cerita sex di kapal
Mistiscinta di pulau terpencil - 1. Hembusan angin laut datang silih berganti meninggalkan bunyi mencicit pada ruas tali temali dan tiang utama diatap kapal, yang diatasnya bertengger lampu berwarna merah dan hijau sebagai pemandu diwaktu malam. Alun yang datang dalam gulungan besar, laksana permadani raksasa berwarna biru, menggulung
Sekarang kamu mandi, biar tidak bau, tuh handuknya dan di sana kamar mandinya.." sambil menunjuk ke arah kiri. Betapa girang hatiku, diperlakukan seperti itu, aku tidak menyangka lelaki itu ternyata baik juga. Betapa segarnya nanti setelah aku mandi. "Terima kasih Pak," ujarku seraya memberanikan diri untuk menatap wajahnya, ternyata ganteng juga.
Cersex- Cerita Sex Terbaru 2020 - Bercinta Di Kapal - Kulit aku yang cukup gelap , badan aku yang cukup atletis , dan yang pasti batang kemaluan aku yang cukup ukurannya . Namun mungkin sebab secara naluri aku sungguh-sungguh senang melayani orang lain , sehingga aku menjadi seperti sekarang ini dengan segala kelebihan yang aku miliki .
CeritaLainnya: Vita Gadis Mahasiswi Di Kampusku Betapa nikmatnya cairan spermanya, sampai tak sadar aku telah menelan habis tanpa tersisa, ini membuat seolah Sang Kapten tak mampu untuk tegak berdiri. Dia bersandar di dinding kapal apalagi gerakan kapal sekarang ini sudah tak beraturan kadang bergoyang kekiri kadang kekanan.
Setelahselesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan luar koridor..angin cukup kencangmaka saat aku berjalan disampingnyahmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab inioh seandainya aku dapat menidurinya"bisikku di dalam hati.
mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Cerita Sex Kisah Dikapal – Setiap Ciptaan Tuhan yang ada dalam diri kita dan seluruh ciptaan di bumi ini patut dan tidak kesempurnaan merupakan hal yang wajar’tiada kesempurnaan untuk hamba Tuhan”,berpikir realistis karena tidak ada manusia yang sempurna,contohnya aku inilah salah satu cerita semoga kalian tahu. Boleh dibilang saya merupakan laki-laki yang beruntung. Karena terus terang saja saya tidak mempunyai penampilan fisik yang sangat baik, walaupun tidak jelek-jelek sekali. Kulit saya yang cukup gelap, badan saya yang cukup atletis, dan yang pasti batang kemaluan saya yang cukup ukurannya. Tapi mungkin karena secara naluri saya sangat senang melayani orang lain, sehingga akhirnya saya menjadi seperti sekarang ini dengan segala kelebihan yang saya miliki. Awal cerita ketika tahun 2015, saya berangkat dari kampung halaman saya dengan menumpang salah satu kapal milik PELNI, KM Rinjani. Karena waktu itu saya diterima sebagai seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di kota Yogyakarta, kota yang sekarang menjadi tempat tinggal saya. Sebagai seorang mahasiswa baru dari keluarga yang berkecukupan, saya sangat bangga, apalagi untuk berangkat ini saya dibekali cukup uang dan tiket di kelas satu. Dan juga saya diperbolehkan untuk mampir di rumah paman yang tinggal di Jakarta dan jalan-jalan di sana sebelum daftar ulang sebagai mahasiswa baru di Jogja. Ketika naik kapal pada hari keberangkatan, hati ini terasa senang sekali. Saya langsung menuju kamar saya, kamar kelas satu, yang pasti sudah terbayang akan sangat enak rasanya. Tapi saya kaget sekali, karena di dalam kamar sudah ada seorang wanita, yang terus terang saja ada sedikit rasa senang juga karena wanita tersebut tersenyum dengan manisnya ketika melihat saya agak terkejut. “Oh maaf, mungkin Mbak ini salah kamar..?” tanya saya agak ragu. Sebab setahu saya tidak mungkin, sudah sering bepergian dengan kapal laut, dalam satu kamar harusnya hanya ada satu jenis kelamin, kalau laki-laki ya laki-laki semua, atau kalau perempuan ya perempuan semua. Tapi setelah dicocokkan ternyata nomer tiket kami sama, artinya kami satu kamar. Wah, terus terang saja saya agak canggung juga rasanya, tapi di balik kecanggungan saya ada rasa senang juga lho. Karena wanita yang satu ini cukup cantik juga dan bodinya cukup menggairahkan. Dan karena saya sering sekali nonton film porno, langsung saya membayangkan kalau nanti malam kami akan tidur berdua dan berpelukan dengan saling mengelus-elus pusat’ kenikmatan masing-masing. Pada waktu pemeriksaan tiket, tanpa ragu dia langsung mengatakan bahwa saya adalah adik sepupunya, jadi oleh petugas kami tidak dipindahkan. Wah, tambah senanglah hati ini. Dan sejak itu kami banyak sekali ngobrol-ngobrol. Dari sini juga saya tahu kalau dia adalah pegawai sebuah bank swasta di Jakarta, bernama Cindy, suaminya seorang dosen sebuah perguruan tinggi di jakarta, dan yang lebih hebat lagi dia tidak sesuai dengan umurnya yang sudah 35 tahun, dan sudah beranak dua. Setelah makan siang kami masih melanjutkan obrolan kami tentang berbagai hal di anjungan depan kapal. Kapal sudah semakin jauh dari daratan, jarum jam sudah pukul dua, hawa terasa agak panas, mata mulai mengantuk diterpa angin laut, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat saja. Tanpa sadar Cindy menggandeng tangan saya ketika kami berjalan menuju kamar, karena agak canggung, tangannya saya lepaskan. Cindy agak kaget tapi dia malah tersenyum manja. Memang pada waktu itu saya sering menonton film porno dan juga sering beronani, tapi melakukan hubungan seks saya balum pernah sama sekali. Jadi hati ini rasanya deg-degan luar biasa, karena ketika berjalan di lorong kapal yang kebetulan saya berada di belakangnya, saya melihat pantatnya yang bulat yang terbalut celana jeans ketat dan rambutnya yang panjang sepunggung dan diikat, sehingga terlihat jenjang belakang lehernya yang putih dan mulus. “Oooh! Indah sekali!” jerit batin saya. Pada waktu itu saya ingin memeluknya dari belakang dan ingin langsung mencium lehernya itu, tapi sekali lagi hati ini rasanya canggung sekali, boleh dibilang saya takut! Ketika kami bersama-sama masuk kamar Cindy langsung menuju kamar mandi, katanya dia sudah kegerahan dan sebelum tidur siang ingin mandi dulu. Saya langsung rebahan di tempat tidur sambil membayangkan tubuh Cindy yang pasti sintal dan menggairahkan kalau dilihat dari pantatnya yang bulat. Tanpa sadar tangan kiri saya sudah memegang batang kemaluan yang mulai mengeras. Tetapi tiba-tiba ada suara dari balik pintu kamar mandi, “Mas Andi, tolong ambilkan handuk saya di dalam koper dong.” Saya terkejut setengah mati, karena pikir saya Cindy sudah keluar dari kamar mandi. Ketika mengambil handuk, saya melihat pakaian dalamnya yang bagus-bagus dan super mini. “Oooh..!” batin ini semakin menjerit. Karena sebagai seorang laki-laki normal, pasti siapa saja tidak akan tahan dengan momen seperti ini. Pintu saya ketuk untuk memberikan handuknya, dan ketika pintu dibuka, betapa kagetnya saya karena Cindy berdiri di depan pintu hanya dengan celana dalam yang sangat mini dengan bordiran yang apik dan sangat jelas sekali terlihat gunungan hitam di selangkangannya