mendidik anak tentang sek. Desaku adalah sebuah desa yang agak terpencil. Untuk mencapai jalan aspal saja kami harus meretas semak belukar kurang lebih 30 Digenggamnya tanganku , lalu secara perlahan di bawa menuju selakangannya. Gundukan lembut begitu terasa empuk di tanganku. Sejenak aku bimbang dan reflek ku lepaskan tanganku. " jangan marr kamu masih bisa merenggutnya darimuaku sayang padamu , tapi tidak begini caranya. Š˜Š½ŃŃ‚Š°ŃŠ°Š¼ŠŗŠ°XXX videos, XNXX Movies Porn - xxxflare.com. movs/инстасамка-1. ngentot janda desa. Xnxx nigeria big boob apple bush farm village videos. kenthu sepupu istriku indonesia. www etio Modern Xxxn Aur Com. mƬnh đã khĆ“ng yĆŖu xin đừng tƬm nhau. Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada kisah Perkenalanku Dengan Teteh Waktu PKL di Hotel, kini ada Perjalananku Menginap Di Rumah Ibu Sekretaris Desa. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot. Cerita dewasa ini terjadi pada waktu KKN di suatu daerah terpencil di JaTeng Di suatu desa kecil yang belum terjangkau angkutan dari arah kota, bahkan untuk mencapai jalan raya yang dilalui mobil angkutan, harus berjalan kaki selama 2 jam, kukira warganya masih terbelakang dan kurang pergaulan. Maklum di salah satu dusun, yang dihuni sekitar 100 keluarga, hanya satu yang mempunyai TV dengan menggunakan aki. Tetapi kenyataannya lain. Inilah pengalamanku hidup ditengah-tengah penduduk tersebut, tentu saja pengalamanku di bidang kebetulan menginap di rumah Sekdes, yang ternyata seorang ibu muda berumur aku taksir kurang dari 40 tahun. Langsing, kulitnya mulus dan rupawan. Memang lain dibandingkan dengan penduduk kebanyakan di sekitarnya. Dan yang menjadikan aku sangat bernafsu adalah karena statusnya yang janda beranak suatu sore, menjelang malam, ketika baru datang dari kampus untuk konsultasi skripsi, kudapati rumah Mbak Yati begitulah panggilan Sekretaris Desa yang rumahnya kutempati itu tampaknya sepi. Badanku basah kuyup, karena kehujanan sepanjang perjalanan kaki dari jalan raya. Aku dorong pintunya dan ternyata tidak terkunci. Aku segera menuju ke kamarku, kulepas semua pakaianku dan kukeringkan dengan handuk. Tiba-tiba ada suatu langkah mendekati kamarku, kuintip dari balik korden, Mbak Yati mendekat ke kamarku. ā€œIni kesempatan,ā€ pikirku. Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Yati mendatangi kamarku. Tanpa kusengaja kemaluanku jadi bertambah besar. Tergantung kesana-kemari ketika tubuhku tergoncang karena gosokan yang keras di saja Mbak Yati menyingkapkan korden, namun aku pura-pura tidak melihatnya, walaupun dari pori-pori handuk aku melihat Mbak Yati dengan raut wajahnya agak terkejut, tetapi dia diam saja. Bahkan sepertinya dengan seksama memperhatikan alat vitalku yang makin lama makin besar oleh tatapan Mbak Yati. Aku pura-pura terkejut ketika kulepas handukku dari kepalaku. ā€œOh, Mbak Yati, kirain siapa,ā€ Aku sengaja membiarkan kemaluanku tidak kututupi, ada perasaan bangga mempertontonkan kemaluanku disaat sedang gagah-gagahnya.ā€œDik Windu, datang kok nggak bilang-bilang,ā€ bicaranya cukup tenang, seakan-akan tidak melihatku aneh. ā€œIya Mbak, baru datang terus kehujanan.ā€ ā€œAduh, nanti masuk angin, aku ambilkan minyak angin ya.ā€ ā€œNggak usah Mbak, takut panas.ā€ ā€œLha iya biar anget gitu lho.ā€ ā€œMaksud saya, takut panas kalau kena ini, lho Mbak.ā€ ā€œAh Dik Windu bisa aja, mikiran apa sih kok ngacung-ngacung kayak gitu,ā€ kali ini Mbak Yati mau melihat terpedoku, aku bahagia sekali. ā€œIh, gede banget sih Dik.ā€ ā€œPernah aku ukur 17 cm kok Mbak,ā€ Aku berjalan mendekatinya. ā€œDik Windu bisa aja, pake diukur-ukur segala,ā€ kupegang pundaknya, dan dia diam saja. ā€œKok sepi Mbak, kemana anak-anak lain.ā€ ā€œAnu.. khan, lagi bertemu Bapak Bupati,ā€ tampaknya ia agak gugup dan seperti mau melangkah ke belakang. Tetapi kutahan dia, bahkan ketika kucium pipinya ia diam saja. Kulanjutkan dengan bibirnya, ia juga diam saja. Bahkan memberikan sambutan yang Mbak Yati yang aktif menciumi tubuhku dengan gemasnya, aku diam saja, dan kulucuti pakaiannya. Ketika kubuka BH-nya, aku tertegun, payudaranya masih kencang dan mulus, ukurannya sedang. Perutnya ramping, cembung di bawah, sedikit di atas jembutnya. Mbak Yati terus menyerangku dengan kecupan-kecupan yang membuatku kelabakan dan jatuh ke tempat tidur karena terdorong oleh kuatnya desakan Mbak Yati yang sudah telanjang bulat itu. Aku hanya bisa memegang payudaranya sambil memijat, mengelus dan memelintir Yati terus mengecup setiap inci dari tubuhku, dadaku, lenganku, perutku dan pahaku. Kejantananku yang sudah sangat keras dipegangnya terus seakan sudah menjadi hak miliknya saja. Dikecupnya ujung kemaluanku, aku mengelinjang kegelian. Namun Mbak Yati tidak meneruskan. Sambil tersenyum manis ia berkata, setengah berbisik, ā€œNanti saja..ā€ Sambil memeluk dan menciumku dengan hangat dan membalikkan posisinya sehingga aku berada di atasnya. Kini posisiku lebih leluasa, aku bisa pandangi kemolekan tubuh Mbak Yati, setiap senti dari permukaan tubuh itu kuciumi dengan penuh nafsu. Nafas Mbak Yati makin memburu, lama kutempelkan pipiku pada perutnya. Perasaan senang luar biasa menyelimutiku. Sambil tanganku terus meremas-remas payudaranya. Kuturunkan kepalaku ke bawah, kuciumi paha sebelah dalam Mbak Yati, hingga sampailah ke jaringan lunak yang berada di tengah selangkangannya. Kujilati benda itu, hingga Mbak Yati menjerit kecil sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, seakan-akan menginginkan aku menjilatinya. Liang kewanitaan Mbak Yati sudah sangat basah, aku terus menjilati daging kecil yang ada di bagian atas kemaluannya, yang menurutnya bernama ā€œitilā€ ya mungkin bahasa kerennya ya ā€œklitorisā€ jenuh aku menjilati liang kewanitaannya, aku bersiap-siap mengarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, Dengan cekatan ia bimbing batang kejantananku hingga di depan gerbang kewanitaannya. Dengan sekali sentak masuklah kepala burungku. Tampak masih lumayan seret, sehingga tidak semuanya langsung bisa menghujam ke dalam liang kewanitaannya. Setelah beberapa kali maju mundur barulah semuanya tenggelam hingga kurasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding kewanitaannya yang paling dalam. Mbak Yati melenguh, menjerit dan makin memelukku dengan kuat. ā€œTerus Dik.. terus Dik.. Tahan Dik, aku.. mau.. keluar, Ohh..