cerita sex perkosa ibu kandung

CeritaDewasa – Nama gua Budiawan, umur gue sekarang 21 tahun, Gue ingin cerita tentang pengalaman seks gue sewaktu kelas 2 sma, Bokap gue seorang bisnismen,super sibuk deh. Nyokap gue adalah ibu rumah tangga, dan mama yang menjaga kedai kami yang berada di depan rumah. Nyokap gue lumayan cantik,tapi sayang kecantikanya itu ditutupi jilbab yang Read BokepAbg Diperkosa Dan Menjerit Sakit | bokep online,memek genit, memek terbaru, download bokep, bokep hot menantang, artis viral, indo viral, abg ngentot bikin baper, bokep tetangga, bokep barbar, nonton bokep indo viral,western,bokep harian 2020, bokep siswa sma,video,videobacol fun,bokep kakek sugiono,bokep ngentot memek gede, MEMEK ABG SMA, bokep tante hot indo, KisahAnak Dewasa Diperkosa, Cerita sedarah ayah ngentot anak kandung Cerita ngentot pacar di kamar kost Dokter dan pasien sex at room semi scene, 27/12/2018 Pasien dan Dokter Bahagia - No Sensor Starlight Sport, 16/05/2016 Video HOT - Enak Banget Ditusuk Suster Cantik feat Angela Lorenza Guyonan TV, 09/05/2017 Nomo Sugianto (38), warga Da Melihatpasien seksi timbul niat dokter untuk ngentot memperkosa pasiennya Cerita Sex Dewasa - Ibu Amel ya dia adalah wanita yang aku kenal di tempat kerja saat kita mendapat proyek kerja bersama, walaupun yang aku ketahui dia berumur 38 tahun tapi dia masih mempunyai badan yang oke seumuran dia, dengan tubuh yang seksi di tunjang dengan ukuran Ibuterus ngeloyor ke kamarnya, ambil handuk terus mandi. Besoknya sekitar jam 7 pagi, aku mengantarkan ibuku ke terminal. Setelah ibu mendapatkan bisnya, aku langsung cabut menuju pasar untuk menunggui kios pakaian untuk dua hari ke depan. Sambil menunggu pembeli datang, iseng ku buka internet dan mencari-cari situs porno dan cerita2 dewasa. mình đã không yêu xin đừng tìm nhau. – Ibu Diperkosa Anak KandungNya – Cerita Dewasa +17 Namaku Tini, usia 49 tahun, saat ini aku tinggal di kota Cirebon. Tetangga kiri kananku mengenalku dengan sebutan bu Haji. Ya, di blok komplek rumahku ini, hanya aku dan suami yang sudah naik Haji. Suamiku sudah pensiun dari Departemen Luar Negeri. Kini ia aktif berkegiatan di masjid Al Baroq dekat rumah. Aku pun aktif sebagai ketua pengajian di komplek rumahku ini. Tetangga kami melihat keluargaku adalah keluarga harmonis. Namun mereka bertanya-tanya, mengapa anakku masih kecil, masih berusia satu tahun, padahal aku sudah berusia hampir 50 tahun. Aku bilang saja, yah, maklum, rejeki datang lagi pas usia saya senja begini, mau diapakan lagi, tidak boleh kita tolak, harus kita syukuri. Sebenarnya aku punya anak lagi, anakku yang sulung, laki-laki, dan saat ini mungkin ia sudah berusia 26 tahun. Namanya Roni. Sebelum kelahiran anakku yang masih bayi ini, Roni adalah anak tunggal. Sampai akhirnya aku usir dia dari rumah ini dua tahun yang lalu. Dan sampai detik ini, suamiku, Beny, atau orang akrab memanggil dia Pak Haji Beny atau Pak Ustad, ia belum tahu alasan mengapa Roni meninggalkan rumah sejak dua tahun yang lalu itu, jika suamiku bertanya padaku, aku terpaksa berbohong, bilang tidak tahu dan pura-pura kebingungan. Walaupun aku tahu, karena akulah yang mengusir Roni dari rumah tanpa sepengetahuan suamiku. Cerita sedih ini berawal ketika Roni yang selama 15 tahun kami tinggalkan hidup dengan Neneknya di Cirebon, akhirnya kumpul bersama dengan kami layaknya keluarga. Bisa aku tinggalkan selama 