seperti akan meletus. Saat melihat saya tertegun dengan handuk di tangan, dengan cueknya Cindy menarik tangan saya untuk mandi bersama. Pada waktu itu saya hanya seperti robot yang bergerak hanya kalau disetel untuk bergerak. Karena terus terang saja, waktu itu pikiran saya seakan tidak percaya dengan apa yang sedang ada di hadapan saya. Ternyata tubuh Cindy lebih indah daripada apa yang saya bayangkan, dan lebih hebat lagi lebih cantik dalam keadaan telanjang. Tanpa sadar saya melepaskan celana dalam Cindy, dan tubuhnya saya sirami dengan air dari shower. Cindy melenggak-lenggokkan pantatnya yang bulat ketika air shower saya arahkan ke pantatnya. Dan ketika saya arahkan ke punggung, Cindy meliuk-liukkan tubuhnya dengan sangat erotis. Tiba-tiba Cindy membalikkan tubuhnya dan langsung melahap bibir saya, dengan kencang dihisap dan disedot. Tapi tiba-tiba Cindy berhenti dan marah, “Hey, dicopot dong bajunya!” Saya hanya dapat terawa kecil karena bersamaan dengan itu Cindy pun dengan bergairahnya mencopot kaos dan celana panjang saya yang mana celana dalamnya langsung ikut terlepas. “Wow, lucu sekali bentuk batang kamu Andi..?” Cindy bertanya dengan manjanya. “Lho apa punya suami kamu nggak lucu tuh..?” saya balik tanya dan Cindy hanya tertawa dengan ujung kemaluan saya yang sudah berada di dalam mulutnya. Gila! Cindy benar-benar luar biasa, mungkin karena dia sudah bersuami dan sudah punya anak pula. Dan baru kali ini saya merasakan betapa nikmatnya apa yang selama ini selalu saya tonton di film dan selalu saya bayangkan siang dan malam. Dengan gemasnya Cindy mengelus-elus buah zakar dan menghisap-hisap kepala penis saya dengan lembutnya. Tidak terasa sudah lama sekali Cindy menghisap batang penis dan akhirnya, “Hey, capek nih jongkok terus. Gantian dong..!” Cindy lalu saya gendong ke arah tempat tidur, lalu saya rebahkan dengan kakinya yang putih mulus terkulai di lantai. Kaki Cindy saya angkat perlahan-lahan, sambil memberikan sedikit sensasi di talapak kaki. Cindy kegelian dan mengelinjang, kemudian saya mulai menyerang payudaranya yang memang tidak begitu besar tapi cukup menggoda. Ujung penis saya gosok-gosokkan di lubang vaginanya sambil menghisap-hisap puting payudara Cindy. Saya semakin menikmati permainan ketika Cindy mulai mengerang-ngerang keenakkan. Dan ketika pinggulnya mulai digerak-gerakkan ke atas dan ke bawah saya mulai menyadarai kalau Cindy minta dicoblos liang vaginanya. Tapi saya sengaja untuk mempermainkan ujung penis di mulut vagina Cindy. “Ayo Andi, dimasukkan saja, jangan cuma diluar begitu dong..!” akhirnya Cindy benar-benar tidak tahan. Lalu saya mulai menekan panis saya untuk masuk ke dalam vagina Cindy. Uuuhhh..! Hangat dan enak sekali rasaya. Cindy sambil mengerang keenakkan mangangkat pantatnya, sehingga penis saya semakin dalam masuknya. Aaahhh..! Semakin enak saja rasanya. Akhirnya saya tahu kalau berhubungan seks itu sangat enak rasanya. Ketika pantat Cindy diturunkan, tiba-tiba penis saya terlepas dari lubangnya. Cindy menaikkan lagi pantatnya, dan ketika diturunkan lagi terlepas lagi. Begitu dan seterusnya hingga Cindy marah-marah karena ternyata saya hanya diam saja. “Ayo dong Andi kamu goyang juga pantatmu maju mundur. Ayo… dongg..!” Saya semakin tahu kalau behubungan seks bukan saja enak tetapi juga menyenangkan. Pantat Cindy mulai diam dan pantat saya mulai digerakkan. Perlahan-lahan saya masukkan batang penis yang sudah sangat tegang ini, dan saya tarik lagi dengan satu hentakan keras. Perlahan-lahan lagi saya masukkan dan saya tarik lagi dengan satu hentakan keras. Cindy merem melek ketika saya masukkan, dan Cindy mengerang keras ketika saya tarik. Begitu terus saya lakukan hingga akhirnya Cindy bangun dan memeluk saya. Dengan mesranya saya menggendong dan mencium bibir Cindy. Tapi saya terkejut ketika tiba-tiba Cyndi menggoyang dengan keras sekali pantatnya, diputar-putar pantatnya pada gendongan saya, dan pada saat itu saya semakin kaget ketika tiba-iba pula lubang vaginanya terasa mengecil lalu dengan kerasnya Cindy berteriak, “Annddiii..!” dan keringat kecil-kecil mulai keluar di atas keningnya. Sekali lagi, dari sinilah saya benar-benar tahu bahwa berhubungan seks itu enak sekali, menyenangkan, dan yang lebih menyenangkan lagi kalau kita dapat membawa pasangan kita ke puncak kenikmatan. Karena pada saat kita melihat pasangan kita menggelinjang keenakkan pada saat itu pula hati ini akan terasa plong. Kembali Cindy marah, karena dia sudah kelelahan sementara batang kemaluan saya masih berdiri tegak. Dan yang pasti saya belum ejakulasi. Tapi sambil mengecup bibir Cindy dengan lembut saya katakan kalau saya sudah sangat senang diperkenalkan dengan hubungan seks yang sebenarnya, dan saya sudah sangat puas melihat dirinya puas dan senang dengan permainan saya. Akhirnya kami mandi bersama, dan di kamar mandi kami masih mengulangi permainan-permainan yang lebih menyenangkan lagi. Hampir setiap saat dan setiap kesempatan di kapal kami melakukannya lagi dan lagi. Ketika sampai di Jakarta, dia memberikan alamat dan nomer teleponnya dan berharap sekali kalau saya mau mampir ke rumah atau kantornya. Beberapa kali Cindy pernah saya hubungi dan beberapa kali kami pernah berjumpa, hingga akhirnya sekarang kami tidak pernah lagi berjumpa karena terakhir kali saya hubungi alamatnya sudah pindah. Entah dimana kamu Cindy, tapi yang jelas aku selalu merindukan kamu, karena kamu telah memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang bagaimana berhubungan seks dan memuaskan pasangan main. TAMAT Baca Mertuaku Gila Dengan Kontolku
Forget about long walks on the beach and focus on the motion of the ocean. That’s right, we’re talking about cruise ship sex. One poll by cruise company Royal Caribbean found that 99% of the 1,000 people surveyed said that sex was their favorite cruise activity, 62% said they had better sex at sea, and 52% were more likely to have sex on a cruise ship than on land. Sure, maybe it's just vacation sex — or maybe there's something special about a cruise. And cruise sex can get pretty kinky, even if you're not on a swinger's cruise. Another survey, this one by cruise blog Cruzely, found that 10% of those surveyed had had public sex on a cruise ship, with balconies being the most popular while most of this sex happens between couples, some single people hook up on a cruise, too. According to the Cruzely survey, of those surveyed had hooked up with someone they met on a cruise. And, while there are strict rules prohibiting cruise ship staff from having sex with passengers it will usually result in immediate firing, staff members frequently hook up with each other. As one former cruise ship employee put it on Reddit, “it's actually just one big bang-fest."Search Reddit’s r/cruise and r/sex forums, and you’ll see many anecdotes about cruise ship sex. Here are some of the wildest ones.
