cerita sex ngintip istri selingkuh

BokepJepang Istri Ketahuan Selingkuh oleh Suami | Video Selingkuh, Bokep Cewek cantik, Video Indonesia bokep martua vs menantu, Bokep pentil susu, video bokep selegram indonesia, Bokep ngintip gadis mandi, bokep abg perawan Bokep Jepang, Asian Sex Diary, BokepFB, Xpanas dan lainnya. Tergenit - Situs ini dibuat hanya untuk hiburan Bimamerasa batang miliknya diguyur sesuatu kemudian ia dipaksa lebih intim lagi dengan istriku, karena Ivana melingkarkan kakinya sehingga Bima seperti terkunci. Tak lama kemudian Bima mulai mengeluarkan pejunya. "Bim jangan ditarik dulu ibu mau kamu keluar semua dulu, lalu kalau ibu dah bilang boleh baru kamu tarik keluar." CeritaSelingkuh Ngentot Teman Suamiku cerita dewasa; Kehilangan Perawan Umur 14 Tahun cerita dewasa; Nikmatnya kekasih Sodaraku yang Hiper Sex cerita d Cerita Seks Dengan Lesbian Yang Perawan cerita dewasa; ntar ada yang ngintip lho !" kataku. "Iya sayang, ini lagi pake BH," sahutnya lagi. "Ya udah, aku kerja dulu ya, cup KugenjotMiring2 Lobang Vagina Istri Pamanku Sendiri Yang Seksi Luar Biasa.Bocah kecil yg teriak minta susu itu yaitu sepupuku namanya Vero. Cerita Dewasa Eksibionis Cerita Dewasa Sedarah Cerita Dewasa Selingkuh Cerita Dewasa Separuh cerita seks dewasa CERITA SEKS INDONESIA cerita seks panas CERITA SEKS SEDARAH cerita seks terbaru Setiapbulan saya hanya bisa memberi uang ke istri kurang lebih Rp. 2.500.000, tapi itu dulu sebelum saya kena PHK di kantor. Setelah PHK saya tidak tahu harus kasih istri berapa setiap bulan untuk biaya sehari-hari. Akhirnya saya membuka warung kecil di samping SD tidak jauh dari rumah. Tentu saja pendapatan setiap hari sangat kurang tapi saya mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. Sebagai sekretaris istriku sering mendapatkan tugas lembur. Dan aku terpaksa menunggu di kantornya hingga pekerjaannya selesai. Sore itu saat aku memasuki kantornya Pak Paijan petugas Satpam bilang bahwa Bu Rere, istriku, masih bersama Pak Direktur disinilah cerita sex ini di awali. Waahh.. Kena lembur lagi nih. Jadi terpaksa aku duduk di ruang tunggunya sambil ngobrol sama Pak Paijan. Tak lama ngobrol Pak Paijan minta maaf padaku, dia harus pulang lebih dahulu karena istrinya minta diantar ke dokter. Dia mengambil segepok majalah dan koran, “Silahkan baca-baca Mas, biar nggak sepi”. Pak Paijan meninggalkan aku sendirian. Sesudah hampir semua halaman majalah aku baca-baca, istriku belum juga nongol. Apakah pekerjaannya demikian penting sehingga mesti dilembur macam begini? Aku agak kesal karena bosan menunggu. Akhirnya aku iseng-iseng. Aku masuk ke ruangan kantor. Lampu ruangan tidak lagi sepenuhnya menyala. Ngirit. Nampak sederetan meja kosong telah ditinggalkan para karyawan pulang. Aku tengok sana sini, kulihat ada ruangan kaca di pojok sana yang masih terang namun kacanya ditutup dengan blind curtain’ gorden berlipat yang biasa dipakai di kantor. Mungkin disana istriku bekerja lembur. Pelan-pelan aku mendekat. Aku ingin melihat apa yang dikerjakan istriku. Aku bias mengintip dari celah blind curtain’ itu. Bagai kena palu godam 1000 kati saat aku menyaksikan apa yang bisa kusaksikan. Aku melihat Rere istriku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya sedang berjongkok dengan lututnya diselangkangan Pak Hardy bossnya yang bermata sipit itu. Rok dan blus berikut BH dan celana dalamnya nampak terserak di lantai. Jelas dia sedang sibuk mengulum kemaluan Pak Hardy yang duduk telentang di sofa yang nampak begitu empuknya. Tanpa melepas kemeja dan dasinya Pak Hardy hanya merosotkan celana hingga merosot ke lantai, tangannya memegang kepala Rere menekan naik dan turun. Rere mengulum dan memompa kontol Pak Hardy dengan mulutnya. Wajah Pak Hardy dengan mata sipitnya nampak menyeringai merasakan nikmat tak terhingga dari bibir Rere. Samar-samar kudengar desahan nafsu Pak Hardy dan suara-suara bibir istriku yang sedang penuh memompa kontol bossnya itu. Rupanya aku telah ditipu istriku sendiri. Aku yang dengan setia menjemput dan menunggu setiap sore tidak menduga bahwa justru istriku ini berbuat selingkuh dengan direkturnya. Aku meledak ingin marah, namun kutahan. Mungkin tidak ada gunanya. Sambil terus berusaha menenangkan diriku aku menyaksikan apa yang akan berlanjut dari yang kulihat sekarang ini. Pak Hardy menarik lengan istriku. Dia rangkul tubuh Rere untuk duduk di pangkuannya sedikit naik ke perut. kontol Pak Hardy yang telah mampu memberi semangat syahwat istriku tadi nampak putih bersih mencuat panjang dengan bonggolnya yang gede nongol di belakang pantat istriku. Dengan sangat keranjingan Pak Hardy langsung melumati dada istriku. Menyusu bak bayi manja di puting susu Rere yang berwarna coklat kemerahan itu dan tampak sudah tegak mengacung dengan maksimal karena tekanan birahi yang dahsyat yang melanda tubuh Rere sambil tangannya merabai relung-relung tubuh sensual istriku. Aku melihat nikmat yang tak terhingga melanda istriku. Tubuhnya bergeliatan menahan gelinjangnya sambil tak putus-putusnya desah serta rintihannya mengalir dari mulutnya yang mungil itu. Sesuatu yang muskil telah terjadi pada diriku. Hal yang semula sangat memukul aku kini justru membangkitkan hasratku. Aku dirangsang oleh gairah birahi saat menyaksikan bagaimana istriku begitu merasakan nikmat dilumati bossnya. Aku menyaksikan betapa istriku dengan penuh semangat syahwatnya telah mengenyoti kontol Pak Hardy. Kini