cerita sex ibu ibu
MelayaniNafsu Mama Mertua Yang Terpendam. INDO HOT XXX - Melayani Nafsu Mama Mertua Kisah ini merupakan kisah nyata dan bukan kisah dari orang lain melainkan kisahku sendiri, sebut saja namaku Gibran (Samaran). Saat ini aku sudah hidup berumah tangga dan tinggal di rumah mertuaku karena istriku merupakan anak tunggal. Apalagi aku sendiri
Ceritasex pelampiasan nafsu ibu kost yang kesepian. Sudah hampir setahun Zaki tinggal di tempat kost bu Lily. Bisa tinggal di tempat kost ini awalnya secara tidak sengaja ketemu bu Lily di pasar. Waktu itu bu Lily kecopetan, trus teriak dan kebetulan Zaki yang ikut menolong menangkap copet dan mengembalikan dompet bu Lily.
Pagiharinya, aku mengikuti kuliah dengan mata yang pedas dan ngantuk banget. Badanku juga terasa nggak karuan, nggak bisa konsen sama sekali dengan materi kuliah. Jam 9 kuliah selesai, aku segera ke toilet untuk cuci muka, dan langsung ke kantin memesan kopi dua gelas buat mengganjal mata. :hammers Tapi tetap aja yang namanyanya ngantuk itu nggak bisa diganjal apapun. Jam 10 kui
Ketikasedang asik menyeduh teh manis ibuku kedapur dan agak kaget ternyata ada aku didapur, sedangkan ibu hanya memakai kain sarung yang menutupi tubuhnya. Untuk mengalihkan perhatian ibu yang melihatnya dalam keadaan acak-acakan, aku pura-pura tak menyadari dan menyapa ibuku. "Ibu? mau kemana Bu?"
CeritaDewasa Ibu Arisan Yang Haus Belaian. By admin | November 6, 2021. 0 Comment. Cerita Dewasa - Saat ini aku tinggal di komplek di kawasan Jakarta, Ada satu tetanggaku yang memiliki keluarga yang damai Kepala keluarganya Adalah Pak Rahman dan memiliki istri yang super Sexy.
mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Kejadian ini baru saja 4 bulan yang lalu, ya benar januari tepat saat usiaku 25 tahun. Kebetulan aku emang suka berburu harta karun hehe perawakanku yang atletis berwajah oriental kerap membuat wanita jatuh hati serta tindakanku yang suka membantu orang aku berpikir nafsuku sering melonjak2 akhir-akhir ini. Padahal hasrat ku selalu terpenuhi dan wanitaku juga tak hanya satu. Ini sepenggal kisah yang akan ku ceritakan berdasarkan pengalamanku itu siang panas matahri terik2nya aku bertemu dengan sepasang ibu dan anak di pinggir jalanan semarang daerah citarum. Perawakan ibu ini sangat menggoda walaupun baju tidak ketat tapi susu nya yg gede membuat perhatianku menuju pada nya. Aku hampiri mereka berdua sedang duduk2 santai di pinggir jalanOhiya, aku sering sekali mengajak orang ngobrol nyapa walaupun itu gakenal karena kelebihanku ini orang mudah berkomunikasi denganku meski tak kenal sekalipun aku biasa membawa suasana menjadi nyaman dan menyenangkanAku halo bu, mau kemana sm anaknya?Ibu duduk2aja mas leren capek abis jalan dari pasar sini bu aku anterin mau kemana?Ibu meh neng johar lama aku anterin saja bu panas gini cuacanyaIbu udah biasa mas sering panas2an kokAku lha suaminya kemana bu aku sering bertanya ini ketika ada ibu2 setengah baya, untuk memancing sajaIbu suamiku di ambarawa mas, besok aku mau pulang kesana jg tapi gapunya uangAku aku ada uang sih bu, tapi ini buat pegangan besok cm 100kIbu yaudah mas disimpen aja uangnyaAku gausah deh mu ini buat ibu aja masih dipinggiran jalan itu, aku lanjutkan bertanya2Aku lha ibu kalo disini tdr dimana?Ibu dipasar mas sering kok gratis mandi juga kmr mandi