Ufhhh.. akhirnya usai sudah kegiatan yang menjemukan selama 2 minggu di sini dan aku mo balik ke Jakarta untuk refresh neh oh iya namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri-ciri tubuhkan yahh.. untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh.. hehehehBesok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh aku mo naik kapal laut aja dech karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu wahhhh pusing juga neh setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya saatnya aku menuju pelabuhan setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang. So akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya langsung aku bergegas membersihkan diri mandi neh.. setelah mandi diatas aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat.“Wahhh.. kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger jadi tambah pusing neh.” ujarku di dalam melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe..Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anaknya yang kira-kira 5 tahunanlah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada ibu dan anaknya setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan.“Namaku Andi, aku tujuan Jakarta” itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis. Tak lama kemudian di berucap “Namaku Lia ini anakku dan tujuan juga ke Jakarta” kita saling ngobrol-ngobrol dan ternyata tadi adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Lia setiap 6 bulan sekali datang bersama anaknya untuk melepas rindu sama sang suami.“Walahh.. kuat juga yach.. kalo aku kagak nahannnn hehehe”Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Lia bersama anaknya sedang menuju ruang makan. Aku melihat dari belakang.“Hhmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki neh” ujarku dalam aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja. Sambil aku ngelirik ke arahnya wow sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya lumayan mengkal neh waduh jadi pikiran kotor neh Lia,“Di kelas 1 juga yach” tanyaku.“Ttidak mas aku ambil di kelas 2 aja kok” jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah.“Oooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih pengen tenang dan rileks aja” ucapku sekenanya.“Lia juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan Lia, jadinya Lia cuma ditemani anakku aja neh” sahutnya.“Ooh gitu yach berarti aku bisa dong main-main ke kamarmu” tanyaku.“Bisa aja kok, kita khan di satu gang.. tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok” ujarnya.“Ooh ya aku mo cari rokok tuch semalam” sahutku selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil. Karena di luar koridor angin cukup kencang maka saat aku berjalan disampingnya hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab ini.“Ooh seandainya aku dapat menidurinya” bisikku di dalam kedua belum terjadi apa-apa diantara kami, namun setelah makan sore iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya.“Lia, ini aku Andi boleh aku masuk,” lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster hmmm aku liat dia tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok.“Ssilahkan masuk mas,” ujarnya pelan.“Maaf anakku baru aja tidur dan aku baru tidurin dia neh” kita nggak mau mengganggu anaknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain sambil bercerita. Aku memandangnya.“Oohhhh semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahiku” ujarku didalam kita sedang bercerita dasternya tersingkap sampai dengan spontan aku mengatakan,“Mulus sekali kakimu Lia yah.. pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnya,” ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya secara dia menarik kakinya dari tanganku sambil berujar.“Aah mas Andi bisa-bisa aja nih”Senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeserkan tanganku keatas.“Aah Mas jangan gitu ach nggak enak neh” aku tak berkata-kata lagi langsung aku sibakkan dasternya sampai ke pahanya dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya.“Ssluuurrrppp.. Ohhhhhh Mass jangan dong” Lia tidak menarik pahanya dari mulutku tangannya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan-nekan.“Ssluurrrppp… slururrpppp.. ssshhhh oh mas jjaannn… gannn.” pekik Lia aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya dan secara cepat aku menarik celana dalamnya turun danSsluuurrrppp kujilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu.“Ooohhhh mas Andiii… oohhh” itilnya slururpp… sluruppp…“Shhhh ohhh mass aduuuhhh ahhhh” jeritnya pelan setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas kulihat Lia memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia aku liat begitu indah pemandangan didepanku. Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti kontol neh langsung kuhampiri bibirnya yang sedari kemarin aku inginkan sluuup.. smmm hmmm kita langsung bersilat lidah. Tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya.“Oohhh mas.. pintar sekali kamu, ohhhh.. achhh..”Kuturunin lidahku menuju payudaranya dan kugigit-gigit kecil dari luar dasternya.“Oohh.. mass cepaattt nanti anakku bangun” bisiknya pelan langsung tanpa ada yang . . . .
Cerita Sex Menggairahkan Bisa di katakan saya ialah lelaki yang mujur . sebab terus jelas saja saya tidak mempunyai tampilan fisik yang serius baik ,walau sebenarnya tidak jelek-jelek sekali . Kulit saya yang cukup gelap , tubuh saya yang cukup atletis , serta yang tentu tangkai kemaluan saya yang cukup ukurannya . Tetapi kemungkinan karena dengan perasaan saya serius suka layani orang lain , hingga saya jadi seperti saat ini dengan semua kelebihan yang saya punya . Awal narasi di saat tahun 2015 , saya pergi dari kampung halaman saya dengan menumpang salah satunya kapal punya PELNI , KM Rinjani . Sebab saat itu saya diterima jadi seorang mahasiswa satu perguruan tinggu di kota Yogyakarta , kota yang saat ini jadi wilayah tinggal saya . Jadi seorang mahasiswa baru dari keluarga yang berkecukupan , saya serius bangga ditambah lagi untuk pergi ini saya di bekali cukup uang serta ticket di kelas satu . Dan saya di bolehkan untuk singgah di dalam rumah paman yang tinggal di jakarta serta berjalan-jalan disana sebelum daftar lagi jadi mahasiswa baru di Jogja . Waktu naik kapal di hari keberangkatan , hati ini