ā€ Dia memelukku dengan kuat sambil meluruskan kakinya, hingga batang kejantananku terasa terjepit. Dengan nikmatnya. Hingga akupun tidak tahan lagi membendung air maniku bertahan. Aku segera mencabut kejantananku dan kukocok-kocok hingga muncratlah air maniku di atas detik kemudian heninglah suasana di kamar itu. Tampaknya hari sudah mulai malam, hujan terus turun dengan derasnya. Namun nafas Mbak Yati yang memburu dan tubuhnya terbaring dengan lunglai. Aku terlentang di sampingnya. Dia segera tertidur dengan kepala di atas perutku, menghadap ke kemaluanku. Akupun tampaknya terlena juga. Pada waktu Mbak Yati membangunkanku, untuk makan malam. Aku memakai piyamaku dan menuju ke ruang makan, Mbak Yati mengenakan daster yang tipis. Ketika kurogoh dari bawah dasternya, ternyata ia tidak memakai celana dalam. Mbak Yati mengelak dengan genit meskipun sempat tersentuh percakapan selama makan malam, baru kutahu bahwa dia mempunyai anak perempuan yang sedang sekolah di Sekolah Pekerja Sosial di Semarang. Setiap minggu ia pulang ke rumah. Nani, anak Mbak Yati, memang manis dan supel. Pada suatu hari minggu ia memang datang dan aku sempat ngobrol dengan Nani. Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima kunjungan anggota DPRD. Saking akrabnya aku ngobrol dengan Nani, hingga tidak canggung-canggung lagi ia masuk keluar kamarku maupun sebaliknya. Bahkan ketika Nani memintaku untuk membuat salah satu tugas teks pidato, aku tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamarnya. Secara tidak sengaja aku menemukan amplop kecil di atas meja belajarnya. Ketika kubuka ternyata gambarnya adalah gambar porno kategori XX. Nani cuek saja ketika kuamati gambar-gambar tersebut. Tidak terasa bagian bawahku mulai Nani membungkukkan badan di depanku, sambil ikut melihat gambar-gambar porno tersebut. ā€œNani, nggak pakai BH lho..ā€ Aku kaget bukan kepalang, mendengar suara manja itu, dan kulihat wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku. Dan yang lebih dahsyat lagi adalah, dengan posisi menduduk itu maka payudaranya yang bebas tidak terbungkus BH itu tergantung segera meraihnya, sambil kucium bibirnya. Sebagai tindakan naluri dan refleks priaku saja. Nani membalasnya dengan tidak mau kalah lahapnya. Kubuka T-shirtnya, dan kuciumi putingnya yang kecil tetapi panjang, seperti puting ibunya. Dan kulepas semua pakaiannya, terakhir adalah celana dalamnya. Kuraih kemaluannya, jembutnya masih jarang, sehingga belahan liang kewanitaannya yang berwarna merah jambu dapat terlihat dengan jelas. Ia susupkan tangannya ke dalam celana pendekku. Begitu menemukan batang pelerku yang sudah sangat tegang ia lemas dan menarikku ke tempat melepaskan pakaianku, hingga telanjang bulat. Aku baringkan di tempat tidurku, dengan posisi telentang, memberikan kesempatan bagi Nani untuk menikmati bagian tubuhku yang sangat kubanggakan itu. Benar saja, ia dengan sigap meraih kemaluanku dan mengulumnya, meskipun masih sangat tidak profesional, tetapi kuhargai juga keberaniannya. Barangkali ia hanya ingin mempraktekkan apa yang pernah ia lihat pada foto porno. ā€œJangan kena kena gigi,ā€ seruku ketika giginya menggesek ujung kemaluanku, yang membuatku nyengir. ā€œEh sorry, Mas..ā€ Lalu ia jilati seluruh permukaan batang kejantananku, hingga kedua pelerku tidak luput dari serangan ini. Aku hanya meringis tidak ada lagi variasi darinya memperlakukan kemaluanku, kubimbing dia untuk terlentang. Ia menurut ketika kubuka pelan-pelan pahanya, kini dengan jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya itu. Ketika kusibakkan, kulihat warna merah menantang, sedangkan lendirnya sudah banyak mengalir ke sprei batiknya. Posisiku sudah siap untuk menyetubuhinya. Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang kewanitaannya.ā€œNan, masih perawan nggak, aku masukin ya?ā€ pintaku. Nani tidak menjawab namun dengan kuat ia menarik bokongku, hingga amblaslah batang kejantananku memasuki wilayah terlarangnya. Memang baru separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nani meringis sambil memejamkan matanya. ā€œKenapa Nan, Mas cabut ya..ā€ ā€œJangan,ā€ bisik Nani sambil menjepit punggungku dengan kedua kakinya. Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, karena sempitnya liang kewanitaannya. Membuat Nani mengeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan hingga sebuah jeritan panjang. Namun segera kuciumi mulutnya agar jeritan itu tidak terdengar Nani lama sekali, seperti orang kesurupan, kepalanya kupegangi kuat-kuat agar mulutnya tidak lepas dari ciumanku. Sehingga suara jeritan itu tertelan sendiri. Badannya kejang, pelukannya kencang sekali. Akhirnya tumpahlah kenikmatan Nani. Aku sangat gembira bisa memuaskannya. Biarpun maniku belum keluar, aku puas sekali. Nani tertidur, aku segera berpakaian, dan dengan berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Yati. Di depan kamar Mbak Yati kudengar suara, saat kusingkap dan aku terkejut ternyatan ada Mbak Yati. Aku ketakutan dan hampir tidak bisa bicara. Dengan suara seadanya aku mendesis, ā€œOh, Mbak kok sudah pulang.ā€ Tidak kusangka Mbak Yati tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku. ā€œJangan buat anakku hamil, ya.ā€ ā€œJadi, Mbak tahu kalau akau habis begituan sama Nani?ā€ ā€œHe eh, anak sekarang memang lain dengan jaman saya dulu, baru kenal sudah tidur bareng.ā€ Aku hampir tidak percaya ini, kemaluanku masih belum lemas, karena memang belum keluar. Mbak Yati tahu itu. Ia lepaskan celanaku dan segera dihisap-hisapnya kejantananku dengan lihainya hingga keluarlah maniku ke dalam mulutnya. Mbak Yati tersedak, dan segera menuju dapur meminum air kendi. Aku hanya bengong saja. Lama tidak bergerak dari tempatku berdiri. Kemaluanku tergantung dengan santainya. Perjalananku Menginap Di Rumah Ibu Sekretaris Desa by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo. Jalan mulai sepi. Sudah jarang orang yang berlalu lalang. Lampu penerang jalan tidak nyala. Sedangkan malam menginginkan cahaya, menggantikan rembulan yang enggan menampakkan wajahnya. Semestinya mereka beradu, seperti malam-malam sebelumnya. Tapi awan menyembunyikan rembulan. Malam hanya bisa diam. Beberapa toko masih ditemani sinar lampu neon. Memancarkan barang dagangannya yang melambai-lambai menciptakan nuansa ramai. Percuma, tidak ada yang mendengar. Toko tetap sepi. Tapi para karyawan masih setia menanti pembeli yang kedatangannya belum pasti. Mereka berdiri