umumInisiatif pun muncul untuk mengayomi ibu dan anak ini. Anaknya masih kecil umur 5tahunAku gimana kalo ibu aku inepin dihotel nanti aku kasih uang tambahan simpenanku yg lain. Tp ibu harus mau kentu sm akuIbu gaberani ah mas aku aja sm suami jarang kok kok jarang bu, kan enak ibu masih muda gini semok susunya gede suamiku dah tua mas gabisa gitu sering2 jgAku Dalam batin wah kesempatan nih pasti rapet bgt memeknyaAku yaudah bu ngikut aku aja, besok aku anterin wes naik pickupku ke ambarawaIbu ibu takut hamil mas, tapi beneran ya di inepin hotel sm dianterin pulang keambarawaAku beneran bu wes naik aja sini mbonceng nanti nunggu dimotor aja pas sampe di hotelIbu yaudah mas, ayok gapapa pake kondom ya nantiAku iya bu tenang ajaIbu msh ragu… Nanti anakku pie masAku gapapa bu kan masih kecil ga mudeng gak hahah cepet wes nanti anakmu tak pinjemin hp buat yutubanIbu iya wes mas okeeeSampe di hotelAku bu tunggu sini ya aku tak pesen kamar duluIbu iya mas aku tunggu siniDi kamarAku ibu mandi dulu sana yg bersih aku tak bukain yutub buat anakmu duluIbu iya masAku sini nang nonton yutub ya, pengen kartun opo? Mas tak garap ibumu dulu dah lama gak kentu kasian dia. Km kalo nonton gapapa besok garap juga kalo dah gede ya memek itu enakAnak Cuma ngeliatin aja sekilas senyum2 polosIbu Nak km nonto yutub sek ya besok kt pulangAku wah gede bener to bu susumu enak ki di kenyotIbu gak ah mas biasa ajaAku sinii tak kenyot slurrrp slurp slurpIbu ahhh ah ahhh mass, sambil melirik anaknyaTiba2 anaknya ngambek di tengah aku nyusu ibunyaAku suruh nyusu sekalian aja bu anaknyaIbu sini nang ojo nesu Cuma sebentar kok iniAku enak bu susumu sambul aku pelitir putting sebelah kanan dan aku kenyot yg bu copotin celaku duluIbu iya mas, aku gabis ngemut kontol Aku paksa ibu melumat kontolku kasarAku Tarik rambutnya, aku tekan dalem2 kontolku di mulutnyaAku lah itu bisa ngemutIbu ehgggg… gangomong kesumpelan kontolAnak balik buuuu sambil merengek di pojokanAku wes meneng sek nan ki ibumu jek meh tak kentot sini liat waeSambil aku rebahkan ibunya di kasur, dah basah blm bu aku jilatin yaIbu jgn mas jijik nantiAku sdh biasa bu aku suka jilatnya slurrrp sluprrr ibunya kegelianIbu ahh enak tenan mas ahhh ahhh ahhAku tak masukin ya kontolnya buIbu iya mas masukinnnn, nang km jangan liatSang anak dipojokan malah ngeliatin ibunya di kentu orang lain yang bukan bapaknyaAku liat aja nang enak ni memeh ibumu km jg harus merasain ya jgn Cuma om ajaIbu aahhh ahhha ahhh kencengan masAku iya bu ahh ahh enak banget bu rapet ga pernah di kentu sm bapaknya ya ahhh ahh ahhIbu gapernah mas pake o aja kalo aku disini ahh ahh enak banget rasanyaSetelah bergelut setengah jam aku akhirnya mau keluar. Aku cepetin ritmenya 10x dari genjotan tadi sang ibu berteriak histeris kyknya gapernah di genjot cepet giniIbu uuhhh aaahhh uhh ahhh mas enak mas enak mas terus mas mau keluarAku iya bu aku jugaaaaa ahhh ahh ahhh selang 5 mnt aku keluarrrr dan ibu mencengkram tanganku sampe merah pertanda dia jg orgasmeIbu ahhh enak banget mas gak salah mas ajak ibu kentu lagi rasanya inget seperti muda duluIbu nak jgn salah ibu jg pengen kentu maafin ibu ya nakAku ibu tidur sini aja nanti malem aku kesini lagi bu besok baru pulang ya soalnya ada ursana bentar lagiIbu iya ibu tak ke kamar mandi duluAku bergegas pulang setelah nggenjot ibu si anak, sambil aku pamit sm anaknya pas ibunya ke kamar mandi. Nang om pulang dulu nanti om genjot lagi ibumu maleman