berasa suka sekali . Saya saat itu juga ke arah kamar saya . Kamar kelas satu , yang sudah pasti teringat saya serius enak rasa-rasanya . Tetapi saya terkejut sekali , karena di kamar telah ada seorang wanita . yang terus jelas saja sedikit ada rasa juga senang karena wanita itu tersenyum dengan manis nya di saat memerhatikan saya cukup terkejut . '' Ohh maaf , kemungkinan mabk ini salah kamar .. ? '' bertanya saya cukup sangsi . sebab setahu saya mustahil telah seringkali pergi dengan kapal laut , pada sebuah kamar harus nya cuma ada satu type kelamin , bila lelaki ya lelaki semua , atau bila peremouan ya wanita semua . Tetapi telah di cocokan dapat dibuktikan nomor ticket kami sama , berarti kami satu kamar . Wahh , terus jelas saja saya cukup canggung rasa-rasanya , tetapi dibalik kecanggungan saya ada rasa juga senang loh . Sebab wanita ini cukup cantik serta bodi nya cukup menggairahkan . serta karena saya seringkali sekali tonton film porno , saat itu juga saya memikirkan bila malam nanti kami akan tidur berdua serta berangkulan dengan sama-sama mengelus-elus ' sentral ' kesenangan semasing. Pada saat kontrol ticket , tanpa ada sangsi ia saat itu juga menjelaskan sebenarnya saya adalah adik sepupunya , jadi oleh petugas kami tidak di alihkan . Wahh , lebih suka lah hati ini . Serta sejak itu kami banyak ngobrol-ngobrol , dari sana saya tahu bila ia ialah pegawai satu bank swasta di jakarta . Namanya cindy . Suaminya seorang dosen satu perguruan tinggi di jakarta , serta yang lebih hebat ia tidak sesuai umurnya yang telah 35 tahun serta telah beranak dua . Sesudah makan siang kami masih meneruskan percakapan kami mengenai bermacam hal di anjungan depan kapal . kapal kami telah makin jauhh dari daratan , jarum jam telah jam ia , udara berasa cukup panas , mata mulai mengantuk di terpa angin laut , pada akhirnya kami tentukan untuk beristirahat saja . Tanpa ada sadar Cindy menggandeng tangan saya disaat kami berjalan ke arah kamar . Karena cukup canggung , tanggan nya saya bebaskan . Cindy cukup terkejut tetapi ia serta tersenyum manja . Memang pada saat itu saya seringkali melihat film porno dan seringkali beronani , tetapi lakukan hubungan seksual saya tidak pernah benar-benar . jadi hati ini rasa-rasanya deg-degan mengagumkan . , karena di saat berjalan di lorong kapal yang kebetulan saya ada di belakangnya , saya memerhatikan pantatnya yang bundar yang terbalut celana jeans ketat serta rambutnya yang panjang sepunggung serta diikat hingga kelihatan level belakang lehernya yang putih serta mulus . '' Ohh !! Cantik sekali '' jerit batin saya . Pada saat itu saya mengharap memeluknya dari belakang serta mengharap saat itu juga mencium lehernya itu , tetapi satu kali lagi hati ini rasa-rasanya canggung sekali , bisa di katakan saya takut ! Waktu kami bersama masuk kamar cindy saat itu juga ke arah kemar mandi , tuturnya ia telah kegerahan serta sebelum tidur siang mengharap mandi dahulu . Saya saat itu juga rebahan di wilayah tidur sekalian memikirkan badan cindy yang tentu sintal serta menggairahkan bila dilihat dari pantatnya yang bundar . Tanpa ada sadar tangan kiri saya telah mnegendalikan tangkai kemaluan yang mulai mengeras . Tetapi mendadak ada bunyi dari balik pintu kamar mandi , '' Mass Andi , Tolong ambilkan handuk saya di koper dong .'' Saya terkejut 1/2 mati , karena fikir saya Cindy telah keluar dari kamar mandi . Waktu ambil handuk , saya memerhatikan baju dalamnya yang baik-baik serta supermini . '' Ohhh .. ! '' batin ini makin menjerit , Sebab jadi seorang lelaki normal , tentu siapapun tidak akan tahan dengan peristiwa semacam ini . Pintu saya keyuk untuk memberi handuknya , serta di saat pintu dibuka , alangkah kagetnya saya karena Cindy berdiri di muka pintu cukup dengan celana dalam yang serius mini dengan bordiran yang bagus serta benar-benar jelas sekali kelihatan gunungan hitam di selangkangan seperti akan meletus . Waktu memerhatikan saya heran dengan handuk di tangan , dengan cueknya Cindy menarik tangan saya untuk mandi bersama dengan . Pada saat itu saya cuma seperti robot yang bergerak cuma bila di setel untuk bergerak . Sebab terus jelas saja . Saat itu pemikiran saya seolah tidak yakin dengan yang sedang berada di hadapan ku .rupanya badan Cindy lebih cantik dibanding apa yang saya pikirkan , serta lebih hebat lebih cantik dalam keadaan telanjang . Tanpa ada sadar saya melepas celana dalam Cindy , Serta tubuhnya saat ini ku sirami dengan air dari shower . Cindy melenggak-lenggok pantatnya yang bundar disaat air shower saya tujukan ke pantatnya. Serta disaat saya tujukan ke punggung, Cindy meliuk-liukkan tubuhnya dengan serius erotis. Mendadak Cindy mengubah tubuhnya serta saat itu juga melahap bibir saya, dengan cepat disedot serta dihisap. Tetapi mendadak Cindy berhenti serta geram, “Hey, dicabut dong pakaiannya!” Saya cuma dapat terawa kecil karena bertepatan dengan itu Cindy serta dengan bergairahnya melepas kaos serta celana panjang saya yang mana celana dalamnya saat itu juga ikut lepas. “Wow, lucu sekali bentuk tangkai kamu Andi..?” Cindy menanyakan dengan manjanya. “Lho apa memiliki suami kamu tidak lucu tuch..?” saya balik bertanya serta Cindy cuma ketawa dengan ujung kemaluan saya yang telah ada di mulutnya. Edan! Cindy betul-betul luar umum, kemungkinan karena ia telah bersuami serta telah memiliki anak juga. Serta baru kesempatan ini saya nikmati alangkah enaknya apa yang sejauh ini tetap saya saksikan di film serta tetap saya pikirkan siang serta malam. Dengan gemasnya Cindy mengelus-elus buah zakar serta menghisap-hisap kepala penis saya dengan lembutnya. Tidak berasa telah lama sekali Cindy mengisap tangkai penis serta pada akhirnya, “Hey, lelah nih jongkok terus. Gantian dong..!” Cindy lantas saya gendong mengarah wilayah tidur, lantas saya rebahkan dengan kakinya yang putih mulus terkulai di lantai. Kaki Cindy saya angkat perlahan, sekalian memberi sedikit sensasi di talapak kaki. Cindy kegelian serta mengelinjang, selanjutnya saya mulai menyerang payudaranya yang tidak demikian besar tetapi cukup merayu. BACA JUGA Menantuku Yang Hyper Sex Ujung penis saya gosok-gosokkan di lubang vaginanya sekalian menghisap-hisap puting payudara Cindy. Saya makin nikmati permainan disaat Cindy mulai mengerang-ngerang