kemaluanku terasa menegang dan sesak di celanaku. Dan akhirnya aku mesti menyaksikan pergulatan asyik masyuk antara istriku dengan bossnya ini sambil meremasi kontolku sendiri. “Ppaakk.. Rere nggak tahan ppaakk..” istriku menyambar bibir Pak Hardy dan melumat-lumat habis-habisan. Kemudian Pak Hardy mengangkat sedikit tubuh istriku. Tangan kirinya meraih kontolnya dan diarahkannya ke nonok Rere yang tampak dirimbuni oleh bulu-bulu jembut keriting itu. Apa yang terjadi kemudian sangatlah mendebarkan jantungku. Aku melihat bagaimana kontol gede dan panjang milik Pak Hardy itu menembusi nonok Rere istriku yang sangat aku tahu betapa sempit lubangnya. Berkali-kali kulihat yang satu menekan yang lain menjemput. Sesudah kontol Pak Hardy hampir selalu meleset untuk diluruskan kembali, akhirnya dengan pelan kusaksikan kemaluan istriku menelan batangan gede panjang itu. Uucchh.. Bagaimana bisa..? Istriku menyeringai. Nampaknya dia mendapatkan rasa pedih sekaligus nikmat yang tak bertara. Akhirnya seluruh batangan itu melesak tertelan menembusi nonok Rere. Mereka lantas diam sesaat. Hanya bibir-bibir mereka yang kembali terus berpagut. Itu mereka lakukan untuk meningkatkan hasrat birahinya. Kemudian secara hati-hati Pak Hardy memulai dengan menaik turunkan pantatnya. Kudengar rintih Rere.. “Aduuhh.. Aduuhh.. Adduuhh..” Mengulang-ulang kata aduh setiap kali kontol Pak Hardy ditarik dan menusuk. Sesudah beberapa kali berlangsung kulihat tangan istriku bergerak berpegangan bahu bossnya. Dia kini nampak akan mengambil alih gerakan. Dengan sekali lagi memagut bibir Pak Hardy istriku mulai menggenjot dan mengenjot-enjot. Nonoknya nampak naik turun seakan menyedoti kontol gede bossnya itu. Bibir nonoknya setiap kali nampak tertarik keluar masuk karena sesaknya bibir nonoknya menerima gedenya batang kontol Pak Hardy. Aku tak mampu lagi bertahan. Aku turunkan celanaku dan kukeluarkan kontolku sendiri. Tanpa ragu lagi aku melototi kontol dan nonok istriku yang saling jemput itu. Aku mengocok-ocok kemaluanku sambil khayalanku terbang tinggi. Genjotan istriku semakin cepat. Racau kedua insan yang asyik masyuk itu semakin riuh. Aku menyaksikan tubuh-tubuh mereka berkilat karena keringat birahi yang mengucur. Dalam kamar AC yang dingin itu nafsu birahi mereka membakar tubuhnya. Rambut istriku semakin awut-awutan. Rambut itu menggelombang setiap tubuhnya naik turun menggenjoti kontol bossnya. Saat mereka mulai mendaki puncak, tak pelak lagi keduanya mempertingi polahnya. Pak Hardy mempererat pelukan pinggul Rere dan bibir Rere melumat penuh gereget bibir Pak Hardy. Keadaan menjadi semacam chaos’. Liar dan tak terkendali. Cakar dan kuku istriku menghunjam pada kemeja Pak Hardy sementara bibir dengan cepat mematuk bahu Rere. Mataku konsentrasi melotot ke arah kontol yang keluar masuk ke nonok itu. Dan saat kecepatan genjotan naik turun tak lagi terhitung samar-samar aku melihat cairan putih mencotot meleleh dan berbusa di batangan kontol Pak Hardy. Itulah klimaks. Istriku masih menggenjot sesaat hingga yakin bahwa seluruh cadangan peju Pak Hardy telah tumpah memenuhi lubang nonoknya. Dan kemudian hening. Istriku menyandarkan kepalanya di dada Pak Hardy. Nafas panjang keduanya nampak dari dada-dada mereka yang setiap kali menggembung kemudian kempis. Istriku merosot ke lantai dalam kelelahan yang sangat. Demikian pula Pak Hardy. Bermenit-menit keadaan itu berlalu. Akan halnya aku, ejakulasi pertama langsung kudapatkan saat menyaksikan genjotan istriku semakin cepat tadi. Kudengar kursi di ruangan Pak Hardy berderit. Aku harus cepat keluar ruangan ini. Kusaksikan istriku bersama bossnya menuju toilet yang ada di ruangannya. Aku membetulkan celanaku dan bergegas keluar. Tanpa ada masalah dengan berboncengan sepeda motorku kami sampai di tempat kost jam 8 malam. Seperti biasa Rere menyiapkan nasi dan lauk pauknya untuk makan malam itu. Aku masih melotot hingga jam 12 malam di depan TV sementara itu istriku nampak pulas tertidur. Aku memakluminya. NOTE CERITA INI FAKTA REAL DARI SAHABAT TS KUTILKUDA. MORE INFORMATION DM AJA. Selamat pagi, siang , sore dan malam temen-temen kaskusers. Sudah beberapa hari ini TS kutilkuda tidak berbagi curhat kembali. Kebetulan kemarin ane lagi nongkrong sama sahabat lama ane yang baru selesai masa karantina karena pulang kampung dari luar pulau. Cerita punya cerita, sambil duduk duduk di depan rumah ane, akhirnya sesi curhat dimulai. Dan kisahnya akan ane tulis di thread ini. Kasih masukan dan saran juga boleh. Kasih cendol ya gan... Kupergoki Istriku Selingkuh Hingga 5 kali Selama ini selingkuh selalu diidentikkan dengan pria yang tidak setia dan wanita penggoda yang merusak rumah tangga orang. Tetapi kenyataannya, selingkuh itu tidak memandang jenis kelamin. Ini semua berhubungan dengan watak dan sifat karakter manusia yang tidak setia. Selama ini, pria selalu disalahkan. Saat pria memboncengkan wanita lain saja, pria langsung dihujat habis-habisan, dikira pria gatal, pria tidak setia, dan sebagainya. Tetapi saat wanita selingkuh, siapa yang disalahkan? PRIA LAGI.. Dianggap pria tidak bisa membahagiakan, pria nya yang tidak bertanggung jawab. Wanita dianggap sebagai manusia suci dan selalu benar. Tapi ingat.... TIDAK SEMUA. Tidak semua pria itu brengsek, dan tidak semua wanita itu suci dalam tingkah lakunya. Seperti pengalaman hidupku ini. Aku ini seorang sampah masyarakat, kenapa? Karena aku ini telah gagal dalam membina