“Maa.. Mamaa..” Tio 16 tahun memanggil ibunya Ratih, 42 tahun yg memang sdh 2 hari selalu di rumah, karena cuti selama 12 hari kerja untuk mengurus pernikahan kakak perempuan Tio yg bernama Surti 22 tahun. Ternyata ia tdk mendapat jawaban, lalu terdengar langkah orang berjalan mendekati diri Tio, ternyata Sasma, pembatunya yg sdh bekerja di rumah Tio sejak 4 tahun yg lalu waktu itu Tio berusia 12 tahun. Bersamaan dgn meninggalnya ayah Tio karena kecelakaan lalu lintas, Ibu Tio mengambil keputusan untuk bekerja, karena alasan untuk mempertahankan kehidupan keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya. Sejak saat itu mereka tinggal hanya berempat termasuk Sasma. “Nyonya sedang tidur Den.., di kamar atas.. Kata nyonya, kalo Den Tio ada perlu bangunin aja..” “Iya deh Bi.. nanti saya ke atas..” Tio membuka sepatunya dan melangkah ke lantai atas rumahnya. Tio berniat mengetuk pintu, tp ia mengurungkan niatnya karena dilihatnya bahwa pintu kamar ibunya tdk tertutup dgn sempurna, sehingga masih terdapat celah yg cukup besar untuk melihat keadaan di dlm kamar. Tio mencoba mengintip ke dlm kamar, dan terdiam sesaat karena melihat ibunya sedang tertidur lelap dan roknya tersingkap sampai ke perut. Terlihat ibunya mengenakan celana dlm yg terbuat dari nylon, dan terlihat sangat menggairahkan. Tio memang sdh biasa melihat pemandangan seperti ini, bahkan ia sering melihat ibunya bila sedang ganti pakaian, dan Ratih memang tdk memperdulikan keberadaan anaknya pada saat ia sedang dlm keadaan setengah telanjang. Ratih memang berumur kepala empat, tetapi ia sangat menjaga kebugaran tubuhnya dgn selalu mengikuti latihan-latihan aerobic di kantornya, jadi meskipun sdh berumur, Ratih masih memiliki tubuh yg indah dan sexy, itulah sebabnya Tio mengagumi ibunya. Tetapi kali ini Tio merasakan ada perasaan lain yg menjalar di seluruh tubuhnya, ia membuka pintu dgn perlahan dan masuk dgn mengendap-endap, dgn harapan bahwa kedatangannya tdk diketahui oleh Ratih. Mata Tio menatap nanar ke arah selangkangan Ratih, terlihat dgn jelas gundukan yg menyembul lembut di balik bahan nylon putih, dan terlihat samar-samar bulu-bulu hitam yg membuat Tio menelan ludah. Tio mencoba ingin menyentuh paha mulus Ratih, tp sejenak ia mengurungkan niatnya, dan ia sempat berpikir akibat perbuatan yg akan dilakukannya. Ia merasa takut kalau-kalau nantinya Ratih akan marah dan menghukum dirinya, dan Tio berusaha menekan nafsunya dgn berkata dlm hati bahwa apa yg dilakukannya adalah salah, karena Ratih adalah ibu kandungnya. Tio tetap berdiri di sebelah tempat tidur dgn pandangan matanya tdk lepas dari tubuh Ratih. Entah setan apa yg mempengaruhinya, Tio mengulurkan tangannya dan mulai mengelus-elus paha Ratih. Pada saat elusan tangan Tio hampir sampai ke pangkal paha ternyata Ratih terbangun dan lagnsung menarik diri mengambil posisi duduk di atas kasur sambil membereskan pakaiannya. Tio terperanjat dan ketakutan setengah mati, tp apa mau dikata, semuanya telah terjadi, Tio terdiam menunggu apapun yg akan terjadi selanjutnya. “Kamu sdh pulang sekolah..? Mama pikir siapa..,” Ratih menegur Tio dgn nada yg sama sekali tdk terlihat marah. Mendengar nada bicara ibunya, Tio yakin bahwa ibunya tdk marah