keenakkan. Serta disaat pinggulnya mulai digerak-gerakkan ke atas serta ke bawah saya mulai menyadarai bila Cindy meminta dicoblos liang vaginanya. Tetapi saya menyengaja untuk mendustai ujung penis di mulut vagina Cindy. “Ayo Andi, dimasukkan saja, jangan cuma di luar demikian dong..!” pada akhirnya Cindy betul-betul tidak tahan. Lantas saya mulai mendesak panis saya untuk masuk ke vagina Cindy. Uuuhhh..! Hangat serta enak sekali rasaya. Cindy sekalian mengeluh keenakkan mangangkat pantatnya, hingga penis saya makin dalam masuknya. Aaahhh..! Makin enak saja rasa-rasanya. Nanti saya tahu bila terkait sex itu serius enak rasa-rasanya. Waktu pantat Cindy diwariskan, mendadak penis saya lepas dari lubangnya. Cindy meningkatkan pantatnya, serta disaat diwariskan lepas . Demikian dan sebagainya sampai Cindy marah-marah karena dapat dibuktikan saya cuma membisu saja. “Ayo dong Andi kamu goyang pantatmu maju mundur. Ayo… dongg..!” Saya makin tahu bila behubungan sex tidak saja enak tetapi menyenangkan. Pantat Cindy mulai membisu serta pantat saya mulai digerakkan. Perlahan saya masukan tangkai penis yang telah serius tegang ini, serta saya tarik dengan satu hentakan keras. Perlahan saya masukan serta saya tarik dengan satu hentakan keras. Cindy merem melek disaat saya masukan, serta Cindy mengeluh keras disaat saya tarik. Demikian terus saya kerjakan hingga kemudian Cindy bangun serta memeluk saya. Dengan mesranya saya menggendong serta mencium bibir Cindy. Tetapi saya terkejut disaat mendadak Cyndi menggoyang dengan keras sekali pantatnya, diputar-putar pantatnya pada gendongan saya, serta pada disaat itu saya makin terkejut disaat tiba-iba juga lubang vaginanya berasa mengecil lantas dengan kerasnya Cindy berteriak, “Annddiii..!” serta keringat kecil-kecil mulai keluar di atas keningnya. Satu kali lagi, dari sini saya betul-betul tahu sebenarnya terkait sex itu enak sekali, menyenangkan, serta yang lebih menyenangkan bila kita dapat bawa pasangan kita ke pucuk kesenangan. Sebab pada disaat kita memerhatikan pasangan kita menggelinjang keenakkan pada disaat itu juga hati ini akan berasa plong. Kembali Cindy geram, karena ia telah kecapekan sesaat tangkai kemaluan saya tetap berdiri tegak. Serta yang tentu saya belum ejakulasi. Tetapi sekalian mengecup bibir Cindy secara halus saya sebutkan bila saya telah serius suka diperkenalkan dengan hubungan seksual yang sebetulnya, serta saya telah serius senang memerhatikan dianya senang serta suka dengan permainan saya. Nanti kami mandi bersama dengan, serta di kamar mandi kami masih mengulang permainan-permainan yang lebih menyenangkan . Hampir tiap disaat serta tiap peluang di kapal kami mengerjakannya serta . Waktu sampai di Jakarta, ia memberi alamat serta nomor teleponnya serta mengharap sekali bila saya mengharap singgah ke rumah atau kantornya. Seringkali Cindy pernah saya hubungi serta seringkali kami pernah bertemu, hingga kemudian saat ini kami tidak pernah bertemu karena akhir kali saya hubungi alamatnya telah geser. Entahlah dimana kamu Cindy, tetapi yang jelas saya tetap merindukan kamu, karena kamu telah memberi pengalaman serta pengetahuan yang bernilai mengenai bagaimana terkait sex serta memberi kepuasan pasangan main Tweet Share Share Share Share
Pulangnya para TKI dari malaysia mengingatkanku akan pengalaman seksku di kapal laut. Cerita seks yang tidak bisa kuduga dan hubungan itu terus bersemi sampai saat berita di TV tentang pulangnya para TKI dari Malaysia dengan kapal-kapal besar, aku jadi teringat kisahku yang juga terjadi di kapal besar semacam itu. Sekitar lima tahun lalu aku mendapat telegram dari anak perempuanku y ang hendak melahirkan anak pertamanya sebulan lagi. Sudah hampir setahun ia ikut suaminya yang kerja di Irian Jaya dan ia sangat berharap aku dapat menungguinya saat dia akan menjemputku dalam waktu 1-2 minggu itu setelah selesai urusan kantornya. Benar saja, dua minggu kemudian menantuku, Bimo, datang. Ia sedang mengurus pekerjaan di Jawa Timur sekitar dua minggu. Setelah selesai, ia menjemputku dan masih sempat menginap selama tiga hari sebelum kapal berangkat dari pelabuhan Tanjung H pun tiba. Pagi-pagi diantar anak bungsuku kami berangkat ke Tanjung Perak yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan dari kota kami. Sejak suamiku meninggal memang aku jadi sering pergi berkunjung ke anak-anak yang tersebar di beberapa kota. Untuk anakku yang di Irian Jaya ini merupakan kunjunganku yang pertama, maklum jaraknya jauh di pelabuhan Bimo segera mengurus tiket yang sudah dipesannya. Kemudian kami naik ke kapal besar itu. Penumpang kapal yang ribuan jumlahnya membuat para pengantar tidak bisa ikut naik, termasuk anak bungsuku. Baru sekali itu aku naik kapal laut. Sungguh mengejutkan karena penumpangnya ribuan orang dan sebagian hanya duduk di dek atau lorong-lorong lagi menempati bangsal seperti kamar asrama dengan tempat tidur raksasa yang muat ratusan orang. Kuikuti langkah Bimo melewati mereka, bahkan terpaksa melangkahi beberapa orang, hingga sampai di bagian ujung kapal yang merupakan deretan kamar. Hanya sekitar 1 0 kamar, itupun ukurannya Cuma sekitar 3×3 meter.“Ini kamar kita, bu, ” kata Bimo sambil masuk lalu menaruh seluruh bawaan kami. Dengan canggung aku masuk. Yang nampak memenuhi hampir separuh ruangan adalah ranjang kayu yang muat dua orang serta meja kecil pendek. Perlahan aku duduk di ranjang dan menyibak gorden di atasnya. Nampak air laut di kaca bulat dan tebal itu.“Maaf, bu, harga tiket kamar di atas mahal sekali, terpaksa saya pilih yang di sini, ” ujar Bimo merasakan kegalauanku.“Ah, tak apa-apa Bim, daripada harus tidur di dek kapal, ” sahutku.“Sebaiknya kita sekarang mandi dulu saja, bu. Kalau terlambat nanti antrinya lama sekali.”Benar kata Bimo, sewaktu sampai di deretan kamar mandi ada 6 sudah ada antrian sekitar 2-3 orang di setiap kamar mandi. Mandi pun harus buru-buru dan biar praktis aku langsung pakai daster jam 2 siang kapal mulai bergerak. Setelah puas melihat-lihat suasana kapal yang dijejali ribuan orang, persis seperti pengungsi, akupun kembali ke kamar. Bimo masuk ke kamar sambil membawa beberapa makanan dan minuman. Sekitar jam 5 sore terdengar bel dibunyikan oleh awak kapal.