rumah tanggaku. Aku sebagai pria, akulah yang salah. Aku sudah salah karena tidak bisa mendidik istriku.. PUAS KAN kalau sudah mengakui bahwa pria salah? Tetapi Tuhan itu tidak tidur, mata-Nya melihat setiap tingkah laku umat-Nya. Mau itu pria atau wanita. Termasuk aku dan istriku. Saat ini istriku telah berselingkuh. Aku sudah memergokinya hingga 5 kali dan dengan 5 pria berbeda dalam masa waktu selama 4 tahun. Kali ini aku akan mengisahkan bagaiamana awal semua terjadi dan saat aku memergoki istriku selingkuh untuk pertama kalinya. Namaku Yohan, umurku saat aku menuliskan cerita ini sekitar 35 tahun. Saat ini aku sedang mengalami suatu problem yang belum ada jalan keluarnya. Aku akan ceritakan kronologi dari awal, agar bisa menjadi pelajaran bagi kalian, khususnya yang sudah berumah tangga atau menjalin relasi, agar kalian lebih setia dan tidak mempermainkan ikatan tali cinta suci. Delapan tahun lalu, aku memutuskan untuk menikahi istriku. Ia bernama Ratih. umurnya saat itu 25 tahun, dan aku 27 tahun. Aku bekerja di sebuah perusahaan sebagai HRGA, jarak kerja dari rumah ke kantorku tidak terlalu jauh, cukup memakan 20 menit menggunakan motor. Istriku bekerja di pabrik, ia lulusan SMK, sehingga ia ditempatkan sebagai karyawan produksi. Aku dan Ratih menjalani awal awal pernikahan kami dengan bahagia. Kusematkan cincin emas dengan mata biru sesuai warna kesukaannya dalam pernikahan suci. Aku berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab. Aku bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 6 petang. Sepulang kerja, aku mandi, bersih-bersih rumah, mencuci baju dan bersantai. Istriku biasanya membuatkan kopi, menstrika, memasak, dan bersama-sama bersihkan rumah. Setelah usai semua, kami akan bercengkerama dan bermesraan layaknya suami istri sambil menonton tv atau bermain game bersama. Itulah rutinitas kami selama 2 tahun pernikahan kami. Tetapi hal aneh mulai terjadi di memasuki usia pernikahan ke tiga. Disaat aku berusia 30 tahun, ia 28 tahun dan kami belum memiliki keturunan. Karena Ratih tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu. Alasannya karena ia masih ingin sibuk bekerja. Hal inilah yang membuatku bertanya-tanya. Selama 2 tahun menikah, ia tidak mau memiliki anak, sekarang tahun ketiga masih tidak mau. Tetapi tidak mengapa. Cintaku untuknya tidak pernah padam sedikitpun. Suatu pagi, jam pagi, ada sms masuk di hp istriku. Saat itu ia memiliki hp nokia lama khusus sms dan telpon. Karena istriku masih tidur, aku yang membuka hp istriku. Pengirim bernama RM, berkata Sudah bangun yang? Seketika rasa curiga dan cemburu merasuki pikiranku. Aku bangunkan istriku, dan kutanyakan dengan jelas siapa RM. Ia menjawab, "ya ampun itu Rima. Mbak RIma teman kerja ku, biasalah mas kan kalau grup geng cewek kan manggil temennya yang, beb, ayang.." Aku mereda kembali. Oh ternyata aku hanya curiga dan cemburu. Tetapi rasa curiga kembali mengintai. Ratih mulai tidak melakukan hal-hal yang biasanya ia lakukan untukku. Ia tidak lagi membuatkan kopi, ia tidak lagi membantu bersih-bersih rumah, pekerjaan rumah mulai terbengkalai. Aku berpikir, oh mungkin istriku capek. Sebagai suami, aku mencoba memahami apa yang menjadi beban istriku. Jadi kukerjakan saja pekerjaan rumah. Hal ini berjalan selama 5 bulan. Lalu gejala selanjutnya muncul. Ia mulai tidak lagi dekat denganku. Dia lebih suka menyendiri, asyik dengan handphonenya dan handphonenya di password lock sehingga aku suaminya saja tidak tahu isi handphonenya. Begitupun dalam hal keuangan. Aku setiap kali gajian, slip dan gaji kuserahkan semuanya. Aku diberi jatah uang saku olehnya. Tetapi gajinya dia sama sekali tidak pernah kusentuh dan kuketahui. Aku pernah sesekali menanyakan kepada istriku, bagaimana gajinya. Ia berkata," sudah mas gak usah mikir keuangan, semua aku yang pikirkan, mas kerja aja. yang penting cukup, ada tabungan". Aku lalu berpikir agar istriku bahagia. Aku belikan perhiasan baginya. Cincin, kalung, gelang emas agar menjadi tabungan dan kebahagian baginya. Tetapi setiap sebulan setelah kuberikan, ia selalu menjualnya. Dengan alasan untuk tabungan masa depan. Setelah setahun berlalu, kecurigaan muncul kembali. Ia semakin sering marah dan tidak nyambung bila diajak bicara. Ia selalu salah paham dan berakhir bertengkar. Saat bertengkar siapa yang disalahkan? ya suami lagi. siapa yang minta maaf dahulu? ya suami lagi. Dan semua nya makin tidak beraturan. Ia tidak lagi mengurus rumah, sibuk bekerja katanya, kalau dirumah menjauhiku dan sibuk dengan hp nya, lalu sering marah-marah hanya karena hal kecil. Kecurigaanku semakin menguat, saat kudengarkan ia bertelpon mesra dengan pria. Gaya bicaranya sudah seperti gadis remaja yang sedang pacaran. Seolah-olah masih single saja. Ku tahan emosi. Kubiarkan hingga selesai. Setelah selesai kutanyakan siapa dan bicara apa mereka. Respon Ratih malah marah besar, menyalahkanku, dan pergi ke kamar. Aku tidak boleh masuk kamar. Benar-benar toxic ini. Suatu saat aku bertemu dengan sahabatku yang bekerja satu pabrik dengan istriku. Aku meminta dia memata-matai istriku. Aku benar-benar curiga. Temanku ini mencari tahu apa yang sebenarnya Ratih sembunyikan. Dan benar, ia selingkuh dengan teman kerjanya. Nama pria itu adalah Reymond. "Oh.. Jadi RM itu Reymond buka RIMA.. bodohnya aku". Aku dan sahabatku terus kumpulkan bukti. Suatu saat, aku sedang bekerja dan temanku menelponku. "Bro, cepet kesini, aku lihat