15 tahun karena aku dan suami harus tinggal di Belanda. Saat aku dan suami ke Belanda, Roni baru berusia delepan tahun, ibuku nenek Roni tidak ingin jauh dari Roni, beliau mungkin takut Roni akan terbawa arus kehidupan eropa dan lupa adat indonesia. Jadilah Roni tinggal di Cirebon bersama ibuku, lalu aku dan suami tinggal di Eropa. Lima belas tahun kemudian, aku dan suami pulang ke tanah air, sebelum pulang aku dan suami menyempatkan diri untuk naik haji. Setelah pulang menunaikan haji, aku dan suami pulang ke tanah air dan pergi ke Cirebon. Tak kusangka anakku sudah besar, ya Roni telah berusia 23 tahun. Kami lihat ia tumbuh menjadi anak yang sangat soleh, santun dan lemah lembut. Aku sangat berterima kasih dengan ibu waktu itu, telah membuat Roni tetap menjadi anak yang baik dan rajin beribadah. Beberapa bulan setelah kami berkumpul bersama, ibuku nenek Roni meninggal. Kami sedih sekali waktu itu kami hidup sekeluarga bertiga. Kehidupan keluarga kami sangat sakinah mawadah dan rohmah. Aku bangga sekali punya anak Roni. Ia rajin ke mesjid dan mengaji. Hal itu membuat aku dan suami selalu merasa bahagia. Seakan-akan kami awet muda rasanya. Kebahagiaan ini juga mempengaruhi kemesraan aku dan suami sebagai suami istri. Walaupun kami sudah tua, tapi kami masih rutin melakukan hubungan pasutri meski hanya satu minggu sekali. Sampai suatu hari, suamiku mendapat tugas dari untuk dinas selama tiga bulan di Qatar. Suamiku mengajak kami berdua aku dan Roni anakku namun Roni yang sudah kerasan tinggal di Cirebon menolak ikut, akupun karena tidak mau lagi jauh dengan anakku menolak ikut. Akhirnya hanya suamiku sendiri saja yang pergi. Hari-hari tanpa suamiku, hanya aku dan anakku tinggal di rumah kami. Aku sibuk sebagai ketua pengajian ibu-ibu dan memberikan ceramah kecil-kecilan setiap ada arisan di komplek rumahku ini. Roni aktif sebagai remaja masjid di masji Baroq dekat rumah. Terkadang karena aku sudah berusia hampir 50, aku mudah merasa capek setelah berkegiatan. Suatu siang aku merasa sangat capek, sehabis pulang memberikan ceramah ibu-ibu di masjid. Aku pun langsung tertidur. Saat aku tengah-tengah enaknya merasa nyaman dengan kasurku, aku seperti merasa ada sesuatu yang membuat paha, pinggang dan daerah dadaku geli dan gatal. Setengah sadar dan tidak sadar, aku lihat Roni sedang berada di dekatku. Sambil setengah ngantuk aku berkata, “Kenapa Ron? Mama capek nih…” “Ga, ma, Roni tahu, makanya Roni pijetin, udah mama tidur aja”, balas Roni. Aku senang mendengarnya, senang pula punya anak yang tumbuh dewasa dan baik seperti Roni. Oh terima kasih Tuhan. Lama kelamaan, aku mengalami hari yang sangat aneh, terutama setiap malam saat aku tidur. Aku merasa, ada sesuatu yang menggelitik daerah sensitifku, terutama daerah selangkanganku. Enak sekali rasanya, oh apakah ini setengah mimpi yang timbul akibat hasratku sebagai seorang istri yang butuh kehangatan suami. Ya, aku yakin karena aku ditinggal suami saat aku lagi merasa kembali muda dan penuh gairah, makanya aku sering sekali mimpi basah setiap malam. Mimpi yang rasanya sadar tidak sadar, kenikmatannya seperti nyata. Ya, aku menjadi senang tidur malam, karena ingin cepat-cepat mimpi basah lagi. Aku menduga ini adalah rejeki dari Tuhan, agar gairahku sebagai istri tetap terjaga, dan kebutuhan biologisku tetap tersalurkan walaupun hanya diberi mimpi basah sama Tuhan. Oh… nikmat sekali. Aku