“Itu pertanda kita harus antri makan malam, bu, ” jelas Bimo. Dan sekali lagi kami harus berbaris antri mengambil nasi dengan lauk sayur dan sedikit ikan laut. Nampan, piring dan sendok aluminium yang kami pakai mengingatkanku akan para napi di penjara. Ternyata beginilah pelayanan kapal laut kita. Selewat jam 7 malam makanan tidak disediakan mengembalikan peralatan makan sementara aku ke kamar mandi untuk cuci dan pipis. Cape sekali ha ri itu dan aku perlu segera tidur malam itu. Kapal yang bergoyang-goyang karena ombak besar membuat kepalaku pening.“Silahkan ibu tidur dulu. Saya masih perlu menyiapkan laporan untuk kantor, ” kata Bimo sambil membuka berkas-berkasnya di meja kecil sambil duduk di lantai kapal yang berkarpet. Aku pun naik ke ranjang mengambil posisi mepet ke dinding kapal. Sekilas terlintas di benakku, Aku, janda usia 45 tahun, tidur seranjang dengan berapa lama terlelap, aku terbangun karena merasa ada sesuatu yang memelukku. Saat kubuka mata, kamar gelap sekali, sementara posisi tubuhku sudah telentang. Segera aku menduga Bimo mau berbuat yang tidak senonoh padaku dan aku siap berontak. Tapi beberapa saat kurasakan tidak ada gerakan dari tubuhnya dan malah terdengar dengkur ini? Apa aku harus menyingkirkan tangannya dari atas perut dan dadaku yang tak berbeha seperti kebiasaanku kalau tidur serta kakinya yang menindih paha kananku. Aku tak tega membangunkannya dan jadi serba salah dengan posisi yang demikian itu. Aku tak bisa menyalahkannya karena ia tertidur dan ranjang kami termasuk berukuran pas-pasan untuk dua aku pilih diam saja dan bertahan pada posisi itu meski dari gesekan kulit akhirnya kuketahui kalau Bimo saat itu bertelanjang dada. Dan persentuhan paha kami juga menandakan bahwa Bimo tidak memakai celana panjang. Mungkin dia hanya memakai celana pendek atau justru celana dalam saja, mata dan berusaha tidur lagi sambil berharap Bimo melepas pelukannya sehingga aku bisa berguling ke dinding kapal memunggunginya. Namun sampai terkantuk-kantuk harapanku tak terkabul. Sampai aku terlelap lagi tangan dan tubuh kekar Bimo masih menelangkupi dadaku dan pahanya menindih lama kemudian, aku menggeliat dan terbangun lagi. Kini tubuh kekar Bimo ternyata sudah ada di atasku, menindihku. Bahkan terasa pahaku dikangkangkannya sehingga celana dalamnya tepat di atas celana dalamku karena dasterku sudah tertarik ke atas. Tonjolan penisnya yang tegang terasa sekali. Remasan tangannya di payudaraku, meski masih tertutup daster, membuatku meronta.“Bimo! Apa-apaan ini? Aku ibu mertuamu, Bim!” Ucapku setengah berteriak takut terdengar kamar sebelah sambil tanganku menolakkan dada telanjangnya.“Ugh, maaf bu, kukira tadi aku tidur denga istriku, Sudah hampir sebulan aku puasa, bu”“Iya, tapi jangan dilampiaskan ke aku dong, ” kataku jengkel sambil menepis tangannya yang nakal. Sementara selangkanganku tak berkutik terpaksa menerima dan merasakan tekanan penisnya yang terbalut celana dalam.“Ak, aku cuma ingin memeluk-meluk saja kok bu, Tidak sampai itu” jawabnya polos.“Aku kuatir kamu lupa diri, lalu memperkosaku” belaku sambil berusaha menyingkirkan pahanya tapi tenagaku tak cukup kuat.“Sumpah bu, Aku cuma ingin memeluk-meluk saja dan tidak bakalan memperkosa. Kalau aku mau pasti dari tadi celana dalamku dan ibu sudah kulepas” berhenti berontak sambil memikirkan kata-katanya. Benarkah ini terjadi hanya karena dia sedang bernafsu setelah sebulan tidak ketemu istrinya. Egh.. ugh, kini bukan hanya remasan, tapi malah gigitan kecil yang terasa di puting kananku yang masih tertutup daster. Puting kiriku terasa dipelintir kecil.“Benar ya, Bim. Janji, tidak boleh copot celana dalam” tantangku.“Iya, bu, aku janji tidak akan mencopot celana dalam kita”“Hshhh, hsshh” perlahan aku semakin menikmati cumbuannya. Rasanya ingin mengulang kenikmatan saat suamiku masih ada. Meski agak canggung, pelan-pelan tanganku malah memeluk punggung Bimo yang menaikkan posisinya hingga kepala kami sejajar. Ia mulai mengecup-ngecup wajahku. Aku berusaha melengos tapi tangannya sudah memegang kedua pipiku dan bibirnya mendarat di bibirku.“Bu, dasternya dilepas saja ya” mendadak Bimo berkata setelah kami lelah berciuman.“Ingat janjimu, Bim..” kataku.“Aku kan janji tidak melepas celana dalam kan, bu” jawabnya sambil perlahan tangannya menarik dasterku ke atas. Entah kenapa aku tak mampu menolak dan hanya pasrah ketika daster itu dilempar entah kemana, dan kami tinggal berbalut cd. Yang kulakukan kemudian hanya memejamkan mata ketika tubuh kekar itu memelukiku, menghisapi susuku kiri kanan dan menekan-nekan selangkanganku, menjilati sekujur mendadak terangkat ketika salah stau jari Bimo mengelus bibir vaginaku yang masih tertutup cd.“Bim, jangan!”“Aku hanya mengelus dari luar kok, bu”“Nanti aku jadi terangsang, Bim”“Nggak apa-apa kan, bu. Saat ini kita saling memuaskan saja deh, bu. Aku akan bikin ibu orgasme tanpa membuka cd ibu”Benar saja, sejurus kemudian sensasi hebat kurasakan ketika gesekan dan pijatan jemari Bimo di bawah perutku semakin liar. Aku segera merasa ada sesuatu yang mengalir keluar dari vaginaku.“Ibu sudah basah ya? ” Tanya Bimo nakal. Aku jadi malu dan pilih diam saja sambil terus menikmati rabaan gila itu. Ya, aku memang sudah hampir orgasme dan Bimo tahu itu. Serta merta ia memutar posisi tubuhnya hingga mulutnya dapat menjilati cd di bagian selangkanganku. Kakiku dinaikkannya dan tubuhku agak diseret turun, sementara bagian cd-nya tepat di depan wajahku.“Uh, uh” sambil memegang kedua pahaku Bimo memainkan lidahnya sedemikian hebat. Menjilati paha, perut lalu semakin turun hingga tepat di bibir vaginaku. Ia tak canggung menggigit-gigit cd ku dan menekannya dengan lidah sehingga masuk.. Aku semakin basah. Banjir. Ooh? Bim? Bim? Aku mulai mengejan berkejat-kejat, menumpahkan semuanya sampai merembesi cd dan Bimo menghisapinya kananku dipegang Bimo dan ditaruhnya di gelembung cd-nya yang berisi penis tegang itu. Tanganku diremas-remaskannya di benda tumpul lunak-keras yang panjangnya sekitar 20 cm itu. Aku yang semula canggung jadi makin terbiasa, malah akhirnya terbawa nafsu untuk menciuminya meski dari luar cd. Bimo mendesis ketika barangnya kujilat dan kukocok-kocok dari luar.