istrimu sama bajingan remon itu.. cepet". Mendapat kabar itu, aku langsung menemui temanku. Aku ijin keluar kantor ada urusan keluarga alasannya. Benar saja, aku lihat mereka berdua bermesraan di cafe, aku diam diam mengintai dari pinggir jalan. Lalu mereka berdua pergi ke sebuah hotel. "Fix, zinah mereka.. ikuti yo Bro..", pinta temanku. Kami terus mengintai. Saat mereka masuk kamar, aku dan temanku tunggu di lobi depan. Kami sengaja tunggu sampai selesai. Biarkan mereka puas berzinah. Setelah keluar dari hotel, aku temui mereka. "Sudah selesai kelon nya?", sindirku sambil menemui mereka. Amarahku sudah benar-benar memuncak. Istriku panik, malu, menunduk saja. "Mana KTP mu cok?", tanyaku dengan tegas. Ia menyerahkan KTPnya. Raymond. Setelah KTP ku pegang, didepan orang banyak, dilobi hotel, kudaratkan bogem mentah di hidung nya hingga mengalir darah segar dari mukanya. Ratih coba melerai dan temanku menahanku agar aku tidak lepas kendali. "kutunggu kamu dirumah wanita yang sudah kau jilat dan kau habiskan itu..!!" Lalu temanku menarikku pergi sambil membawa ktp pria iblis itu. Setelah malam itu, Ratih tidak pulang selama 3 hari. Ku cari di rumah orang tuanya, disana tidak ada. Dan kutanyakan pada teman-temanku yang tinggal di kelurahan si Reymond. Benar, Ratih disana bersama pria itu. Setelah 3 hari, Reymon datang dengan dua polisi. Seolah-olah membawa pembela yang siap menerkamku. "Mas, aku mau bayar denda", ucap Raymond. Aku marah seketika, ku gebrak meja dan berdiri. Dipikir istriku pramuria? sampai sampai bayar denda. Coba kalian pikirkan, ia menyerahkan 1 juta dan berkata uang denda atas berzinah dengan istriku. Kalau aku mau dan terima, sama saja aku menjual istriku!!!! Benar-benar iblis mereka. Perangkat kelurahan pun datang karena aku marah besar, dan akhirnya orang itu membuat pernyataan penyesalan pada warga, dan termasuk istriku meminta maaf dihadapan umum. Tetapi apakah jera setelah itu? Tidak.... Bahkan hingga tahun ini 2020, sudah ada 5 pria total nya ia berganti pasangan. Tahun ini aku sedang mengajukan cerai. Betapa sulitnya pria bila mengajukan cerai. Tidak semudah wanita, apalagi dengan bumbu KDRT sudah pasti mudah. Sedangkan aku, susah sekali. Sakit hati rasanya melihat kondisi ini. Laki laki mana yang tahan dengan kondisi seperti ini. Rasanya seperti digergaji, otak melepuh, emosi selalu naik turun dan tidak ada gairah hidup. Sia-sia kuberjuang dengan sungguh-sungguh demi istri. Aku kerja banting tulang hanya untuk istri. Tetapi ia malah menggunakan hartanya untuk menyenangkan pria lain. Sungguh diluar nalar dan kejam. Masihkah aku disalahkan sebagai pria? Pantaskah aku mendapat balasan seperti ini atas kesetiaanku? Aku tidak pernah selingkuh, tidak pernah main cewek. Aku fokus kerja, semua demi istri dan calon anak yang aku selalu mengharapkannya. Setidak adilkah hidup ini? *bersambung.. kalau pas TS ketemu sama sahabat ane lagi. Kisah ini adalah salah satu kisah kelam dalam hidupku, kutuliskan agar mendapat hikmah bagi para pembacaAku menjalin hubungan dengan seorang wanita yg sudah berkeluarga, aku sendiripun tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Pada awalnya aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak benar kata pepatah jawa "tresno jalaran soko kulino", mungkin karena terlalu sering berjumpa dan ngobrol membuat kami berdua jatuh cinta. Walaupun bincang-bincang kami pada awalnya hanya melalui ponsel saja tetapi rasanya rindu dan selalu ingin menelponnya setiap si mbak ku ini juga merasa kesepian karena suaminya sering keluar kota. Jadi Mbak merasa leluasa ngobrol sebebasnya denganku sampai larut menikah dengan Yuli memang modal nekat semata. Karena cinta tak lagi kami bendung. Akhirnya, satu-satunya jalan untuk tetap menyatu adalah kawin semua pria pernah mengalami mimpi seks atau mimpi basah. Dimulai sejak usia 14 atau 15 tahun sampai umur 50 tahun. Pada saat tidur, pria biasanya bermimpi sedang berciuman, berpelukan dan kemudian berusaha melakukan koitus, dan tiba-tiba mencapai puncaknya dan terjadi ejakulasi yang kemudian terbangun dan merasa celananya mimpi seks wetdream tidak sama pada setiap orang dan setiap usia. Ada yang satu kali dalam dua hari atau satu kali dalam tiga hari, umumnya paling sedikit satu kali usia muda sangat sering bermimpi seks. Makin bertambah usia seorang pria makin jarang dia bermimpi seks. Apalagi jika masturbasi cukup sering dilakukan misalnya sekali dalam dua hari, biasanya sehabis melakukan masturbasi malamnya tidak bermimpi seks lagi. Tetapi besoknya kemungkinan besar akan mendapat mimpi seks pria yang sudah menikah, mimpi seks bisa terjadi jika dalam 3 hari tidak melakukan hubungan seks. Ada yang mengalami lebih jarang dan ada yang lebih sering. Keadaan itulah tanda yang sehat mimpi, penis dirasakan ereksi, tetapi seberapa kuat ereksi penis saat mimpi sulit diketahui. Waktu mimpi seks sangat singkat antara bercumbu koitus dalam mimpi. Lagi pula pada waktu bermimpi orang sedang tidur, hanya dalam mimpi terasa ereksi lalu koitus dan ejakulasi. Tetapi berapa kuat ereksinya, tidak pernah benar-benar bisa disadari pada waktu pria menikmati mimpi seks karena itu sesuatu kenikmatan yang tinggi dan kadang-kadang sesuatu hiburan bila kebetulan tidak mempunyai waktu itu kuliahku belum rampung, aku tetap nekat menikahi Yuli. Entahlah, mungkin karena aku begitu takut kehilangan dia, sehingga nekat meminta restu dari ibuku untuk menikah di usia