dengan kehampaan. Bosan. Mereka pun duduk. Lalu berdiri lagi. Mondar-mandir. Hingga akhirnya, tepat pukul sepuluh malam, mereka memutuskan untuk tutup toko. Lampu-lampu toko telah padam. Melengkapi kesepian malam. Kota ini seperti mati. Ah, malam resah. Malam tidak ingin mati kecuali matahari saja yang boleh membunuhnya. Malam pun mencari teman. Perempatan kemuning dekat alun-alun kota. Di emperan toko, pojok sebelah barat jalan, malam menemukan tempat beradu. Ada cahaya kehidupan. Bukan kehidupan malam yang dipenuhi gairah haram, melainkan malam yang akan memberikan pelajaran tentang makna kehidupan. Seorang perempuan tua duduk bersimpuh. Rambutnya yang memutih terikat rapi. Kebaya yang dikenakannya terlihat sedikit lusuh. Tapi jaritnya, warna coklat tua bermotif batik, cukup bersih. Di depannya ada nyala redup lampu minyak tanah, tungku kecil, kipas bambu berbentuk persegi dan beberapa jagung muda yang sudah dikupas. Perempuan tua itu bernama Mbok Simah. Baru kemarin, Mbok Simah menjalani pekerjaannya, menjual jagung bakar. Bagi Mbok Simah, pekerjaan ini adalah pilihan terbaik daripada berdiam diri sebagai orang yang terbuang di panti jompo. Bahkan Mbok Simah harus melakukan perang gerilya melawan penjaga gerbang agar bisa keluar dari tempat pembuangan. Bagi Mbok Simah, panti jompo adalah tempat penyiksaan batin. Karena Aji, anak kandung Mbok Simah sendiri yang mengirimnya ke sana. ā€œMbok lebih baik tinggal di panti jompo. Di sana lebih terurus. Saya kan sudah berumah tangga Mbok, mana sempat kalau terlalu sering bolak-balik dari kota ke sini hanya untuk menemui Mbok,ā€ keluh Aji. Mbok Simah menatap anak sulungnya dengan kecewa. Tapi Mbok Simah menyunggingkan senyum. ā€œMbok kangen sama kamu Le. Mbok juga ingin bertanya tentang kabar. Kabar kamu, kabar istrimu dan kabar keberadaan adikmu, Sutri.ā€ Aji mendongakkan kepalanya. Keadaannya sekarang jauh lebih baik. Aji tidak lagi seperti dulu. Istrinya, Sinta, anak konglomerat dari keturunan orang ningrat, menyelamatkan dirinya dari badai melarat. Entah apa yang membuat Sinta terbius, padahal Aji hanya mengenal bangku SMP. Mungkin karena Aji berparas tampan. Sampai-sampai Sinta nekat mengiris pergelangan tangannya untuk mengancam kedua orang tuanya agar memberikan restu yang telah berlanjut di pelaminan. Sedang Aji sendiri tidak pernah membiarkan Sinta mengetahui keadaan mboknya. Aji takut Sinta akan meninggalkannya, takut kekayaan Sinta akan membawanya kembali ke bawah. Juga tentang kelahiran Pratama Diningrat setahun yang lalu. Alangkah bahagia hati Mbok Simah jika mengetahui ada jabang bayi laki-laki yang memanggilnya nenek. Sebuah kisah klasik Malin Kundang telah berjaya dengan berbagai versi. ā€œKabar saya dan Sinta baik-baik saja Mbok,ā€ kata Aji. ā€œLalu keberadaan Sutri? Mbok takut kalau terjadi apa-apa dengan adikmu.ā€ Aji tidak menjawab. Dia tidak mempunyai jawaban rekayasa lagi yang sering diucapkannya. Sudah seminggu Sutri minggat. Sejak itulah Mbok Simah terus-terusan menghubungi Aji untuk mencari Sutri ke kota. Bagaimana bisa menemukan Sutri, Aji tidak pernah mencari adiknya. ā€œKenapa kamu diam Le?ā€ ā€œSudahlah,ā€ bentak Aji. ā€œMbok ini merepotkan saja. Sekarang Mbok boleh berkemas. Bukankah Mbok ingin pergi ke kota? Besok pagi saya akan menjemput Mbok dan mengantar Mbok ke panti jompo.ā€ Mbok Simah menghela nafas. Dielus-eluskan tangannya ke dada. Ingatan itu terasa menyesakkan. Mbok Simah tidak mungkin bisa melupakan kedua anaknya begitu saja, meskipun Aji dan Sutri telah meninggalkannya. Perasaan Mbok Simah sakit. Hatinya menjerit. Anak adalah harta bagi setiap orang tua. Pikiran mbok simah merembet pada suaminya yang sudah meninggal semenjak kelahiran Sutri. Kini, gadis bungsu itu berusia dua puluh tahun. Naluri seorang ibu, membawa Mbok Simah lebih memilih jualan di emperan toko dekat alun-alun kota ini ketika menjelang malam. Mbok Simah masih menangkap jelas ucapan Sutri sebelum dia minggat. Malam tetap beradu. Diam. Malam menyibak kisah Mbok Simah. Suara deru sepeda motor berhenti di samping Mbok Simah. Sosok laki-laki muda berjaket hitam itu melepas helmetnya. Dia turun dari motornya dan berjalan mendekati mbok Simah. ā€œMbok jagung bakar satu ya?ā€ ucap pemuda itu. Kedua tangannya saling digosokkan. Mbok Simah memilah-milah jagung yang kiranya paling muda dan diletakkan di atas tungku kecil. Tangan Mbok Simah mengayun-ayunkan kipas bambu. Hembusan udara membangunkan api untuk segera melahap jagung dengan kobarannya. ā€œPulang kerja Nak?ā€ tanya Mbok Simah. ā€œIya Mbok.ā€ Mbok Simah menatap wajah pemuda itu. ā€œTidak perlu mengernyitkan kening untuk menghadapi sebuah masalah. Nanti cepat tua seperti Mbok.ā€ Pemuda itu tersenyum. ā€œTiga hari lagi saya akan menikah Mbok.ā€ ā€œMbok senang mendengarnya. Tapi kenapa kamu malah resah?ā€ ā€œBetapa bahagianya jika ibu saya bisa melihat anaknya bersanding di pelaminan,ā€ pemuda itu menarik nafas. ā€œIbu saya sudah meninggal.ā€ Mbok Simah trenyuh. Hatinya meluluh. Terharu. Dipandanginya lagi raut wajah pemuda itu. Terbesit dalam ingatan Mbok Simah tentang Aji dan istrinya, Sinta. Mbok Simah belum tahu wajah menantunya sendiri. Aji tidak pernah mengenalkan Sinta pada mboknya. Mbok Simah bertanya-tanya, apa dirinya terlalu hina karena terlahir sebagai orang melarat? ā€œMbok tidak perlu datang ke pernikahan saya. Acaranya hanya dihadiri orang-orang konglomerat. Saya tidak ingin mereka tahu kalau saya berasal dari keluarga melarat. Apa Mbok ingin saya dihina banyak orang?ā€ teriak Aji pada mboknya. Saat itu Mbok Simah baru saja membeli pakaian, setelan kebaya dan jarit baru khusus dibelinya untuk menghadiri acara pernikahan anaknya dari pasar Melarat. Kekecewaan menampar Mbok Simah. Air mata Mbok Simah menetes perlahan. Pemuda tadi salah tingkah. Takut kalau ada ucapan yang menyinggung perasaan si Mbok. ā€œMaaf Mbok, kenapa Mbok menangis?ā€ Mbok Simah menggeleng. Buru-buru dihapus air mata yang sudah membasahi kedua pipinya. ā€œNdak apa-apa. Mbok hanya teringat dengan anak-anak Mbok.ā€ ā€œKenapa dengan anak-anak Mbok?ā€ ā€œMbok punya tiga anak,ā€ mbok Simah mulai bercerita. ā€œYang pertama laki-laki, dia sudah menikah dengan gadis kota. Yang kedua juga laki-laki, tapi meninggal saat dilahirkan. Yang terakhir perempuan, mungkin seumuran dengan kamu, Nak. Mbok sangat merindukan mereka semua.ā€ ā€œApa Mbok sudah lama tidak bertemu dengan mereka?