“Ak, aku mau keluar juga, bu” erangnya ketika tanganku bergerak lebih kuat dan sekejap kemudian kurasakan penisnya menekan kuat bergetar-getar memuncratkan isinya di dalam cd. Barang itu terus kuperas habis sampai akhirnya melemas dan tubuh Bimo menggelosoh kecapaian dan dagunya diletakkan di vaginaku.“Cape ya, bu?” tanyanya sambil memelukku. Dengan manja aku menyorongkan kepala ke dadanya yang berbulu. Tangannya segera meremas susuku lagi.“Sudah dulu, Bim” bisikku sambil menghentikan remasannya.“Berarti nanti lagi ya, bu?” Aku tak menjawab dan cuma memberinya remasan kecil dipenisnya yang telah mengecil. Oh, nikmatnya seks.“Ini jam berapa, Bim?”“Paling masih sekitar jam 12 malam, bu. Masih dua hari lagi kita sampai, Aku akan puasi ibu selama dua hari ini. Kita tidak perlu keluar kamar”Gila, pikirku! Selama 2 hari 2 malam main seks dengan Bimo. Apa aku bisa tahan untuk tidak melepas celana dalam. Mungkin aku masih tahan, tapi Bimo. Namanya juga laki-laki, kalau nafsunya naik pasti main paksa. Bagaimana kalau aku jadi hamil? Sudah lama aku tak minum pil KB lagi. Aku merinding manakala membayangkan dihamili pertama itu kami ulangi tiga kali lagi pergumulan nikmat itu. Beruntung malam itu kami masih kuat bertahan tak lepas cd, meski cd yang kami pakai sudah kuyup terkena air mani berkali-kali. Kami tak dengar lagi bel makan pagi karena saat itu masih terlelap. Bangun sekitar jam 10 siang kudapati tubuh kami masih yang berbeha nomor 36 menempel lekat di dadanya. Cahaya remang-remang dari jendela kaca membuat wajahku memanas, malu. Kalau semalam kami tak saling melihat wajah karena gelap aku masih bisa menahan malu, maka siang ini kami harus bertatap muka. Kuperhatikan Bimo yang terpejam. Gila! Tubuhnya benar-benar seperti Bima dalam kekar agak hitam dengan rambut di dadanya. Dadaku berdesir setiap kali rambut itu menerpa putingku. Perlahan kulepaskan diriku dari pelukannya dan dia kudorong sampai telentang. Tonjolan di balik cd-nya dan helai-helai rambut yang mencuat dari cd itu menjanjikan suatu kenikmatan yang?. ah, mestinya tak boleh kubayangkan.“Mau kemana, bu?” Mendadak Bimo terbangun dan menarik tubuhku kembali dalam pelukannya.“Mau mandi, Bim, ” jawabku.“Nanti sajalah, bu, agak sore saja. Hari ini aku mau kita di ranjang ini saja. Kalau ibu lapar bisa makan roti yang sudah kubeli. ” Aku tak berdaya ketika Bimo menggulingkan tubuhku kembali ke ranjang. Menelentangkanku lalu memanjat dan menunggangikuku lagi. Ufhh, lagi-lagi tetek montokku jadi bulan-bulanan mulutnya, demikian pula tekanan-tekanan pada vaginaku membuat pahaku semakin terkangkang lebar.“Bim, lama-lama aku nggak kuat kalau dirangsang begini terus” bisikku.“Kalau nggak kuat ya tinggal dikeluarin saja to, bu, ” jawabnya sambil mencucup putingku dan menyedotnya.“Maksudku, aku takut nanti jadi kepingin buka cd, egghh, jangan keras-keras, Bim!” desahku. Bimo mengurangi tekanan di vaginaku.“Aku kan sudah janji tak akan buka cd ibu. Tapi kalau ibu dengan sukarela buka sendiri ya bukan salahku lho, hehehe” guraunya sambi mencium bibirku.“Untuk variasi, coba deh ibu di atas, tolong diisepin tetekku dong, bu!” pintanya manja. Aku mandah saja ketika ia memelukku lalu menggulingkan tubuhnya hingga telentang dan aku menindihnya. Dibimbingnya kepalaku ke putingnya. Pelan kujilat-jilat lalu kuisap.“Yang kuat, bu” erangnya sementara tangannya bergerak turun ke arah pantatku. Meremas dan menekan-nekannya sambil mengayun zakarnya ke atas sehingga bertemu dengan vaginaku meski masih terbungkus cd. Sejenak kemudian pahaku dibukanya dengan dua tangan lalu tangan itu mulai mengobok-obok daerah sensitifku itu.“Bim, oh Bim.. aku mau keluar, ” desisku tak tahan. Namun Bimo mendadak menghentikan gerakan tangannya sehingga aku blingsatan.“Teruskan, Bim, ” pintaku sambil meletakkan tangannya di memiawku lagi, tapi ia tetap diam.“Jangan buru-buru, bu. Makin lama makin nikmat kan” godanya membuatku tak sabar. Nafsuku yang sudah di ubun-ubun minta penuntasan segera tapi Bimo sengaja menggodaku. Entah dapat kekuatan dari mana tiba-tiba aku jadi beringas. Kududuki perut Bimo lalu kuambil tangan kanannya, kupilih telunjuknya lalu kubawa ke arah vaginaku.“Bim, tolong kau puasi aku dengan jarimu, Aku nggak tahan lagi” Kutusuk-tusukkan jari Bimo dalam-dalam. Dan setelah kurasakan ia mulai menggerakkan jarinya keluar masuk, aku lalu meneletangkan tubuh ke belakang, sampai kepalaku bertumpu pada pahanya. Ugh, egh, kunikmati kocokan jari Bimo di vulvaku.“Seeer, cret, suuur” aku sampai ke klimaks. Pantatku berkejat-kejat mengejan gemetaran dan Bimo menelan semua maniku sampai aku lemas. Ia terus menyedot dan menjilat-jilat. Sungguh edan! Tubuhku terjelepak di pahanya dengan nafas ngos-ngosan. Namun kurasakan jemari Bimo menggantikan lidahnya menusuki lubang memiawku.“Cukup, Bim..!!!” pintaku.“Belum, bu, ” jawabnya sambil terus merangsang klitorisku, wanita biasanya bisa mencapai orgasme berkali-kali. Aku mau buktikan itu, menunggu lama, ucapan Bimo terbukti. Syahwatku memuncak lagi dan cairanku mengucur lagi. Bimo mengerjaiku dengan cara itu sampai aku empat kali orgasme. Apa ia juga melakukan hal ini pada istrinya, anakku.“Nah, sekarang terbukti aku lebih kuat kan, bu. Aku belum sekalipun buka cd tapi ibu malah memaksaku mengocok vagina ibu”“Aku benar-benar tak kuat, Bim. Sudah bertahun-tahun aku tak pernah merasakan kenikmatan dan sekarang kamu merangsangnya terus sejak semalaman. Siapa bisa tahan”“Apa itu berarti ibu tidak mau pakai cd lagi?”“Aku tetap pakai dan kamu juga. Aku takut hamil”Setelah empat kali orgasme berturut-turut, tulang-tulangku seperti dilolosi. Pelan kugeser tubuhku turun dari ranjang mengambil cd baru dari tas lalu tanpa sungkan kupakai di depan Bimo.“Kamu juga harus ganti cd baru, Bim, kan sudah bau bekas sperma kemarin kan..”“Iya, iya, bu, sekalian aja nanti waktu mandi. Sekarang aku ingin ibu ganti memuaskanku”Tangan Bimo menggapaiku dan mendudukkan pantatku tepat di atas zakarnya. Kugoyang-goyang pantatku sampai Bimo mendesis-desis sambil meremasi tetekku. Kupercepat rangsanganku pakai tangan. Kugenggam zakar di balik cd itu dan kukocok-kocok sampai 15 menit barulah kemudian Bimo memelukku erat-erat sambil menyemburkan sperma di dalam cd makan siang berbunyi tapi kami tetap tak beranjak keluar kamar. Kami hanya makan roti dan minum minuman kaleng yang dibeli Bimo, entah apa tapi rasanya agak hangat di badan. Selama ini kami masih bertahan pakai cd.