yang masih terbilang muda. Masih terbilang muda. Oh ya, waktu itu usiaku masih 23 tahun, sedang Yuli baru duduk di bangku kelas 3 kami dikaruniai dua anak dan mulai hidup mapan, kedua orang Yuli dari keluarga bangsawan yang kaya raya, belum juga mau mengakui sebagai aku sudah lakukan berbagai cara, berharap membukan mata hati mereka tentang siapa kami yang sekarang. Kemapananku sepertinya tak membuat mereka goyah untuk dan Yuli sudah memohon ampun. Tapi justru tak menghargai syukurnya, belakangan ini mereka sudah mau menerima Yuli kembali. Yuli sudah bebas pergi ke rumah orang tuanya, bahkan sebagian harta warisan keluarga sudah dijatahkan sebagian untuknya. Sementara aku dan dua anakku, sama sekali tidak mendapat pengakuan. Orang tua Yuli masih tetap menganggap kami sebagai menantu dan cucu menyakitkan, hanya untuk mendapatkan pengakuan dari seorang mertua aku telah menjual harga diriku dan mengorbankan perasaanku, tapi balasannya sungguh menyakitkan. Aku kasihan pada anakku, mereka tak bisa mengenal nenek mereka, padahal keduanya berhak untuk kali kucoba membujuk Yuli agar mau membawa anak-anak ke rumah neneknya, namun Yuli tampaknya ogah-ogahan. Malah kalau aku sedikit memaksa, malah dianggap lain, pasti terjadi pertengkaran diantara kami, yang membuatku kesal, akhir-akhir ini Yuli sudah keseringan menginap di rumah orang tuanya tanpa izin kemudian orang tua Yuli memberi ultimatum kepada Yuli untuk memilih kembali ke rumah dengan syarat meninggalkan aku, atau tetap memilih aku dan anak-anak tapi tak mendapat benar-benar silau dengan harta. Mungkin karena dasarnya ia memang dari keluarga berada, atau karena aku yang tak pernah bisa memanjakannya dengan materi, ia langsung memutuskan untuk kembali ke orang sekali pikirku, aku yang sekian tahun hidup dengannya dengan segala suka duka, serta dua anak yang ia lahirkan dari rahimnya, tega ia campakkan begitu saja, hanya karena kemilau harta. "Sungguh buta mata hatimu Yul", begitu kata terakhir yang kulontarkan meski anak merengek minta ketemu ibunya, aku tak pernah sudi mempertemukan mereka, karena segala yang berhubungan dengan Yuli, tak akan lagi kubuka. Sebagai laki-laki, itu kupegang. Yuli telah mengambil keputusan yang dianggap baik untuk dirinya, dan sebagai lelaki aku tak mau mengubah keputusanku itu. Biarlah itu dijalaninya sendiri, aku tetap pada gue Rani Mahkota Sari, tapi biasa di panggil Rani. Ortu gue kebetulan punya sebuah Mall di bilangan Menteng. Gue anak satu-satunya putri..... paling tua. Adik gue masih kecil-kecil Bo..Gue sekolah di SMA yg paling top, negeri lagi. Gue anaknya urakan tapi gini-gini cowok-cowok pada naksir....gue loh. Bunganya anak Menteng. Sekarang gue jadi mahasiswi University di Trisakti, jurusan Ekonomi. Waktu gue di SMA dulu gue sempet pacaran sama anaknya Konglomerat dari Yogya...namanya Romi. Tapi gue pernah di perkosa dan dipaksa berhubungan seks...ama doi...Bersambung . . . . Lebih baik bercerai daripada terus-terusan diselingkuhi. Begitu pikiran di kepalaku setelah mendapati istri berulang kali selingkuh dengan pria lain. Aku tahu masalahnya adalah karena aku jatuh miskin setelah kena PHK di kantor sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Mendapati istri selingkuh saat aku sedang dirundung masalah di kantor membuatku gelap mata dan memilih cerai. Istri Selingkuh di Rumah, Aku Kena PHK di Kantor Awal saya menikah dengan istri, ekonomi kami memang sudah tidak bagus. Setiap bulan saya hanya bisa memberi uang ke istri kurang lebih Rp. tapi itu dulu sebelum saya kena PHK di kantor. Setelah PHK saya tidak tahu harus kasih istri berapa setiap bulan untuk biaya sehari-hari. Akhirnya saya membuka warung kecil di samping SD tidak jauh dari rumah. Tentu saja pendapatan setiap hari sangat kurang tapi saya mencoba terus. Sambil membuka warung saya juga menjual makanan ternak yang di kirim ke orang-orang yang pesan. Tapi tetep kurang juga, saya berusaha lagi memungut barang-barang bekas, dan tetep kurang. Selama satu tahun setelah PHK saya pontang panting mencari pekerjaan, untungnya selama waktu itu istri terlihat sabar dan mau menerima apa adanya. Cerita mulai beda di tahun kedua. Istriku tidak tahan dengan kondisi kami. Dia sudah gak tahan hidup seperti ini, tanpa ada perubahan sama sekali. Akhirnya istri saya kenal dan akrab dengan seorang sales rokok yang biasa membawa rokok ke warungku. Saya juga sering mendapati istri sms an dengan sales itu. Kalau kutanya istriku bilang urusan rokok yang sudah habis. Akhirnya saya menasehati istri jangan sering telpon-telponan sama cowok itu, tidak baik untuk kehidupan rumah tangga. Dan jawab istri saya ringan, kan cuman berteman aja iseng untuk hiburan untuk menghilangkan kejenuhan setiap harinya. Saya tetep sabar untuk menghadapi kelakuan istri saya. Akhirnya saya mengetahui istri saya janjian lewat sms. Saya langsung marah ke istri. Istri tidak terima karena dibilang selingkuh dengan sales rokok. Akhirnya besoknya, sales rokok itu datang ke warung saya dan minta maaf. Setelah itu saya ada panggilan kerja di Jakarta. Selama saya kerja ternyata istri selingkuh lagi dengan sales rokok lainnya, istri saya sering kepergok bermesraaan sama keluarga saya. Keluarga saya langsung telepon ngasih tau bahwa istri saya suka jalan berduaan dengan seorang sales rokok, akhirnya saya tanya sama istriku, apa bener kamu suka ngobrol lama dengan salas yang namanya Jay. Istriku jawab kalau dia dengan Jay itu