membayangkan suamiku, Beny, yang berhubungan denganku, oh nikmat sekali. Dan karena seringnya dikasih mimpi basah oleh Tuhan, setiap pagi aku bangun aku merasa kemaluanku selalu basah kuyup sampai celana dalamku basah total. Yah, jadinya aku punya kebiasaan baru selalu mandi wajib setiap pagi. Yang aku takuntukan hanya satu, takut saat aku mimpi basah, aku mengigau dan takut suara mendesahku terdengar anakku Roni. Tapi saat aku liat dari gelagatnya sehari-hari, nampaknya ia tidak tahu. Sampai tiga bulan lamanya, hampir tiap malam aku selalu mimpi basah, aku jadi heran. Apa penyebabnya dari nutrisi yang kumakan atau kuminum sehari-hari ya? Hmm, mungkin saja. Soalnya aku punya kebiasaan minum teh hijau sebelum tidu. Kata dokterku itu baik untuk orang setua aku, apalagi biar selalu sehat menjelang usia setengah abad. Akhirnya aku coba meminum teh hijau, saat pagi hari, malamnya kucoba tidak minum. Malam harinya, saat aku tidur, ditengah asyiknya tidurku, dan gelapnya lampu kamarku. Aku merasa perasaan mimpi basah mulai datang kembali, yah, mmh, rasanya ada yang menggelitik kemaluanku, sesuatu yang lembut, oh, bergerak-gerak. Selangkanganku pun ikut tergelitik hingga aku merasa ada sesuatu yang membuat basah kemaluan dan selangkanganku. Lalu berbarengan dengan rasa sensasi pada daerah kemaluanku, sesuatu yang lebut bergerak-gerak menyentuh buah dadaku, bergantian, pertama yang kiri lalu yang kanan, kemudian.. Aw!.. Ada rasa hisapan yang lembut hangat namun kuat pada puting buah dadaku yang sebelah kanan. Oh enak sekali, terima kasih Tuhan, jantungku mulai berdegup kencang, ini rasanya seperi nyata, yah! Tiba-tiba aku merasa tertindih oleh seuatu, hisapan kenikmatan juga tidak berhenti. Lalu ada sesuatu yang menusuk masuk ke liang kemaluanku saat itu aku setengah sadar terbangun, dan aneh, rasa ini masih kurasakan, setengah sadar aku jelas sekali ternyata memang ada sesuatu yang menindihku, sekilas aku masih membayangkan ini suamiku, berikut terdengar dari sesuatu itu suara perlahan yang serak, “ooohgh… Oogghh…” Siapa ini?! Astaghfirullah!! Saat aku tersadar penuh dan mataku terbelalak. Dalam keremangan gelapnya kamar aku sadar bahwa seseorang telah menindihku dan menyetubuhiku!! Lebih kaget lagi saat aku mendengar suara seseorang yang menindihku itu berkata, “Maaah… Ayo ma… oughhgh… Uhhh… mamahhh…” Langsung kudorong dia kuat-kuat! “Roni!! Kurang ajar!!! ASTAGHFIRULLAAH!!” Roni langsung berlari keluar kamar, aku pun langsung mengejar sambil menangis penuh amarah. “Roni!!”, bentakku. “Maafin Roni Ma! Roni ga tahan!”, Roni pun menangis takut. Aku tak kuasa bingung menghadapi perasaan ini, antara kalut, marah, benci, jijik, sedih dan takut. Hingga terucap kata-kata yang langsung keluar dari muluntuku, “Keluar dari rumah ini!!! Kamu bukan anak mama!!! Setan kamu! Binatang kamu ya!” Roni keluar rumah berlari. Aku duduk lemas menangis. Jadi, selama tiga bulan ini, baru aku sadari, mimpi basah itu bukan hanya sekedar mimpi. Semua mimpi itu nyata. Anakku!? Anakku sendiri yang melakukan ini padaku?!! Selama dua, tiga minggu aku tidak keluar rumah, bahkan semenjak kejadian itu aku jatuh sakit. Sampai saat itu aku masih tidak habis pikir dan belum lupa kejadian itu, dalam benakku terbesit, ya Tuhan, selama ini anakku telah menodai aku, aku ibunya, selama ini anakku yang selalu rajin beribadah ternyata adalah setan yang mengumbar nafsunya pada