“Aku akan berusaha sampai ibu buka cd sendiri, ” tekadnya sambil mengecup dan menggigit-gigit telingaku, mengecupi wajahku, menciumi bibirku, menjilati dagu, leher, dada, menyedoti tetekku kiri-kanan, turun terus sampai aku menggelinjang ketika lidahnya sampai di perutku, pusar dan terus turun. Menyelip-nyelip di cd di daerah selangkanganku.“Uuffgghh” kurasakan nikmat mengalir dari selangkangan sampai ke kepalaku. Kutekan kepala Bimo keras-keras. Aa, aku nggak kuat, Bim, hsshh.. hsshhh.. enaaak banget, nikmaaat’ tanpa sadar tanganku beralih ke cdku dan cepat melepasnya. Bimo membantuku melepas cd itu setelah melewati paha. Kini aku bugil dengan paha ngangkang dijilati menantuku!“Terbukti, kan, ibu sudah buka cd sendiri, ” bisiknya sambil menaikiku lagi hingga bibirnya mencapai bibirku dan selangkangannya menekan vaginaku.“Sekarang ibu akan kupaksa membuka cdku juga” desisnya samibl menekan-nekan dan memutar-mutar tonjolan cdnya ke vaginaku. Batang besar yang tercetak di cd itu sekarang masuk memanjang di bibir vaginaku. Digesekkannya naik turun membangkitkan birahiku lagi. Remasan di tetekku dan mungkin pengaruh minuman kaleng tadi mempercepat syahwatku naik lagi.“Ja.. jangan, Bim, Jangan perkosa aku, nanti hamil!” erangku sambil memelukkan pahaku ke pahanya dan tanganku ke punggungnya, tak kuat merasakan rangsangan yang melanda.“Tidak, bu, tapi ibu sendiri yang bakal minta kuperkosa. Ibu ingin zakarku masuk ke memek ibu, kan?”“Jan.. jangan, Bim eegghhh” aku harus mengejan lagi hendak mengeluarkan mani. Namun mendadak Bimo berbalik dan membuat posisi 69. Lidahnya kini bebas memasuki vaginaku tanpa halangan cd, sedangkan tonjolan besar zakarnya tepat di depan wajahku yang mau tak mau terpaksa kupegang supaya tidak menekan wajahku terlalu kuat.“Jilat bu, isep!!! ” pintanya sambil mengarahkan tonjolan itu ke mulutku. Aku yang sudah tak mampu berpikir jernih perlahan tapi pasti menuruti permintaan gilanya yang belum pernah kulakukan pada suamiku sekalipun. Ufh.. ’ kukulum-kulum kecil ujung penisnya dan membuat benda panjang itu semakin keluar dari cd, seperti batang ular itu sementara kepalanya masuk ke mulutku semakin dalam. Semakin dalam dan semakin bergelenyar, berkejut-kejut di mulutku. Agar lebih leluasa, cdnya semakin kuturunkan dan sekejap kemudian tanpa sadar cd itu sudah kulepas dari pahanya! Lagi-lagi Bimo membuktikan keampuhan rangsangannya pada zakarnya di mulutku semakin cepat, cepat dan craaat croot crooot! Spermanya kontan memenuhi mulutku, ada yang tertelan, ada yang meleleh keluar dari bibirku. Sementara bibir bawahku pun memancarkan maninya lagi bertubi-tubi disambut oleh mulut Bimo yang menampungnya sampai tuntas. Tuntas tas, sampai kami berdua terjelepak kecapaiannya di ranjang.“Thanks ya bu. Ibu sudah buka cdku, berarti aku boleh melakukan apa saja dengan penisku pada ibu kan?” tanyanya menggodaku.“Ta.. tapi jangan kau hamili aku, Bim!”“Memang ibu masih bisa hamil?”“Masih, Bim.. meski sudah 45 tahun aku masih mens”“Ya, nanti kita atur sajalah, bu.. yang penting aku boleh masukkan penis ke sini kan?” rajuknya sambil mengelus vaginaku dan membawa tanganku memegang penisnya.“Ta.. tapi pelan-pelan saja ya Bim dan jangan dikeluarkan di dalam!” akhirnya aku memenuhi desakan nafsunya.“Thanks, bu! ” katanya lagi sambil mengecupku dan menunggangiku lagi. Mengangkangkan pahaku lagi lalu memacuku. Bagai joki tak kenal lelah. Aku pun rela jadi kuda pacu lagi. Terlebih setelah merasakan barang panjang itu berkembang lagi bergerak-gerak di selangkanganku. Menusuk-nusuk mencari jalan masuk.“Bim, egh, Bim jangan masukkan Bim.. ” aku masih takut-takut. Tapi Bimo tak peduli dan tetap mengarahkan kepala zakarnya ke vaginaku. Menggosok-gosok pintu lubang, menjujut-jujut mau masuk. Kurapatkan paha, tapi tangan Bimo cepat membukanya lagi, menekan ke kiri-kanan dan bleess? zakar panjang itu ambles ke dalam memiawku yang licin penuh lendir mani.“Bim, gila kamu!” Badanku melenting ke atas memeluknya, merasakan sensasi gila di selangkangan. Yah, akhirnya sambil duduk kunikmati kocokan zakar Bimo yang memaju-mundurkan pantatku. Sakit, nikmat, nafsu syahwat campur jadi satu.“Bim.. Bim.. jangan keluarkan di dalam!” aku mengingatkan tapi Bimo malah tambah rapat memeluk pantat belakangku dan menggerakkan pantatnya sendiri maju-mundur, keluar masuk.“Aku mau sampai tuntas, bu..” bisiknya di sela-sela deru nafasnya.“Aku bisa hamil, Bim!”“Aku tak percaya.”“Serius, Bim!”“Sekarang kita nikmati saja, bu.. hamil urusan nanti.” Gocohannya tambah keras dan aku malah semakin menggigil merasakan nikmat syahwat itu sampai ke ubun-ubun. Ketakutan akan kehamilan pun jadi mendorongku telentang ke ranjang dan dia lalu jadi joki piawai. Mengolah gerakan pantatnya, zakarnya keluar masuk, naik turun, mencangkul, menusuk, mengobrak-abrik memiawku sampai akhirnya dia menekan sangat keras dan crooot, crooot, crooot, cruuut, cruut, cret!! Sperma hangat mengaliri rahimku dan akupun mengejan berkejat-kejat lagi menumpahkan mani. Memeluk punggung dan pahanya erat-erat. Kami mencapai puncak bersamaan. Dan ini kali pertama zakarnya bersarang di vaginaku tanpa bisa kularang karena aku juga menginginkan. Resiko hamil kujadikan urusan itu terus kami reguk setelah mandi dan makan malam. Semalaman lagi kami bergumul memanjakan syahwat hingga terdengar sirene kapal memberitahukan bahwa pelabuhan tujuan sudah kelihatan. Namun untuk mencapai pelabuhan itupun masih perlu waktu dua jam lagi dan itupun terus kami gunakan mereguk madu nafsu di kapal itu. Kami biarkan penumpang lain turun lebih dulu supaya mereka tidak melihat tubuh dan wajah kami yang kusut masai pucat pasi kehabisan itu dua bulan aku menemani anakku di Irian Jaya, dan dua bulan itu pula kami secara sembunyi-sembunyi terus berzinah. Demikian pula sewaktu Bimo mengantarku pulang ke Jawa Timur, kami memilih naik kapal laut lagi, bahkan kami sempat menginap tiga hari di hotel Surabaya sebelum pulang ke rumah. Tahun depan, aku berharap Bimo mau menjemputku untuk menengok anakku lagi. Setelah merasakan kelelakian Bimo, rasanya aku jadi tak kuat puasa berlama-lama. Aku tak mau dengan laki-laki lain. Dan kukira aku harus segera sterilisasi untuk mencegah kelahiran anakku sekaligus cucuku.
cerita sex di kapal