udah seperti adik kakak. Akhirnya saya percaya dengan ucapan istriku. Saya nasehatin lagi ke istri, kalau ngobrol sama sales jangan lama-lama dan jangan deket-deket, jaga jarak. Istriku jawab ya ini sudah resiko kamu yang jadi suami aku. Bener-bener jawaban yang bikin emosi, akhirnya beberapa bulan kemudian saya berantem hebat gara-gara saya telepon ke istri tapi dicuekin, tapi jika temennya yang nelpon langsung diangkat dan telepon saya harus menunggu, emosiku naik 100%, akhirnya aku ngatain kata-kata kasar ke istriku. Di situlah akhirnya istriku minta cerai, saya dengan istri akhirnya pisah ranjang selama satu tahun. Setelah itu istriku baikan lagi sama saya dan istri minta di carikan kerjaan. Setelah itu istriku kubawa ke Jakarta untuk kerja menjadi pembantu rumah tangga. Selama kerja istriku berantem lagi sama saya gara-gara saya ngasih kerjaan pembantu. Di situlah istriku selingkuh dengan supir pribadi yang sudah punya istri dan punya anak tiga. Awalnya saya gak punya pikiran bahwa istri selingkuh dengan sopir. Selama kerja disana, istriku sering curhat sama si sopir itu, dan si sopir rupanya merasa simpati dan akhirnya mereka menjadi sangat akrab. Di situlah si sopir mengambil hati istriku, di saat saya main ke tempat istriku. Tiba-tiba si sopir itu menghajarku membabi buta, karena istriku menyuruh si sopir selingkuhannya itu untuk memukuliku. Setelah saya di pukuli akhirnya saya tidak bertemu lagi sama istri saya, di saat itu istriku semakin menggila, setiap hari istriku keluar bareng sama si sopir bahkan istriku bilang sama bosnya izin pulang kampung untuk menjenguk anaknya, padahal istriku gak pulang kampung melainkan pergi bersama si sopir ke puncak. Itu sering dia lakukan, terus akhirnya istriku jujur menelpon saya dan mengatakan ingin cerai. Akhirnya karena tidak bisa lagi memaafkannya, saya mengiyakan permintaannya dengan syarat anak ikut saya dan tidak ada tanggungan yang harus saya beri ke dia. Ahirnya cerita istri selingkuh dengan sopir menjadi akhir ceritaku, sekarang saya masih bekerja di Jakarta dan semoga saja rejeki bisa bertambah setelah semua masalah dalam rumah tanggaku selesai, amin. Disclaimer Cerita ini hanyalah karangan semata. Bila ada kesamaan nama, waktu, tempat, profesi, dan cerita itu bukan merupakan tahun lalu, aku menikahi seorang wanita di desaku. Ia sangat cantik, wajah menawan, postur tubuh proporsional, rambut ikal berwarna kecokelatan. Rupanya tidak seperti anak gadis di desa pada umumnya, hampir semua lelaki berlomba-lomba untuk mendekatinya. Ada yang mendekati dirinya, ada pula yang langsung menghadap ke kedua orang tuanya. Aku mendapatkan dia tidak dengan kedua cara tersebut. Pernikahan itu murni sebuah kesepakatan antara kedua orang tua kami, ayahku seorang juragan sapi yang cukup terkenal di desa dan ibuku adalah pemilik toko kue. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengan wanita yang akan dijodohkan padaku karena sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Singkat cerita, aku dan dia bertemu beberapa bulan sebelum pernikahan kami. Mereka tidak memberikan opsi menerima atau menolak perjodohan itu, aku sih senang-senang saja memenangkan hati seorang gadis desa. Tetapi bukan itu masalahnya, aku tidak tahu apakah wanita ini bisa menerimaku atau mungkin ia memang sudah memiliki kekasih pilihan hatinya. Berulang kali aku menanyakan hal itu tetapi dia tidak menjawab. Aku pikir mungkin dia memang ingin menerima perjodohan ini sebagai bukti berbakti pada orang tua. Akhirnya kami pun menikah dan dia aku ajak kembali ke Jakarta karena aku akan menempuh pendidikan S2. Aku juga bekerja sebagai arsitek di salah satu perusahaan besar, mereka menuntutku untuk terus berkembang dari segi pendidikan. Perusahaan itu pula yang membiayai kuliah S2-ku. Di Jakarta aku sudah memiliki rumah dan mobil hasil jerih payahku sendiri, dulu waktu pertama kali pindah aku hanya menempati kamar kos-kosan yang tidak terlalu besar. Lalu aku magang di perusahaan ini dan setelah lulus mereka menarikku untuk bekerja di sana, meski sudah bekerja aku tetap tinggal di kos-kosan yang sama. Beberapa bulan sebelum kembali ke desa aku membeli rumah dan mobil karena rasanya tidak mungkin aku membawa kembali istriku ke Jakarta kemudian menetap di sebuah kos-kosan kecil. Aku ingin dia merasa nyaman dan tercukupi saat hidup denganku di kota. Sesampainya kami di rumahku ia cukup pendiam, aku sudah takut kalau-kalau ia tidak suka dengan rumah yang kudesain sendiri. Rumah ini tidak terlalu besar tetapi fungsional. Aku menyukai sesuatu yang minimalis dan aku tidak tahu bagaimana seleranya “suka engga sama rumahnya?” tanyaku terbata-bata. Ia kemudian melihatku “suka kok” jawabnya. Sebatas itu kami berbicara “anggap saja rumah sendiri, mau lihat-lihat dulu juga boleh kok kalo ada yang engga ngerti cara pakainya bilang saja. Aku mau mandi dulu” ucapku sambil mengusap kepalanya. Entah apa yang ada di pikiranku tiba-tiba memiliki keberanian untuk mengusap kepalanya. Aku hanya ingin mencairkan suasana dan tidak terlalu kaku, tetapi aku cukup menyesal dengan apa yang aku lakukan. Setelah mengusap kepalanya, aku bergegas ke kamar mandi untuk menetralkan detak jantungku yang sepertinya sebentar lagi akan hilang entah ke mana. Setelah selesai mandi, aku ke luar kamar dan menemukan dia sedang duduk di tempat tidur. Aku kira dia sedang melihat-lihat isi rumah dan memikirkan banyak hal untuk menaruh sesuatu di sana