tubuhku yang mulai renta ini… Dosa apa hamba, ya Tuhan!? Saat aku menerima sepucuk surat yang dikirim oleh Roni, tanpa alamat jelas, ia berkata meminta maaf pada ku, ia mengakui bahwa ia sudah mulai tertarik secara seksual denganku sejak aku bertemu lagi dengannya, ia bilang aku cantik dan menarik, ia mengaku telah memberi obat tidur pada teh hijau yang selalu aku minum tiap malam agar aku teler dan tidak sadar saat ia memperkosaku… Pantas saja! Pantas ia selalu bermuka manis menyiapkan teh hijau tanpa kuminta terlebih dahulu. Ternyata selama ini anakku adalah Iblis laknat yang merusak semuanya. Roni pun berkata pada akhir suratnya, bahwa ia tidak lagi akan pulang ke rumah, ia malu dan merasa bersalah. Membaca surat itu, aku merasa benci sekali! Ya, “Kamu bukan anakku!”, Kurobek dan kubakar surat itu. Sebulan kemudian, tepat saat dua minggu sebelum suamiku pulang, aku merasa pusing dan mual. Ya Tuhan, masa sih aku hamil!? Tidak! Ini tidak mungkin!! Aku pun memastikan dengan membeli dan menggunakan tes kehamilan, berdebar-debar aku melihat hasilnya. ASTAGHFIRULLAH! Aku positif hamil! Tidak! Aku menggandung anak dari anakku sendiri! Aku pun lemas dan sempat sedikit pingsan. Aku menangis tiada henti-hentinya. Apa yang harus kukatakan pada suamiku nanti? Apa yang akan tetangga bilang jika tahu aku ini seorang bu Haji yang hamil hasil hubunganku dengan anak kandungku sendiri? Apa yang akan terjadi! Apa lebih baik aku mati saja!! Tidak aku tidak mau mati! Itu dosa! Lalu, saat suamiku pulang, aku tutupi semuanya yang telah terjadi selama tiga bulan ini. Aku pura-pura menangis karena Roni belum pulang-pulang sudah dua minggu. Lalu aku dan suami sempat lapor ke polisi. Di tengah-tengah itu, aku juga pura-pura merasa kangen dengan kedatangan suamiku dan mengajaknya melakukan hubungan suami istri sesering dari biasanya. Suamiku heran, namun ia maklum, ya yang pikirnya, biasanya aku dan dia berhubungan seminggu sekali, ini tidak melakukannya dalam tiga bulan lamanya. Sudah pasti wajar jika aku selalu minta berhubungan terus. Dua minggu setelahnya, aku mengaku hamil. Suamiku kaget, loh, khan menggunakan kondom? Kok bisa. Aku bilang saja, mungkin saja jebol. Khan wajar karena kondom tidak akurat 100%. Suamiku pun mengangguk setuju. Cuma ia hanya khawatir apakah aku tidak apa-apa umur segini hamil lagi. Akupun meyakinkan dia tidak apa-apa, walaupun hatiku meringis dan menangis karena mengingat bayi ini hasil hubunganku dengan anakku. Tidak! Anakku yang memperkosa aku!!! “Ma”, sapaan suamiku menyadarkan aku dari lamunanku tentang masa lalu. Aku lihat suamiku sudah siap berangkat ke masjid. “Ma, aku pergi ke masjid dulu ya, mama biar jaga si kecil yah”, pamitnya. “Iya pa”, jawabku. Ya, si kecil ini telah lahir ke dunia. Saat ini ia berada di pangkuanku. Kuperhatikan wajahnya. Mirip sekali dengan Roni, anakku… Oh bukan… Ayah dari anakku. Tomy biasa teman teman sekarang kuliah di sebuah perguruan negri di kota pelajar………Aku hidup dengan kondisi keluarga nikah lagi dan ibukupun entah di mana keberadaan kecil aku Cuma tinggal dengan eyang dan adik adik keluarga yang tak karuan membwatku tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai 2 adik satu perempuan dan 1 laki saja dial in dan 2001 aku memulai kisah ini bersama adik kandungku yang semestinya aku jaga dengan kasih bermula waktu aku pulang sekolah,keadaan rumah waktu itu melepas lelah aku berniat nonton tv tapi entah kenapa libidoku kencang sekali dan naik dengan memutar vcd porno yang aku ayal ini semakin membuatku menjadi 30menit aku menonton,aku di kejutkan adik perempuanku yang tiba tiba masuk ke kamar begitu lugu karma waktu itu dia duduk di bagku kls 4sd.