ā€ Mbok Simah sengaja tidak menjawab. Tangannya masih mengayun menebarkan aroma kehangatan malam. Kali ini pikirannya mengarah pada sosok gadis, anak bungsunya, yang keberadaannya entah di mana. Setelah kabur dari panti jompo, sepanjang hari Mbok Simah mencari Sutri ke setiap toko dekat alun-alun kota. Malam harinya Mbok Simah sengaja jualan di emperan toko berharap salah satu karyawan yang bekerja di toko-toko itu adalah Sutri. ā€œSutri ingin pergi ke Malaysia Mbok. Seperti Sari, Nipah dan Sri. Mereka sukses Mbok,ā€ rengek Sutri. ā€œKamu kira pergi ke Malaysia itu tidak butuh uang? Bisa makan saja sudah alhamdullilah, Nduk.ā€ ā€œJustru itu Mbok,ā€ Sutri berjalan mendekati mboknya yang sibuk di dapur. ā€œSutri akan ikut Paklik Kardi ke kota. Kata orang-orang, di dekat alun-alun kota banyak di bangun rumah toko dan membutuhkan banyak karyawan. Suti akan bekerja di sana.ā€ ā€œNdak usah neko-neko, Nduk. Kamu itu perempuan, ndak baik pergi jauh-jauh meninggalkan rumah. Di sini kamu kan sudah dapat kerja. Menjahit baju di rumah Mbak Karyati, apa itu bukan pekerjaan?ā€ ā€œKapan kehidupan ini akan berubah kalau kita hanya menjalani nasib saja.ā€ Tanpa sepengetahuan mbok Simah, menjelang subuh, Paklik Kardi menjemput Sutri. Sutri sudah siap. Pakaiannya rapi dan tangannya menjinjing tas besar. Sutri minggat. ā€œMbok,ā€ gugah pemuda itu. Sekejab, Mbok Simah sudah kembali dari lamunan panjang. Jagung itu dibolak-balik sebentar. Begitu jagungnya matang, Mbok Simah langsung menyodorkannya pada pemuda itu. ā€œSiapa namamu Nak?ā€ ā€œArif,ā€ jawabnya seraya melahap jagung yang ditunggunya dari tadi. Sesekali meniup-niup jagung sekedar mengurangi panasnya. ā€œKalau Mbok namanya siapa?ā€ ā€œPanggil saja Mbok Simah.ā€ Pemuda itu mengangguk-angguk. ā€œMbok tinggal dimana?ā€ ā€œDimana-mana bisa.ā€ Mata pemuda itu mengisyaratkan tanda tanya. ā€œJangan mengira kalau Mbok ndak punya rumah. Mbok punya rumah tapi di desa.ā€ ā€œDesa mana?ā€ ā€œDesa melarat.ā€ ā€œCalon istri saya juga dari desa, tapi saya belum tahu desa apa. Besok pagi kami akan ke sana, menjemput calon mertua saya,ā€ senyum pemuda itu malu-malu. ā€œMbok tidak sekalian bareng saya ke desa?ā€ ā€œMbok belum ingin pulang. Mbok doakan, semoga kamu bahagia.ā€ ā€œSuwun Mbok.ā€ Tatapan mata pemuda itu jernih. Menyinarkan ketulusan dan rasa hormat. Didepannya ada secercah cahaya masa depan yang akan membawanya ke dalam kebahagiaan. Sedang Mbok Simah hanya tersenyum sendiri menyelami keragaman hidup yang dirasa semakin menggerogotinya. Setelah menghabiskan jagungnya, pemuda itu mengambil pena dan sebuah kertas dalam kemasan apik. Ditulisnya nama Mbok Simah pada kotak kecil yang telah tertera. ā€œUndangan ini untuk Mbok.ā€ Mbok Simah terlihat linglung. Dia tidak segera mengambil undangannya. ā€œUndangan apa ini, Nak?ā€ ā€œIni undangan pernikahan saya. Saya harap Mbok sudi datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai pengganti ibu saya. Saya merasa ada suatu ikatan antara saya dengan Mbok. Air mata Mbok Simah menetes seketika. Bibirnya gemetar, tidak kuat menahan rasa haru. Diambilnya undangan itu. Kedua tangan Mbok Simah memegangnya erat. ā€œKenapa bukan anak kandungku sendiri yang bisa melegakan hati ini,ā€ jerit Mbok Simah dalam hati. ā€œDatang ya Mbok. Rumah saya tidak jauh dari sini. Di undangan itu ada alamat saya.ā€ Mbok Simah mengangguk-angguk sambil terisak. Pemuda itu beranjak. Dia mengambil selembar uang dan diselipkan ke tangan Mbok Simah. ā€œJangan Nak,ā€ tolak mbok Simah. ā€œJagung itu buat Nak Arif, ndak usah bayar.ā€ Pemuda itu tidak memedulikan teriakan mbok Simah. Dia segera menyalakan motornya dan menghilang dalam gelap jalan. Mbok Simah tidak sempat melakukan apa-apa, termasuk mengembalikan selembar uang lima puluh ribuan. ā€œMaaf Nak,ā€ ucap mbok Simah lirih. ā€œMbok ndak bisa datang.ā€ Mbok Simah membolak-balik undangannya. Tangan kanannya memegang erat, seperti membawa benda pecah belah yang tidak boleh jatuh. Mbok Simah kembali duduk dan memandangi undangan itu. Mbok Simah mencoba mengeja huruf-huruf yang tertata rapi. Sia-sia saja, Mbok Simah buta huruf. Seandainya Mbok Simah tahu, huruf-huruf itu membentuk serangkaian kata kunci jawaban tentang keberadaan anak bungsunya. Telah menikah. Dua mempelai, Arif Budi Setiawan dan Sutri Melarat. * Cerita Sex Dewasa – setelah sebelumnya ada cerita ngentot Mbak Yani Seorang Janda Montok Menggairahkan, kini ada Cerita Ngentot Bu Resti Gadis Desa Binal. selamat membaca. Kisah ini merupakan pengalaman pertamaku bermain cinta dengan wanita selain istri, peritstiwa itu sendiri terjadi kira-kira 3 bulan yang lalu disuatu daerah di Jawa Tengah, diawali dari adanya tugas kantor yang mengharuskan aku untuk melakukan suatu training untuk beberapa cabang di daerah. Saat itu menginap di hotel kota S dan kadang tidur dikantor/unit yang ada di desa. Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di desa A, yaitu paginya hari Sabtu yang ternyata merupakan hari pasaran untuk desa A sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar…begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja menabrak seorang ibu ibu yang sedang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya….. Karena merasa bersalah maka saya memaksa untuk mengganti gelas tersebut, nama ibu itu sebut saja Ibu Resti dengan usia kira-kira 41 tahun dan setelah menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kiri, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah. Jam 4 sore setelah mandi, langsung berangkat ke rumah Ibu Resti dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang lali-laki yang berusia kira2 50 Th yaitu bapak Najib yang ternyata suami Ibu Resti setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab. Setelah dipanggil keluarlah ibu Resti membawa minuman dan kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 41 tahun, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan montok sekali. Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, stelah makan Pak Najib pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan pengairan sawah, dan saya dipersilakan untuk berbincang dengan ibu. Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang camping, anak kedua yang SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga. Sepanjang obrolan mata tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Resti, dan akhirnya ibu Resti bertanya, ā€œDik Amar matanya ngeliat apasih?