tetapi dia malah naik dan masuk ke kamar. Aku menebak kalau ia menungguku di sana selama aku mandi “loh kamu engga keliling buat liat-liat? Siapa tau kamu terpikirkan untuk menaruh sesuatu di beberapa tempat,” ucapku. Aku berjalan mendekatinya sampai tiba-tiba berhenti di samping kaca. Aku melihat pantulan diriku yang hanya memakai selembar handuk! Dengan cepat aku pergi ke dalam kamar ganti dan segera berpakaian “tidak usah” katanya tiba-tiba. Aku terkejut dengan apa yang dia ucapkan “kita sudah suami-istri kenapa masih malu.” Mendengar kalimat itu aku menghampirinya dan mulai mengenal dirinya lebih jauh. Setelah itu kami merasa menjadi lebih dekat dan dia memintaku untuk berkeliling rumah. Kami berdiskusi tentang apa saja yang harus dibeli untuk mengisi kekosongan di rumah itu, kemudian pergi ke mal dan supermarket membeli banyak barang. Aku menemukan sisi lain dari dirinya, kukira dia akan sulit didekati dan tidak ramah padaku ternyata malah sebaliknya. Ia sebenarnya sangat suka berbicara dan bercerita tetapi tidak pernah ia tunjukkan karena takut itu adalah sebuah aib untuk keluarganya. Maklum pemikiran orang di desaku kala itu kalau anak perempuan haruslah banyak diam dan menurut saja. Ia baru bisa bebas menjadi dirinya setelah bersamaku karena sudah jauh dari orang tuanya. Dua tahun menikah kami dikaruniai seorang anak perempuan. Ia sangat cantik dan kurasa mirip sekali dengan istriku. Semakin hari kami menemukan sesuatu yang baru dalam diri pasangan masing-masing dan berusaha menerima itu bulat-bulat agar pernikahan ini tetap terjaga. Tiga tahun setelah kelahiran anak pertama, ia kembali melahirkan sepasang bayi kembar dan ia meminta untuk tidak memiliki anak lagi. Aku menuruti permintaannya. Setelah memiliki anak, ia baru meminta untuk dipekerjakan asisten rumah tangga karena kesulitan mengurus anak dan rumah sekaligus. Ketika lahir anak kedua dan ketiga kami, ia tidak meminta tambahan asisten rumah tangga “kita harus menabung banyak uang untuk sekolah mereka nanti” katanya. Aku merasa memiliki istri yang sangat pengertian. Selama pernikahan, aku merasa sudah menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk keluargaku. Aku memperlakukannya dengan baik dan menuruti beberapa hal yang mereka mau itupun kalau aku merasa barang yang dibeli akan berguna untuk mereka. Tidak pernah sekalipun aku marah hingga mengeluarkan kata-kata kasar, apalagi memakai kekerasan. Aku sangat menyayangi keluargaku, terutama istriku. Bergantinya tahun, bertambah pula usia kami termasuk anak-anak. 27 tahun usia perkawinan kami menerima kado terburuk yang pernah diterima, putri pertama kami hamil di luar nikah dengan kekasihnya. Baru kali itu aku marah hingga rasanya tidak bisa membendung rasa kecewaku. Aku merasa gagal menjadi seorang ayah, aku berpikir di mana celah mereka bisa melakukan hubungan terlarang seperti itu. Aku mulai mengevaluasi diri sebagai ayah di mana letak kesalahanku agar itu tidak terjadi pada putri keduaku. Aku merasa sangat kecewa bukan hanya pada putriku tetapi pada diriku sendiri. Aku sudah berusaha menjaga mereka semampuku, meski rasanya ingin membenci anakku sendiri tetapi pada kenyataannya tidak bisa. Wajah mungil saat berada di dalam gendonganku pertama kali seolah kembali dimainkan dalam otakku seperti sebuah film. Biar bagaimana pun, putriku menjadi orang yang pertama kali membuat diriku merasa gagah hingga menyandang status “ayah.” Saat itu aku melihat istriku sudah menangis sejadi-jadinya dan ditenangkan oleh putri keduaku. Sedangkan ketika aku pergi menghampiri kekasihnya, anak lelakiku ikut bersamaku sambil membawa kakaknya. Aku menghampiri kekasihnya dan menamparnya, ia habis aku maki-maki saat itu. Berulang kali aku sudah memintanya untuk menjaga anakku karena aku percaya padanya, tetapi ini bentuk menjaga’ yang ia berikan padaku. Aku memaki lelaki itu di depan kedua orang tuanya, ternyata ia tidak memiliki nyali untuk bilang kepada mereka. Orang tuanya baru mengetahui kabar itu dariku, mereka langsung menangis dan meminta maaf padaku. Apa boleh buat? Nasi sudah menjadi bubur. Kami sebagai orang tua menikahkan mereka dan memberi tempat tinggal. Mereka tinggal di rumahku karena aku sudah tidak percaya lagi pada lelaki itu dan membiarkan anakku hidup bersamanya. Aku takut anakku akan ditelantarkan dan disakiti karena memaksanya untuk menikah. Dua tahun pernikahan anakku, aku terkena stroke. Aku hanya bisa terbaring di kasur dan sulit berbicara, dokter mengatakan kalau aku terlalu stres. Memang, banyak hal yang aku tidak suka dari suami anakku itu tetapi aku tidak bisa berbuat banyak. Lelaki itu mungkin adalah kebahagiaan untuk anakku, meski buatku dia bukanlah laki-laki bertanggung jawab. Hari-hariku dilayani oleh istri yang selalu sabar mendampingiku. Ia dengan sabar mengurusku dengan telaten. Tiga tahun aku hanya bisa terbaring lemas tiba-tiba aku mendengar rintihan di dekat kasurku. Meski aku tidak bisa berbicara bukan berarti aku tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di dekat kasurku. Aku melihat istriku tengah berhubungan seksual dengan menantunya sendiri. Aku terkejut, marah, dan ingin menghabisinya’ sekali lagi. Aku tidak menyangka kalau istri yang kukenal sabar dan kuat ternyata malah ada main’ di belakangku. Aku selalu meminum obat yang memiliki efek samping mengantuk luar biasa, namun hari itu ia belum memberikannya padaku. Sepanjang sore aku sudah tertidur menahan sakit di