kepadanya, Tio hanya mengangguk menjawab pertanyaan ibunya. “Kamu sdh makan..?” tanya Ratih. “Belon nih Ma.. Tp Tio sdh jajan Mie Ayam disekolahan, jadi masih kenyg..,” jawab Tio sambil mengambil posisi duduk di pinggiran tempat tidur. Tio duduk sambil memandang ke arah dada Ratih yg memang tdk memakai bra. Ratih menyadari bahwa anak sebaya Tio memang sedang terobsesi dgn lawan jenis. Dgn tersenyum dan mengusap pipi Tio, Ratih berkata, “Kamu liat apa sih, ko sampe bengong gitu..?” “Ah nggak Ma..” jawab Tio grogi. “Wajar ko, kalo seusia kamu berbuat seperti itu, tp jangan ke Mama, soalnya Mama kan ibu kamu..” “Tio kan cuma liat Ma..” “Apa yg kamu liat..? Waktu kecil kamu minum susu dari sini.” kata Ratih sambil memegang tete sebelah kiri dgn tangan kanannya. “Kalo sekarang susunya masih ada nggak Ma..?” Tio bertanya dgn lugu dan manjanya. “Ya.. enggak lah..” “Boleh nggak Tio cobain nyusu lagi..? Kan Tio udah lupa rasanya..” “Ih.. kamu ini apa sih, udah gede ko masih kolokan..” “Ya Mama.. sebentar.. ajaa.. Ya Ma.. Yaa..?” Ratih berpikir sejenak sebelum memberi keputusan, Ratih memang berpikir bahwa permintaan Tio menyalahi aturan, tp ia tdk ingin mengecewakan Tio, toh tdk ada salahnya kalau cuma sebentar pikir Ratih. Ratih lalu mengangguk tanda setuju dan membuka bagian atas dasternya, dan mengeluarkan payudaranya sambil berkata, “Tp kamu janji cuman sebentar yaa..” Tio tersenyum dan mendekatkan mulutnya ke arah puting susu Ratih. Saat mulut Tio mengulum, Ratih merasakan seluruh tubuhnya bagai tersengat aliran listrik, karena memang sdh empat tahun ia tdk merasakan bagian-bagian sensitif di tubuhnya disentuh oleh laki-laki. Tio bukan cuma mengulum, tetapi juga memainkan lidahnya di sekitar puting susu Ratih, Ratih menikmatinya untuk sesaat dan dia berusaha mendorong Tio yg mulai keasikan. Tio menahan dorongan Ratih dan tetap pada posisi mengulum puting Ratih. “Tio.. cukup sayang.., udahan yaa..!” Tio tdk menjawab dan tetap pada aksinya, malah Tio memberanikan diri menambah aksinya dgn mengelus paha ibunya. Ratih mendorong Tio dgn sekuat tenaga sampai Tio terjatuh ke lantai. Ratih membalikkan badan dan tidur telungkup sambil membenamkan wajahnya ke bantal. Tio berdiri dan berjalan ke arah lain sisi tempat tidur, dan duduk di tepian tempat tidur. Kini posisi Tio dan Ratih saling membelakangi. Tio berusaha memecahkan keheningan di dlm kamar itu dgn bertanya, “Mama marah sama Tio Ya..? Maafin Tio ya Maa.. Tio janji nggak lagi-lagi deh Ma..” “Mama nggak marah ko Di.. Mama cuma inget sama Papa, dan Mama takut.. keterusan, lagipula apa yg kita lakukan tTio tdk dibenarkan.” Tio lalu naik ke tempat tidur dan berbaring di sebelah Ratih yg masih membelakanginya, lalu Tio memeluk Ratih dari belakang sambil mencium pipi Ratih. “Tio sayang sama Mama dan nggak mau Mama sedih karena inget sama Papa,” sambil berkata Tio nekat mencium bagian belakang telinga Ratih dan tangannya mengelus buah pantat Ratih. Kembali Ratih terasa distrum dan membiarkan tangan Tio yg meremas dan mengelus buah pantatnya. Tanpa sepengetahuan ibunya yg memang menghadap membelakangi Tio, Tio membuka resleuting celananya dan mencopot celananya sampai tinggal hanya celana dlm yg tersisa. Tio kemudian menyilangkan tangannya ke depan dan meremas payudara Ratih, sementara itu Tio menempelkan barangnya yg tampak menyembul