ā€ sambil malu saya berkata jujur bahwa saya kagum akan kecantikannya. ā€œOrang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti bayak yang cantik?ā€ kata bu Resti. ā€œIya sih bu…tapi ibu lain, karena walau udah punya anak tiga tapi badan masih bagus, khususnya…….?ā€ Saya berhenti berkomentar. ā€œKhususnya apa dik?ā€ desaknya. ā€œMaaf bu…itu tetek ibu besar dan masih kencang?ā€ Ibu Resti terlihat malu sambil berusaha menutup dengan tangannya…..dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno. ā€œOh ya dik Amar punya anak berapa dan istri usia berapa?ā€ tanya bu Resti. ā€œSatu usia 2 tahun, dan istri usia 27 tahun saya sendiri 29 tahun?ā€ jawab saya. ā€œWah sedang panas-panasnya dong?ā€ lanjutnya. ā€œPanas apanya bu?ā€ saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih hot, karena saya merasa horny dan bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya. ā€œAh dik Amar berlagak nggak tau…..?ā€ kata bu Resti sambil tersipu. ā€œIbu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot?ā€ pancing saya terus. Tapi ibu Resti malah kelihatan sedih….sehingga saya bertanya, ā€œkok jadi kelihatan sedih bu?ā€. Akhirnya bu Resti cerita bahwa kebutuhan bathinnya sejak dua tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal. ā€œMaaf bu…..padahal menurut saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua?ā€ ā€œYah memang begitu dik…..tapi harus ibu tahan?ā€ ā€œGimana caranya?ā€ lanjut saya ā€œYa dengan mencari kesibukan di ladang…..sehingga malamnya capek terus tertidur?ā€ Lanjutnya. ā€œWah kalo saya bisa pusing….karena saat ini baru pisah 4 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ????ā€ kata saya sambil bergeser duduk mendekat. ā€œDik Amar sih gampang, kan di hotel pasti juga nyediain?ā€ katanya. ā€œDik Amar kok gak dengerin sih….ā€ kata bu Resti sambil menepuk paha saya. Tangan bu Resti saya pegang…sambil berkata, ā€œabis ada pemandangan yang lebih bagusā€, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya. ā€œAh nakal dik Amar ini?ā€ kata bu Resti. Akan tetapi tangannya tatap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih. Terus tangan saya beralih kepahanya…. ā€œjangan dik?ā€ kata bu Resti tanpa berusaha menolak. Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Resti mundurkan kepalanya berusaha menolak… tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Resti memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan…dan lama kelamaan ibu Resti memberikan respon dengan membalas ciuman saya. Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya..sambil sedikit meremas…. ā€œah..ah jangan dikā€ tapi tangan bu Resti malah menekankan tangan saya ke teteknya. Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Resti semakin mendesah? ā€œahH…uuhhhh…ah terus dik, enak?ā€ kata bu Resti. Saya semakin bernafsu…sehingga kancing baju bu Resti langsung saya lepas? ā€œjangan dik…ntar keterusan?ā€ kata bu Resti. ā€œOh bu…saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah? kita sama-sama butuhkan bu?ā€ kata saya. Akhirnya bu Resti menyerah..membiarkan mulut saya menyedot putting susunya yang semakin menegang…… ā€œahh…ahhh….ahhhh dik nikmat dik, terus dik?ā€ desahnya. Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri….. ā€œaaahhhhh…uuuhhh…..aaaahhhhh dik udah dik? ibu nggak tahanā€. Tapi tangan bu Resti malah mengandeng tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan…..tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutp cd, dan terasa jembutnya keluar dari samping cdnya. Tangan saya terus menggosok-gosok memek bu Resti…….. ā€œahh…ahhhh…ahhhh dik terus dik terus…enak banget?ā€ desahnya dengan logat jawa yang kental. Akhir dengan seijin bu Resti…..cd itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Resti yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut…sambil berusaha menemukan itilnya, tersedengar ibu Resti semakin mendesah tidak karuan….. ā€œdik ahhhh enaaaaak dik…enaaaaaakkkkk bangetā€. Dan ciuman saya terus bergerak turun…..akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat saya semakin bernafsu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut. ā€œahhh berhenti dik…jangannnnn?ā€ kata bu Resti setelah tahu saya telah menjilat memeknya…… saya berhenti dan bertanya, ā€œkenapa harus berhenti bu?ā€. ā€œJangan dijilat dik memek ibu….jijik dan jorokā€ kata bu Resti. ā€œEmang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu?ā€ kata saya. ā€œNdak…?ā€ kata bu Resti. ā€œWah rugi bu?ā€ kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memek. ā€œRugi kenapa dik?ā€ tanya bu Resti. ā€œRasanya nggak kalah sama ngnentotin memek ibu….dan juga bikin tambah nafsuā€ kata saya sambil langsung menjilat memek bu Resti….. Setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lender kenikmatan…….lidah terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan…. ā€œahhh…ahhhhhh dik…….uhhhhh….ahhhhh…nikmat banget dik? terus dik…terus..jilatin memek ibu….ya disitu dik…terus ….terus…..ā€ Saat itil bu Resti aku jilatin dan aku sedot……. ā€œahhhhh…ahhhhhh….uhhhh…..uuuuuhhhhh dik Irfaaannnnnn ibu mau keluar…ahhhhhhhhh dikkkkkkkkkkk ibu keluar….ā€ kepala saya langsung ditekan kememek bu Resti dengan keras…..dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Resti. Ibu Resti memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya…….sambil berkata, ā€œbenar dik Amar ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget…..ā€ Tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju…….sedangkan cd bu Resti langsung diumpetin kekolong kursi,….ternyata anak bu Resti yang kedua pulang dari tempat belajarnya. Setelah anaknya masuk…..langsung bu Resti ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ? ā€œIbu belum puas ya…?ā€ Goda saya. Ibu tersipu sambil berkata……. ā€iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini……..apalagi memek ibu pengin disodok pakai kontol dik Amar biar sama-sama bisa puas…kan dik Amar belum keluar?ā€ kata bu Resti. ā€œIya sih bu….nanggung rasanya kontolku ini? tapi udahlah bu…karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu…..ā€ sambil tangan saya meremas buah dadanya. ā€œAhhhh..dik Amar, tapi rasanya tidak adil kalo Cuma ibu yang mendapat kepuasan…..kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik?ā€ kata bu Resti. ā€œBoleh…boleh bu? tapi benar ya bu….iya besok jam 10 pagiā€ kata bu Resti sambil tersenyum. Jam 10 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata bu Resti menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium….. ā€œah dik Amar kok gak sabaran sih?ā€ kata bu Resti. Saya nggak peduli…langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Resti, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Resti ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut? ā€œaaahhhhhhhh dik……..dilepas dong bajunyaā€ kata bu Resti sambil tanggannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami sama-sama telanjang. Kembali saya cium bibir bu Resti…terus turun kesemua lekuk tubuhnya.. ā€œahhhhh….uhhhhh…hisap tetek ibu ……hisap?ā€ mulutku langsung pindah ke susu bu Resti….sambil tangan menggesek-gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, ā€œahhhhh…..uhhhhhh…..dik……nikmat ……dik…..ib….uuu sudah lama nggak merasakan ngentot…terus…..teruuuuuusssss dik?ā€. Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang…..langsung saya jilat….dan saya sedot itil bu Resti, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Resti pun tanpa diminta langsung menngemut kontol saya….. ā€œuhhhhh nikmat sekali buuuuu?ā€ kontol saya terus diemut keluar masuk mulut bu Resti sambil dipijat….. ā€œuhhhhh….ahhhhhhh….enak sekali buuuuuā€, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Resti……sambil tangan saya sedikit menusuk-nusuk anusnya. ā€œaduhhhhhh dik….apalagi ini……enaaaaaak banget dik….. ahhhhhhhh……. ahhhhhhhhhhā€, tiba2 ibu Resti mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis. Aku biarkan bu Resti istirahat sejenak…sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang……setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Resti dengan ciuman sehingga ibu Resti kembali memberikan reaksi yang lebih panas…….. ā€œahhhhhh….uuuhhhhhhh….dik, ayo dik ngentotin memek ibu…..ibu sudah kangen dientot…..ahhhhhhhhhā€, sayapun memutar tubuh bu Resti untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Resti yang menantang, dengan perlahan kumasukkan batang kontolku secara perlahan…karena terdengar ibu Resti menjerit seraya berkata ā€œperlahan dik….. memek ibu sudah lama gak dientotā€¦ā€¦ā€ perlahan aku masuk dan keluarkan kontol….hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Resti ……dan reaksi bu Resti sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar…kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya….. ā€œahhhhhh….uuuuuuuhhhhhhhh…buuuuu…ueenna aaak sekali memek ibu?ā€ Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi 31, 3 kali tusukan setangah kontol dan sekali tussukan kontol hingga amblas ke memek bu Resti…… 10 menit kemudian desahan bu Resti semakin keras….. ā€œahhhhhhh dik…memek ibu enak banget…..uhhhhhh kontol adik enaakk banget……uhhhh.. ā€œTerus dik…memek ibu udah nggak kuat…….dik…..dik …dik Amar……ibu kekkeeluaaaarrrrrr…..ahhhhhhhhhhā€, desahan bu Resti semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan. Setelah istirahat sejenak…bu Resti langsung mengurut kontol dan mengemutnya dengan lincah sekali. ā€œahhhhh bu……uuuhhhhhh nikmat sekali bu?ā€ desah saya. kemudian bu Resti berhenti sambil berkata ā€œdik Amar sesuai janji ibu semalem….maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi dik Amar?ā€. Ibu Resti langsung mengambil posisi di atas…setelah mengurut kontolku beberapa saat….bu Resti langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya……..terasa sekali perbedaan dengan *****an yang pertama tadi, kali ini memek bu Resti terasa lebih seret dan terasa lebih hangat. ā€œoooooohhhhhh……ahhhhhh……uhhhhhhhh bu enankkkkkk sekali memeeeeek ibu……..ohhhhhh kontol saya ibu apain…..uuhhhhhh nikmat banget bu?ā€. Ibu Resti hanya menjawab dengan desahan nafsnya…… ā€œahhhhhhh…….uuuuuuhhhhhh dik…memek ibu juga nikmat sekali…….ā€, pantat bu Resti masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat, sehinggga membuat kontolku terasa sangat nikmat…..melebihi yang aku rasakan dengan istri. ā€œooooooohhhhhhhh…..uuuuuuhhhhhh ennnnnaaakkkk sekali buā€¦ā€¦ā€¦ā€, nggak percuma aku menginginkan ***** dengan wanita berumur 35-42 tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena lebih berpengalaman…seperti bu Resti yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati. ā€œAhhhhhhhh…..uuuhhhhhhhhh bu aku udah gak tahanā€ ā€œsebentar dik Amar, bareng sama ibuā€¦ā€, kata bu Resti sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah…. ā€œahhhhh…..dikkkk ..uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali….ahhhhhh dik ibu juga mau keluar……..ā€. ā€œya bu aku juga…….ahhhhhhhhhā€¦ā€¦ā€¦ā€, Ibu Resti mengejang dan terasa lendir membahasi kontolku. ā€œterus goyang…bu ….terus ….nikmat buuuuuuuu…ahhhhhhhhhhhhhā€, aku menyemprotkan pejuhku kedalam memek bu Resti secara kuat, akhirnya kami tertidur, hingga jam 12 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua. Karena waktu tugas di kota S tinggal 3 hari, maka dua hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin, itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama, saya sendiri tidak menyangka akan mendapat sensasi kenikmatan yang luar biasa dengan mengentot wanita usia 35 – 42 tahunan, sehingga kontol saya yang normal ukuran orang Indonesia hingga saat ini masih menginginkan hal tersebut terulang, tapi karena tempat bu Resti yang jauh dan untuk jajan rasanya takut, terpaksalah melakukan onani apabila melihat wanita setengah baya yang menggairahkan. TAMAT [Cerita Sex Dewasa] Cerita Seks Janda Desa – Kisah ini merupakan pengalaman pertamaku bermain cinta dengan wanita selain istri, peritstiwa itu sendiri terjadi kira-kira 3 bulan yang lalu disuatu daerah di Jawa Tengah, diawali dari adanya tugas kantor yang mengharuskan aku untuk melakukan suatu training untuk beberapa cabang di daerah. Saat itu menginap di hotel kota S dan kadang tidur dikantor/unit yang ada di desa. Cerita Seks Terbaru – Cerita Seks Goyangan Liar Janda Desa, Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di desa A, yaitu paginya hari Sabtu yang ternyata merupakan hari pasaran untuk desa A sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar…begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja menabrak ibu yang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya…..karena merasa bersalah maka saya memaksa untuk mengganti gelas tersebut, nama ibu itu sebut saja Ibu Mirna dengan usia kira2 41 tahun dan setelah menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kiri, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah. Jam 4 sore setelah mandi, langsung berangkat ke rumah Ibu Mirna dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang lali-laki yang berusia kira2 50 Th yaitu bapak Najib yang ternyata suami Ibu Mirna setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab. Setelah dipanggil keluarlah ibu Mirna membawa minuman dan kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 41 tahun, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan montok sekali. Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, stelah makan Pak Najib pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan pengairan sawah, dan saya dipersilakan untuk berbincang dengan ibu. Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang camping, anak kedua yang SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga. Sepanjang obrolan mata tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Mirna, dan akhirnya ibu Mirna bertanya, ā€œDik Amar matanya ngeliat apasih?ā€ sambil malu saya berkata jujur bahwa saya kagum akan kecantikannya. ā€œOrang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti bayak yang cantik?ā€ kata bu Mirna. ā€œIya sih bu…tapi ibu lain, karena walau udah punya anak tiga tapi badan masih bagus, khususnya…….?ā€ Saya berhenti berkomentar. ā€œKhususnya apa dik?ā€ desaknya. ā€œMaaf bu…itu tetek ibu besar dan masih kencang?ā€ Ibu Mirna terlihat malu sambil berusaha menutup dengan tangannya…..dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno. ā€œOh ya dik Amar punya anak berapa dan istri usia berapa?ā€ tanya bu Mirna. ā€œSatu usia 2 tahun, dan istri usia 27 tahun saya sendiri 29 tahun?ā€ jawab saya. ā€œWah sedang panas-panasnya dong?ā€ lanjutnya. ā€œPanas apanya bu?ā€ saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih hot, karena saya merasa horny dan bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya. ā€œAh dik Amar berlagak nggak tau…..?ā€ kata bu Mirna sambil tersipu. ā€œIbu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot?ā€ pancing saya terus. Tapi ibu Mirna malah kelihatan sedih….sehingga saya bertanya, ā€œkok jadi kelihatan sedih bu?ā€. Akhirnya bu Mirna cerita bahwa kebutuhan bathinnya sejak dua tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal. ā€œMaaf bu…..padahal menurut saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua?ā€ ā€œYah memang begitu dik…..tapi harus ibu tahan?ā€ ā€œGimana caranya?ā€ lanjut saya ā€œYa dengan mencari kesibukan di ladang…..sehingga malamnya capek terus tertidur?ā€ Lanjutnya. ā€œWah kalo saya bisa pusing….karena saat ini baru pisah 4 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ????ā€ kata saya sambil bergeser duduk mendekat. ā€œDik Amar sih gampang, kan di hotel pasti juga nyediain?ā€ katanya. ā€œDik Amar kok gak dengerin sih….ā€ kata bu Mirna sambil menepuk paha saya. Tangan bu Mirna saya pegang…sambil berkata, ā€œabis ada pemandangan yang lebih bagusā€, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya. ā€œAh nakal dik Amar ini?ā€ kata bu Mirna. Akan tetapi tangannya tatap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih. Terus tangan saya beralih kepahanya…. ā€œjangan dik?ā€ kata bu Mirna tanpa berusaha menolak. Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Mirna mundurkan kepalanya berusaha menolak… tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Mirna memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan…dan lama kelamaan ibu Mirna memberikan respon dengan membalas ciuman saya. Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya..sambil sedikit meremas…. ā€œah..ah jangan dikā€ tapi tangan bu Mirna malah menekankan tangan saya ke teteknya. Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Mirna semakin mendesah? ā€œah…uh…ah terus dik, enak?ā€ kata bu Mirna. Saya semakin bernafsu…sehingga kancing baju bu Mirna langsung saya lepas? ā€œjangan dik…ntar keterusan?ā€ kata bu Mirna. ā€œOh bu…saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah? kita sama-sama butuhkan bu?ā€ kata saya. Akhirnya bu Mirna menyerah..membiarkan mulut saya menyedot putting susunya yang semakin menegang…… ā€œah…ah….ahhhh dik nikmat dik, terus dik?ā€ desahnya. Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri….. ā€œahhhhh…uhhh…..ahhhhh dik udah dik? ibu nggak tahanā€. Tapi tangan bu Mirna malah mengandeng tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan…..tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutp cd, dan terasa jembutnya keluar dari samping cdnya. Tangan saya terus menggosok-gosok memek bu Mirna…….. ā€œah…ahhhh…ahhhh dik terus dik terus…enak banget?ā€ desahnya dengan logat jawa yang kental. Akhir dengan seijin bu Mirna…..cd itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Mirna yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut…sambil berusaha menemukan itilnya, tersedengar ibu Mirna semakin mendesah tidak karuan….. ā€œdik ahhhh enaaaaak dik…enaaaaaakkkkk bangetā€. Dan ciuman saya terus bergerak turun…..akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat saya semakin bernafsu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut. ā€œahhh berhenti dik…jangannnnn?ā€ kata bu Mirna setelah tahu saya telah menjilat memeknya…… saya berhenti dan bertanya, ā€œkenapa harus berhenti bu?ā€. ā€œJangan dijilat dik memek ibu….jijik dan jorokā€ kata bu Mirna. ā€œEmang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu?ā€ kata saya. ā€œNdak…?ā€ kata bu Mirna. ā€œWah rugi bu?ā€ kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memek. ā€œRugi kenapa dik?ā€ tanya bu Mirna. ā€œRasnya nggak kalah sama ngentotin memek ibu….dan juga bikin tambah nafsuā€ kata saya sambil langsung menjilat memek bu Mirna…..setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lender kenikmatan…….lidah terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan…. ā€œahhh…ahhhhhh dik…….uhhhhh….ahhhhh…nikmat banget dik? terus dik…terus..jilatin memek ibu….ya disitu dik…terus ….terus…..ā€ Saat itil bu Mirna aku jilatin dan aku sedot……. ā€œahhhhh…ahhhhhh….uhhhh…..uuuuuhhhhh dik Irfaaannnnnn ibu mau keluar…ahhhhhhhhh dikkkkkkkkkkk ibu keluar….ā€ kepala saya langsung ditekan kememek bu Mirna dengan keras…..dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Mirna. Ibu Mirna memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya…….sambil berkata, ā€œbenar dik Amar ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget…..