punggungku. Cukup lama aku menyaksikan mereka 'bermain' seperti itu. Hingga aku akhirnya memalingkan wajah dan berusaha untuk memikirkan hal lain. Keesokkan harinya, istriku tersenyum dan melayani kebutuhanku seperti biasa, ingin rasanya aku mengatakan apa yang kulihat semalam tetapi aku tidak bisa berbicara. Selama ia menyuapiku, aku melihat wajahnya dan bertanya-tanya sudah berapa lama mereka menjalin hubungan. "Kamu kenapa menatap aku kaya gitu? Mau ke kamar mandi?" Tanyanya, aku hanya menggelengkan kepala. Ternyata selama aku di bawah pengaruh obat tidur, mereka 'bermain' di kamarku karena merasa aku tidak akan mengetahui hal itu. Malam berikutnya, aku memutuskan untuk tidak menelan obat yang mengandung obat tidur, aku ingin mengetahui cara mereka berselingkuh. Ketika aku pura-pura tertidur, menantuku yang datang dan mengetuk pintu kamar kami. Istriku dengan senang hati menyambutnya dan mereka melakukan hal itu, sekali lagi aku harus menyaksikan istriku dipuaskan oleh menantunya sendiri. Bukan hanya aku yang sakit hati tetapi bagaimana perasaan anakku saat semua ini terbongkar? Aku sangat paham kalau istriku sudah tiga tahun memendam hasratnya dan aku akan menceraikan dia jika ia ingin melakukannya dengan lelaki lain. Tetapi aku tidak menyangka kalau lelaki itu yang menjadi pilihannya, selama mereka bermain aku bungkam. Setelah itu, aku mendengar kalau mereka membicarakan aku dan anakku, awalnya istriku membanggakan aku tetapi ia kecewa karena kini aku terbaring lemah dan tidak bisa memuaskan hasratnya. Menantuku pun demikian, ia tidak puas karena anakku hanya mengurus anak mereka dan tidak lagi ingin disentuh. Setelah pembicaraan itu, mereka 'bermain' sekali lagi dan menyudahkannya karena hari sudah hampir pagi. Aku melirik istriku sudah tertidur pulas sambil tersenyum puas. Aku harus menahan rasa sakit hatiku selama berbulan-bulan karena menyaksikan mereka melakukan itu di sampingku. Mereka akan kembali bersikap seperti biasa kepada pasangannya seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Berawal sakit hati, kini aku sudah terbiasa dengan suara rintihan istriku, aku hanya berharap suatu saat nanti anakku yang akan memergoki mereka melakukan itu. Rupanya doaku terkabul. Malam itu, ketika mereka sedang melakukan hubungan seksual tiba-tiba anak sulungku mengetuk pintu "Ma, aku nitip Nayra ya. Aku mau cari Mas karena dia tidak ada di kamar" katanya. Ternyata selama ini anakku selalu mengetahui kalau suaminya tidak ada di kamar hampir setiap malam atau mungkin ia memiliki firasat adanya perselingkuhan di antara ibu dan suaminya. Saat itu, mereka berdua terdengar sangat panik dan berusaha untuk tidak bersuara. Aku mencoba berteriak meski suaraku tertahan dengan sigap anakku langsung membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Kali ini pintu kamarku tidak terkunci atau memang mereka begitu yakin kalau tidak ada seorang pun yang akan masuk dan mengetahui perselingkuhan mereka. Ketika pintu terbuka, putriku mengamuk dan berteriak karena terkejut menemukan ibu dan suaminya sedang tidak berbusana. Teriakannya itu membangunkan semua orang di rumah, sambil mengamuk ia menutup mata anaknya agar tidak melihat hal yang tidak seharusnya. Mereka berdua langsung menarik apa saja untuk menutup alat vitalnya. Kedua anakku yang lain menghampiri ke dalam kamarku dan menyaksikan perselingkuhan itu, salah satu anakku memukul laki-laki itu dan menyeretnya ke luar tanpa satu helai kain. Ia berteriak memanggil asisten rumah tangga kami untuk memanggil ketua rt. Malam itu rumah kami heboh sekali. Tidak ada satu pun anakku yang mau menenangkan ibunya, aku melihat istriku terduduk di pinggir tempat tidur, menangis dan meminta maaf atas perbuatannya. Ia diabaikan oleh anak-anakku, putri sulungku menghampiri aku dan menangis di pelukanku. Ia meminta maaf karena sudah membawa laki-laki itu masuk ke dalam rumah kami. Istriku segera berpakaian ketika banyak warga yang datang ke rumah karena teriakan anak-anakku. Mereka berdua di sidang dan disaksikan oleh beberapa warga juga anak-anakku. Di tengah persidangan mereka, anak laki-lakiku datang ke kamar dan menggendongku untuk duduk di atas kursi roda. Kemudian membawaku ke ruang tengah, di mana semua orang sedang menghakimi istriku menangis dan berlutut di depanku. Aku memalingkan wajah menatap anak laki-lakiku seolah meminta untuk menyingkirkan ibunya dari hadapanku. Anak laki-lakiku menggeser ibuku dan menaruh kursi rodaku di lama kemudian, orang tua dari menantuku datang setelah dihubungi oleh putri keduaku. Mereka terlihat sangat malu untuk kedua kalinya. Istri dan menantuku dibawa ke kantor polisi dan akan dilaporkan oleh anak sulungku, kedua orang tua laki-laki itu memohon agar anaknya tidak dibawa. Tetapi anak sulungku tetap bersikukuh membawa suami dan ibunya ke kantor polisi. Setelah kejadian itu, ketiga anakku yang bergantian merawatku. Sebenarnya, selama aku terbaring tidak pernah sekalipun mereka merasa kekurangan. Sudah banyak projek di luar perusahaan yang aku selesaikan dan sedang dalam masa pembangunan sehingga rekeningku tidak pernah kosong. Semua pekerjaan yang masih harus dikerjakan diambil alih oleh anak laki-lakiku karena ternyata ia memiliki keahlian yang sama denganku. Sampai suatu hari satu per satu dari mereka menikah, termasuk anak sulungku tetapi ia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah dan merawatku.

cerita sex ngintip istri selingkuh