“kak nonton apa,kok adek gak di ajak”TUHAN”gumamku dalam langsung mematikan vcd dan memindah chanel tv saja.“enggak,lagi nonton tv tapi g ada yang bagus,adek dari mana?”Tanyaku.“dari maen sama tyas”Jawabna singkat”“adek udah makan belum?”“belum”“makan ya dek?kakak suapin”“yajawapnyaAku bergegas pergi mengambilkan dia makan siang,tapi entah setan dari mana yang menjadikanku jadi berfikir untuk mencoba menikmati tubuh mungil adik kecilku..Akupun batal mengambilkannya makan siangOtak ku sudah dipenuhi dengan pikiran pikiran kembali kekamar di mana adekku asik nonton kartun da tv.“adek mau makan bakso gak”Tanyaku.“mau_mau” sudah sekarang kita istirahat dulu ya nanti setelah istirahat kita keluar makan bakso dekh”Jawab adik tiduran di samping adik kenapa pikiran ku begitu kuat untuk menggauli adik kecilku mulai memeluknya dan mencium pipinya dengan diam sajaDan berbalik memeluku serta bermanja dia masih benar benar belum mengerti soal nafsu birahi,Andai dia tahu mungkin dia juga g mungkin mau untuk ku aku Cuma berani memeluk dan menciuminya tapi hayalanku sudah di puncak ubun segaja aku mulai meraba bagian tak bergerak,mungkin dia sudah tertidur karma kecapean main semakin membuatku membuka celana dalam adik ku dan kemudian mebuka kedua itu aku bernafsu sekali untuk menyetubuhi adik piker panjang akupun membuka celana yang ku rumah yang sepi menjadikan rencanaku mulai mengesek gesekan kepala kontolku di kemaluan adik ku yang masih begitu ku semakin mengeras ketika ku buka belahan memek adikkuTerlihat lubang yang masih begitu kecil dan berwarna merahmudaAku mulai mengesek gesekan kepala kontolku di daerah lubang kemaluan adik aku juga mendorongnya sedikit berharap bias masuk meski Cuma sebatas kepala kontolku pikirku,kenapa di filem tadi begitu mudah memasukkan kontol ke dalam memek Pikirku waktu belum saja terbangun dengan ulahku,maka akupun semakin melebarkan kaki adik ku ke mengoles ngoleskan kepala kontolku di sekitar lubang terasa sekali hangat kemaluan adik ku karena sekilas aku rasakan sedikit masuk ujung ku pun terbangun sekarang,entah apa yang dia rasakan sampai dia kaget seperti orang kesetrum.“kakak ngapain kak”Tanyanya polos“kakak Cuma mau ngajakin adek main bapak_bapakan”Jawabku“adek capek kak”Jawabnya“adek bobok saja,biar kakak maen sendiri tapi adek diam ya”PerintahkuDiapun menurutKini doronganku semakin kuat sampai terasa kepala kemaluanku masuk ke lubang memek adik banget,anget dan aku seperti merasakan satu kenikmatan yag luarbiasa waktu kepala kemaluanku menancap di lubang memek adikku”Sementara adiku terbangun dan menjerit.“aw….sakit kak”Ea ea kakak lepas melepas kontolku dari memek adik kuAdikku sekarang tak mau tidur lagi karena takut aku melakukan lagi aksiku ingat adegan di filem porno tadi di mana cow memasukan jarinya sebelum memasukan adikku berteriak lagi sakit melepas membasahi jariku dengan usap usapkan saja di sekitar belahan memek dia cum adiam lama aku mencoba memasukan lagi jariku,kini dia diam kecuali mengerakkan bokongnya ke kanan dan kekiriKenapa dek?Geli tertawa pun berfikir mungkin kalau kumasukan kontolku sekarang dia akan