ke belahan pantat Ratih yg masih terbungkus CELANA DLM. Sesaat kemudian Tio membalikkan tubuh Ratih hingga telentang dan mengangkat daster Ratih bagian bawah sampai ke atas, dan Ratih hanya diam dan mengikuti semua gerakan Tio. Kini Ratih hanya tinggal mengenakan CELANA DLM, Tio membuka pakaiannya dan keadaan Tio kini pun tinggal hanya mengenakan CELANA DLM. Tio menindih tubuh Ratih dan menempelkan barangnya yg masih terbungkus CELANA DLM tepat di atas barang Ratih yg juga masih terbungkus CELANA DLM. Tio kembali mengulum puting susu Ratih dan terus menjilat sampai ke perut, dan pada akhirnya sampai ke bawah pusar Ratih. Tio menarik CELANA DLM Ratih ke bawah, dan Ratih pun mengangkat pantatnya sehingga memudahkan Tio dlm membuka CELANA DLM ibunya. Tio kembali menjilati perut Ratih yg akhirnya ke paha dan mulai ke bagian sekitar pangkal paha. Ratih mendesah karenanya, “Shhshh.. Ouhh Tio.. Jilatin barang Mama sayang.. ouh..!” Tio terus menjilat, dan akhirnya Tio menjilati penis Ratih, “Tio.. enak sekali sayang.. oohh..” Tio terus menjilati dgn semangat, dan akhirnya Ratih sampai pada puncaknya. “Tio.. Mama keluar.. sayaang..!” Ternyata baik Ratih maupun Tio sdh dirasuki nafsu yg sangat mendlm, Ratih menarik tangan Tio pertanda ia ingin merubah posisi. Ia membiarkan Tio berbaring, sementara ia duduk bersimpuh di tempat tidur dan menarik CELANA DLM Tio sampai terbuka. Lalu Ratih mengulum batang penis Tio. “Ma.. enak Ma.. teruss Ma.. ouuhh..” Mendengar Tio mendesah sedemikian rupa, nafsu Ratih kembali bangkit dan dia mengambil posisi menduduki barang Tio dan menuntunnya masuk ke dlm lubang memeknya. “Oooh.. Tio.. kenapa nggak dari dulu sayaang.. Mama kangen.. sekali pingin ngerasain seperti ini..” “Iya Ma.. ouhh.. enak Ma.. sshhsshh..” Ternyata karena sdh lama tdk bersetubuh, Ratih sangat terobsesi dgn keadaan dimana ia dan Tio sedang menikmati permaianan sex, sehingga ia tdk dapat mempertahankan perasaannya dan sangat mudah sekali mencapai orgasme. “Tiooo.. mama keluar lagi Tio..oouuhhgg..” Tio mengambil inisiatif untuk merubah posisi, ia membalikkan tubuh ibunya, dan kini posisi Tio ada di atas tubuh ibunya. Tio mengocok keluar masuk batang penisnya dgn sangat penuh perasaan karena ia tdk ingin menyakiti ibunya. Karena kelembutan yg diberikan Tio, Ratih kembali terangsang dan menggoyangkan pantatnya. “Sshhss.. Tioo.. kamu kuat sekali.. persis seperti Papamu.. ouuhhgg.. terus sayang.. shhgg..!” Tio melepaskan penisnya, dan menarik tangan Ratih untuk mengambil posisi menungging. Ratih mengikutinya, kini mereka dlm posisi doggy style. “Tioo.. ough.. Tio.. Mama mo keluar lagi sayang..” “Kita bareng ya Ma.., Tio juga mau sampe.. oouughh..! Tio keluar Maa..” Ratih menggoyangkan pantatnya dgn cepat, dan terasa ada cairan hangat yg menyembur di dlm tubuhnya. “Mama keluar juga sayang..” Dan akhirnya mereka berdua terkulai lemas, Tio mencium kening Ratih dan berkata, “Tio sayaang deh sama Mama..” Ratih hanya tersenyum karena masih terbayang kenikmatan yg baru saja ia rasakan. “Boleh nggak kalo kapan-kapan kita begini lagi..?” tanya Tio sambil memelas. Ratih mengangguk dan berkata, “Boleh sayang.. kapan pun kamu mau, kamu tinggal bilang, tp janji jangan sampai orang lain tau.” Demikianlah semenjak kejadian itu Tio dan Ratih sering melakukannya setiap ada kesempatan.
cerita sex ibu ibu