ā€ Tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju…….sedangkan cd bu Mirna langsung diumpetin kekolong kursi,….ternyata anak bu Mirna yang kedua pulang dari tempat belajarnya. Setelah anaknya masuk…..langsung bu Mirna ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ? ā€œIbu belum puas ya…?ā€ Goda saya. Ibu tersipu sambil berkata…….ā€iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini……..apalagi memek ibu pengin dientot pakai ****** dik Amar biar sama2 bisa puas…kan dik Amar belum keluar?ā€ kata bu Mirna. ā€œIya sih bu….nanggung rasanya kontolku ini? tapi udahlah bu…karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu…..ā€ sambil tangan saya meremas buah dadanya. ā€œAhhhh..dik Amar, tapi rasanya tidak adil kalo cuma ibu yang mendapat kepuasan…..kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik?ā€ kata bu Mirna. ā€œBoleh…boleh bu? tapi benar ya bu….iya besok jam 10 pagiā€ kata bu Mirna sambil tersenyum. Jam 10 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata bu Mirna menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium….. ā€œah dik Amar kok gak sabaran sih?ā€ kata bu Mirna. Saya nggak peduli…langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Mirna, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Mirna ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut? ā€œaaah dik……..dilepas dong bajunyaā€ kata bu Mirna sambil tangannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami sama2 telanjang. Kembali saya cium bibir bu Mirna…terus turun ke semua lekuk tubuhnya.. ā€œahhhhh….uhhhhh…hisap tetek ibu ……hisap?ā€ mulutku langsung pindah ke susu bu Mirna….sambil tangan menggesek-gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, ā€œahhhhh…..uhhhhhh…..dik……nikmat ……dik…..ib….uuu sudah lama nggak merasakan ngentot…terus…..teruuuuuusssss dik?ā€. Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang…..langsung saya jilat….dan saya sedot itil bu Mirna, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Mirna pun tanpa diminta langsung menngemut ****** saya….. ā€œuhhhhh nikmat sekali buuuuu?ā€ ****** saya terus diemut keluar masuk mulut bu Mirna sambil dipijat….. ā€œuhhhhh….ahhhhhhh….enak sekali buuuuuā€, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Mirna……sambil tangan saya sedikit menusuk-nusuk anusnya. ā€œaduhhhhhh dik….apalagi ini……enaaaaaak banget dik….. ahhhhhhhh……. ahhhhhhhhhhā€, tiba2 ibu Mirna mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis. Aku biarkan bu Mirna istirahat sejenak…sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang……setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Mirna dengan ciuman sehingga ibu Mirna kembali memberikan reaksi yang lebih panas…….. ā€œahhhhhh….uuuhhhhhhh….dik, ayo dik entotin memek ibu…..ibu sudah kangen dientot…..ahhhhhhhhhā€, sayapun memutar tubuh bu Mirna untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Mirna yang menantang, dengan perlahan kumasukkan batang penisku secara perlahan…karena terdengar ibu Mirna menjerit seraya berkata ā€œperlahan dik….. memek ibu sudah lama gak dientotā€¦ā€¦ā€ perlahan aku masuk dan keluarkan kontol….hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Mirna ……dan reaksi bu Mirna sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar…kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya….. ā€œahhhhhh….uuuuuuuhhhhhhhh…buuuuu…ueenna aaak sekali memek ibu?ā€ Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi 31, tiga kali tusukan setangah ****** dan sekali tussukan ****** hingga amblas ke memek bu Mirna…… sepuluh menit kemudian desahan bu Mirna semakin keras….. ā€œahhhhhhh dik…memek ibu enak banget…..uhhhhhh ****** adik enaakk banget……uhhhh.. ā€œTerus dik…memek ibu udah nggak kuat…….dik…..dik …dik Amar……ibu kekkeeluaaaarrrrrr…..ahhhhhhhhhhā€, desahan bu Mirna semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan. Setelah istirahat sejenak…bu Mirna langsung mengurut penis dan mengemutnya dengan lincah sekali. ā€œahhhhh bu……uuuhhhhhh nikmat sekali bu?ā€ desah saya. kemudian bu Mirna berhenti sambil berkata ā€œdik Amar sesuai janji ibu semalem….maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi ****** dik Amar?ā€. Ibu Mirna langsung mengambil posisi di atas…setelah mengurut kontolku beberapa saat….bu Mirna langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya……..terasa sekali perbedaan dengan entotan yang pertama tadi, kali ini memek bu Mirna terasa lebih seret dan terasa lebih hangat. ā€œoooooohhhhhh……ahhhhhh……uhhhhhhhh bu enankkkkkk sekali memeeeeek ibu……..ohhhhhh ****** saya ibu apain…..uuhhhhhh nikmat banget bu?ā€. Ibu Mirna hanya menjawab dengan desahan nafsnya…… ā€œahhhhhhh…….uuuuuuhhhhhh dik…memek ibu juga nikmat sekali…….ā€, pantat bu Mirna masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat, sehinggga membuat kontolku terasa sangat nikmat…..melebihi yang aku rasakan dengan istri. ā€œooooooohhhhhhhh…..uuuuuuhhhhhh ennnnnaaakkkk sekali buā€¦ā€¦ā€¦ā€, nggak percuma aku menginginkan entot dengan wanita berumur 35-42 tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena lebih berpengalaman…seperti bu Mirna yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati. ā€œAhhhhhhhh…..uuuhhhhhhhhhibu aku udah gak tahanā€ ā€œsebentar dik Amar, bareng sama ibuā€¦ā€, kata bu Mirna sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah…. ā€œahhhhh…..dikkkk ..uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali….ahhhhhh dik ibu juga mau keluar……..ā€. ā€œya bu aku juga…….ahhhhhhhhhā€¦ā€¦ā€¦ā€, Ibu Mirna mengejang dan terasa lendir membahasi memeknya. ā€œterus goyang…bu ….terus ….nikmat buuuuuuuu…ahhhhhhhhhhhhhā€, aku menyemprotkan pejuhku kedalam memek bu Mirna secara kuat, akhirnya kami tertidur, hingga jam 12 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua. Karena waktu tugas di kota S tinggal 3 hari, maka dua hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin, itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama, saya sendiri tidak menyangka akan mendapat sensasi kenikmatan yang luar biasa dengan mengentot wanita usia 35 – 42 tahunan, sehingga penis saya yang normal ukuran orang Indonesia hingga saat ini masih menginginkan hal tersebut terulang, tapi karena tempat bu Mirna yang jauh dan untuk jajan rasanya takut, terpaksalah melakukan onani apabila melihat wanita setengah baya yang menggairahkan

cerita sex di desa