merasa geli bangkit mengatur posisi di selangkangan mengesekgesekkan kontolku lagi seperti kemudian ku tekan kontolku dengan banget rasanya,hangat dan mencengkeram kepala coba menekan lagi meski adikku berteriak sakit dan meminta aku untuk melepas kak…………sakit……….lepasinkak….sa kit nih…….kaaak……Aku tak peduli lagi aku Cuma berkata,kenapa tadi adek bilang geli,mungkin setelah masuk adek akan merasa geli dek menekan lagi dan lagi tanpa peduli teriakan adikkuTapi waktu kemaluanku masuk setengah susah sekali mendorongnya lagi..Sempit sekali rasanya,tapi aku terus berusaha mendorong lagi,sementara adiku terus menangis dan berteriak meminta aku berhenti melakukan terus menekan dan menekan bokongku dan mendorong maju lama lama aku merasakan batang kontolku sudah mulai bertambah dalem mengoyak memek adikku yang masih lihat wajah adikku yang memerah menahan sakit dan tangis yang tak hentiKu lihat lagi ke bawah di mana kontolku mulai menggoyang lubang memek adikkuGila enak banget meski tak sepenuhnya kontolku aliran darah keprawanan adiku yang mengalir lewat batang ini benar benar semakin cepat memaju mundurkan masih juga belum berhenti dari tangisnyaTapi dia sudah tidak meronta seperti sensasi ini baru sekarang ku kontolku seperti di urut urut,hangat dan nikmat sendiku seperti tersterum aliran listrik,tapi tidak mematikan melainkan membuat aku merasa terus berpacu di antara tangis adik dan nikmat yang ku rasakan sampai seperti ada sesuatu yag mendesak untuk keluar dari tak peduliYang ku lakukan Cuma menggoyang dan terus menggoyangkan lama semakin ku rasakan desakan di batang kontolku semakin tak bias akupun merasakan kontolku memuntahkan masih terus menggoyang kontolku di dalam memek ini yang ku dengar setiap kali aku mendorong dan menarik nikmat tadi berubah menjadi rasa geli yang tak tarik kontolku dari memek buka sebentar belahan memek warna memek adiku yang tadi merahmuda kini jadi dalam nya ada berkas berkas darah dan bercampur adiku diam tinggal isakannya saja yang terdengar.“adik sakit ya?”Tanyaku“iya kak….kakak jahat”Rengeknya“emank gak terasa geli kayak waktu kakak masukin jari tadi dek?”Adikku tak menjawab Cuma menggelengkan kepala kk juga g tau dekKk piker adek akan merasa enak kayak kakak ya kita coba lagi yok dek,Barangkali nanti adek bias merasa tak kontolku yang kembali mengeras gara gara masih teringat sensasi jepitan memek adikkuKu gesek gesekan lagi di sekitar lubang memek tekan pelan pelan,sampai masuk adikku sudah tak menjerit lagi Cuma dia agak meringis,mungkin masih terasa sakit.“kenapa dek?”Tanyaku….“sakit kak………..Tahan dulu ya dek,mungkin habis ini bsa geli kayak tadi dek….. hangat jepitan memek adikku membwat aku tak ingin mengakhiri mulai menggoyang memek adikku bunyi dri lubang memek adikku tiap aku mendorong dan menarik batang kini mulai terlihat lebih nyaman sudah tak menandakan kesakitan semakin penasaran apa yang sedan adikku rsakan sekarang.“masih sakit dek?Adikku tak menjawap Cuma menggelengkan semakin mencoba mendorong kontolku semakin kepala kontolku masuk ke lobang yang sempit waktu kontol ku di lahap habis oleh memek banget kalo masuk semua seperti Cuma diam dan pasrah dengan apa yang ku perbuat sekarang tak ada lagi suara tangis kurasakan dorongan seperti tadi ada di kepala taklama kemudian……..Crot…..crot……crot….Aku cma bias menutup mata dan melenguh nikmat nya semprotan

cerita sex perkosa ibu kandung